
"Jacob apa benar wanita ini dan anaknya adalah istri dan anakmu??"tanya Opa Matius.
"Sayangnya.......tidak Pa, tapi aku akan membuat membuat mereka membayar mahal atas kematian anak dan istriku!!!!"ucap Papa Jacob dengan emosi yang menggebu.
"Apa maksudmu Kak??"tanya Papi Dixon
"Beberapa Minggu yang lalu mereka melakukan penyerangan di kediamanku saat aku dan Jason tidak ada ditempat. Karena hal itu aku kehilangan istri dan calon anakku...."ucap Papa Jacob dengan air mata yang mulai tumpah.
"Maaf Pa teman-teman Kai tidak bisa menjaga Mama Angel dan dedek bayi."ucap Kai menunduk.
"Itu bukan kesalahanmu Little Bee, semua karena kelalaian Papa, Papa lah yang paling bertanggung jawab atas keselamatan Mama dan dan calon adikmu"ujar Papa Jacob mengelus kepala Kai yang masih tertunduk.
"Lalu apa yang akan kita lakukan pada tiga tikus itu Pa???"tanya Ace yang dari tadi hanya mengamati percakapan itu.
"Bagaimana jika kita jadikan tawanan di markas ZEUS Pa???"usul Chayton penuh semangat.
"Itu terlalu ringan untuk mereka yang telah menghabisi calon penerus the Owen Kak"ujar Kai yang diangguki para Kakaknya yang lain.
"Hmmm Pa bolehkah mereka Kai jadikan My Easy Money Pa???"usul Kai dengan menggerakkan kedua alisnya.
"What is that Baby???tanya Opa Lucifer penasaran.
"Organ mereka akan jadi sumber cuan yang banyak Opa"sorak Kai girang.
Ketiga wanita beda usia itu bergidik ngeri jika hal itu sampai terjadi.
"Dan kepala mereka akan kita kirim sebagai buah tangan dari kita, bagaimana Opa??? Apakah bisa disetujui??"tanya Kai penuh harap.
"Itu ide yang bagus Ma Cherie, shock terapi and east money"celoteh Pedro mendukung sang keponakan.
"Kalian gila, dan kau seorang monster anak pungut, kau tidak waras"teriak Oma Rose
"Terima kasih pujiannya Nyonya"ucap Kai sambil membungkukkan badannya.
"Tapi aku penasaran siapa yang kita kubur jika Papa Jacob dan Papi Jason ada di sini."tanya Brandon
"Ahhh itu Kai lupa bilang Pa"ucap Kai tersenyum.
"Apa maksudmu Little Bee??"tanya Papi Jason penuh selidik.
"Orang di dalam peti jenazah itu, adalah orang yang melakukan penyerangan pada kalian dulu. Yang membuat Papa dan Papi sekarat dan hilang ingatan."ujar Kai.
"Siapa orangnya Baby?"tanya Opa Matius.
"Suami tercinta Mama Rosalind, Victor Benjamin"sahut Kai menatap horor ke arah Mama Rosalind yang menatapnya tajam.
"Tidak kau pembohong, bocah sial*n. Suamiku tidak akan mungkin semudah itu kau kalahkan. Dan lagi wajah laki-laki yang ada di dalam peti mati itu mirip si brengs*k Jacob"ujar Mama Rosalind.
"BUGH"
"Jangan mengumpati Papaku, jal*ng "bentak Kai.
"Itu benar Baby, laki-laki yang ada di dalam peti jenazah itu mirip dengan Jacob dan Jason"ujar Opa Lucifer
"Hmmmm jadi kemarin setelah penyerangan di kediaman Papa, Kai mengerahkan teman-teman untuk memburu Victor Benjamin. Setelah itu kami melakukan operasi pada wajahnya agar mirip dengan Papa Jacob. So usai melakukan operasi kami mengirimnya kembali ke markas RED DEVILS, dan yah ia dihabisi anggotanya sendiri."papar Kai
"Kau tidak waras, kau pembunuh."teriak Mama Rosalind histeris.
"Gue bakal balas Lo,"kata Giselle dengan air mata yang menganak sungai.
__ADS_1
"Kalau Lo bisa selamat dari gue"jawab Kai tersenyum smirk.
"Bravo Mi Amor, kelicikanmu patut diacungi jempol."puji Uncle Pablo.
"Jadi sekarang giliran Lo bertiga party Ama gue, bolehkan Papa?? Papi??"tanya Kai penuh harap.
"Lakukan sesuai keinginanmu Little Bee"ujar Papi Jason.
"Abang ikut Baby...."
"Kami juga...."
Ke enam bungsu itu benar-benar penampakan iblis berwujud manusia.
"Uncle Frank.."panggil Kai
"Iya Nona Muda"
"Bawa mereka ke ruang hukuman"perintah Kai pada Frank.
"Baik Nona Muda"ucap Frank menunduk.
"Selamat bersenang-senang Little Bee!!"ucap Papi Jason tersenyum iblis yang dibalas senyum yang sama oleh Kai.
Para tetua sekarang menyaksikan aksi ke enam bungsu itu dalam menyiksa mangsa mereka.
"Waw keponakanku semakin lihai bermain dengan mangsanya Kak"sorak Uncle Pedro kegirangan.
