
Sementara itu keadaan di markas Watanabe seperti kapal pecah. Tidak ada satu pun manusia yang bernyawa tersisa di sana. Potongan tubuh, potongan kepala dan ceceran organ tubuh manusia bertebaran di mana-mana. Bau amis mendominasi di tempat itu. Like hell in the world.
Di kubu Yamaguchi sendiri, Kai Big Brothers saat ini terlihat seperti Monster yang baru saja mandi darah. Menyeramkan.
Lumuran darah dan bau amis melekat erat di tubuh mereka. Mereka tersenyum puas setelah meluluh lantahkan markas Watanabe, walau pun Makoto sendiri melarikan diri. Namun, that's okay he is not their target.
"Semuanya kembali ke markas!!"titah Prince
pada seluruh Soldiers GOLDEN GLADIOL.
"Siap, Prince."sahut mereka semua.
Semuanya telah kembali ke markas GOLDEN GLADIOL sedang Kai Brothers kembali ke markas Yamaguchi.
Mereka disambut oleh para orang tua yang telah lama menunggu mereka.
"Akhirnya kalian kembali boys!!"ujar Daddy Aldric.
"Jadi bagaimana olah raga kalian??"tanya Nyonya Ki.
"Very fantastic and exited!!"ujar Jo.
"Bersihkan diri kalian terlebih dahulu, setelah itu baru kita lanjutkan obrolan ini, kalian terlihat sangat mengerikan!!"ujar Appa Kim.
Mereka semua menuju kamar masing-masing dan segera membersihkan diri dari hasil pertempuran tadi.
Tidak lama kemudian semuanya telah berkumpul di ruang pertemuan markas Yamaguchi.
"Bagaimana??"tanya Papa Harada.
"Bersih, dan Makoto melarikan diri Pa!!"jawab Hiroshi.
Kedatangan salah seorang ahli IT GOLDEN GLADIOL mengagetkan semua yang orang yang berada di ruangan itu.
"Ada apa Mark??"tanya Prince dengan tatapan penuh selidik.
"Anos mengambil alih Kai setelah kepergian kalian!!"lapor Mark pada Prince.
Sam dan Prince menegang mendengar laporan dari Mark.
"Di mana dia sekarang??"tanya Sam.
"Dia belum kembali Sam!!!"jawab Mark.
__ADS_1
"Aghh sial!!"ujar Sam berlari ke ruang rawat Kai diiringi Prince dan yang lainnya.
"Agh........."geram Sam saat sampai di ruang rawat Kai.
Mereka menatap ranjang rawat Kai yang kosong. Yoona sangat terkejut melihat ranjang sang adik yang kosong.
"Bagaimana singa kecil itu bisa hilang dari sini??"tanya Yoona panik karena Yoona melihat dengan mata kepala sendiri saat Vikram menyuntikan obat tidur pada Kai.
"Jika Anos merasuki Kai maka ia akan sepenuhnya menguasai Kai, namun hal yang menakutkan bukanlah itu. Kadang di saat energi Kai habis ia bisa pingsan di mana saja. Apalagi sekarang dia belum kuat seratus persen."Jabar Vikram pada semua orang yang ada di ruangan itu.
Para orang tua menghela nafas panjang. Ke mana mereka akan mencari putri nakal itu. Kai Brothers kembali mengalami serangan panik karena hilangnya adik perempuan mereka.
Di saat semuanya sedang panik, terdengar bunyi langkah kaki di lorong markas Yamaguchi. Semua mata terarah pada asal suara itu dan memperhatikan siapa yang datang. Kemudian semua menghela nafas lega karena yang datang adalah Kai, dengan memakai Hoodie berwarna hitam dan celana berwarna hitam. Tapi jika dilihat dengan benar saat ini Kai masih dikuasai oleh Anos.
"Kalian berpesta tanpaku??"tanya Anos pada mereka.
"Maafkan kami, tapi tubuh Kai belum begitu kuat untuk ikut dalam penyerangan tadi!!"jawab Prince.
"Tidak apa-apa, aku sudah mendapatkan mainanku. Sangat menyenangkan bisa tampil solo!!"ujar Anos lalu secara tiba-tiba meninggalkan tubuh Kai.
Kai merosot ke lantai dan segera ditangkap oleh Joon Wu, kemudian dia segera membaringkan Kai di ranjang.
Taro datang tergesa-gesa dan memberi laporan pada para orang tua.
Membuat semua yang ada di dalam ruangan itu sedikit terkejut.
"Dan juga kasino serta club' malam milik Watanabe diledakkan oleh orang tidak dikenal!"tambahnya.
Sekarang semua pandangan beralih pada Kai yang sedang terbaring.
