Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Solo Party


__ADS_3

Besok adalah hari Minggu, Kai berencana untuk melakukan latihan fisik bersama dengan semua anggota Golden Gladiol. Kai mengirim pesan pada Xander agar memberi tau semua anggota Golden Gladiol untuk berkumpul di markas tanpa terkecuali. Xander pun segera mengirim pesan pada semua anggota Golden Gladiol agar berkumpul di Markas Utama Golden Gladiol.


Minggu pagi......


Kai dan anggota inti Golden Gladiol, telah berada di markas Golden Gladiol bersama para Soldiers, Shadow dan Hunters.


"Hari ini kita akan melakukan latihan fisik bersama, rutinitas yang belakangan sudah sangat jarang kita lakukan. Mulai hari ini kita akan mulai melakukan kembali latihan fisik secara bersama-sama setiap minggunya!!"ujar Kai pada semua anggota Golden Gladiol dengan memberi tekanan pada akhir kalimatnya.


Mereka agak sedikit ketar ketir karena jika sudah demikian mereka akan jadi tumbal keganasan sang ketua. Kai mengajak mereka saling adu otot. Kai sendiri saja sangat mahir bertarung dengan tangan kosong, apalagi sekarang Kai telah sepenuhnya memiliki Anos tenaganya pasti akan bertambah berkali-kali lipat.


Dimulai dengan lari mengelilingi markas, lalu melakukan olah raga berat lainnya. Dan terakhir Kai meminta para inti Golden Gladiol untuk masuk ke Hell Room. Ruangan yang sangat dibenci oleh semua inti Golden Gladiol kecuali para Owen, trio Frank dan Taro yang belum mengetahuinya sama sekali. Ini kali pertama bagi mereka.


Satu persatu, mereka mulai berhadapan dengan Kai. Dimulai dari Xander hingga yang terakhir Jackson dan Rey.


Kai melemparkan pedang ke arah Ace, dan Ace menyambutnya dengan bersemangat.


"triiiing"


"triiiing"


Terdengar bunyi suara pedang beradu di ruangan itu. Saking kuatnya suara pedang yang beradu itu membuat yang mendengar duel pedang itu menutup telinga.


Ace semakin bersemangat melawan sang adik, begitu pun dengan Kai ia tidak akan pernah menyerah. Hingga akhirnya pedang milik Ace patah karena serangan bertubi-tubi dari Kai.


Mereka mendapat cukup banyak lebam di tubuh dan wajah mereka. Dan hal inilah hal yang paling dibenci oleh Juan. Wajah rupawannya dihajar habis-habisan oleh Kai.


"Lemah!!"ujar Kai pada semua kakaknya.


Mereka pun sendiri heran, Kai seperti tidak kehabisan tenaga dalam melawan mereka, atau mungkin ini efek dari Anos yang kini telah menyatu dengan sang adik. Ntahlah, yang pasti saat ini tubuh mereka serasa pegal sekarang.


"Baby, ayo pulang!!"ajak Brandon pada sang adik.


"Kalian pulang saja dulu, Kai ada perlu sebentar!!"ujar Kai lalu keluar dari Hell Room.


"Princess, mau ke mana??"tanya Evan.


"Kai ingin ke restoran ngecek pembukuan sebentar, Bang!!"ujar Kai.


"Kakak temani!!"ujar Taro.


"Tidak!!! Kalian pulang saja ke Secret Palace, dan beristirahatlah!!"ujar Kai melanjutkan langkahnya.


Kai segera masuk ke mobilnya, lalu mengendarai mobil itu ke sebuah tempat. Kai memindai tempat itu dengan cermat.


"Berani ngirim mata-mata ke keluarga gue, gue kasih hadiah tidak terlupakan buat kalian!!"gumam Kai.


Kai memakai masker dan juga topi, lalu keluar dari mobilnya mencari tempat yang strategis untuk melakukan aksinya.


Kai memanjat sebuah pohon yang cukup rimbun dan bersembunyi di balik rimbun dedaunan. Kai memasang peralatan pesawat peledak ciptaan terbarunya pada tangan sebelah kiri.


"Let's play!!"gumam Kai mulai mengendalikan pesawat itu dan mengintai melalui Eagle Eye.


"Wah, sebenarnya sayang kalau gue hancurin nilainya pasti ratusan juta ini."ujar Kai.


