Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Kai Sadar


__ADS_3

Sudah seminggu lamanya Kai masih setia dengan tidurnya, walaupun penyebaran racunnya telah dihentikan namun kedua matanya seperti enggan untuk terbuka.


"Baby, kenapa betah sekali tidurnya sayang?? Apa kamu tidak kasihan dengan Daddy sayang. Daddy akan menuruti segala kemauan kamu asal kamu segera membuka mata kamu sayang."ujar Daddy Aldric menatap sendu pada Kai.


Papa Harada dan keluarga Kim pun merasakan hal yang sama dengan Daddy Aldric bahkan Taro hampir tidak pernah meninggalkan Kai berlama-lama. Semua Kakak Kai terlihat seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Para tetua yang ada di mansion Owen pun kini tidak kalah cemas mendengar keadaan Kai yang sampai saat ini belum juga sadar. Mereka ingin menyusul ke Meksiko namun dilarang oleh Daddy Aldric. Bahkan waktu istirahat dan makan mereka menjadi tidak teratur. Sam yang melihat semua itu merasa harus mengambil tindakan tegas untuk keluarga yang saat ini menunggu Kai sadar.


"Dad, sebaiknya kalian istirahat dulu, kalau Kai bangun dan melihat kondisi kalian seperti ini dia bisa mengamuk"kata Sam pada semua orang tua yang ada di dalam ruangan itu.


"Tapi Sam, Daddy tidak bisa meninggalkannya Daddy takut terjadi hal buruk pada Baby"kata Daddy Aldric mengutarakan kekhawatiran nya.


"Sam paham Dad, tapi kalian jangan egois terhadap diri kalian sendiri. Kalian tentu paham bagaimana sikap dan sifatnya Kai. Jangan karena melihat kondisi kalian yang seperti ini malah membuatnya merasa bersalah."kata Sam pada para orang tua keras kepala itu.


"Sam mungkin ada benarnya Al, sebaiknya kita bergantian istirahat dan juga kita harus mengisi tenaga kita. Agar singa kecil bisa merasakan aura positif dari kita semua"kata Appa Kim membenarkan perkataan Sam.


"Baiklah, kami akan istirahat tapi jika terjadi sesuatu cepat beritahu kami Sam!!"kata Daddy Aldric pada Sam.


"Pasti Dad, ajak juga adik-adik yang lain nanti Sam dan Vikram yang akan menjaga Kai."ujar Sam.


Mereka pun meninggalkan ruang rawat Kai, mencoba untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran mereka. Ya walaupun terpaksa sebenarnya, tapi semua yang Sam katakan itu benar, mereka pun tidak boleh abai dengan kesehatan mereka sendiri.


Sepeninggal para orang tua, Sam mendekat ke ranjang Kai.


"Dek, Lo boleh aja punya hobi tidur, tapi jangan lama-lama kayak gini juga. Abang kangen liat Lo ngacak- ngacak markas. Bangunlah dek....!!!."lirih Sam sambil memegang tangan sang adik.


Vikram memasuki ruang rawat Kai. Ia heran kenapa ruangan itu tiba-tiba sepi.


"Kenapa sepi Sam???"tanya Vikram yang akan mengecek keadaan Kai.


"Gue suruh istirahat, mereka udah kayak mayat hidup."ujar Sam.


"Gimana keadaannya, Vik??"tanya Sam.


"Udah stabil, hanya saja adek masih koma"ujar Vikram menghela nafas panjang.


"Rasanya gue udah nggak kuat ngeliat adek kayak gini, gue sangat takut kehilangan adek, Vik."kata Sam mengeluarkan keluh kesahnya kemudian menyugar rambutnya ke belakang.


"Sama Sam, kemarin pas jantungnya berhenti berdetak dunia gue serasa gelap. Gue kayak kehilangan tempat berpijak."sahut Vikram mendudukkan diri dan bersandar pada bangku yang ada di samping Sam.


Keduanya menatap sendu pada tubuh kecil yang terbaring tak berdaya itu. Ingin sekali mereka menggantikan posisi sang adik. Adik kecil mereka yang selama ini tidak pernah memperlihatkan sisi lemahnya sekarang malah terbaring lemah.


Namun saat keduanya tengah hanyut dengan pikiran masing-masing, terlihat air mata mengalir di sudut mata Kai.

__ADS_1


"Bubu......"itulah kata yang mereka tangkap dari mulut mungil Kai.


Keduanya terperanjat, dan segera berhamburan menuju ranjang rawat Kai. Terdengar isakan kecil dari sang adik dengan keadaan mata masih terpejam.


