
Para bungsu the Owen segera bersiap ke sekolah. Kai menemui Frank memintanya untuk menjaga Chima dan Chimee.
"Uncle, bisakah Uncle menjaga kedua binturong itu??"tanya Kai.
"Tapi Nona apa mereka tidak menggigit??"tanya Frank sedikit takut.
" Ga mereka udah bonding kok, yang penting jangan buat mereka kaget dan jangan lupa yang Kai minta tadi pagi tolong berikan pada mereka berdua Uncle!!!"jelas Kai pada Frank.
"Baik Nona Muda"jawab Frank yang masih menyimpan rasa takut.
"Kai berangkat dulu Uncle"pamit Kai pada Frank.
"Hati-hati Nona Muda"ucap Frank menunduk hormat.
Kai segera menghangatkan mesin mobilnya begitu pun dengan ke tujuh kakaknya.
Mereka pun segera berangkat menuju sekolah. Tidak menunggu lama para bungsu the Owen pun memasuki gerbang sekolah.
"BRUMM "
"BRUMM "
"BRUMM "
Terdengar suara deruman suara motor dan mobil memasuki gerbang sekolah. Enam laki-laki yang menggunakan motor sports keluaran terbaru, dan seorang laki-laki keturunan Jepang menggunakan mobil sports keluaran terbaru serta seseorang yang menggunakan Rubicon Black Matte dengan modifikasi unik.
"Eh...eh itu siapa ya...damage banget dah"
"Astaga mobilnya sangar gengs, tapi siapa ya ...?"
Kai pun segera keluar dari mobil kesayangannya. Membuat kagum para siswa yang melihatnya.
"Degem woi...."
"Wah degem udah masuk sekolah lagi"
"Emang ga main-main damagenya degem gue"
"Badas..."
Kai terlihat santai menanggapi omongan para siswa lainnya. Ia pun melangkah ke arah para kakaknya. Di sana juga terlihat inti dari BLACK HOLE yang sedang menunggu ketua mereka.
"Heii... princess"sapa Arnav pada Kai.
"Heii...juga Bang Arnav"sahut Kai.
"Kelas"titah Alden pada mereka semua.
Mereka pun beriringan menuju kelas Kai.
"Baby belajar yang rajin!!!"titah Alan pada sang adik.
"Iya Abang"sahut Kai.
Mereka pun mencium pipi sang adik bergantian.
__ADS_1
"Kayak ngantri sembako gue"bathin Kai.
Tidak lama kemudian bel masuk pun berbunyi. Seluruh siswa masuk ke kelas masing-masing dengan tertib.
"Ma friend, Lo ke mana aja cil? Seminggu Lo kagak masuk sekolah"cecar Jordan pada Kai.
"Ada urusan keluarga"jawab Kai singkat.
"Ohhh....Lo tau ga, selama Lo kagak ada Abang-abang Lo pada kayak ayam keselek karet, bengong bae"tambah Jordan.
"Hmmm"jawab Kai mengangkat kedua bahunya acuh.
"Dah ni bocah dibilangin reaksinya gitu doang, Gedeg gue"ketus Jordan.
"Dah diam Lo, guru masuk tuh"ujar Matthew pada Jordan.
Jam pelajaran pun berlangsung seperti biasanya. Tenang dan tertib. Beberapa jam kemudian jam istirahat pun tiba. Para murid pun segera berhamburan keluar kelas. Begitu pun dengan Kai dan ketiga temannya. Mereka pun segera menuju kantin, karena desakan demo dari kawanan cacing di dalam perut mereka.
"Pada mau pesan apa?"tanya Matthew pada ketiga temannya.
"Mie ayam Ama jus alpukat aja"jawab Kai
"Ya udah samain aja"jawab Bian dan diangguki oleh Jordan.
Keriuhan di kantin pun terjadi karena kedatangan geng BLACK HOLE, by the way Benjiro dan Daichi juga sudah bergabung dengan geng pentolan Alden itu ya guys.Mereka pun duduk di meja yang biasa mereka duduki.
"Eh bos kalung Lo keren juga"ucap Zarga pada Alden
"Hmmmm"jawab Alden seperti biasa.
"Lo beli di mana Bos??"tanya Arnav penasaran.
"Bagus juga seleranya Princess, gue juga mau kali Bos" celetuk Arnav.
"Itu berlian jenis apa Bos?"tanya Zylgwin penasaran.
"Cullinan"jawab Alden.
"Gila....gila..."histeris Arnav yang dihadiahi geplakan di kepala Arnav oleh Zidan.
"Sakit ege"kesal Arnav.
"Berisik"ketus Zidan.
