
Keadaan Frank semakin membaik dan Kai pun selalu mengunjungi Frank di rumah sakit. Melvin dan kedua saudaranya pun masih setia menjaga Frank di rumah sakit walau pun Frank telah mati-matian menyuruh mereka untuk pulang. Namun dengan keras kepalanya mereka menolak semua itu apalagi Jackson.
Pintu ruang rawat Frank terbuka. Terlihat dua orang laki-laki berbadan atletis dan berwajah tampan mendekat ke arah Kai dan Frank. Jika dilihat sekilas aura mereka berdua sangatlah menakutkan apalagi memperhatikan style pakaian keduanya.
"Dek!!"panggil salah satu dari mereka sambil mengecup puncak kepala Kai.
"Hmmmmm"jawab Kai yang masih sibuk dengan handphone di tangannya.
"Astaga bocil Lo ngeselin banget. Bang Xander kita balik!!"kata laki-laki yang satunya.
Melvin dan kedua saudaranya menjatuhkan rahangnya melihat kedua laki-laki yang terlihat menakutkan tadi berubah 360 derajat saat berhadapan dengan Kai. Siapa lagi orang ini?? Pikir Melvin kesal.
"Ayoooo......yoooo..Yoo Abang Uno, jangan merajuk!!"goda Kai pada Uno. Lalu dihadiahi tatapan tajam oleh Uno. Xander hanya bisa memijit pangkal hidungnya karena perdebatan kedua manusia yang sayangnya adiknya itu akan segera dimulai.
Xander mengangkat Kai ke atas pangkuannya.
"Cukup!! Kalian mengganggu' istirahat Uncle Frank!!"tegur Xander pada kedua adiknya itu.
"Tidak apa-apa, Tuan Muda!!"kata Frank.
"Panggil saja Xander Uncle, dan ini Uno. Kami sama seperti Kai!!"kata Xander pada Frank.
"Ini informasi yang Adek minta!!"kata Xander memberikan sebuah flashdisk kepada Kai.
"Makasi, Abang sayang. Kenalin Bang ini Bang Melvin, itu Bang Jackson dan yang diujung Bang Rey. Dan Bang Melvin mereka berdua ini juga kakak Kai, ini Bang Xander kakak tertua Kai dan yang bulug itu bang Uno kakak ketiga Kai!!"ujar Kai.
Uno menatap kesal pada adiknya itu.
"Enak aja Lo bilang gue bulug, gue cabut jatah jajan Lo!!"ancam Uno pada Kai.
"Aaaaa jangan Abang Uno paling ganteng sedunia nggak ada tandingannya!!"kata Kai dengan puppies eye nya.
"Huuuhhh..."kata Uno merengut kesal.
"Ya udah, nanti minta tambah sama Kak B saja!!"kata Kai memancing keributan karena Kai paham Uno paling memusuhi Brandon dalam hal yang berhubungan dengan Kai.
"Eits......jangan Adek Abang cuma boleh minta sama Abang Uno nggak boleh sama si Titan!!"kata Uno mengambil sang adik dari pangkuan Xander.
"Kau tak sadar dengan ukuran tubuhmu Uno??"tanya Xander pada sang adik. Rata-rata semua kakak Kai bertubuh tinggi besar layaknya Titan. Jika Kai berjalan bersama mereka maka Kai hilang ditelan oleh tubuh-tubuh Titan itu.
__ADS_1
Xander dan Frank hanya menjadi penonton dari drama kedua kakak beradik itu. Sedangkan Melvin semakin kesal melihat Uno yang terlihat lebih posesif dibandingkan Brandon kemarin.
Segitunya kah Bang Melvin pengen punya adik perempuan?????.
Saat Kai dan Uno sedang adu bacot Brandon memasuki ruang rawat Frank. Brandon menatap tajam ke arah Uno dan dibalas tatapan mengejek oleh Uno.
"Bang Xander!!"sapa Brandon.
"How are you B??'tanya Xander.
"Not bad!!"kata Brandon melangkah ke arah Uno dan merebut Kai dati pangkuan Uno.
"Yaaak, kau kembalikan adikku!!"teriak Uno.
"Dia adikku!!"teriak Brandon tak kalah kuat.
"Cukup!!"kata Xander pada keduanya.
Keduanya kicep sedangkan Kai tertawa terkekeh-kekeh melihat ekspresi Brandon dan Uno yang langsung diam terkena bentakan dari Xander. Frank tersenyum melihat melihat reaksi tuan mudanya Brandon. Kai menyatukan banyak orang dalam satu wadah yang ia sebut keluarga. Dan entah mengapa, para kakak Kai seolah paham posisi mereka berdasarkan umur masing-masing. Saling menghormati itulah kunci hubungan kekeluargaan mereka. Jika diurutkan berdasarkan umur Xander memang kakak tertua dan Evan adalah kakak kedua. Sedangkan Ace, Edric, Edward, Uno dan para inti Golden Gladiol adalah kakak ketiga sedangkan Brandon, Carl dan Dallen adalah kakak ke empat lalu Alden and the gang adalah kakak ke lima dan Kai berada di posisi si bungsu.
Tatapan Kai teralihkan dengan amplop yang saat ini dipegang oleh Brandon.
"Ini hasil pemeriksaan DNA yang kau minta Baby!!"kata Brandon memberikan amplop itu pada adiknya.
"Tes DNA, milik siapa Dek??"tanya Xander dan Uno bersamaan.