Kai mulai membidik sebuah gudang, melalui Eagle Eye Kai dapat melihat di dalam gudang itu terdapat ratusan senjata berbagai jenis.


Dan.............


"Duaaaaar"


Gedung itu meledak seketika, hancur berkeping-keping tanpa sisa. Para pengawal berhamburan ke arah gudang itu dan berusaha memadamkan apinya. Kai terkekeh melihat para pengawal yang berlari ke sana kemari mencoba memadamkan api akibat ledakan.

__ADS_1


Kai membidik gudang kedua.


"Hmmm ini lebih menarik, obat-obat dalam jumlah yang banyak, sayang kualitasnya sangat buruk!!"omel Kai sendiri. Lalu dengan santai Kai kembali membidik gudang berisi obat-obatan milik klan BLACK COBRA itu.


"Duaaaaar"


"Duaaaaar"


Kembali terdengar ledakan yang sangat dashyat dari gudang obat-obatan itu. Keadaan di markas penyimpanan senjata dan obat-obatan milik klan BLACK COBRA itu semakin kacau. Kai hanya tersenyum smirk melihat semua itu. Dengan santai Kai melompat turun dari rimbunan dedaunan dan segera masuk ke dalam mobilnya.


Di Secret Palace saat ini.......


Para kakak Kai telah kembali ke Secret Palace dengan keadaan sedikit babak belur, sebagai tanda mata dari latihan fisik tadi.


"Boys, ada apa dengan kalian!!"teriak Oma Emma yang melihat mereka pulang dalam keadaan lebam-lebam.


"Latihan dengan Baby, Oma!!"sahut Alan mendudukkan tubuhnya di atas karpet bulu lalu meluruskan kakinya.


"Astaga, kalian sebanyak ini kalah dengan adik bungsu kalian??"tanya Papa Jacob tidak percaya.


"Pa, satu pun dari kami inti GOLDEN GLADIOL tidak menginginkan latihan di Hell Room. Ruangan itu sesuai dengan namanya, apalagi kalau Adek ikut berlatih dengan kami. Itu hal yang kami hindari dari dulu."ujar Evan menetralkan nafasnya.


"Sebenarnya apa itu Hell Room??"tanya Daddy Aldric penasaran.


"Yang pasti ruangan itu dikelilingi api, Dad. Dipenuhi perangkap dan kita akan berlatih dengan tangan kosong dan juga senjata. Dan stamina Baby yang tidak ada habisnya!!"ujar Ace.


"Aku salut dengan Baby, baru dia yang bisa mengalahkan Kak Ace dalam beradu pedang!!"ujar Jo.


"Maksudmu, Jo??"tanya Papa Jacob.


"Setelah melawan kami dengan tangan kosong, Baby juga mengalahkan Kak Ace dalam beradu pedang dan membuat pedang Kak Ace patah!!"jabar Jo.


"Lalu di mana strong lady kita??"tanya Daddy Aldric.


Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke handphone milik Xander dari Eros yang disuruh oleh Xander untuk mengawasi sang secara khusus.


Setelah melihat isi dari pesan yang ia baca, Xander membelalakkan matanya.


"Princess, berani kau membohongi Abang!!"geram Xander.


"Ada apa, Xander??"tanya Ace penasaran.


Xander melemparkan handphonenya ke arah Ace. Ace pun segera melihat rekaman Kai yang sedang meluluhlantakkan pabrik milik klan BLACK COBRA.


"Baby bersenang-senang sendirian, awas saja nanti akan ku hukum dia!!"kesal Ace kembali menyerahkan handphone milik Xander.


"Ada apa Bang Xander, Kak Ace??"tanya Daichi penasaran.


Xander membagikan pesan yang ia terima tadi pada adik-adiknya. Mereka melotot hebat menyaksikan sang adik dengan santai meledakkan markas musuh mereka.


"Kita akan menghukumnya!!"titah Papa Jacob.


Para Kakak pun mengangguk setuju.


Kembali ke Kai Nararya...........


Kai melajukan mobil tempat selanjutnya. Tempat di mana klan BLACK COBRA menyimpan organ tubuh yang akan mereka jual. Setiba di lokasi Kai memarkirkan mobilnya di tempat yang aman lalu menelpon Hunters yang bertugas di kantor polisi. Kai mengabarkan kalau transaksi jual beli organ tubuh ilegal di markas itu akan segera dilakukan. Kai pun menghubungi para Shadow yang ia tugaskan untuk menyamar sebagai pembeli.