Para Kakak Kai melihat sang adik tidak seperti biasanya. Kai terlihat agak pucat dan lesu. Juga tumben Kai menelungkupkan wajahnya seperti orang kelelahan.
Namun seperti biasa geng pengganggu, membuat mereka kembali jengah.
"Hai... Kak Alden"sapa Berta manja.
Alden hanya diam tidak acuh, hingga ia menepis dengan kasar tangan Berta yang mencoba untuk menggandeng tangannya.
"Don't try to touch me, b*tch"bentak Alden kasar.
"Ihhhh Kakak kok gitu sih, pasti gara-gara j*l*ng kecil itu kan??"kesal Berta.
__ADS_1
Dengan kasar Alden mendorong tubuh Berta hingga jatuh ke lantai dan membuatnya meringis kecil. Tapi usaha pendekatan yang sama juga dilakukan oleh Aiko dan Akiha. Namun percuma bahkan Benjiro dan Daichi melakukan hal yang lebih kasar dari Alden.
"Lo sama cewek jangan kasar dong"bentak Jayden pada Benjiro dan Daichi.
"So, Lo mau apa?"tantang Daichi.
Ketika Jayden berdiri ingin menghampiri Daichi, tangannya dicekal oleh Amber.
"Jangan Kak, sumber masalahnya pasti j*l*ng kecil itu. Pasti dia yang mempengaruhi mereka jadi kasar seperti itu"kata Amber pada sang kakak.
Kelima remaja putri itu pun mendekat ke arah Kai yang sedang menelungkupkan kepalanya di meja. Mendengar gebrakan di mejanya membuat Kai emosi.
"BRAAAK"
"Anj*ng"umpat Kai yang membuat melongo seisi kantin termasuk geng BLACK HOLE.
"Ada yang tidak beres dengan Baby"ujar Chayton yang memperhatikan wajah sang adik.
Daichi yang ingin menghampiri sang adik dicekal oleh Jo.
"Jangan dulu, nanti Baby bisa ngamuk sama kita"peringat Jo dan membuat Daichi urung melanjutkan niatnya.
"Lo maunya apa sih??"bentak Kai pada rombongan Amber.
"Kita mau Lo jangan pengaruhin geng BLACK HOLE lagi!!"bentak Amber pada Kai.
"Heh mata Lo picek, Lo liat gue ngomong Ama mereka nggak kan, jangan asal tuduh Lo dongkrak antik!!"ejek Kai.
"Kalau Lo gak pengaruhin mereka ga mungkin mereka kasar Ama kita"geram Alicia.
"Dengar ye tante-tante, mau mereka kasar Ama Lo pada mau marah tu bukan masalah gue, itu masalah elo, derita hidup Lo paham???"ucap Kai tersenyum sinis.
"Kurang ajar"bentak Berta yang ingin menampar Kai namun lebih dulu ditangkis oleh Kai.
"Dahlah gue capek hari ini, jangan sampai jari Lo gue putusin atu-atu, cabut Sono!!"usir Kai.
Alicia dan Berta langsung memegang kedua tangan Kai, seolah mengisyaratkan pada ketiga gadis lainnya untuk menyerang Kai.
Langsung saja Akiha melayangkan pukulan ke perut Kai, dan itu tepat mengenai luka bekas tembak Kai. Kai meringis karena sepertinya luka itu kembali robek karena terlihat darah merembes pada seragamnya.
"Lo dikasih hati ngelunjak ya"ucap Kai yang mulai menghajar kelima gadis itu.
Melihat adik-adiknya yang hampir babak belur, Jayden dan si kembar Rion Rian mendorong kasar tubuh Kai, dan menghantam sudut meja, dan membuat darahnya mengalir lebih deras.
Sontak semua Kakak Kai mengejar sang adik.
"Baby....."
"Imouto-san..."
Alden membuka seragam sang adik, dan terkejut melihat bekas jahitan yang menganga dan mengalirkan darah segar. Para penghuni kantin pun panik melihat kondisi Kai yang pucat dan lemah.
"Cepat kita bawa Baby ke Owen's Hospital telpon Kak B sekarang!!"perintah Alden.
"Pakai mobil imouto-san saja"kata Benjiro yang berlari ke arah parkiran diiringi Alden yang menggendong sang adik dan Kakak Kai yang lain.
__ADS_1
"Hallo Kak B, Baby terluka kami dalam perjalanan ke Owen's Hospital sekarang"kata Jo yang menelpon Brandon.
Benjiro membawa mobil dengan kecepatan penuh, ia tidak mempedulikan umpatan ataupun makian dari pengguna jalan lain karena ulahnya yang ugal-ugalan.