Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Pemanasan


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama para bungsu memulai masa hukuman mereka. Tidak ada tanda-tanda ramah dari wajah mereka sama sekali. Semuanya mengeluarkan aura permusuhan pada setiap anggota keluarga.


"Kalian baik-baik mengerjakan hukuman dari Opa kalian. Jangan asal-asalan nanti malah ditambah sama Opa!!"kata Mama Silvia menggoda para bungsunya.


"Dah Mama diam aja, nggak usah ikutan urus dapur aja udah!!"sahut Kai ketus.


"Apa kamu bilang??" Urus dapur??"kata Mama Silvia emosi dan menatap tajam ke arah Kai.


"Kan emang ibu-ibu urusannya kasur, dapur sumur. Kenapa marah coba??"tanya Kai sengaja memancing emosi Mama Silvia.


Yang lain mecoba menahan tawa agar tidak meledak karena mendengar jawaban dari Kai.


"Kamu nanti juga bakal kayak gitu!!"tukas Mama Silvia.


"Idih ogah, percuma duit banyak otak pintar kalau nggak digunain!!"jawab Kai lagi.


"Jadi maksud kamu Mama nggak ngegunain otak Mama gitu, hah!!"ujar Mama Silvia semakin meradang.


"Kai nggak bilang loh, Mama aja ya yang nyerocos sendiri kayak kereta api. Sambung menyambung menjadi satuuuuuu!!"ujar Kai semakin membuat emosi Mama Silvia membludak.


"Kamu ya, kan kamu yang bilang tadi!!"geram Mama Silvia.


"Kai bilang kan duit Kai ama otak Kai bukan duit atau otak Mama. Mama aja yang sensitif kayak lagi pms."sahut Kai lagi.


"Iya kita nggak dengar Baby bilang kalau itu Mama!!"sanggah Chayden memulai aksi balas dendam mereka.


"Benar Mama aja yang salah tanggap, emosian mulu sih!!"tambah Rey.


"Kalian..........!!"geram Mama Silvia.


"Sudahlah Kak mengalah saja, kita tidak akan menang melawan mereka berdebat apalagi Baby!!"bujuk Mommy Fanny agar Mama Silvia mau mengalah.


"Enak aja mengalah sama anak kemarin sore!!"ketus Mama Silvia.


"Hebat dong kita, baru lahir kemarin sore sekarang udah bisa langsung masuk sekolah, auto penuh ini planet!!"tambah Alan.


"Benar, Owen emang beda dari yang lain. Out of the box!!"seru Daichi mengompori.


Para tetua mulai memijit pelipis mereka, jika tidak segera dihentikan maka perdebatan ini tidak akan ada akhirnya.


"Sudah cukup!!"tegas Opa Matius.


"Opa larang saja Mama anaconda itu, nggak sadar umur masih ngajakin anak sendiri gelud!!"sahut Kai.


"Mama anaconda kamu bilang anak durhaka??"kata Mama Silvia mengambil centong nasi berniat mengetuk kepala Kai


"Tu Opa liat sendiri anaknya sendiri mau dipukulin, wah ini nggak udah beres bisa kena pasal perlindungan anak ini!!"celetuk Kai.


"Siapa suruh bikin gula darah Mama naik pagi-pagi!!"kata Mama Silvia.

__ADS_1


"Lah kan Mama yang mulai duluan tadi!!"kata Kai tidak mau kalah.


"Sudah cukup, ayo sarapan nanti kalian terlambat ke sekolah!!"kata Oma Emma.


"Nah, kalau ngomongnya kayak Oma kan enak didengar bikin hati adem!!"kata Kai menjulurkan lidah ke arah Mama Silvia.


"Awas kamu nanti!!"ancam Mama Silvia pada Kai.


"Sekarang aja nanti Kai ke perusahaan Opa!!"ujar Kai memulai perdebatan lagi.


"Sayang sudahlah, anak itu berkepala batu kau tidak akan pernah menang melawannya!!"kata Papa Arthur pada sang istri.


"Tunggu hukuman kamu!!"kata Mama Silvia dengan mata melotot.


"Uuuuuu matanya menakutkan guys, kayak mata ikan mas koki!!"seru Kai.


Dan kalo ini para anak-anak Owen tidak sanggup untuk menahan tawanya lagi, hingga para tetua pun menundukkan kepala agar tawa mereka tidak nampak oleh Mama Silvia.


"Bwahahhah.....ha.......ha......!!"suara tawa mereka menggema di ruangan itu.


"Sayang.....!"rengek Mama Silvia.


"He eleh ngadu. Segitu doang nyalinya saudara-saudara, objek sudah melambaikan tangan ke kamera!!"ejek Kai dan membuat tawa mereka semakin menjadi. Papa Arthur jangan ditanya lagi, perutnya kram saat ini karena menahan ketawa, jika terlepas bisa tidur di luar dia.


