Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Hukuman untuk Giselle


__ADS_3

Kai sudah kembali ke kamarnya dengan perasaan yang meledak-ledak. Bagaimana tidak dapat hadiah dari bermain teater mengalahkan Mak Lampir Giselle. Namun kesenangannya terhenti sejenak karena sebuah notifikasi masuk ke handphonenya.


"Ma Cherie, sampel yang kamu kirim kemarin 98% cocok dengan kita. Uncle Twins akan segera menemuinya. Kami juga sudah sangat merindukanmu dan juga tidak sabar menyatukan keluarga kecil kita. Mungkin besok kami sampai di mansion the Owen"begitu bunyi pesan yang masuk.


"Dad Kai sudah menemukan Aunty Velo, semoga Dady bahagia di sana ya Dad bersama Bubu"bathin Kai dengan air mata yang jatuh menyertai kebahagiaannya.


Kai berdiri di balkon menikmati sore itu dengan damai. Membiarkan bayu sore membelai lembut wajahnya. Rasanya tidak ada kebahagiaan yang lebih dari ini, setelah sekian lama akhirnya segala usaha mereka membuahkan hasil yang manis.


Ketika Kai sedang asyik dengan lamunannya pintu kamarnya dibuka oleh seseorang.


Kai terlonjak kaget melihat siapa yang masuk ke kamarnya, Giselle. Ya Giselle yang masuk ke kamarnya, entah apa tujuan Mak Lampir itu sekarang memasuki kamar Kai.


"Ada apa Kak Giselle??"tanya Kai berpura-pura sopan dihadapan Kai.


"Lo ga usah sok polos, jal*ng. Gue tau Lo cuma mau harta keluarga ini kan??"tuduh Giselle dengan kasar.


"E..enggak Kak, Kai cuma butuh kasih sayang mereka Kak, sebab orang tua Kai sudah tidak ada lagi"bela Kai yang memulai akting menangisnya.


"Ga usah belagak polos gue bilang. Gue pengen Lo angkat kaki dari sini sebelum gue berbuat lebih nekat. Jangan sampai gue habisin Lo"ucap Giselle penuh penekanan.


"Kai ga mau Kak, kecuali mereka yang tidak menginginkan Kai lagi, maka Kai akan pergi dari sini"Isak Kai.


"Lo keras kepala juga ya, segitu niatnya Lo pengen jadi bagian dari keluarga ini. Jangan pernah mimpi Lo. Cuma gue yang layak dimanja sama keluarga ini."sarkas Giselle.


"Kenapa hiks..hiks..Kakak membenci Kai? Kai ga pernah cari hiks.... hiks....masalah sama Kakak, Kai rasanya juga ga ada salah hiks....hiks...sama Kakak."imbuh Kai lagi sambil menghapus air mata buayanya.


Sekarang amarah Giselle sudah tidak bisa ditahan lagi. Bagaimana pun ia akan melenyapkan Kai. Karena tidak bisa berpikiran jernih lagi Giselle mendorong Kai dari balkon kamar Kai.


"Aaaaaaa Dady"teriak Kai yang sudah terdorong dari balkon.


Tapi lagi Dewi Fortuna masih berpihak pada Kai, saat Kai terdorong dari balkon beberapa pengawal yang berjaga di bawah balkon kamar Kai dengan sigap bisa menangkap Kai.


"Nona Muda"ucap salah satu pengawal itu dan langsung membawa Nona Muda mereka masuk ke dalam mansion.


Ace dan Carl yang sedang sibuk membahas masalah perusahaan terkejut melihat adik bungsunya ada di gendongan pengawal.


"Ada apa ini"tanya Carl panik melihat wajah Kai yang sudah pucat. Jangan heran ya Kai bisa melakukannya dengan menekan beberapa aliran darahnya hingga akan terlihat ia terkena shock terapi.


"Maaf Tuan Muda, Nona Muda tadi terjatuh dari balkon kamarnya, tapi kami tidak mengetahui apa penyebabnya."jawab pengawal itu singkat. Ace segera mengambil alih Kai dari tangan pengawal itu dan berlari ke kamar Kai sambil berteriak memanggil Brandon.


"B....kau di mana?"teriak Ace yang menggelegar di seluruh bagian mansion itu.


"Kak Ace ada apa, astaga Baby kenapa?"tanya Brandon cemas melihat adiknya pucat dan tidak bereaksi sama sekali saat dipanggil.


Mendengar ribut-ribut di luar membuat semua orang tua keluar untuk melihat apa yang terjadi.


"Oooo shiiit, ada apa dengan Baby Ace???"tanya Dady Aldric panik.


"Aku tidak tau apa yang terjadi Dad, tadi pengawal membawa Baby dari luar sudah dalam keadaan seperti ini. Katanya Baby jatuh dari balkon kamarnya."jelas Kai pada Dady Aldric.


Para Mommy yang melihat putri mereka seperti itu sontak menangis, takut terjadi hal buruk pada putri mereka.

__ADS_1


"Baby sepertinya mengalami shock yang hebat Dad, kita biarkan dia istirahat dulu"ucap Brandon setelah memeriksa adiknya.


"Frank...."panggil Dady Aldric.


"Ya Tuan..."jawab Frank


"Ada yang terjadi kenapa putriku bisa seperti itu.?"geram Dady Aldric.


"Apa yang terjadi kami tidak mengetahui secara pasti Tuan, hanya saja tadi setelah mendengar teriakan dari arah balkon Nona Muda, pengawal yang berjaga di sana langsung melihat dan bisa menangkap Nona Muda sebelum terjatuh Tuan"jelas Frank.


"Sebaiknya kita mencek cctv yang ada di balkon Nona Muda Tuan, saya memasang cctv sesudah Nona Muda melarikan diri dulu Tuan"usul Frank.


