Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Bungsu Vs Tetua


__ADS_3

Usai sarapan Opa Lucifer mengumpulkan semua bungsu di ruang keluarga.


"Untuk apa Opa mengumpulkan kami di sini??"tanya Alden.


"Hmmm Opa akan menjatuhkan hukuman kepada kalian semua!!"ujar Opa Lucifer sambil mendudukkan diri di single sofa.


"Hukuman??"beo semua bungsu.


"But why Opa, kami tidak melakukan kesalahan apapun!!"bantah Alan tidak terima diberi hukuman begitu saja.


"Iya Dad, apa kesalahan mereka??"tanya Papi Jason bingung.


"Kalian lupa membolos sekolah kemarin, hmmm??"tanya Opa Lucifer mengingatkan.


Sedangkan para tetua lainnya menangkap maksud lain dari hukuman yang Opa Lucifer berikan pada semua bungsu itu.


"Tapi Opa itu sudah beberapa hari yang lalu!!"bantah Jo dengan kepala ingin pecah apalagi ia belum tidur sama sekali.


"Kai nggak mau!!"tolak Kai mentah-mentah.


"Jika kalian menolak siap-siap saja kalian tidak kami beri izin menerima misi lagi. Kami akan mengurung kalian di sini. Pilih saja!!"ujar Opa Lucifer dengan tegas.


"Ayolah Opa yang benar saja kami cuma bolos satu hari dan itu pun tidak kami sengaja!!"bantah Benjiro kesal.


"Alden, Benjiro, Melvin harusnya kalian sebagai Kakak tertua memberi contoh yang baik pada adik kalian yang lain. Bukannya mengikuti kemauan anak nakal ini!!"kata Opa Lucifer dan sontak membuat Kai menunduk merasa bersalah pada semua Kakaknya.


Dengan menghela nafas panjang akhirnya para bungsu itu menyerah, nggak akan menang juga melawan seorang Opa Lucifer.


"Baik Opa, jadi apa hukuman kami??"tanya Melvin dengan wajah lesu.


Sedangkan Kakak tertua mereka menahan tawa karena tidak sanggup melihat wajah depresi dan frustasi para bungsu itu.


"Baby, kau ingat taruhanmu dan Opa sewaktu bermain voli tempo hari??"tanya Opa Lucifer.


"Ingat Opa!!"sahut Kai.


"Jadi Baby, selama dua seminggu ini kau akan membantu Opa selama dua Minggu ini di perusahan Opa, Opa Matius, dan semua Daddymu!!"ujar Opa Lucifer dengan entengnya hingga membuat Kai menjatuhkan rahang saking kagetnya dengan hukuman itu.


"Tapi Opa itu banyak sekali, Baby bisa kelelahan!!"bantah Chayden tidak terima adiknya dihukum seperti itu.


"Itu benar Opa, sangat keterlaluan Adek bisa kelelahan!!"sanggah Rey dengan wajah kesal.


Para Kakak tertuanya semakin menekan perutnya agar tidak kelepasan menertawakan semua bungsu itu.


"Semakin kalian protes semakin bertambah hukuman adik kalian!!"tegas Opa Lucifer gemas.


"Kai terima Opa!!"sahut Kai menyerah.


"Dan Alden dan Melvin kalian akan membantu Ace, Xander, William, Steven dan Carl!!"ujar Opa Lucifer memperhatikan keduanya.


"Tapi Opa, bisakah kami memilih siapa yang akan kami bantu Opa, aku tidak mau di kantor Kak Ace dan Bang William. Keduanya menjengkelkan!!"bantah Alden.


"Terima atau opa tambah masa hukumanmu!!"Opa Lucifer benar-benar gemas dengan semua cucu bungsunya ini.

__ADS_1


"Sudahlah Alden, kita menurut saja. Toh cuma dua Minggu!!"kata Melvin mencoba menenangkan Alden yang sedang mencak-mencak.


"Baiklah!!"ujar keduanya dengan wajah memelas.


"Alan dan Daichi kalian akan membantu Taro, Edric, Uno, Sam dan Billy!!"kata Opa Lucifer.


Keduanya menghela nafas kasar, mereka tidak ingin satu ruangan dengan kelima manusia cerewet itu. Tapi percuma membantah.


"Benjiro dan Jackson kalian akan membantu Brandon, Vikram, Prince, Dom dan Ernest!!"lanjut Opa Lucifer.


"Astaga aku benci bau rumah sakit dan obat-obatan Kak!!"rengek Jackson.


"Mau apa lagi kau pikir Kakak suka??"ketus Benjiro.


"Jo dan Chayton kalian akan bekerja sama dengan Dallen, Zion, Aslan, David, dan Bryan!!"kata Opa Lucifer menahan tawanya agar tidak meledak melihat ekspresi tertekan semua cucu bungsunya.


"Hmmmmmm!!"jawab keduanya tidak ikhlas.


"Chayden dan Rey akan bersama Juan, Kim, Edric, Hiro, Evan dan Kim!!"kata Opa Lucifer menatap ke arah para bungsu.


"Iya......!!"jawab keduanya terpaksa.


"Sekarang istirahatlah, besok sepulang sekolah hukuman kalian dimulai!!"kata Opa Lucifer.


"Iya......!!"jawab semuanya dan langsung meninggalkan ruang keluarga.


"Semangat sayang.......!!"goda Mama Silvia pada Kai.


