Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Kesalnya Uno


__ADS_3

Kai betul-betul tipe adik yang meresahkan dengan membawa para kakaknya bolos. Para Kakak itu terus mengikuti laju kendaraan sang adik, dengan tujuan entah ke mana. Motor Kai berhenti di sebuah bangunan berbentuk rumah sederhana dan diikuti oleh para Lanang itu.


"Baby, kita akan ke mana??"tanya Alan penasaran.


"Yang pasti bukan ke pegadaian, udah Abang ikut aja!!"titah sang adik sambil melakukan scan pada detak jantungnya dan pintu sebuah ruangan pun terbuka.


"Baiklah, ikut saja!!"pikir mereka.


Mereka mengikuti Kai masuk ke sebuah ruangan berbentuk lift, mungkin. Tapi ntahlah.......


Mereka mengikuti Kai yang duduk di dalam ruangan itu, banyak pertanyaan yang berputar di kepala mereka.


Tiba-tiba saja ruangan persegi itu bergerak namun bukan naik atau turun tapi maju ke depan. Mereka kagum dengan pemandangan di sepanjang perjalanan, hingga pada akhirnya mereka mulai memasuki kawasan dasar laut. Pemandangan yang benar-benar indah, pikir mereka.


Setelah beberapa saat ruangan besi itu pun berhenti di sebuah ruangan. Kai keluar lalu diikuti oleh para Kakaknya.


Mereka kaget dengan pemandangan yang mereka lihat. Terlihat para Soldiers dan orang-orang yang sedang merakit senjata dan juga di sebelahnya ada ruangan yang sedang memproduksi obat-obatan. Lalu ada sebuah ruangan besar dengan beberapa unit layar besar yang tampaknya sedang mengawasi sesuatu.


"Adek, ini tempat apa??"tanya Rey sedikit takut.


"Selamat datang di Kai Secret Factory!!"ujar Kai.


"Maksudnya, apa Baby??"tanya Chayton memindai sekeliling.


"Ini tempat khusus pembuatan barang-barang pesanan klien seperti obat, racun, senjata dan juga peretasan. Inti Golden Gladiol yang lain tidak mengetahui tempat ini, baru para Abanglah yang Kai ajak ke sini. Ini juga semacam markas rahasia yang dulu pernah didesain oleh Daddy Ian/Max. Dan Kai merealisasikan apa yang Daddy impikan. Tempat ini berdiri di sebuah sebuah pulau yang tidak terdapat di dalam peta, jadi di sini sinyal yang bisa digunakan hanya milik Golden Gladiol atau the Brontes. Ayo kita ke atas!!"ajak Kai pada Kakak-kakaknya.


Mereka mengikuti langkah sang adik masuk ke sebuah lift, Ntah ke mana sang adik akan membawa mereka kali ini.


Lift itu berhenti di sebuah yang ruangan yang sepertinya itu adalah salah satu akses masuk ke ruangan tadi.


Kai melangkah ke luar dari lift, diiringi para Titan itu. Sejenak mereka terpukau dengan keindahan pulau itu. Sangat menenangkan.


"Jadi kita akan healing di sini Bang. Gimana Abang-abang suka??"tanya Kai.


"It's so beautiful, Baby!!"seru Chayden.


"Abang bisa ganti baju di ruangan itu, kita akan bersantai hari ini."ujar Kai bersemangat.


Bolos lagi kamu Kai......


Usai mengganti baju, mereka menuju ke pantai untuk berenang dan melakukan aktifitas menyenangkan lainnya.


Sementara itu guru kedisiplinan di OIHS heran kenapa tidak ada satu pun bungsu Owen yang masuk sekolah tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu pada pihak sekolah. Guru kedisiplinan itu berinisiatif menelpon Daddy Aldric.


"............."


"Hallo, selamat pagi Tuan Owen maaf saya mengganggu. Kenapa tidak ada satu pun anak-anak Anda yang masuk ke sekolah hari ini tanpa pemberitahuan??"


"..............."


"Maaf sebelumnya Tuan Owen, tapi mereka tidak satu pun ada di kelas mereka. Termasuk si bungsu."


"............."


"Baik Tuan Owen, maaf sebelumnya"

__ADS_1


Guru kedisiplinan itu kaget karena sambungan teleponnya dimatikan secara sepihak oleh Daddy Aldric.


"Ke mana anak-anak Owen ini. Tidak biasanya mereka bolos seperti ini!!"gumam guru itu.


Daddy Aldric dibuat pusing oleh ulah para bungsu itu. Apalagi sekarang ulah mereka??


