
Pagi ini tidak seperti pagi biasanya. Tidak satu pun penghuni mansion yang menyambut pagi ini dengan semangat. Dady Aldric saat ini duduk sambil memegang jari-jari kecil putrinya. Lalu Opa Matius masuk ke kamar Kai.
"Kau yakin dengan keputusanmu Al??"tanya Opa Matius sekali lagi sebelum Dady Aldric mengucapkan aqad pernikahannya.
"Apa aku punya pilihan lain Pa?? Benar kata Kak Jacob dan Kak Jason saat itu harusnya aku mengusir kedua ular itu dari mansion ini. Sekarang lihatlah Baby menderita karena ketidak tegasanku sebagai seorang ayah Pa"ujar Dady Aldric dengan bahu berguncang karena menangis.
"Baiklah jika kau memang sudah yakin, lalu bagaiman dengan Fanny Al??"tanya Opa Matius.
"Itu masalahnya Pa. Fanny meminta bercerai dariku Pa. Al bingung Pa. Fanny akan membawa anak-anak ke Rusia Pa"ucapnya dengan tangis semakin kencang.
"Hufffff."Opa Matius menghembuskan nafas kasar. Opa Matius sendiri bingung cara membujuk Mommy Fanny agar tidak membawa Kai ke rusia. Bagaimana ia bisa jauh dengan kesayangannya, cucu nakalnya.
Tak lama para bungsu pun masuk ke kamar Kai. Mereka menatap lama pada Dady Aldric yang sesenggukan di pelukan Opa Matius.
"Dad, apa tidak ada jalan lain untuk masalah ini??"tanya Alan menatap penuh harap pada sang Dady yang hanya dibalas dengan gelengan lesu oleh Dady Aldric.
Wajah para bungsu itu semakin keruh. Setelah ini mereka akan terpisah dengan kesayangan mereka. Karena Mommy Fanny akan membawa Kai kembali ke kediaman Adler.
"Bersiaplah, dari pada nanti wanita sialan itu membuat ulah lagi di mansion ini"titah Opa Matius.
Dady Aldric bersiap untuk melaksanakan aqad pernikahannya dengan Aunty Elizabeth. Mommy Fanny hanya memandang sendu ke arah tempat yang akan menjadi saksi suaminya menikahi wanita lain.
Sakit, sesak sekali rasanya tapi ia harus kuat demi sang putri agar segera sembuh. Dunianya telah hancur. Habis tak tersisa. Demi kesembuhan sang putri ia harus rela menukarnya dengan sang suami yang amat ia sayangi. Anak-anaknya yang lain berdiri di samping Mommy Fanny untuk memberikan kekuatan pada sang Mommy begitu pun Oma Emma yang terus menggenggam tangan Mommy Fanny.
"Maafkan Mommy, Fanny. Semua ini harus terjadi pada keluarga kita. Tolong izinkan Mommy ikut denganmu. Mommy tidak bisa jauh dari cucu perempuan Mommy satu-satunya Fan."ujar Oma Emma penuh pengharapan.
"Iya Mom. Mommy bisa ikut dengan kami"jawab Mommy Fanny memeluk sang mertua.
"Mom, kami juga akan ikut Mommy"seru Chayton mewakili suara yang lainnya.
"Tapi bagaimana dengan orang tua kalian. Jangan meninggalkan mereka sendiri di sini boys"ujar Mommy Fanny.
"But Mom"kalimat Jo terpotong oleh suara pembawa acara yang telah memulai acara pernikahan Dady Aldric dan Aunty Elizabeth. Dan Ghina duduk di samping Aunty Elizabeth sembari memandang remeh pada Mommy Fanny.
Sebelum memasuki pembacaan aqad nikah, penghulu bertanya pada para saksi dan tamu.
"Apakah ada yang tidak setuju dengan pernikahan ini??"tanya penghulu tersebut.
Mereka hanya diam tidak bersuara.
"Baik kita mulai ijab Qabul ya!!"kata si penghulu.
Dady Aldric pun menjabat tangan penghulu itu namun......
"Prooook"
"Prooook "
"Prooook "
"Wah ...ada pernikahan rupanya. Maaf kalau Anda-anda terganggu"ucap seorang laki-laki bermata sipit yang datang dengan seorang wanita yang mungkin itu adalah pasangannya.
__ADS_1
"Maaf Anda siapa dan ada keperluan apa ke sini??"tanya Opa Matius yang mengira itu adalah tamu Aunty Elizabeth.
Aunty Elizabeth sendiri yang melihat wajah oriental berdiri bersama Opa Matius merasa ketar ketir, namun ia berusaha untuk menyembunyikannya.
"Maaf jika kedatangan kami mengganggu acara keluarga ini. Perkenalkan saya Yoo Joon dan ini istri saya Ae Ri. Sekali lagi saya mohon maaf terutama pada Nyonya Elizabeth"ucap laki-laki itu dengan senyum devil menatap pada Aunty Elizabeth.
"Kami ke sini untuk bertemu putri kami Kai Nararya. Bisakah kami bertemu dengannya??"tanya Yoo Joon pada Opa Matius.
"Maaf tapi dia saat ini sedang tidak sehat."jawab Opa Matius terlihat sedih.
"Apiya...."
