
Saat ini mereka semua telah berada di kediaman McGraw. Ibu dari anak yang telah mereka selamatkan segera berlari menyongsong sang anak yang berjalan ke arah pintu mansion.
"Peter, ini benar kau nak??"ujar wanita itu seraya memegang wajah sang putra dengan wajah dibasahi air mata.
"Yes, it's me, Mom. Your Peter!!"ujar remaja laki-laki itu memeluk erat tubuh sang ibu.
Mr Tom baru saja datang, ia bergegas meninggalkan segala pekerjaannya di kantor ketika diberi tau kalau sang putra sudah berada di mansion saat ini.
"Peter......!!"seru Mr Tom memanggil sang putra.
"Dad.......!!"sahut sang anak dan segera berlari ke pelukan sang ayah.
Ke sebelas remaja itu diam menyaksikan drama yang tengah berlangsung di depan mereka.
Mr Tom mengurai pelukan sang anak dan memeriksa tubuh sang anak.
"Kau baik-baik saja, Son??"tanya Mr Tom pada sang anak.
"Aku baik-baik saja Dad, untung mereka datang tepat waktu!!"ujar Peter pada sang ayah.
"Syukurlah, sekarang bersihkan dulu tubuhmu Daddy ada perlu sebentar dengan mereka!!"titah Mr Tom pada sang anak.
"Baik, Dad!!"kata Peter.
"Sekali lagi terima kasih kalian sudah menyelamatkanku!!"kata Peter lalu segera pergi menuju kamarnya.
Ke sebelas remaja itu hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Mr Tom menghampiri ke sebelas remaja itu.
"Bukannya kalian kemarin hanya berdua??"tanya Mr Tom.
"Tidak, kami banyak dan semuanya bersaudara!!"sahut Chayden.
"Siapa kalian sebenarnya?? Mengapa tidak sulit bagi kalian untuk membebaskan putraku??"tanya Mr Tom penasaran.
"Kami Hurricane Hunter!!"sahut Alden.
"Dari aura kalian, kalian terlihat seperti anak-anak yang berasal bukan dari kalangan biasa bolehkah saya melihat wajah kalian sekali saja??"pinta Mr Tom.
"Maaf, itu melanggar peraturan di kelompok kami!!"sahut Chayden lagi.
"Baiklah jika begitu, saya sangat berterima kasih atas bantuan kalian karena telah menyelamatkan putra saya. Seperti janji saya kemarin, saya akan memberi bayaran atas apa yang telah kalian lakukan. Saya memberi hadiah 35.000 dolar untuk masing-masing kalian sebagai ucapan terima kasih saya!!"ujar Mr Tom.
Para Kakak Kai terbelalak mendengar nominal yang disebutkan oleh Mr Tom tadi.
"Baiklah, terima kasih Mr Tom!!"sahut Kai.
"Jika tidak bisa melihat wajah kalian bisakah saya mengetahui nama kalian??"pinta Mr Tom.
"Saya Princess dan yang lainnya adalah Prince!!"sahut Kai.
"Ok, saya paham sekali lagi terima kasih. Dan satu lagi jika suatu saat kalian butuh bantuan mansion McGraw selalu terbuka untuk kalian!!"ujar Mr Tom.
"Baiklah Mr Tom, kami pamit!!"ujar Alden kemudian meninggalkan mansion McGraw bersama saudara-saudaranya yang lain.
__ADS_1
"Baik, sekali lagi terima kasih!!"ujar Mr Tom tersenyum.
"Kalian sungguh misterius, tapi saya yakin kalian akan menjadi bumerang bagi dunia bawah ke depannya. Beruntung saya bisa membina relasi dengan kalian!!"ujar Mr Tom menatap kepergian ke sebelas remaja itu.
Kai menghubungi pilot pesawat pribadinya agar menjemput mereka sekarang.
"Jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya, Baby??"tanya Alan.
"Kita pulang dulu, belum ada misi yang masuk!!"sahut Kai sambil memeriksa email yang masuk di laptopnya.
Pesawat telah lepas landas, ke sebelas bersaudara itu tertidur karena mereka cukup lelah karena kurang istirahat beberapa hari ini.
Setelah mengudara selama lebih kurang dua puluh satu jam akhirnya mereka sampai kembali di Indonesia. Ketika bangun mereka merasa cukup segar dan segera bersiap menuju Secret Palace.
Jenderal Yousef keluar dari cockpit untuk menemui Kai.
"Kau langsung pulang sayang??"ujar Jenderal Yousef merangkul bahu Kai.
"Iya, Uncle!!"sahut Kai menyampaikan tas ransel di bahunya.
"Bunny, maukah kau mendengarkan perkataan Uncle untuk kali ini saja??"pinta Jenderal Yousef.
"Apa Uncle!" kata Kai melihat ke arah jenderal Yousef.
