Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Kehancuran Makoto


__ADS_3

Makoto mencoba menghubungi Tuan Giorgino Jerrick Alexander, namun tidak bisa terhubung.


"Aghhhhhhhh sial, kenapa orang ini tidak bisa dihubungi!!"geram Makoto meremas phonselnya.


Kemudian ia menghubungi Kakak tertuanya Watanabe Izanagi. Ia pun kembali menscroll layar handphonenya dan mencari kontak sang Kakak.


"Hallo....Kak Izanagi!!"


"............"


"Aku membutuhkan bantuanmu Kak, senjata yang kita pesan dirampok dan sampai saat ini kita belum mengetahui siapa pelakunya. Dan semua uang hasil dari kasino dan club' malam milik kita habis tak bersisa!!"ujar Makoto kepada Kakaknya.


".........."


"Aku tidak tau kak, aku minta tolong kau untuk menjaga putraku karena aku ingin mencari tau siapa dalang dibalik semua ini!!"kata Makoto.


"...... ....."


"Terima kasih, Kak!!"


Makoto dan bawahannya mulai bergerak untuk mencari tau siapa dalang dari semua hal terjadi.


"Kalian sudah mendapatkan sesuatu??"tanya Makoto pada orang-orang suruhannya.


"Belum Tuan."jawab mereka menunduk.


"PLAAAAAAK"


"PLAAAAAAK"


"PLAAAAAAK"


Makoto menghadiahi orang-orang suruhannya dengan tamparan yang sangat kuat.


"Bodoh, tolol bahkan menemukan orang yang meracuni putraku saja kalian tidak mampu!!"bentak Makoto.


Di markas Yamaguchi.......


"Bagaimana Sam, Prince apa kalian mendapatkan senjata milik Watanabe??"tanya Papa Harada.


"Tentu saja Pa, ini pasti akan menyenangkan. Sekarang kita akan bersiap untuk menggempur markas mereka habis-habisan!!"ucap Prince dengan mengeluarkan aura Monsternya.


"Yoona, Alan, Joon Wu sekarang giliran kalian!!"ujar Sam pada ketiga orang itu.


"Ok!!"jawab ketiganya.


Lalu ketiganya melakukan tugas bagian mereka. Dan sekarang yang dilakukan hanya menunggu, kemudian mereka akan menggempur Watanabe habis-habisan.


"Sekarang ganti pakaian kalian dengan semua perlengkapan ini!!"ujar Prince pada semua yang ada di ruangan itu.


"Jadi kalian benar-benar tidak melibatkan kami boys dalam kegiatan bersenang-senang ini??"tanya Dady Aldric pada anak-anaknya itu.

__ADS_1


"Biarkan mereka bersenang-senang Al, kalian bantu aku membersihkan hama dan pengkhianat di markas ini!!"tutur Papa Harada.


"Terserah kau saja!!"ujar Daddy Aldric.


Ratusan manusia yang terdiri dari empat klan ini tergabung dalam satu kesatuan. Membentuk sekumpulan mesin pembunuh yang sangat mengerikan.


"Kita akan bergerak, persiapkan diri kalian!!"titah Prince pada anggota GOLDEN GLADIOL.


"Kita akan mengepung markas Watanabe jangan biarkan satu pun yang bernyawa melewati kalian!!titah Prince.


"Siap!!"teriak mereka kompak.


"Berangkat!!"titah Sam.


Mereka mulai bergerak menuju sarang musuh, sedangkan saat ini seseorang sedang menatap kepergian semua makhluk itu.


"Semangat yang bagus!!"gumam orang itu.


Di markas Watanabe........


Beberapa bodyguard mulai berjatuhan disebabkan oleh gas beracun yang tersebar melalui saluran pendingin udara.


Seorang bodyguard berlari menuju Makoto dan memberikan sebuah masker respirator.


"Tuan ada racun yang disebarkan di markas kita, sebaiknya Tuan segera memasang masker ini!!"kata bodyguard itu seraya memberikan masker tersebut pada Makoto.


Makoto keluar dan melihat para anggotanya sudah mulai banyak yang tumbang, sesaat kemudian ia dikagetkan dengan serangan tiba-tiba dari sekelompok orang yang masuk menerobos markasnya.


Makoto sangat terkejut melihat keadaan markasnya yang sudah kacau balau. Para Kakak Kai benar-benar menjadi monster darah yang mengerikan. Tidak ada satupun nyawa musuh yang mereka biarkan berada di sekitar mereka. Nyali para anggota Watanabe mulai menciut menghadapi keganasan lawan mereka. Yang tidak memiliki rasa kasihan sedikit pun pada musuhnya.


Jo dan Daichi seperti kerasukan setan, dua sosok yang sangat pecicilan di tengah keluarga menjadi monster haus darah di dalam arena pertempuran saat ini bahkan mereka tertawa sumringah ketika membabat musuh mereka.


Di rumah sakit tempat putra Makoto di rawat.......


Seseorang yang memakai pakaian serba hitam dan memakai topeng menyelinap masuk ke ruang perawatan Hyuga putra bungsu Makoto.


