
Usai pemakaman Tuan Yamaguchi Haruto ketua klan Yamaguchi, sekarang semuanya kembali ke Indonesia. Kai memerintahkan Hunter untuk menyapu bersih sisa-sisa dari para klan pengganggu itu. Kai tidak memberi ampun sama sekali pada mereka untuk bernafas apalagi berkeliaran secara bebas. Hunter membabat habis mereka secara brutal.
Mereka telah mendarat di landasan pribadi milik the Owen ketika sore hari dan langsung menuju Secret Palace. Jayden dan Twins R langsung dibawa ke sana oleh Opa Matius.
Sesampainya di mansion the Owen's, Jayden dan Twins R menatap kagum pada bangunan itu. Terlihat sangat megah, mewah dan menakjubkan.
"Masuklah!"ujar Opa Lucifer pada ke tiga remaja laki-laki yang masih mengagumi bangunan itu.
"Baby, tunjukkan di mana kamar ke tiga Kakakmu!"titah Daddy Aldric pada sang putri.
"Baik, Dad!"sahut Kai lalu mengajak ke tiga remaja itu agar mengikutinya dan tanpa dikomando para Prince lainnya mengekori sang adik.
"Entah kenapa aku merasa kalau mereka akan segera berbuat kenakalan lagi!"ujar Xander menatap kepergian para remaja itu.
"Kau benar apalagi sekarang klan-klan itu sudah dilenyapkan oleh Baby pasti mereka mencari kegiatan lain!"sahut Ace.
"Kita harus lebih mengawasi mereka!"ujar Papa Arthur.
"Maksud Papa?"tanya Brandon tidak paham.
"Kalian kemarin melihat ada Mr Tom dan putranya di pemakaman Tuan Yamaguchi bukan?"tanya Papa Arthur pada mereka semua.
"Ya kami melihatnya, Pa! Lalu apa hubungannya dengan anak-anak nakal itu?"tanya William.
"Mr Tom bilang dia seperti pernah berinteraksi dengan adik-adik kalian!"kata Papa Arthur.
"Bukannya mereka memang pernah menyelamatkan putra Mr Tom dari penyekapan Alexander waktu itu Pa?"tanya Carl.
"Bukan hanya itu, Mr Tom bilang ia pernah membeli pedang antik milik museum di India dari segerombolan pencuri remaja yang sangat lihai membobol museum dengan tingkat keamanan tinggi itu dan menamai kelompok mereka dengan sebutan "Hurricane Hunter". Dan kalian tau yang mengejutkan dari pernyataan Mr Tom? Dia merasa postur dan gerak gerik adik kalian sama dengan para remaja itu. Dan apa kalian tidak heran dengan rekening mereka yang terus membengkak?"tanya Papa Arthur lagi.
"Benar juga, tapi apa itu memang benar mereka Pa?"tanya Edrick tidak yakin kalau itu adalah adik-adiknya.
"Jika itu benar, apa sebenarnya yang sedang mereka rencanakan terutama Princess. Pasti ada yang sedang ia cari. Ia tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa perhitungan!"sahut Evan.
"Itu benar pasti ada yang sedang ia cari atau selidiki!"tambah Kim.
Jo dan Daichi bergegas menemui saudaranya yang lain setelah menguping pembicaraan para tetua dan Kakak tertua mereka.
"Hah.....hah......hah....!"Keduanya terengah-engah begitu sampai di kamar Kai.
Saudaranya yang lain menatap heran pada kedua biang julid itu.
"Ada apa dengan kalian? Apa baru dikejar setan?"tanya Benjiro.
Jo menutup pintu kamar Kai dan itu membuat yang lainnya bertambah curiga pada keduanya.
"Gawat.......kita hampir ketahuan!"ujar Jo mencoba mengatur nafas.
"Ketahuan apa maksud kalian?"tanya Melvin semakin bingung.
"Mr Tom mengatakan pada Papa Arthur kalau kita mirip dengan Hurricane Hunter!"lapor Daichi to the point.
"Apa/what..........?"teriak mereka serentak.
Jayden dan Twins R hanya menatap bingung kejadian yang sedang berlangsung di hadapan mereka.
"Maaf, tapi kalian sedang membicarakan apa?"tanya Jayden bingung.
"Membicarakan sesuatu yang penting menyangkut masa depan kami!"jawab Jo.
"Maksudnya?"tanya Rion tidak paham.