"Ternyata itu mainanmu Baby, FANTABULOUS!!"puji Jo pada sang adik dan senyuman licik terlihat di setiap wajah yang ada di ruangan itu.
"Terus pantau mereka Taro!!"titah Papa Harada.
"Baik Tuan!!!"
"Apakah Kai baik-baik saja??"tanya Taro memastikan keadaan Kai.
"Dia hanya kelelahan Taro, setelah dikuasai oleh Anos!!"jawab Vikram.
"Oh syukurlah"sahut Taro kemudian ia pergi melanjutkan tugas yang tadi diberikan oleh Papa Harada.
"Ini benar-benar kehancuran terbesar yang pernah kudengar dalam pertikaian klan mafia. Boys kalian memang jelmaan lblis darah!!"ujar Daddy Aldric melihat satu persatu anak-anaknya dan kakak-kakak Kai yang lain.
__ADS_1
"Saat ini keadaan Makoto pasti sangat kacau, kita harus lebih meningkatkan kewaspadaan dan Harada sebaiknya pembersihan di tubuh Yamaguchi cepat kau selesaikan!!"tutur Appa Kim dan diangguki oleh Papa Harada.
Kini semuanya memilih untuk beristirahat sejenak, melepaskan rasa lelah yang saat ini tengah bersarang di tubuh mereka.
Di mansion Watanabe........
Mansion Watanabe saat ini dipenuhi oleh para pelayat dari berbagai kolega mereka.
Suara isak tangis memenuhi sebuah ruangan yang ditempati oleh dua jenazah dari keluarga Watanabe.
Keluarga besar Watanabe begitu terpukul dengan kematian kedua orang yang sangat mereka sayang secara bersamaan. Tapi inilah resiko dari kehidupan yang mereka pilih. Bunuh atau dibunuh. Hidup atau mati. Hanya itu pilihan yang tersedia di hadapan mereka.
"Kak......putraku satu-satunya dan Kak Izanagi telah meninggalkanku.......!!!"ujar Makoto sendu pada Kakak keduanya Akio.
"Kau harus kuat Makoto, apa kau sudah mendapatkan dalang dari semua kejadian ini??"tanya Akio pada Makoto.
"Kak Akio benar Kak, Kakak harus kuat untuk membalas kematian keponakan dan Kakak tertuaku!!"ujar Rein adik bungsu Makoto.
"Aku masih menyelidikinya Kak!!"jawabnya.
"Apa kau membutuhkan bantuan kami??"tanya Akio.
"Sepertinya begitu Kak, karena hampir seluruh anak buahku telah tewas Kak!!"jawab Makoto.
"Sekarang kita selesaikan dulu semua ini, lalu baru kita pikirkan langkah apa yang akan kita ambil!!"ucap Akio menepuk bahu Makoto.
Sedangkan istri Makoto saat ini masih shock atas kematian putra bungsunya itu. Dia sadar semua ini terjadi karena perseteruan antar klan mafia. Namun apa dayanya, ia pun tidak berani meninggalkan Makoto, sang suami karena dibutakan rasa cinta.
Makoto masih setia memandangi foto putra bungsunya Hyuga, tapi ia tersentak karena salah seorang bawahannya memberikan laporan mengenai hasil penyelidikan mereka.
Makoto membawa bawahannya itu untuk berbicara di ruang kerjanya dan kode pada Kakak keduanya, Akio untuk turut serta.
"Apa yang kalian dapat??"tanya Makoto tidak sabar.
"Ada kandungan racun mematikan yang kami dapatkan dalam makanan Tuan muda di sekolahnya Tuan dan pegawai di sana juga menemukan sebuah belati kecil yang memiliki ciri khas milik klan RED DEVILS!!!"ujar bawahannya sambil menyerahkan belati kecil itu.
Benar, itu adalah benda yang Taro jatuhkan ketika ia memasukkan racun ke makanan Hyuga.
"Kurang ajar!!!"geram Makoto membanting belati itu ke lantai.
"Dan kami mendapatkan ini dari rekaman cctv rumah sakit, Tuan!!"tambahnya seraya memberikan laptop pada Makoto.
Makoto dan Akio memperhatikan dengan seksama bagaimana seseorang dengan pakaian serba hitam memasuki ruang rawat putranya kemudian menyuntikan racun pada tubuh anaknya. Hingga ejekkan dari orang itu dengan mengacungkan jari tengahnya. Namun tidak bisa dilihat sama sekali siapa orang itu!!!
__ADS_1
"Aghhhhhhhh.........!!"teriak Makoto frustasi kemudian membanting laptop yang ada di hadapannya. Akio berusaha untuk menenangkan Makoto, agar ia tidak dikuasai oleh emosinya.