Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Kai Koma


__ADS_3

Kai menyandang tas dan mulai melajukan motornya menuju mansion pribadinya diikuti oleh Alan.


Belum lama mereka berkendara tiba-tiba mereka dihadang oleh pasukan bermotor berpakaian serba hitam.


"Turun!!!"bentak salah satu dari anggota geng bermotor itu pada Kai dan juga Alan.


"Moh...."ujar Kai yang membuat bingung para lelaki yang berpakaian serba hitam itu.


"Jangan banyak bicara turun dan ikut dengan kami!!"kali ini dengan intonasi yang lebih tegas.


"In your dream"ejek Kai sambil mengambil yoghurt stroberi kesukaannya dan segera meminum habis isinya.


Alan hanya menggeleng kepala melihat tingkah adik kesayangannya itu, di saat sudah terjebak pun ia masih sempat menikmati yoghurt kesukaannya.


"Jangan salahkan kami membawamu dengan paksa"ujar laki-laki tadi yang memberi aba-aba pada teman-temannya untuk menyerang Kai dan juga Alan.


"Bang kita main cepat saja"ujar Kai mengeluarkan senjata M16 dan AK 103 dari dalam tasnya.


Alan menatap penuh binar pada kedua senjata itu dan mengambil AK 103 sebagai pilihannya. Para anggota geng cukup kaget melihat anak remaja seusia mereka berdua memiliki senjata itu. Dan seakan-akan telah diberikan aba-aba Kai dan Alan menembaki semua anggota geng motor itu dengan brutal.


Sudah lebih dari separuh anggota geng motor itu tumbang tak berdaya.


"Jadi gimana Lo masih mau bawa gue???"tanya Kai sambil menyandang senapan itu di bahunya.


"Tttidak, maafkan kami, kami akan segera pergi dari sini"ujar ketua geng motor itu.


Kai dan Alan berbalik melangkah menuju motor mereka, namun di luar dugaan ketua geng motor itu melepaskan tembakan ke arah Kai, dan berhasil mengenai perut Kai.


"Baby....."teriak Alan yang langsung berlari ke arah sang adik.


"Ashh....sialan ayo habisi mereka Bang!!"ucap Kai geram.


"Tapi lukamu bagaimana Baby??"ujar Alan panik.


"Tidak apa-apa Bang, kita habisi mereka dulu sebelum mereka Kabur atau meminta bantuan temannya"ujar Kai.


Kedua saudara itu dengan membabi buta menembak lawan yang masih berdiri dan tidak butuh waktu lama semuanya tumbang tidak tersisa. Kai pun limbung karena merasa nafasnya tercekat.


"Bbbang.....!"panggil Kai, seketika Alan terkejut melihat sang adik yang hampir tumbang dengan bibir yang mulai membiru. Tidak menunggu lama Alan membopong tubuh sang adik ke atas motor dan melajukan motornya dengan gila-gilaan.


"Bertahanlah Baby, jangan menakuti Abang!!"ujar Alan yang menahan air matanya agar tidak jatuh.


Alan memilih kembali ke markas Yamaguchi karena di sana ada semua saudaranya dan juga Vikram. Di depan gerbang markas Yamaguchi Alan berteriak menyuruh penjaga membuka pintu gerbang. Ia terus melajukan motornya hingga ke pintu masuk markas.


Mendengar kegaduhan yang terdengar di depan markas, membuat para penghuni markas berhamburan keluar untuk mencari tau apa yang terjadi. Semua terkejut melihat Alan yang sudah berlinang air mata membopong tubuh Kai.

__ADS_1


"Alan apa yang terjadi??"tanya Alden panik melihat keadaan kedua adiknya yang kacau.


"Maafkan aku Kak, Baby tertembak tadi"ujar Alan yang tampak sudah sangat kacau.


"Sudah bawa dulu Kai ke ruang medis!!"titah Vikram.


Mereka pun melangkah menuju ke ruang medis untuk mengobati Kai.


"Tunggu di sini!!"titah Vikram.


"Tapi Bang...."sela Jo.


"Tunggu di sini dan telepon Sam melalui handphone Kai, jelaskan keadaannya dan suruh kemari!!"titah Vikram dan meninggalkan mereka.


