Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Perkenalan


__ADS_3

Hari ini trio bungsu the Owen tidak ke sekolah, ralat trio Dady Aldric, mereka libur karena hari ini hari Sabtu.


Semua telah berkumpul di meja makan. Suasananya membuat Kai menjadi canggung dengan kehadiran keluarga besar the Owen.


Kai duduk diantara Alden dan Alan seperti biasanya.


Tapi tatapan mata Kai tidak berhenti menatap mama Silvia, dan semua itu membuat Mama Silvia merasa tidak nyaman. Hal itu tertangkap oleh mata elang Papa Arthur.


"Sebenarnya ada apa Antara Baby dan Silvia, Baby melihat Silvia seolah telah mengenal dekat tapi sebaliknya dengan Silvia"bathin Papa Arthur


Demikian juga dengan Opa Lucifer, ia dapat menangkap tatapan mata Kai pada Mama Silvia, tapi saat ini sepertinya ia harus menyelidikinya sendiri.


Para bungsu the Owen ribut saat sarapan akan berlangsung apalagi kalau bukan karena Kai. Yang pada akhirnya semua harus mengalah pada Opa Lucifer.


"Baby duduk di sini"seru Opa menepuk pangkuannya.


Kai hanya bisa menuruti perintah kepala keluarga tertua the Owen itu.


"Ayo mulai sarapannya, Carl pimpin doa"titah sang Opa


Mereka pun memulai sarapan, sekarang yang terdengar hanya dentingan sendok dan garpu dari ruang makan.


Setelah usai sarapan pagi, semuanya disuruh Opa berkumpul di ruang keluarga. Mereka ingin lebih mengenal baby Kai, anggota baru dalam keluarga the Owen.


"Baby ke sini"ucap Mommy Fanny memanggil Kai agar mendekat ke arahnya.


"Baby kenalan dulu ya, dengan seluruh keluarga Dady"kata Mommy Fanny tersenyum yang dibalas anggukan oleh Kai.


"Nah pasangan ini Opa dan Oma kamu, Opa Lucifer dan Oma Emma"jelas Mommy Fanny yang berdiri di depan mertuanya itu.


Kai mendekat dan menyalim sepasang suami istri itu.


"Dan ini Kakak Dady dan istrinya, Papa Arthur dan Mama Silvia, dan yang ini anak-anak mereka yang juga merupakan kakak-kakakmu.


*ini Carl Lucifer Owen baby bisa memanggilnya Kak Carl


*yang ini Dallen Lucifer Owen biasa dipanggil Bang Dallen


"yang ini si kembar Chayden dan Chayton Lucifer Owen baby bisa manggil mereka kak Chayden dan Kak Chayton mereka seumuran dengan Alan dan Alden.


Kemudian yang ini adik Dady. Papi Dixon dan Mami Harlin dan ini anak-anak mereka


*Edric dan Edward Lucifer Owen mereka juga kembar baby bisa memanggil mereka Bang Edric dan bang Edward


*yang ini adik mereka Jonathan Lucifer Owen baby bisa memanggilnya Bang Jo.


"Sekarang mereka juga orang tua dan kakak-kakak kamu baby"jelas Mommy Fanny


"Iya Mom"jawab Kai singkat.


"Hadeh gini banget idup gue, ngadepin 4 Abang aja udah bikin gue Gedeg, nah ini ditambah lagi ga nanggung-nanggung pula 7 Choi, lelah Barbie"keluh Kai dalam hati.


"Baby sini"panggil Oma Emma

__ADS_1


Kai melangkah ke arah Oma Emma.


"Kamu manis sekali Baby, bagaimana kalian bisa bertemu dengan Barbie ini"tanya Oma Emma


"Dia barista di cafe kita Oma, di sana pertama kali kami bertemu Baby lalu malamnya baby juga menolong kami saat dikeroyok"jawab Alan


"Dia juga menyelamatkanku dari orang yang ingin menabrakku yang membuat kepalanya mengalami cedera"jawab Dady Aldric


"Aku dan Mommy bertemu dengannya di perjalanan pulang dari bandara. Dia membantu memperbaiki mobil kami"sahut Ace


"Kamu mengerti soal mesin Baby"tanya Papi Dixon penasaran.


