Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Mission Accomplished


__ADS_3

Kai sampai di villa dengan wajah ditekuk, Daichi yang ingin bertanya dilarang oleh Alden dengan memberi isyarat telunjuk di bibirnya. Daichi diam sepertinya ini masalah gawat jadi sebaiknya dia tidak ikut-ikutan.


Alden dan Melvin bergabung dengan saudaranya yang lain.


"Ada apa dengan Baby, kenapa wajahnya ditekuk seperti itu??"tanya Alan.


"Ini semua karena Melvin!!"ujar Alden.


"Lah kok gue yang salah??"ujar Melvin tidak terima.


"Lo biang keroknya, Lo yang mulai ngetawain Baby tadi!"ujar Alden.


"Nah, Lo ngapain ikut ketawa coba??"tanya Melvin.


Alden tidak menjawab, malah kembali tertawa.


"Tuh kan, dia juga salah malah jadiin gue kambing hitam!!"ketus Melvin tak kalah garang.


"Sebenarnya ada apa woi??"teriak Chayton tidak paham.


"Jadi tadi Adek berakting seperti orang hamil lucu sekali, kalau kalian melihat pasti....meledak pipi kalian!!"ujar Melvin.


"Tunggu, kita retas cctv museum itu gue juga pengen liat!!"ujar Rey penasaran.


Tidak menunggu lama Rey berhasil meretas dan mendapatkan rekaman aksi sang adik tadi siang.


Sontak tawa mereka meledak melihat semua itu, bahkan air mata Jo dan Daichi sampai keluar.


"Bwahahhah....ha....ha......!!"tawa mereka menggelar di ruang keluarga vila itu.


Keasyikan tertawa membuat para bungsu itu tidak sadar jika sang adik telah memancarkan aura permusuhan pada mereka.


"Abaaaaaang!!!!!"teriak Kai kesal.


"Dugh"


"Dugh"


Mereka jadi salah tingkah karena tertangkap basah sedang menonton video Kai yang sedang di museum tadi.


"Baby/Adek/imouto-san!!"jerit mereka kompak.


Kai yang sudah kepalang marah kembali ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.


"Awas nggak boleh tidur di sini lagi!!"kesal Kai menghempaskan tubuh di ranjang.


Para bungsu laki-laki itu semuanya berlari ke arah kamar sang adik.


"Baby, buka pintunya.......!!"teriak Alan menggedor-gedor pintu kamar itu.


"Adek, maafin Abang. Buka pintunya!!"ujar Melvin.


Kai tidak menghiraukan teriakan Kakak-kakaknya.


Kepala pelayan yang kebetulan lewat tertegun melihat aksi para bungsu itu.


"Ada apa, Tuan Muda??"tanya kepala pelayan itu.


"Baby merajuk dengan kami!!" sahut Alden lesu.


"Aghhh seperti itu rupanya. Ayo ikut saya!!"kata kepala pelayan itu.


Mereka terdiam, apa maksud dari kepala pelayan ini , pikir mereka.


Kepala pelayan itu melihat raut kebingungan pada wajah para Tuan Mudanya.


"Mari Tuan Muda!!"panggil kepala pelayan itu pada Alden cs.


"Dari pada bingung kita ikutin aja!!"ujar Benjiro penasaran.

__ADS_1


Mereka pun mengekor di belakang kepala pelayan itu. Tapi kebingungan mereka semakin bertambah karena kepala pelayan itu membawa mereka ke dapur.


"Jika Kai sedang marah akan sangat gampang membujuknya dengan samosa dan falooda."ujar kepala pelayan itu.


"Itu apa, Uncle??"tanya Jackson tidak paham.


"Itu adalah makanan dan minuman kesukaan Kai, jika di mansion Rathore, ini akan jadi senjata mereka untuk membujuk Kai ketika merajuk!!"ujar kepala pelayan itu.


"Mansion Rathore??"beo mereka semua.


"Benar, itu mansion milik klan RA ONE, Kakak Kai juga dan kakeknya!!"sahut kepala pelayan itu.


Dengan telaten kepala pelayan itu mengajarkan pada Alden cs untuk membuat makanan dan minuman kesukaan Kai.


Akhirnya setelah bertempur selama dua jam di dapur makanan dan minuman itu pun jadi.


"Akhirnya.......!!"keluh Jo dan Chayton bersamaan.


"Silahkan Tuan Muda!!"kata kepala pelayan itu memberikan nampan berisi makanan dan minuman itu.


Mereka membawa makanan dan minuman itu ke kamar sang adik.


"Baby, buka pintunya. Ayo makan dulu!!"panggil Alden pada sang adik.


Namun tidak kunjung mendapat jawaban.


Timbul ide cemerlang di kepala Rey.


"Bang Alden kita habiskan saja samosa ini, sepertinya Adek sudah tidur!!"teriak Rey.


"Braak"


Pintu kamar terbuka dengan kasar, Kai mengambil nampan yang berisi makanan dan minuman kesukaannya itu lalu membawanya ke dalam kamar.