"Apa kalian bisa menjaga rahasia?"tanya Kai pada ke tiga Kakaknya.
"Ya, kami akan tutup mulut!"sahut Jayden setuju.
"Kami semua adalah anggota "Hurricane Hunter". Dan sepertinya para tetua mulai mencurigai kami!"kata Alden.
"Apa?"teriak ke tiganya sontak yang lain membungkam mulut ke tiga remaja itu.
"Diam, jangan berteriak!"ujar seru Alan.
"Maaf.....maaf kami kaget!"sahut Jayden.
__ADS_1
"Begini saja kita main aman dulu. Untuk menghilangkan kecurigaan mereka kita terima misi saja, Baby!"kata Chayden memberi solusi.
"Itu benar, kita ambil misi saja dulu untuk menutupi jejak kita!"kata Kai.
"Dan sekarang apa yang sedang kalian bicarakan?"tanya Rian dengan ekspresi bingung.
"Kami semua menerima misi untuk melakukan apa yang dibutuhkan dunia bawah atau pun dunia atas."jelas Benjiro.
"Apa itu tidak berbahaya?"tanya Jayden.
"Memang berbahaya namun bayarannya sangat tinggi!"ujar Jo.
"Apa kalian kekurangan uang jajan?"tanya Rion dengan polosnya.
"Ha....hah....ha... Rion.....Rion ini bukan soal uang jajan tapi soal bersenang-senang. Apa kau tidak capek hidup monoton dengan gaya seperti itu saja tanpa adanya tantangan."kata Alan.
"Tantangan apa maksud kalian?"tanya Jayden.
"Bersenang-senang di dunia luar sana, dengan menunjukkan segala kemampuan yang kalian miliki dan bonusnya kalian mendapat bayaran yang sangat besar!"kata Daichi.
"Contohnya?"tanya Rion lagi.
"Contohnya mencuri pedang ini!"kata Kai menunjukkan foto pedang yang baru saja mereka curi di India.
"Wah.....bukankah ini pedang langka itu?"tanya Rion heboh.
"Benar, itulah misi yang kami maksud kadang ada juga misi harus membunuh atau melakukan hal-hal lainnya yang sudah biasa bagi dunia bawah."kata Kai.
Ke tiga Kakak kandung Kai itu saling berpandangan.
"Apa kami boleh bergabung?"tanya Jayden.
"Apa kalian yakin? Jika ketahuan para tetua kita bisa habis!"ujar Jo.
"Tentu, sepertinya seru dan aku pun bosan sejak dulu hidup dengan aturan yang tidak jelas!"kata Rion.
"Silahkan saja semakin ramai mungkin akan semakin seru tapi ingat jangan sampai bocor pada para tetua dan Kakak kita yang lain. Atau kita akan berakhir menjadi asisten pribadi mereka di perusahaan selama satu bulan. Kalian paham?"kata Alan.
"Makanya jaga rahasia!"kata Melvin.
"Ayo tidur! Aku lelah sekali!"kata Daichi mencuri star berbaring di samping Kai.
"Kau tidur di sini?"tanya Rion pada sepupunya itu.
"Iya, kalian pergilah ke kamar kalian jika mau!"kata Daichi acuh sambil memainkan jari sang adik.
"Minggir kau!"kata Jo menarik Daichi.
"Enak saja, kau yang minggir!"kata Daichi mengusir Jo.
"Dia adikku!"kata Jo menarik Daichi lagi.
"Dia juga adikku, minggir kau!!"kata Daichi tidak kalah sengit.
Jayden dan Twins R yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat semua itu. Mudah-mudahan ini adalah awal yang baik ke tiganya berada di circle para Owen dan Yamaguchi.
"Awas....!"sekarang Jackson yang menyalip mereka berdua.
"Kau jangan ikut-ikutan Jack, kau masih kecil!"kata Jo.
"Enak saja, Abang yang harus mengalah padaku!"kata Jackson tidak mau kalah.
"Apa kalian selalu seperti ini?"tanya Jayden pada Alden.
"Begitulah, ini ritual kami sebelum tidur!"kata Alden yang kemudian bergabung dengan mereka.
"Yaaak ....awas kau Bang!"kata Jackson menarik Alden dari sana.
Sedangkan Kai sudah menutup telinganya dengan earphone karena jengah dengan kelakuan para Abangnya itu.
Melvin diam-diam mengambil tempat yang sedang mereka perebutkan itu dan tertidur.