"Aku tidak menyangka putriku pemegang gelar yang ditakuti dunia bawah. Ternyata perpaduan Adler dan Yamaguchi sangat menakutkan, sangat menakjubkan"puji Papa Arthur.
"Tentu karena dia putriku"ujar Dady Aldric
"Dia cucu kesayanganku"sanggah Opa Matius bangga.
"Ck Mulai.....lagi...."decak para Mommy dan Oma Emma memijit pelipis mereka.
"Lihat itu Ma Cherie mencongkel mata perempuan itu"sorak Uncle Pedro.
"Kakak simpan di sini organnya."ucap Kai.
"To...long hen.....ti..kan. Bu...nuh saja!!"ucap Oma Rose memohon karena sudah tidak tahan dengan siksaan yang ia terima.
"Tenang Nyonya kita bersenang-senang dulu, Ok"ujar Jo sedang bersemangat.
"Sa....kit.....le...passssss"teriak Giselle
"Oooo ayolah ini cuma sekedar bermain Kakak"senyum Kai
"Tunggu jangan log out dulu, kami belum puas"ketus Chayton yang menjambak rambut Mama Rosalind.
"Suara mereka merdu sekali Kak"puji Kai.
"Kai bosan Bang, kita cincang aja buat makanan si Pochi"ajak Kai pada Alden yang dibalas anggukan oleh Alden.
"Astaga Dad lihat ke enam bungsumu"ucap Papa Arthur menggelengkan kepala.
"Berarti Little Bee sudah bosan dengan mainannya Kak Arthur."ucap Papi Jason.
Para Mommy hanya mampu meringis melihat kebringasan anak-anak mereka.
__ADS_1
"Selesai"sorak Kai.
"Ayo kita bersih-bersih Baby"ajak Alden merangkul bahu sang adik.
"JOM"sorak Kai.
Ke lima kakaknya hanya bisa menggerakkan kepala melihat tingkah sang adik.
Beberapa saat kemudian ke enam bungsu itu kembali ke ruang tamu bergabung dengan yang lainnya. Kai meletakan box yang berisi organ ketiga wanita tadi dan mengeluarkan benda pipih dari sakunya kemudian menghubungi seseorang.
"Hallo Bang Steve, ada paket jemput ke mansion!!"perintah Kai lalu mematikan sambungan telpon.
"Siapa Baby??"tanya Opa Matius
"Teman Opa, yang akan mengambil paket ini"jawab Kai.
"Jadi Jacob bagaimana cerita kalian kembar tanpa Papa ketahui??"tanya Opa Matius pada Papa Jacob.
"Ketika kami lahir Mama memisahkan kami Pa, dan Mama menunjuk pelayan Ana untuk merawat kami. Kata pelayan Ana itu semua Mama lakukan untuk melindungi kami dari musuh Papa. Namun sebenarnya aku dan Jason dibesarkan di tempat yang sama. Hanya saja kami keluar bergantian. Jadi Papa sebenarnya juga berinteraksi dengan Jason. Itulah kenapa aku bisa melakukan semua tugas dengan baik, karena Jason yang membantuku."jelas Jacob
"Sebenarnya aku belum ingin menampakkan diriku, tapi karena Little Bee mengatakan ketiga wanita itu ada di sini dan mulai membuat kekacauan apalagi sampai melukai Little Bee makanya aku tidak sabar ingin menghabisi mereka."sanggah Papi Jason.
"Jadi kau akan menunggu Papamu ini mati dulu baru kau akan menemuiku???"geram Opa Matius.
"Kita bertemu setiap waktu Pa, jadi jangan berdrama!!"ejek Papi Jason
"Dasar kau anak sial*n"umpat Opa Matius
"Pantas saja kadang Papa kira kau memiliki kepribadian ganda karena moodmu sewaktu-waktu dapat berubah."ujar Opa Matius paham.
Tiba-tiba Frank masuk mencari Kai.
"Nona Muda ada yang mencari Anda"ujarnya.
"Ya sebentar Uncle!!"teriak Kai berlari ke arah pintu.
"Baby jangan berlari...."cegah Dady Aldric
Tapi yang diteriaki sudah hilang dari pandangan.
"Eh masuk dulu Lo Bang,"ajak Kai.
"Abang langsung cabut aja dek, besok pagi ada meeting."ujar Steven.
"Ok hati-hati Lo Bang"ujar Kai.
"Lo juga"kata Steve mengecup puncak kepala Kai dan mengacak rambutnya.
Kai kembali ke ruang tamu dan duduk di antara Dady Aldric dan Papi Dixon.
"Sebaiknya kita kembali melakukan background cek pada semua anggota Zeus"usul Papa Jacob
"Benar, jangan sampai kecolongan lagi"sahut Opa Lucifer
"Arthur dan Jacob kalian mulailah besok melakukannya. Dan yang lain kita akan menyisir markas"titah Opa Matius
"Bungsu saatnya kalian tidur besok kalian sekolah!!!"titah Oma Emma pada cucu-cucu bungsunya.
"Baik Oma"jawab ke enam bungsu itu.
__ADS_1
Para tetua memandang ke enam bungsu itu dengan berbagai argumen di kepala mereka.