Semua kakaknya dibuat melongo oleh ulah sang adik barusan. Mereka pun masuk ke kamar dan duduk mengelilingi sang adik yang sedang memakan makanannya dengan lahap sambil duduk bersila di lantai. Apa benar ini adik mereka, tidak ada anggun-anggunnya sama sekali namun tetap terlihat lebih lucu apalagi dengan mulut penuh berisi makanan. Mirip hamster.....


Selesai makan Kai masih diam.


"Hmmmmm"


"Masih marah sama Abang??"tanya Alden lagi.


"Hmmm"


"Aaaa imouto-san jangan bikin Kakak marah!!"geram Daichi.


"Lalu kalau Kakak marah bisa apa??"ketus Kai lebih garang.


"Astaga......anak ini!!"geram Daichi.


"Dek maafin kami setidaknya kami sudah berjuang untuk minta maaf!!"ujar Melvin.


"Ya, Kai maafin!!"jawabnya tapi masih dengan dengan wajah masam.


"Adek, senyumnya mana??"ujar Melvin lagi.


"Hmmm!!"senyum Kai terpaksa.


"Baby ingin apa akan Abang kasih tapi jangan marah lagi!!"bujuk Jo.


"Nggak pengen apa-apa!!"sahut Kai.


"Terus......!!"kata Jo lagi.


"Terus nabrak!!"sahut Kai ketus.


"Baby, ayolah jangan seperti ini. Kamu nggak kasihan sama kami!!"ujar Alan memelas.


"Iya, Kai maafin beraninya main keroyokan. Nggak gentle."ejek Kai.

__ADS_1


"Terima kasihhhhhh..!"jawab mereka barengan.


"Baby, keluarga Rathore itu siapa??"tanya Alden penasaran.


"Itu keluarga angkat Kai di Delhi. Yang waktu itu datang ke pernikahan abal-abal Daddy!!"jawab Kai.


"Baby sudah lama kenal mereka??"tanya Jo.


"Hu um, sebelum kenal Owen's!!"jawab Kai lagi.


"Jadi apa kita jadi beraksi besok malam??"tanya Chayton tidak sabar.


"Jadi, apa Abang sudah membuat tiruan pedang itu??"tanya Kai.


"Sudah hampir jadi, sekitar 30 persen lagi!!"jawab Chayton.


"Semuanya sudah sesuai rencana, besok malam kita akan beraksi!!"kata Kai dan diangguki para Titan itu.


Keesokan harinya.........


Para bungsu itu telah menjalankan tugas masing-masing. Tepat jam dua dinihari mereka memulai aksi mereka. Yang akan melakukan eksekusi adalah Kai, Alden dan Melvin. Sedangkan Alan, Chayton dan Daichi berada di sekitar museum sebagai back up jika ada yang terjadi di luar rencana dan juga mencari akses jalan untuk melarikan diri nanti. Benjiro dan Jackson telah berada di roof top untuk mengawasi keadaan sekitar.


"Siap??"tanya Kai.


Kedua kakaknya mengangguk. Mereka akan masuk melalui salah satu dinding kaca dengan posisi yang cukup landai.


Kai mulai menyemprotkan cairan untuk melepas lem di pinggir kaca tebal itu. Setelah terlepas kaca itu diangkat ke pinggir. Melvin mulai membantu Kai dan Alden untuk turun.


"Waktu kalian hanya empat menit setelah itu alarm akan berbunyi!!"ujar Jo melalui earphone.


"Copy that!!"jawab Kai dan Alden bersamaan.


Mereka turun secara pelan-pelan, Alden turun terlebih dahulu kemudian menangkap sang adik.


Terlihat penjaga saat ini sedang kosong karena pergantian jam jaga.


Keduanya mendekat ke arah pedang yang sedang terpajang itu.


Kai sedikit deg-degan, salah sedikit perhitungan maka semua akan habis.


"Abang siap??"tanya Kai pada Alden.


Alden hanya mengangguk.


1


2


3


Dengan sigap Kai mengambil pedang asli dan dengan sigap pula Alden menggantinya dengan pedang yang palsu. Kai memberi tanda pada Melvin untuk mengeluarkan mereka. Dengan perlahan Melvin mengeluarkan mereka satu persatu. Namun ketika giliran Alden yang naik terjadi kemacetan pada katrol yang dipegang Melvin.


"Sial!"umpat Melvin.


"Cepat....waktu kalian kurang dari satu menit lagi!!"peringat Jo yang deg-degan memantau melalui Eagle Eye. Sedangkan Chayden terus mengawasi para penjaga yang sudah mulai melangkah ke dalam ruang pameran.


Melvin menarik secara manual kawat baja tipis itu dan Alden naik pas disaat para penjaga memasuki ruang pameran itu.


"Huffff hampir saja!!"ujar Rey yang terdengar melalui earphone.


Ke tiganya kembali memasang kaca tadi lalu meninggalkan museum itu. Begitu pun dengan Benjiro dan Jackson yang bergegas meninggalkan roof top lalu menaiki motor mereka.


"Mission accomplished!!"kata Kai melalui earphone.


"Copy that!!"sahut tim Jo.


"Roger!!"sahut tim Alan.


"Dimengerti!!"jawab tim Benjiro.

__ADS_1


Mereka segera menuju vila untuk beristirahat. Lelah but it's so fun. Menurut mereka.....


__ADS_2