Terdengar dua orang pria seperti memanggil seseorang di luar mansion. Kembali Opa Matius dibuat heran dengan kedatangan dua orang laki-laki yang kira-kira seumuran dengan Ace.
"Maaf, Anda berdua ada keperluan apa datang ke kediaman kami??"tanya Opa Matius.
"Ohh maaf sebelumnya Tuan Owen, kami ke sini ingin bertemu adik kami Kai Nararya. Saya Arjun dan ini Kakak saya Dev."ujar pemuda itu.
"Ini siapa lagi?? Dan bagaimana ia mengetahui margaku"bathin Opa Matius.
"Kai saat ini sedang sakit"jawab Opa Matius singkat.
"Tapi silahkan masuk terlebih dahulu"ajak Opa Matius.
Mereka pun mengikuti Opa Matius masuk ke dalam mansion.
"Siapa orang-orang itu Kak??"tanya Opa Lucifer.
"Mereka mencari Baby, Lu!"jawab Opa Matius.
"Nanti saja kita bahas Lu"jawab Opa Matius.
"Bisa kita lanjutkan ijab kabul ya??"tanya penghulu itu.
"Silakan"jawab Opa Matius.
Saat akan mengucapkan bacaan ijab kabul, kembali mereka dikejutkan suara teriakan seorang gadis yang mereka kenal.
"Appa.......Eomma....."teriaknya.
"Sayang......."balas kedua pasutri itu.
"Bhaiya....."
"Apiya......."sahut kedua pemuda itu.
Kai memeluk mereka satu persatu seolah melepas rindu satu sama lain.
"Baby........!"panggil Kakak-kakak Kai.
"Hai..... semua"ucapnya sumringah.
__ADS_1
Kai melangkah ke arah Dady Aldric.
"Dady ngapain sama Mak lampir ini??"tanya Kai menatap tidak suka dan segera menarik tangan sang Dady dari pegangan penghulu.
"Heh....j*l*ng kecil, Dadymu harus menikahiku. Dia harus bertanggung jawab!!!"bentak Aunty Elizabeth.
"Plaaaaaak"
"Berani mengataiku j*l*ng???"tanya Kai dengan aura menghitam.
"Ayo Dady kita temui Appa, Eomma dan Bhaiya"ajak Kai pada sang Dady.
Dady Aldric masih belum bisa mencerna apa yang baru saja terjadi.
Aunty Elizabeth yang tersulut emosi kembali menarik tangan Dady Aldric untuk melanjutkan prosesi akad nikahnya.
"Al kau harus menikahiku, ingat itu."ancam Aunty Elizabeth.
"Atas dasar apa Dady gue harus nikahin Lo king kong???"tanya Kai.
"Dia harus bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan tadi malam."ujar Aunty Elizabeth kesal.
"Memangnya Dady gue ngapain elo. Apa bikin elo Hamidun??"tanya Kai yang diikuti tawa kakak-kakak Kai.
"Iya dia harus bertanggung jawab sebelum aku benar-benar hamil"ujar Aunty Elizabeth sengit.
"Lo yakin semalam melehoy sama Dady gue??"tanya Kai.
"Apa maksudmu Baby???"tanya Opa Matius.
"Bang Billy....putar"titah Kai.
Video dari EAGLE EYE pun dinyalakan. Terlihat di sana bagaimana Aunty Elizabeth memasukkan serbuk putih ke dalam cangkir teh dan diberikan pada Dady Aldric. Kemudian nampak dengan jelas kalau Aunty Elizabeth memapah Dady Aldric dengan paksa menuju kamarnya.
Tapi video ketika sampai di dalam kamar Aunty Elizabeth sungguh mengejutkan. Alden buru-buru menutup mata sang adik dengan kedua tangannya. Karena yang melehoy dengan Aunty Elizabeth bukan Dady Aldric tapi seorang laki-laki berbadan kekar. Rekaman itu pun di pause.
Kai tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Aunty Elizabeth yang kelihatan kacau setelah melihat rekaman itu.
Tapi seolah tidak kehabisan akal Aunty Elizabeth kembali melawan Kai.
"Dadymu tetap harus menikahiku sebagai balas budinya karena aku telah menyelamatkan nyawanya."sengit Aunty Elizabeth lagi.
"Yakin, Lo yang nyelametin Dady gue??"tanya Kai santai sambil mengemut Lollipopnya.
"Bang Billy....putar!!"titah Kai pada seorang laki-laki melalui earphonenya.
Di video kedua terlihat seorang wanita yang menyelamatkan seorang laki-laki dari tembakan lawannya. Wajahnya memang tidak terlihat tapi dari gestur tubuhnya semua orang tau siapa wanita itu. Namun sayang wanita itu malah tertembak di bahu kanannya.
Sontak Dady Aldric menatap ke arah Mommy Fanny dan melangkah ke arahnya.
"Kenapa kau diam saja Honey??"tanya Dady Aldric pada Mommy Fanny.
__ADS_1
"Aku harus bicara apa, wanita itu terlebih dahulu mengaku kalau dia yang menyelamatkanmu. Dan saat itu aku memang tidak memiliki urusan denganmu Al. Yang kulakukan saat itu semata-mata sekedar rasa kemanusiaan"jelas Mommy Fanny pada Dady Aldric.
Hancur sudah semua rencana yang telah disusun secara matang oleh Aunty Elizabeth dan Ghina. No more trick.....dud..