"Bukalah hatimu untuk menerima kehadiran keluargamu yang sekarang, Max dan Ai sudah bahagia di sana sayang. Ini waktunya kau untuk bahagia, jangan biarkan dendammu menutup pintu hatimu menerima kasih sayang dari keluargamu. Paling tidak biarkan mereka mencurahkan kasih sayangnya padamu. Apa kau paham??"tanya Jenderal Yousef.
"Iya, Uncle Kai akan mencobanya!!"sahut Kai lalu memeluk jenderal Yousef dengan erat.
Para Kakak Kai sekarang tau kalau Kai belum sepenuhnya menerima kehadiran mereka semua. Ternyata karena terbiasa menghadapi semua masalah seorang diri membuat hati Kai menjadi dingin dan tertutup. Tapi tidak apa mereka akan berusaha untuk meluluhkan hati si bungsu itu.
"Iya, kau juga!!"sahut jenderal Yousef.
"Uncle, kami pamit dulu!!"kata Alden.
Jenderal Yousef pun mengangguk mengiyakan.
"Jaga adik kalian dengan baik!!"ujar jenderal Yousef pada para remaja laki-laki itu.
"Siap, Uncle!!"sahut mereka bersamaan.
Satu persatu dari mereka mulai meninggalkan pesawat dengan motor masing-masing. Jenderal Yousef menatap kepergian ke sebelas remaja itu.
"Max semoga putri kecil kita bisa merasakan bahagia setelah ini!!"gumam jenderal Yousef kemudian kembali ke cockpit.
Ke sebelas motor itu melaju dengan kecepatan sedang menuju Secret Palace.
Mereka merindukan ranjang empuknya dan juga keluarga mereka. Tak lama terdengar deruman motor memasuki gerbang Secret Palace.
"Kami pulang!!"teriak Kai.
"Tuuk"
"Aaaaaa Mama ini sakit tau, heran KPA mulu sama anak!!"gerutu Kai mengusap-usap kepalanya yang sakit akibat pukulan centong maut Mama Silvia.
"KPA......!!"beo Kakak-kakak Kai.
__ADS_1
"Kekerasan pada anak, Bang!!"jawab Kai.
Mereka pun mengangguk paham.
"Salah sendiri teriak-teriak masuk mansion. Kamu kira ini hutan!!"geram Mama Silvia.
"Cucu Opa sudah pulang, Opa kangen nak!!"kata Opa Matius menggendong sang cucu dan membawa Kai duduk di pangkuannya.
"Ck, nggak liat kita apa??"gerutu Jo.
"Opa sudah bosan melihat wajahmu!"ujar Opa Matius.
"Kalian sudah kembali!!"kata William yang baru sampai di Secret Palace bersama para Kakak tertua lainnya.
"Iya, baru aja Bang!!"sahut Alan.
"Jadi apa kalian bersenang-senang dengan misi kalian??"tanya Xander dengan tatapan menyelidik.
Ke sepuluh remaja laki-laki itu berusaha untuk tidak tertawa ketika mengingat akting Kai menjadi ibu-ibu yang hamil itu.
Kai menatap tajam mereka lalu meletakan jempol di leher seperti memberi isyarat jangan ngomong kalau nggak mau digorok.
"Seru Bang, sangat seru!!"sahut Chayden.
"Apanya yang seru misi atau bayarannya??"tanya Ace.
" Misinya seru tapi tentu saja bayarannya lebih seru!!"tutur Daichi.
"Berapa memang yang kalian dapat??"kata Dallen menatap remeh adik-adiknya.
"Lebih kurang 900 juta per orang!!"sahut Jo dengan bangga.
Kakak tertua mereka tentu saja melongo hebat mendengar penuturan Jo, lagi pula misi apa yang membuat mereka mendapat bayaran hampir satu milyar untuk satu misi.
"Kau jangan bercanda, Jo!!"kata Edward.
"Hmmmm Abang nggak percayaan banget jadi Kakak, nih!!"kata Jo memperlihatkan bukti transfer uang baru saja ia terima.
Brandon dibuat speechless. Tidak sampai seminggu adik-adiknya bisa mendapatkan uang sebanyak itu.
"Kenapa, B??"tanya Evan.
"Itu benar Bang!!"sahut Brandon.
"Heh kita dilawan!!"ejek Kai.
Uno menatap sengit si bungsu.
"Apa mau hukum potong jajan lagi??"tantang Kai.
"Mana bisa!!"sahut Daichi.
"Oooo jadi sekarang kalian sudah berani melawan kami??"tanya Ace dengan senyum iblis yang terlukis di bibirnya.
Semua adiknya bergidik ngeri tidak baik jika seorang Ace Lucifer Owen tersenyum seperti itu, percayalah itu akan jadi awal bencana untuk mereka.
__ADS_1