"Iya Pi"jawabnya singkat


"Dia kan jurusannya TKR Pi, jadi pantas dia paham semua itu. Lagi pula dia juga suka dengan motor sports"jawab Alden


"Kenapa kamu tidak bilang Baby?"tanya Dady Aldric


"Kai tidak mau nanti Dady malah membelikan motor sport lagi, Kai punya motor sendiri"ucap Kai


"Jadi selama ini baby tinggal dengan siapa??"tanya Mami Harlin


"Sendiri Mi"jawab Kai


"Lalu bagaimana dengan biaya sekolah dan biaya sehari-hari kamu??"tanya Papa Arthur


"Kalau sekolah Kai dapat beasiswa full Pa, dan untuk sehari-hari Kai kerja part time"jawab Kai


"Sebelum masuk OIHS, kamu sekolah di mana Baby?"tanya Jo


"Di SMK KARTIKA, Bang?"sahut Kai


"Kenapa tidak langsung memilih sekolah umum?"tanya Edward


"Kai malas sekolah di sekolah umum, salah satunya contohnya kejadian kemarin"jawab Kai berdecak kesal


"Banyak tante-tante lemes, kayak fansnya Abang Twins."ucap Kai mencebikkan bibirnya ke arah Duo AL


Mereka terkekeh melihat Kai yang semakin menggemaskan di mata mereka. Tapi ada seseorang yang dari tadi begitu menarik perhatian Kai. Mama Silvia


Dia terlihat begitu cuek, sibuk dengan gawainya sendiri. Sangat bertolak belakang dengan Mama Silvia yang ia kenal selama ini.


"Apa mereka orang yang berbeda ya, astaga bodohnya gue. Gue kan bisa ke rumah buat mastiin. Anjir asli gue goblok banget ini. Sumpah"umpat Kai di dalam hati.


"Mmmm Dad, nanti Kai boleh pergi ke bengkel teman mau ambil motor"tanya Kai dengan puppy eyesnya.


"Tid...."melihat ekspresi sang putri membuat Dady Aldric tidak jadi meneruskan ucapannya.


"Boleh ya Dad ya...ya..ya..."ulang Kai


"Boleh, tapi ditemani pengawal"jawab Papa Arthur


"Oo no Pa, nanti teman Kai jadi takut Pa. Kai sendiri aja. Janji ga lama."cengir Kai

__ADS_1


Entah kenapa Papa Arthur melunak melihat keimutan putri kecilnya itu.


"Baiklah, tapi sebelum makan siang sudah ada di rumah"perintah Dady Aldric


"Siap Dady, Kai pergi dulu ya"ucap Kai.


"Baby pergi dengan apa??"tanya Mami Harlin


"Skateboard Mi??"jawab Kai berlari ke kamarnya untuk mengambil skateboard dan earphonenya. Kai juga mengenakan Hoodie dan kupluknya. Dia terlihat semakin menggemaskan.


"Kai berangkat dulu"ucap Kai menyalim tangan semua orang tuanya. Dan dihadiahi ciuman di pipi tembemnya.


"Anak itu benar-benar menggemaskan, berapa usianya sekarang Aldric?"tanya Papa Arthur


"Menuju 14 tahun Kak"


"Apa Dad, are you seriuos?"tanya Dallen tidak percaya


"Memangnya kenapa Kak?"tanya Alan


"Belum 14 tahun dia sudah masuk SMA?"tanya Dallen tidak percaya


"Iya Kak, karena IQ memang diatas rata."jawab Alden


"Benar-benar penuh misteri"jawab Dallen


"Al kau sudah menyelidiki orang yang ingin menabrakmu itu??"tanya Opa Lucifer


"Sudah Dad, tapi sepertinya Baby juga sudah memberi pelajaran pada keluarga itu"jawab Dady Aldric


"Dad jangan bilang kalau keluarga Alexander dalang dibalik semua itu"sanggah Ace


"Tapi itulah kenyataannya son"jawab Dady Aldric


"Oooo....shiiit"umpat Ace


"Sudahlah Kak, toh Dady tidak apa-apa, lagian kami bertiga sudah membuat babak belur ke enam keturunan mereka"kata Alden dengan senyum iblisnya


"Enam??"tanya Opa Lucifer


" Ya Opa, tiga laki-laki babak belur satu anak perempuan patah tangan, dan yang dua lagi dengan wajah penuh memar hasil karya Baby"jawab Alan bangga


"Apa baby juga ikut menghajar ketiga laki-laki itu?tanya Jo penasaran


"Tentu saja, malah yang tertua dia buat tak berkutik"sahut Alan


"Wah...aku tidak sabar untuk ke sekolah hari Senin"ucap Jo


"Ck kenapa juga kalian harus pindah ke sini"ketus Alan


"Ayolah sepupu, pasti akan seru kalau kita bisa bersenang-senang bersama"seru Chayton


"Aku tidak yakin" gerutu Alan.

__ADS_1


__ADS_2