Kai tidak menjawab pertanyaan Xander, namun segera membuka amplop itu dan membaca kertas yang ada di dalamnya. Kai tersenyum tipis lalu memberikan kertas itu pada Melvin. Dalam kebingungan Melvin menerima kertas itu dan membaca semua tulisan yang ada di kertas itu dengan baik. Usai membaca surat itu air mata Melvin menetes begitu saja. Melvin melangkah cepat ke arah Frank dan memeluknya dengan erat. Semua yang ada di ruangan itu cukup bingung, kecuali Kai dan Brandon. Frank yang masih terkejut mendapat pelukan dari Melvin belum bisa mencerna kejadian yang ia alami.
"Pa......."satu kata yang lolos dari mulut Melvin membuat semua yang ada di ruangan itu terkejut.
"El......"ujar Frank memanggil Melvin.
Melvin kembali memeluk Frank dengan erat, El adalah panggilan kesayangan dari Frank untuk Melvin. Air matanya keduanya tumpah ruah, Kai tersenyum melihat ayah dan anak itu saling berpelukan. Namun dua saudara Melvin lainnya masih bingung.
"Di mana adikmu??"tanya Frank pada Melvin.
Melvin pun menunjuk ke arah Jackson dan Rey. Frank bingung, ia ingat saat meniggalkan Mama Melvin ketika pergi bertugas dulu istrinya memang sedang hamil satu bulan tapi kenapa adik Melvin ada dua?? Pikir Frank.
"Makdsudmu??"tanya Frank tidak paham.
__ADS_1
"Mereka anak-anak, Papa. Adik-adikku!!"kata Melvin membuat Frank semakin bingung.
Kai mengambil flashdisk yang tadi diberikan oleh Xander dan memasangkannya pada laptop. Di file itu terlihat foto-foto, beberapa video dan data-data mengenai masa lalu seorang Frank yang ternyata mantan seorang anggota elit militer. Kai lalu menyerahkannya pada Frank.
Frank melihat dengan seksama semua yang ada di file itu, lalu melihat ke arah Jackson dan Rey. Melvin seolah memberi kode pada kedua adik kembarnya itu untuk mendekat pada Frank.
"Dia, adalah Papa kita!!"ujar Melvin pada adik-adiknya.
"Papa..??"beo keduanya.
"Iya, dia Papa kita!!"ujar Melvin lagi.
"Tapi kenapa dia tidak pernah mencari kita, dan membiarkan kita hidup di panti asuhan??"tanya Rey si bungsu.
"Degh"
Hati Frank terasa tersayat mendengar perkataan putranya itu. Sakit....Frank tidak pernah menyangka jika anak-anaknya akan hidup di panti asuhan.
"Bang Rey, ketika Uncle Frank menjalankan tugas ia mendapatkan luka serius hingga menyebabkan dia kehilangan ingatannya selama beberapa tahun. Setelah ingatannya kembali, ia mulai mencari kalian sayangnya kalian telah dibawa oleh Bibi kalian setelah kematian ibu kalian. Uncle Frank benar-benar kehilangan kontak dengan kalian waktu itu. Karena ingin mencari kalian juga Uncle Frank mengundurkan diri dari militer dan bergabung menjadi pengawal di keluarga Owen agar lebih leluasa mencari kalian. Bang Rey bisa melihat semuanya di laptop ini!!"kata Kai menyerahkan laptop pada Rey dan Jackson.
Kembar tidak identik itu melihat semua data dan foto-foto yang memperlihatkan bagaimana menyedihkannya keadaan Frank ketika terluka dan bagaimana Frank menghabiskan kesendiriannya di rumah sakit ketika mengalami amnesia. Frank benar-benar melewatinya seorang diri.
Si kembar menangis deras melihat semua itu. Mereka tidak sanggup melihat penderitaan yang Frank jalani seorang diri. Keduanya lalu menerjang Frank dan memeluknya dengan kuat.
Kai senang akhirnya keluarga itu bisa bersatu dan Frank tidak akan kesepian lagi sekarang. Rey dan Jackson melihat ke arah Kai. Lalu keduanya melangkah hendak memeluk bungsu Owen itu.
"Terima kasih adik kecil!!"kata Jackson memeluk Kai penuh sayang.
"No problem, sekarang Uncle Frank tidak akan kesepian lagi, tapi tetap Kai yang paling disayang!!"ujar Kai penuh percaya diri.
"Iya, yang paling disayang!!"ujar Rey menguyel-nguyel pipi Kai.
Uno dan Brandon yang melihat itu langsung panas hati, tidak boleh ada yang memeluk adik mereka.
"Lepaskan adikkku!!"kata Uno pada Jackson dan Rey. Xander menghela nafas panjang kali ini saingan Uno dan Brandon bertambah tiga orang lagi!!! Begitu keyakinan Xander.
"Ck, dia adik kecilku..."ujar Rey tidak mau mengalah.
"Dia adikku......"Brandon merebut paksa Kai dan memeluknya erat-erat.
__ADS_1
Frank, Xander dan Melvin hanya menjadi penonton setia. Melvin pun sebenarnya ingin memeluk Kai namun saat ini berada di sisi Frank membuat hatinya begitu bahagia saat ini hingga melupakan ambisinya ........menjadikan Kai sebagai adik bungsunya.?????? Sanggupkah melawan kakak Kai lainnya Melvin??