'Shadow, go head!!"


"............"

__ADS_1


Kai mematikan sambungan teleponnya. Dan mengamati dari jauh. Terlihat dua orang Shadow melangkah masuk ke markas milik klan BLACK COBRA. Terlihat di layar Mac book kalau kedua pihak itu mulai melakukan transaksi. Dan.......poooof. Terlihat dua buah mobil polisi tiba di markas itu, beberapa dari anggota polisi menyebar dan mengepung markas itu. Kai memberi kode pada kedua Shadow agar segera meninggalkan area markas.


Keadaan di markas kedua itu pun tak kalah kacau, hampir seluruh anggota klan BLACK COBRA ditangkap dan semua organ tubuh yang ada di sana disita oleh polisi.


"Nice.....!!"ujar Kai menyaksikan drama penggerebekan itu hingga akhir.


"Sekarang mari kita ke tujuan akhir!!"ujar Kai melajukan mobil ke markas BLACK COBRA yang ada di pelabuhan.


Setelah mengendarai mobil selama hampir empat puluh menit Kai akhirnya sampai di tempat yang ia tuju. Markas BLACK COBRA yang terletak di daerah teluk dekat pelabuhan.


"Nah, ini bakalan jadi bagian yang paling seru kayaknya!!"heboh Kai melihat markas yang merangkap pabrik obat-obatan milik klan BLACK COBRA itu.


Kai mulai menjalankan aksinya. Pesawat peledak tadi kembali ia kendalikan untuk meledakkan pabrik dan juga beberapa gudang di sekitar pabrik itu.


Kai membidik sasarannya, dan......


"duaaaaar"


"duaaaaar"


"duaaaaar"


"duaaaaar"


Beberapa kali ledakan besar terjadi dan meluluhlantakkan semua bangunan itu dalam sekejap mata. Dari jauh bisa dilihat besarnya kobaran api dan tebalnya asap hitam yang membumbung tinggi ke angkasa. Kai tersenyum melihat semua itu dari sebuah tebing.


"Ini baru awal, ini sekedar pemanasan untuk orang yang udah berani masuk ke circle keluarga gue!!"ujar Kai sambil duduk di kap mobil melihat kepanikan yang terjadi di pabrik itu.


"Ini adalah sore terindah yang pernah gue lewati, tidak akan ada ampun untuk musuh dan pengkhianat!!"ujar Kai.


Matahari mulai pulang ke peraduannya, meninggalkan cahaya jingga di ufuk barat.


Kai ingin pulang ke Secret Palace setelah puas seharian membuat keributan. Tapi......


"Mumpung di pelabuhan gue ngecek gudang aja sekalian!!"ujar Kai kembali memasang masker dan topinya lalu melaju menuju area pelabuhan. Dan segera menuju ke area Buton Timur area milik Golden Gladiol.


Terlihat beberapa Soldiers dan Hunters berjaga di sana.


Melihat Kai datang, mereka serentak membungkuk memberi hormat pada sang pemimpin.


"Bagaimana??"tanya Kai.


"Aman Kai, pengiriman barang lancar!!"sahut salah seorang Hunters.


"Good!!"ujar Kai lalu berkeliling sejenak memastikan keamanan gudang penyimpanan milik Golden Gladiol. Setelah memastikan semua aman, Kai pun kembali ke pos penjagaan depan.


"Gue balik dulu, Bang!!" ujar Kai.


"Baik, hati-hati Kai!!"jawab mereka bersamaan dan Kai membalas dengan anggukan lalu kembali masuk ke mobilnya.


Mobilnya baru melaju beberapa meter, namun Kai terusik dengan suara gaduh yang berasal dari deretan konteiner.


"Suara apaan ya??"gumam Kai menghentikan mobilnya.


Kai turun dari mobil dengan masih menggunakan masker dan topi lalu perlahan mendekati konteiner yang menimbulkan suara itu.


Kai mengetuknya perlahan.


"Ada orang di luar.....tolong kami....!!"terdengar teriakan minta tolong dari dalam konteiner itu.


"Jangan berisik, nanti ada yang dengar!!"sahut Kai.

__ADS_1


Kai menelpon beberapa orang Shadow untuk membantunya untuk membuka konteiner itu. Pintu kontainer terbuka dan Kai dibuat menganga.....di dalamnya banyak gadis belia dan juga anak-anak kecil yang terlihat sangat memilukan.


__ADS_2