"Ace, semua adikmu bolos sekolah. Cari mereka sampai ketemu!!"


"............."


Kemudian Daddy Aldric menghubungi Opa Lucifer.


"............"


"Dad, cucumu berulah lagi. Apa kau tau ke mana mereka pergi??"


".............."


"Aku kira Daddy tau, Daddy kan sekutu Baby!!"


"............"


"Tidak.....tidak...sorry Dad, ya aku akan menyuruh seluruh kakak tertuanya mencari mereka."


Sambungan telepon pun berakhir.


"Sekarang apa lagi yang kalian lakukan, Bungsu??"geram Daddy Aldric.


Daddy Aldric kembali mengambil handphone miliknya dan menghubungi Kim.


"............"


"..........."


"Iya, mereka.......kali ini adik laki-lakimu pun ikut membolos."


"..........."


Ace sudah mulai kesal karena belum juga memperoleh titik keberadaan adik-adiknya. Begitu pun dengan Kim, tidak satu pun alat pengintainya memberikan hasil yang ia inginkan.


Ace akhirnya menghubungi Xander karena sudah kewalahan mencari keberadaan adik-adiknya.


"............"


"Xander, para bungsu menghilang tolong bantu aku mencari mereka. Daddy sangat marah tadi!!"


"..........."


"Thanks, Xan!!"


"..........."


Di posisi para bungsu.........


"Kai.......!!"panggil salah seorang bodyguard.

__ADS_1


"Apa Bang??"jawab Kai.


"Ini semua barang yang Lo minta!!"ujarnya sembari memberikan beberapa kantong berisi bahan untuk barbeque an.


"Thanks, Bang!"kata Kai menerima kantong itu.


"Abang balik dinas dulu!!"ujar bodyguard itu.


"Shiip, be carefull!!"kata Kai.


"Hmmmmmm"


"Bang Jo.......!!"teriak Kai memanggil Jo.


"Astaga mentang-mentang lagi di pantai kamu nggak harus teriak juga kali Baby, Abang belum budek!!!"ketus Jo.


"Ya maap atuh, ini kita barbeque an yuk!!"ajak Kai pada sang kakak.


"Nah, ini pas waktu makan siang juga bentar lagi.


Guys........bantuin gue!!"teriak Jo memanggil saudaranya yang lain.


"Abang juga teriak, kuping Kai jadi pengeng!!"gerutu sang adik.


"Eh maaf Abang kan ketularan dari mu!!"sahut Jo nyengir.


"Huh......sebel!!"ketus Kai mengeluarkan barang-barang dari dalam kantong.


"Wah, bakalan seru nih!!"seru Chayden bersemangat membantu sang adik. Mereka saling berbagi tugas untuk acara barbeque an itu. Nggak ingat hukuman menanti di mansion????


Jam makan siang semua sudah berkumpul di Secret Palace. Para tetua heran melihat wajah Daddy Aldric, Ace, Kim dan Xander yang masam.


"Ada apa dengan kalian berempat??"tanya Opa Matius penasaran.


"Para bungsu bolos, Pa. Dan ke tiga kakaknya ini tidak berhasil menemukan keberadaan mereka."adu Daddy Aldric pada Opa Matius.


"Sudah biarkan saja, kalau sudah puas bermain nanti mereka juga akan kembali!!"ujar Opa Lucifer terkekeh sadar ini pasti ulah si bontot.


"But Dad, jika sesuatu terjadi pada mereka bagaimana??"tanya Papi Dixon kini yang angkat suara.


" Tidak, mereka akan baik-baik saja, anggap ini sebagai hiburan untuk mereka. Toh beberapa hari ini pasti mereka sangat kelelahan menyelesaikan semua masalah yang terjadi!!"papar Opa Lucifer.


"Tapi aku akan tetap menghukum Princess dan para Prince itu!!"gerutu Uno.


"Kau sepertinya sangat marah Bang??"tanya Carl yang sedikit paham penyebab kemarahan Uno.


"Bagaimana tidak marah, mereka bersenang-senang tanpa membawaku!!"kesal Uno.


"Hmmmm benarkan!!"bathin Carl tersenyum dengan sifat kekanak-kanakan Uno.


"Kita makan siang dulu, mungkin sebentar lagi mereka pulang!!"ujar Oma Emma mencoba meredam semua orang di meja makan.


"Anak itu, lihat saja nanti akan kuketuk lagi kepalanya dengan centong!!"ujar Mama Silvia.


Sedangkan yang dighibahkan saat ini tengah bersenang-senang di sebuah pulau di tengah laut.

__ADS_1


__ADS_2