Kai hanya melayangkan tatapan permusuhan pada sang Mama.


"Pfhhhh..... bwahahhah.....ha....ha....ha...!!"tawa para Kakak tertua mereka akhirnya pecah.


"Aku tidak tahan melihat wajah Daichi dan Alan yang memerah menahan kesal!"kata Brandon memegang perutnya.


"Kau benar seandainya mereka lebih tua dari kita dapat kupastikan wajah kita sudah babak belur dibuat oleh mereka!!"tambah Evan.


"Sebenarnya kenapa kau menghukum mereka, Lu??"tanya Opa Matius penasaran karena bolos itu adalah perkara sepele sebenarnya bagi Opa Matius.


"Membalas para Prince, belakangan mereka sangat memonopoli Baby, dan lagian sekarang mereka terlalu sibuk di luar hingga jarang berkumpul dengan kita!!"kata Opa Lucifer dan yang lain mengangguk setuju.


"Itu benar sayang, satu-satunya cucu perempuan di keluarga ini malah sibuk menjaga kita. Aku kasihan dengannya."sahut Oma Emma.


"Opa, sebaiknya kapan-kapan kita merencanakan untuk liburan sekeluarga!!"usul William.


"Will benar Dad, kita terlalu sibuk dengan segala masalah yang berdatangan hingga kehilangan waktu bersama anak-anak!!"timpal Papi Dixon.


"Hmmm ide yang bagus, tapi biarkan hukuman ini berjalan terlebih dahulu!!"kata Opa Lucifer dengan senyum devilnya.


Yang lain hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Opa Lucifer yang di luar nalar. Mereka tidak menyangka jika Opa Lucifer bisa memiliki ide seperti ini mengerjai para bungsu.


Di kamar Kai........


Semua bungsu itu masuk ke kamar sang adik, mereka langsung berbaring tanpa mengganti pakaian dan bersih-bersih badan karena kelewat kesal dengan hukuman yang Opa Lucifer berikan.

__ADS_1


"Maafin Kai ya Bang, gara-gara kita bolos hari itu kalian juga ikutan dihukum Opa??"kata Kai menunduk.


"Jangan salahkan dirimu, Baby. Abang yakin ini hanya akal-akalan Opa saja untuk memonopoli kamu!!"kata Jo memeluk sang adik.


"Iya itu benar aku yakin ini hanya akal-akalan Opa saja!!"tambah Alan geram.


"Bagaimana jika kita membalas mereka??"kata Rey menarik turunkan alisnya.


"Caranya??"tanya Benjiro.


"Aku belum dapat ide, Kak!!"sahutnya nyengir.


"Ck, kalau ngasih saran tu sekalian ama jalan keluarnya, Rey........!!!!"kesal Jo.


"Ya, ini masih dipikirin kali Bang, judes banget jadi Abang!!'keluh Rey. Jo yang sangat gemas segera mengunci Rey dengan kakinya.


"Rasakan!!"ketus Jo.


Melvin tersenyum melihat ulah Jo dan Rey ada rasa hangat menyentuh hatinya melihat adik-adiknya diperlakukan selayaknya saudara oleh Alden bersaudara, walaupun mereka tidak memiliki hubungan darah atau pun hubungan keluarga sedikit pun.


"Aaaaaa.....Kai tau!!"teriak si biang onar.


Para bujang bungsu itu serentak terlonjak kaget karena teriakan Kai.


"Astaga, imouto-san kau mau membuat kami mati berdiri, hah. Berteriak seperti itu!!"geram Daichi.


"Maaf,.....maaf....Kai terlalu bersemangat!!"kata Kai.


"Hufff baiklah apa rencanamu, Dek!!"ujar Melvin mengatur nafas.


"Hmmmmm bagaiman jika kita tidak pulang selama satu bulan!!"kata Kai.


"Ahhh benar juga, tapi kita akan tinggal di mana imouto-san?? Semua tempat sudah diketahui keberadaannya oleh para Kakak tertua kita!!"ujar Benjiro.


Yang lain melongo melihat Benjiro yang begitu bersemangat menanggapi usul si bungsu.


Karena Benjiro dan Melvin adalah tipe anak penurut dengan segala aturan yang ada dari para tetua dan Kakak mereka.


"Ini benar kau, Ben??"tanya Chayton menoel-noel bahu Benjiro.


"Sialan kau, Chayton!!"ketus Benjiro.


"Baiklah, kita akan melakukan balas dendam pada mereka tapi kita akan tinggal di mana??"tanya Alden melihat ke arah Kai.


"Hmmmmm tenang saja, ada ruangan rahasia di bangunan mansion lama, kita akan tinggal di sana!!"ujar Kai.


"Apa.......??"teriak semua Kakak Kai.


Sekarang Kai yang terlonjak kaget akibat teriakan Kakak-kakaknya.


"Ya Kai membuat bangunan lain di bawah bangunan mansion lama. Kita akan aman di sana. Jika kita pergi terlalu jauh kita tidak bisa mengawasi para tetua dan kakak yang lain. Lagi pula dengan begitu ruang gerak kita akan lebih luas tanpa takut ketahuan!!"jelas Kai.


"Ok, setelah dua Minggu ini balas dendam kita mulai."seringai Alan sambil menjulurkan tangan mengajak saudaranya yang lain untuk bertos ria.

__ADS_1


"Bungsu revenge!!"teriak mereka bersemangat.


__ADS_2