"Ayo sarapan!!"titah Opa Matius dengan sudut bibir yang masih terangkat.


Mereka segera sarapan agar tidak terlambat melakukan aktivitas masing-masing.


"Guys, jangan lupa hukuman kalian dan jangan datang terlambat atau hukumnya akan kami lipat gandakan!!"kata Opa Lucifer.


"Hmmmmm"


Hanya itu jawaban dari para bungsu karena masih kesal.


"Bye mamak anaconda!!"teriak Kai berlari ke luar Secret Palace diikuti oleh Kakak-kakaknya.


"Anak itu.......!!"geram Mama Silvia.


"Sepertinya kita hanya akan bertemu dengan musim hujan selama dua Minggu ke depan!!"kata Evan geleng-geleng kepala.


"Kau benar Van, dan kita akan mengerjai mereka di kantor nanti!!"tambah Ace.


Mereka tersenyum devil memikirkan cara untuk mengerjai para adik bungsunya itu.


Para bungsu Owen itu sampai di OIHS dengan wajah yang......sangat tidak sedap dipandang mata. Bahkan para inti geng BLACK HOLE tidak berani mendekat pada rombongan mereka. Para inti geng BLACK HOLE hanya mengekori mereka karena di belakang takut mencari masalah.


Namun tiba-tiba ada saja yang sengaja ingin membuat keributan pagi-pagi dengan para Owen muda itu.


Siapa lagi kalau bukan Sofia dan Anggun.

__ADS_1


"Pagi.....!!"sapa Sofia dengan suara yang lembut dan mengambil tempat diantara Kai dan Alden.


Kai tidak menggubris sama sekali ia tetap berjalan malas meladeni ular sendok pagi-pagi.


Anggun dengan sengaja menjulurkan kakinya agar Kai tersandung dan jatuh tersungkur, tapi......


"Aghhhhhhhhh!!"


Anggun berteriak kesakitan karena kakinya diinjak dengan sangat keras oleh Kai.


"Sukurin Lo!!"ejek Arnav.


Sofia tidak terima atas perlakuan Kai pada sepupunya itu lalu menjambak rambut Kai.


"Heh lepasin Adek gue, brengs*k!!"bentak Melvin.


"Biarin aja, Vin. Kalau dia nggak sayang ama anggota tubuhnya biarin aja. Itu akan jadi mainan untuk Baby!!"kata Jo melarang Melvin mendekat.


Kai tidak memperlihatkan raut wajah kesakitan sama sekali, setelah Sofia puas menjambak dan menarik rambut Kai, kini giliran Kai melakukan hal yang sama padanya.


"Aghhhhhhhhh, sakit lepasin gue anj*ng!!"teriak Sofia meronta-ronta agar Kai melepas jambakannya.


"Sofia.......!!"teriak Anggun yang berusaha melangkah ke arah Kai dan sofia dengan tertatih-tatih.


Kai terus menjambak Sofia hingga ke pinggir lapangan, bahkan Kai menarik Sofia seperti menggeret karung. Tubuh Sofia sakit karena bergesekan dengan lapangan yang dicor kasar, ditambah lagi kepalanya yang berdenyut karena jambakan Kai bahkan rambutnya terlihat rontok dan berserakan di lapangan.


"Gila degem ngeri kalau udah marah, Bro!!"kata Arnav dan diangguki oleh yang lainnya.


"Rasain Lo, kecentilan banget jadi cewek!!"sorak para siswa siswi yang melihat hal itu.


"Degem dilawan!!"tambah yang lainnya.


"Plaaaaak"


Anggun menampar Kai, dan itu membuat semua kakaknya berang dan ingin memutilasi gadis itu.


"Kraaaaaaak"


"Aghhhhhhhhh!!"


Teriak Anggun karena tangannya baru saja dipatahkan oleh Kai.


"Itu hukuman buat tangan yang berani nyentuh wajah gue!! Orang tua ama Abang gue aja kagak pernah ngasarin Lo malah enakan nampar pipi gue. Rasain Lo modar sana sekalian!!"ujar Kai lalu memberi hadiah terakhir pada keduanya dengan sebuah tendangan di perut masing-masing.


"Dah pulang sana, sepet mata gue liat Lo berdua. Ular sendok!!"kata Kai lalu kembali ke circle abang-abangnya.


"Sudah puas??"tanya Alden.


"Hu um!!"angguk Kai.

__ADS_1


Alden yang gemas mencium brutal wajah sang adik lalu merangkul bahunya kemudian mengantar Kai ke kelasnya.


__ADS_2