Alan pun melakukan apa yang disuruh oleh Vikram, setelah mengutak Atik handphone milik Kai, Alan akhirnya menemukan kontak Sam.


"........"


"Hallo Bang Sam, ini Alan Baby tadi tertembak Bang sekarang kami masih di markas Yamaguchi. Bang Vikram menyuruh Abang datang ke sini!!"kata Alan.


"........"


Alan pun segera mematikan sambungan teleponnya.


"Tadi di jalan kami dihadang segerombolan geng motor Kak, mereka memaksa untuk membawa Kai ikut dengan mereka. Kami melawan mereka, namun karena lengah akhirnya Baby tertembak."papar Alan singkat kemudian menundukkan kepalanya karena merasa bersalah tidak bisa melindungi sang adik.


Satu jam lamanya mereka menunggu Vikram mengoperasi Kai. Setelah itu Vikram pun keluar dari ruang medis.


"Bagaimana keadaan Baby Bang??"tanya Alan .


"Peluru yang ditembakkan pada Kai mengandung racun, dan itu sudah menyebar hingga ke paru-parunya. Kita harus cepat membuat penawarnya. Alan apa kamu sudah memberi tau Sam???"tanya Vikram.


"Bagaimana keadaan Musume??"tanya Papa Harada yang baru saja datang.


"Jika hingga nanti jam sebelas malam dia tidak bangun maka, dengan sangat menyesal saya harus mengatakan kalau dia dalam keadaan koma!!"ujar Vikram menunduk menyembunyikan air matanya.


"Tidak...tidak Bang, Kak Alden!!"Alan menghambur ke pelukan kembarannya.


Saat ini seakan seluruh dunia mereka berhenti berputar.


Dan semua terhenyak ketika Sam dan Prince datang dengan suara gaduh.


"Bagaimana keadaan Kai Vik??"tanya Sam.


"Dia sedang berjuang agar tidak mengalami koma Bang, racun pelurunya sudah menyebar ke paru-parunya Bang. Tapi jika hingga jam sebelas malam dia tidak bangun maka dia mengalami koma Bang"jelas Vikram.

__ADS_1


"Apa tidak ada penawarnya Vik??"tanya Prince panik.


"Membuatnya butuh waktu lama Bang!!"ujar Vikram.


Ketika mereka masih sibuk tanya jawab, handphone Alden berdering dan itu panggilan dari Mommy Fanny. Seketika wajah Alden memucat, dan itu bisa dilihat oleh semua orang di dalam ruangan itu.


"Ada apa Alden??"tanya Chayden.


"Mommy menelponku, aku harus bagaimana??"ujar Alden panik.


"Angkat saja, katakan saja sejujurnya jika Mommy bertanya"ujar Benjiro diangguki yang lainnya.


"Ya hallo Mom??"jawab Alden.


".........."


"Baby sekarang sedang di rawat Mom, Baby tertembak tadi"jawab Alden yang takut mengatakan keadaan sang adik pada Mommy Fanny.


"......."


"Sudah ditangani Mom, hanya saja jika sampai nanti malam Baby tidak sadar, ia dinyatakan koma"ujar Alden


"......."


"Mommy di sana saja dengan Kak Ace, kami di sini akan menjaga Baby"jawab Alden.


"......."


Dan panggilan telepon pun selesai.


"Bagaimana??"tanya Chayden pada Alden.


"Dady akan datang ke mari"ujar Alden pasrah.


"Baiklah kita akan hadapi bersama, jangan panik. Vikram apa tidak ada jalan lain untuk penawarnya??"tanya Papa Harada pada Vikram.


"Saat ini saya hanya bisa memperlambat kerja racun itu Pa, selama itu kita bisa mencari penawarnya."sahut Vikram


"Berapa lama waktu kita??"tanya Prince.


"Tidak lebih dari 2*24 jam Bang"jawab Vikram.


"Shiit"umpat Sam mengusap kasar wajahnya.


Untuk bernafas saja rasanya begitu sulit untuk semua yang ada di dalam ruangan itu. Alan sendiri tidak berhenti menangis mendengar keadaan sang adik. Daichi dan Jo diam seperti patung. Sedangkan Papa Harada sendiri tidak melepas pandangan pada ranjang sang putri. Apa yang harus mereka lakukan sekarang???

__ADS_1


__ADS_2