"Baiklah, terimakasih Frank"ujar Dady Aldric.


Saat ini para laki-laki keluarga Owen's ditambah tiga wanita pendatang baru itu duduk di ruang keluarga. Sedangkan para wanita Owen's menemani Kai di kamarnya.


Ace dan Carl sedang mengecek cctv yang ada di balkon kamar Kai.


Aura kedua lelaki itu langsung berubah gelap setelah melihat apa yang terjadi pada bungsu mereka. Melihat itu Opa Lucifer dan Opa Matius meminta laptop yang berada di hadapan Ace dan Carl, kemudian melihat apa yang terjadi.


Ketika melihat rekaman di laptop itu kedua laki-laki paruh baya itu menatap tajam pada Giselle.


Giselle yang menyadari perbuatannya telah diketahui mulai panik.


"PLAAAAAAK"


Opa Matius menampar Giselle dengan kuat hingga hidungnya mengeluarkan darah.


"Jika terjadi sesuatu pada Baby Kai, kujamin kau tak akan melihat matahari esok hari"ucap Opa Matius pada Giselle.


Para laki-laki itu sangat marah hingga aura di ruangan itu menjadi sangat berat, hingga ketiga perempuan itu sulit untuk bernafas.


"Bawa dia ke ruang hukuman"perintah Opa Matius pada pengawal.


Para pengawal itu membawa Giselle ke ruang hukuman.


"Opa tidak bisa melakukan ini padaku, aku cucumu Opa bukan anak pungut sialan itu"teriak Giselle.


"Pa kumohon jangan menghukum putriku. Dia tidak salah, pasti anak pungut sialan itu yang sudah merekayasa semua ini"ucap Mama Rosalind memohon pada Opa Matius.


"Apa matamu buta??? Jelas di sana putrimu yang masuk ke kamar Baby Kai. Orang bodoh pun tau kalau putrimu lah yang mencari gara-gara"bentak Opa Matius.


"Tenang Kak!!"Opa Lucifer mengusap punggung sang kakak.


"Aku muak dengan gadis itu, dimanapun selalu membuat ulah dan mempermalukan keluarga."maki Opa Matius tidak dapat menahan amarahnya lagi. Semua laki-laki di keluarga Owen's marah saat ini, hanya saja hukuman hanya akan diberikan oleh Opa Matius, karena beliau yang tertua.


"Arthur, Aldric, Dixon bawa cambuk ke ruang hukuman"perintah Opa Matius


"Baik Pa"jawab ketiga Dady itu.


"Tidak kumohon Matius jangan mencambuk Giselle"mohon Oma Rose.

__ADS_1


"Ini masih ringan, jika nanti terjadi hal buruk pada Baby aku akan dengan senang hati menghilangkan nyawanya"seringai Opa Matius seram. The real psyko.


Kini Opa Lucifer dan Opa Matius sudah berada di ruang hukuman. Tidak lama ketiga Dady pun bergabung dengan mereka.


"Opa jangan lakukan ini, kenapa Opa membela anak yang tidak jelas itu dibandingkan denganku??"tanya Giselle terisak.


"Kau bilang tidak jelas, asal kau tau dia jelas keturunan mafia terkuat di Jepang. Yang tidak jelas itu kau dan ibumu jerk."umpat Opa Matius.


"Mana cambuknya"ucap Opa Matius


Opa Matius siap melayangkan cambuk itu pada Giselle namun bukan suara teriakan Giselle yang terdengar melainkan suara Kai.


Kai yang tadi sudah sadar ingin turun ke bawah untuk bertemu dengan Giselle. Namun tiba-tiba ia mendengar suara tangis yang berasal dari lorong mansion karena pintunya tidak ditutup oleh para Dady.


"Aghhh"


"Baby...."


"Opa jangan menghukum Kak Giselle seperti ini"Isak Kai sambil memeluk tubuh Giselle.


"Gue berkorban dikit biar drama lancar guys."bathin Kai


Namun Giselle malah mendorong Kai dengan kasar.


"Gue ga butuh pembelaan dari Lo sampah"maki Giselle


"B...."teriak Papa Arthur


"Astaga Baby Kenapa lagi Pa???"tanya Brandon.


"Obati lukanya B, dia terkena cambuk."jelas Papi Dixon.


"Kau lihat dia menyayangimu seperti Kakak, dan kau tega melakukan itu padanya damn!!"hardik Opa Matius.


"Bawa Baby B!!!!"perintah Opa Lucifer


"Tidak....Opa tidak boleh melakukan itu. Jangan Opa kasihan Kak Giselle. Jangan Opa Kai mohon"teriak Kai meronta-ronta digendongan Brandon.


Dengan sangat terpaksa Brandon menyuntikan obat penenang di lengan Kai. Agar adiknya tidak memberontak lagi.


"Sebegitu kamu menyayanginya Baby, hingga kau terluka. Beruntung kami mendapatkan mu dear." ucap Brandon mengoleskan salep pada luka bekas cambukan tadi.


Para Mommy yang kembali membawa makanan untuk Kai terkejut kenapa Baby Kai tidur kembali.


"B ada apa??"tanya Oma Emma


"Aku menyuntikan obat penenang pada Baby Oma. Dia tadi berontak ingin menghalangi hukuman untuk gadis brengs*k itu. Dan sekarang punggungnya juga ikut terkena cambukan."ujar Brandon lirih.


"O Shiiiiit kenapa sejak kedatangan ketiga wanita itu Masalah banyak terjadi di keluarga kita"geram Mama Silvia.


"Tenanglah Kak, pasti masalah ini sudah diurus oleh Dady dan Papa"ucap Mommy Fanny menenangkan Mama Silvia yang sudah misuh-misuh.

__ADS_1


__ADS_2