"Jadi Lo yang bakal jadi tumbal bokap Lo, Bro. Miris banget nasib Lo!!!"ujar sosok berbaju hitam itu.


Perlahan ia berjalan mendekati ranjang rawat putra Makoto itu.


"Ini baru awalnya Makoto, semoga setelah ini Lo semakin tersiksa....."ujar sosok itu yang kemudian menyuntikkan sesuatu pada tubuh putra Makoto. Tak lama tubuh anak itu mengalami kejang yang hebat. Dan sosok yang berbalut pakaian hitam itu melihat ke arah cctv dan menunjukkan jari tengahnya kemudian mengacungkan jempol dengan arah terbalik. Saat berjalan di lorong rumah sakit sosok berpakaian hitam itu malah berpapasan dengan Izanagi, Kakak tertua Makoto.


Sayangnya Izanagi tidak menaruh curiga pada sosok berpakaian yang berpakaian hitam itu. Ia pun segera memasuki ruang rawat keponakannya. Tapi......


"Dokter.........cepat periksa keponakanku!!!"kata Izanagi pada Dokter yang menangani keponakannya.


"Kuso yaro, pengawal......."teriak Izanagi.


"Ya Tuan...."


"Kejar orang berpakaian hitam tadi.....!!"titahnya pada para bodyguard.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan keponakanku Dokter???"tanya Izanagi panik.


"Maaf Tuan, keponakan Anda sudah meninggal!!!"jawab Dokter itu dengan kepala menunduk.


"Bughhh"


"Bughhh"


Beberapa pukulan melayang pada Dokter itu hingga ia tidak sadarkan diri.


Dengan nafas memburu Izanagi segera menuju mobilnya dan menyusul para bodyguardnya yang terlebih dulu telah mengejar sosok berpakaian hitam itu.


Kejar-kejaran pun tidak dapat dielakkan, mobil mereka saling berpacu. Sosok yang berpakaian hitam itu dengan mudah menangkan mobil para bodyguard milik Izanagi. Dan sekarang tertinggal mobil Izanagi yang masih mengejar mobil milik sosok yang berpakaian hitam itu. Di tempat yang sepi sosok berpakaian hitam itu menepikan mobilnya dan berdiri dengan angkuhnya di samping mobil yang ia kendarai.


"Kenapa mengejarku??"tanya sosok berpakaian hitam itu.


"Baj*ngan kau telah membunuh keponakanku, sekarang kau harus membayarnya dengan nyawamu bed*b*h!!!"teriak Izanagi yang mulai menyerang sosok itu dengan kalap.


Pertarungan sengit antar kedua orang itu pun berlangsung cukup lama. Izanagi mulai kehabisan tenaga, satu-satunya yang miliki sekarang hanya sebuah Revolver dan ia segera mengeluarkannya untuk menembak sosok itu. Namun sosok itu bisa mengelak dengan lincah lalu tanpa basa basi sosok itu segera memenggal kepala Izanagi tanpa belas kasihan.


"Coba aja Lo nggak ngejar gue, masih hidup kan Lo!!"ujar sosok itu kemudian berbalik dan segera meninggalkan jasad Izanagi di tempat sepi itu.


Sedangkan keadaan di markas Watanabe Ama sangat mengerikan, Makoto terpaksa melarikan diri bersama beberapa bodyguard khususnya dan menuju rumah sakit.


Tapi ketika sampai di rumah sakit ia melihat istri dan kedua putrinya sedang menangis di depan ruang rawat putranya.


"Azura ada apa??"tanya Makoto pada istrinya.


"Hyuga......."ujarnya sambil terus menangis.


Tak sabar menunggu perkataan istrinya, Makoto masuk ke ruang rawat putra semata wayangnya. Dan ia terlihat sangat shock melihat tubuh sang putra telah ditutup dengan kain putih dan semua alat penopang kehidupannya telah dicopot.


"Tttidak ini tidak mungkin.....putraku.......!!!"jerit pilu terdengar dari mulut Makoto.


Belum hilang shock karena kehilangan sang putra, Makoto harus mendapatkan berita buruk lainnya bahwa Kakak tertuanya Izanagi juga telah tewas dalam keadaan mengenaskan.


"B*j*ng*n.......aku akan membalas semua yang melakukan ini."maki Makoto dan memukul para bodyguard yang berada di sekitarnya.


"Tuan,....."Zero memanggil Makoto dengan rasa takut.


"Ada apa???"


"Kasino dan club' malam milik kita diledakkan oleh orang tak dikenal!!"lapor Zero pada Makoto.


"Apa......!!"


Makoto benar-benar merasa hancur sekarang dalam sehari semua yang ia miliki hancur begitu saja. Dunianya serasa berhenti berputar.


Sementara itu......


Seseorang dengan pakaian serba hitamnya tengah memandang sebuah kasino yang baru saja ia ledakkan.

__ADS_1


"Beautiful firework on Meksiko sky"ujar tersenyum tipis kemudian meninggalkan tempat itu.


__ADS_2