"Adek.....!!!"panggil Sam pada Kai.


Jari kecil Kai bergerak, dan kedua matanya terbuka secara perlahan. Kai berusaha mencerna kejadian yang baru saja ia alami.


"Di mana Bubu Bang Sam???"tanya Kai lemah pada Sam.


"Bubu??"tanya Sam heran.


"Iya, tadi Kai sama Bubu dan Dady!!"kata Kai.


"Adek istirahat dulu ya, Abang akan panggil Dady dan yang lainnya!!"ujar Sam pada Kai.


"Iya Bang"ujar Kai lemas.


Vikram sendiri langsung memeriksa keadaan sang adik.


Sam segera mencari keberadaan Daddy Aldric dan yang lainnya sementara itu Vikram mendekat dan mengelus puncak kepala sang adik.


"Masih ada yang sakit, Dek??"tanya Vikram lembut pada Kai.


Sam terengah-engah sampai di kamar Daddy Aldric.


"Hah....hah... Dad??"panggil Sam dari luar kamar Daddy Aldric.


Tidak lama pintu kamar terbuka dan Daddy Aldric keluar dalam keadaan masih mengantuk.


"Ada apa Sam??? Apa terjadi sesuatu pada Baby??"tanya Daddy Aldric panik.


"Kai sudah sadar Dad!!"ujar Sam.


Seketika wajah Daddy Aldric berbinar mendengar sang putri telah sadar.


"Berita tau yang lain Sam, Daddy akan menemui adikmu lebih dahulu!!"kata Daddy Aldric yang berlari ke arah ruang rawat Kai.


Sam memberi tau yang lain bahwa Kai sudah sadar. Raut bahagia terpancar dari wajah semua orang yang ada di ruangan itu apalagi Taro.


"Baby.....!!"panggil Daddy Aldric pada Kai.

__ADS_1


Kai membuka matanya perlahan, ia bingung kenapa ada Daddy Aldric di sini.


Vikram pun memberi tempat pada Daddy Aldric untuk bicara dengan Kai.


"Kenapa Daddy ada di sini??"tanya Kai heran.


"Baby kamu hampir membuat Daddymu ini mendapat serangan jantung sayang. Terima kasih kamu sudah kembali pada kami Baby!"kata Daddy Aldric mengecup kening Kai.


"Apa yang terjadi Dad??"tanya Kai.


"Kamu koma selama satu Minggu Baby"ujar Daddy Aldric.


Tidak lama keluarga yang lain bermunculan di ruang rawat Kai.


"Singa kecil......."teriak Kim Yoona dan Kim Joon Wu pada sang adik bersamaan.


"Eonni dan Oppa ngapain di sini"tanya Kai pada kedua kakaknya.


"Kau hampir membuatku mati berdiri yeodongsaeng!!"omel Kim Joon Wu.


"Mianhae ne Oppa."jawab Kai.


"Bagaimana keadaan Musume sekarang, Vik??"tanya Papa Harada.


"Sudah lebih baik Pa, dengan istirahat yang cukup Kai akan segera pulih"jelas Vikram pada Papa Harada.


Alan dengan mata berkaca-kaca berjalan ke arah sang adik.


"Baby, maafin Abang nggak bisa menjaga kamu dengan baik"kata Alan dengan air mata yang mulai mengalir.


"Bukan salah Abang, itu kecelakaan dan lagi Kai kurang hati-hati"jawab Kai menenangkan sang kakak dengan memegang tangan Alan.


"Kita biarkan singa kecil itu istirahat!!"ujar Appa Kim pada yang lainnya dan diangguki oleh mereka semua kemudianeninggalkan ruang rawat Kai.


"Syukurlah singa kecilku akhirnya sadar, aku lega sekali!!"ujar Nyonya Kim.


"Kau benar sayang, anak itu benar-benar hampir membuat kita terkena serangan jantung"gerutu Appa Kim gemas.


"Appa sepertinya kita harus bermain dengan orang yang telah berani melukai yeodongsaengku!!"kata Joon Wu dengan seringai iblisnya.


"Aku setuju dengan Joon Wu Hyung, tanganku tidak sabar untuk mencabik mereka!!"ujar Alan dengan pandangan mata penuh kilatan emosi.

__ADS_1


"Baiklah, mari kita cari tau siapa mereka!!"ajak Hiroshi pada mereka semua.


Para orang tua membiarkan saja apa yang anak-anaknya akan lakukan, rasanya tidak apa-apa jika sesekali memberi mereka shock terapi begitu pikir para orang tua.


__ADS_2