Begitu dengan Chayton dan Chayden.
__ADS_1
"Astaga mereka keterlaluan sekali!"gerutu Jackson.
Morning sunshine.....
Hari ini mereka mulai masuk sekolah kembali. Dan pagi ini ada tambahan tiga formasi baru yaitu Jayden dan Twins R.
Namun sepertinya mereka sudah tertular virus Kai. Ngebo.
Tapi masalahnya yang membangunkan pagi ini adalah Mama Silvia.
Dengan langkah geram Mama Silvia pergi ke kamar si biang rusuh karena hari ini mereka mulai tidur hingga siang lagi.
"Boys bangun.......!!"kata Mama Silvia membangunkan para remaja itu.
Jayden yang pertama bangun karena mendengar suara Mama Silvia.
"Boy, bangunkan saudaramu yang lain dan segera bersiap ke sekolah!"titah Mama Silvia.
"Baik, Ma!"sahut Jayden.
"Jadi seperti ini rasanya jika seorang ibu membangunkan kita pagi-pagi!"gumam Jayden tersenyum tipis lalu membangunkan saudaranya yang lain.
Tak lama mereka bangun dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.
Semuanya telah berkumpul di meja makan. Bersiap untuk sarapan. Ini suatu hal yang luar biasa bagi Jayden dan Twins R karena selama ini mereka jarang sarapan di mansion mereka lebih sering tidur di apartemen karena lelah menghadapi sikap ayah mereka.
"Ayo makan, Xander pimpin doa!"titah Opa Matius.
Mereka makan dengan tenang tanpa suara. Lalu para bungsu itu pamit untuk berangkat ke sekolah.
"Ini untuk kebutuhan kalian masing-masing!"ujar Papi Jason memberikan Black Card pada masing-masing pendatang baru itu.
Ke tiganya saling lihat.
"Ambillah itu untuk keperluan kalian sehari-hari, dan ini kunci motor dan mobil kalian!"kata Papa Arthur memberikan beberapa buah kunci kendaraan pada mereka.
"Ambil saja Kak, kami juga memiliki semua itu!"kata Kai.
"Terima kasih, Pa!"kata ke tiganya lalu mengambil kunci kendaraan dan Black Card tersebut.
Perasaan ke tiganya saat ini tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Senang, bahagia dan ntahlah. Semuanya bercampur menjadi satu.
"Ingat sekali lagi kalian bolos, hukuman kalian akan lebih berat dari yang kemarin!"peringat Opa Matius.
"Iya Opa!"sahut mereka dengan wajah tidak bersahabat lalu berjalan ke garasi untuk mengambil kendaraan masing-masing untuk berangkat ke sekolah.
Satu hal yang membuat Kai sangat istimewa di mata ke tiga Kakak kandungnya. Kemandirian Kai. Dia tidak sama dengan Amber, Berta dan Alicia yang selalu merengek minta ini itu bahkan ke sekolah harus selalu diantar dan dikawal. Berbeda dengan Kai, bahkan gadis gembul itu mengendarai motor yang sama dengan para Kakaknya pergi ke sekolah.
Mereka pun segera menyalakan motor masing-masing lalu menyusul saudaranya yang lain telah keluar dari Secret Palace.
Deruman suara motor memasuki area sekolah, siapa lagi aktor dibalik semua motor sports mahal itu jika bukan anak-anak Owen's. Namun mereka heran dengan adanya tiga motor baru yang mengikuti para anak-anak Owen's itu.
"Siapa mereka?"terdengar bisik-bisik para siswa OIHS begitu pun dengan anggota BLACK HOLE yang heran dengan ke tiga pendatang baru itu.
Mereka menghampiri sang ketua di parkiran.
"Pagi Princess!"sapa Arnav.
"Pagi Bang!"sahut Kai tersenyum.
"Eit makin gemesin aja!"ujar Zigaz.
"Bos!"sapa mereka.
Jayden dan Twins R membuka helm full facenya. Dan itu membuat para siswa siswi OISH kaget karena dua musuh bebuyutan itu tiba di sekolah secara bersamaan.
"Bos, mereka..?"tanya Zian.
"Mereka Kakak kandung Baby, dan sekarang juga menjadi bagian dari kita!"ujar Jo.
"Hmmmmm!"
Anggota BLACK HOLE hanya mengangguk mengiyakan. Kemudian seperti biasa ritual mengantar Bocil ke kelasnya.
__ADS_1