Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Giorgino Frederick Alexander


__ADS_3

Para orang tua itu sedang sibuk membicarakan masa lalu masing-masing, sedangkan Kai saat ini tengah duduk di pagar pembatas mansion Syam menatap keindahan malam kota Kuala Lumpur. Pikirannya masih kacau mengingat cerita masa lalu sang ibu. Betapa banyak luka yang ditorehkan laki-laki bernama Erick itu pada sang ibu. Hanya demi sebuah ambisi gila laki-laki itu sampai hati menyakiti sang ibu. Air mata luruh, jika saja ia ketahui wajah laki-laki itu maka saat ini juga akan membabat habis laki-laki itu. Namun sayangnya tidak ada petunjuk mengenai rupa wajah laki-laki jahanam itu. Kai masih menangis, air matanya jatuh tanpa diundang tanpa suara.


Sejenak dia terpikir akan ucapan Syam yang mengatakan kalau laki-laki itu pernah datang ke SY company untuk membatalkan kerja sama. Berarti di rekaman cctv Kai bisa melihat wajah laki-laki itu.


"Aghhhhhhhhh bego banget gue!!"umpat Kai lalu masuk ke ruang keluarga tempat para tetua sedang berbincang.


"Pa.....!!"panggil Kai pada Syam.


"Ada apa, Mochi??"tanya Syam.


"Papa bilang laki-laki itu pernah datang ke SY company untuk membatalkan kerja sama dengan kalian bukan?? Berarti wajahnya pasti terekam di salah satu cctv perusahaan bukan??"tanya Kai.


Semua terdiam mendengar pertanyaan Kai.


"Tentu!!"jawab Syam.


Kai mengeluarkan laptopnya, dia akan meretas cctv milik SY company. Tak lama Kai sudah masuk ke dalam penyimpanan cctv itu.


Kai mengecek satu per satu rekaman pada bulan kematian sang Daddy. Dan akhirnya di cctv yang ada ruangan Syam yang lama terlihatlah wajah laki-laki itu.


"Pa apa ini laki-laki itu??"tanya Kai memperlihatkan wajah laki-laki yang memakai jas yang sama dan juga gelang giok hijau milik sang Bubu di hari kematian sang Daddy.


"Benar ini orangnya, dia mengaku bernama Alexander!!"jawab Zack terlihat kesal.


"Opa bukankah orang ini Giorgino Frederick Alexander?? Orang yang berniat Daddy hati itu??"kata Kai dengan mata nyalang.


"Benar ini Giorgino Frederick Alexander!!"sahut Opa Matius.


"Kai akan segera melenyapkan laki-laki ini Opa, baj*ngan ini harus mati di tangan Kai. Dia harus mati seperti apa yang ia lakukan pada Daddy."kata Kai mencoba menguasai emosinya saat ini.


Semangat itu di kediaman Alexander.....


"Suamiku, apa kau tidak ingin menjenguk Berta dan Amber??"tanya Sofia pada sang suami.


"Untuk apa menjenguk mereka toh mereka tidak ada gunanya lagi!!"sarkas laki-laki itu.


"Plaaaaak"

__ADS_1


"Semua ini terjadi karena ulahmu, seandainya kau tidak membawa serta putriku dalam ambisimu mereka tidak akan seperti ini!!"ujar Nyonya Sofia dengan tubuh gemetar dan air mata yang terus jatuh ke pipinya.


"Kurang ajar!!"


"Bughhhhh"


Laki-laki dengan tidak berperasaan melayangkan sebuah pukulan ke perut istrinya.


"Aghhhhhhhhh"


"Ma,......!!"teriak ke tiga anak laki-lakinya.


"Dasar tidak berguna!!"desis laki-laki itu pergi melangkah pergi meninggalkan mansion itu.


"Mama nggak apa-apa??"tanya Jayden si sulung.


"Mama nggak apa-apa, nak!!"kata Nyonya Sofia pada anak-anaknya.


"Ayo kami antar Mama ke kamar!!"kata Rion kembaran Rian.


Keempatnya mengantarkan Nyonya Sofia menuju kamarnya. Lalu membaringkan wanita yang mereka sebut Mama itu dengan pelan.


"Tunggu Mama ingin mengatakan sesuatu pada kalian, nak. Duduklah!!"kata Nyonya Sofia pada ke tiga remaja itu.


"Ada apa, Ma??"tanya si bungsu Rion.


"Tutup pintunya!!"kata wanita itu lagi dan si bungsu pun menutup pintu kamar sang ibu.


"Nak, kalian harus mengetahui satu rahasia mengenai siapa kalian dan siapa ibu kandung kalian!!"kata wanita itu mengambil sebuah buku di laci meja nakasnya dan menunjukkan sebuah foto wanita berparas sangat cantik dan sepertinya itu wanita keturunan Jepang.


"Ini ibu kandung kalian, Himawari Aina. Kalian dilahirkan oleh dalam keadaan yang sangat memprihatikan di bawah tekanan Papa kalian. Bahkan Papa kalian tidak memberikan sebuah ikatan suci pada ibu kalian hanya karena nafsunya yang sangat besar karena menginginkan seorang bayi perempuan dari ibu kalian. Namun sangat disayangkan takdir tidak mengizinkan itu dan malah memberikan Papa kalian tiga anak laki-laki. Yaitu kalian. Karena tidak kunjung mendapat anak perempuan Papa kalian semakin menjadi menyiksa Ai."kenang Nyonya Sofia dengan air mata membasahi pipinya. Ke tiga remaja itu sangat marah mendengar semua itu, tangan mereka terkepal dan rahangnya mengetat menahan emosi di dada mereka


"Lalu di mana dia sekarang Ma, kenapa dia meninggalkan kami di neraka ini??"tanya Rian yang sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.


"Dia tidak meninggalkan kalian, nak. Mamalah yang menyuruhnya melarikan diri Mama tidak sanggup melihatnya diperlakukan layaknya budak oleh Papa kalian. Jika saja kalian melihat keadaanya sewaktu itu, Mama yakin kalian akan mengakhiri hidup Giorgino baj*ngan itu."kata Nyonya Sofia penuh emosi.


"Seburuk itukah nasib ibu kami, Ma!!"ujar Jayden disela tangisnya.

__ADS_1


'Bahkan Papa kalian ingin menjual kalian karena menganggap kalian tidak berguna sewaktu bayi, namun Mama mencegahnya dengan alasan kalian adalah keturunan klan Yakuza."jawab Nyonya Sofia.


"Jadi kami keturunan Yakuza, Ma.??"tanya Rion tidak percaya.


"Iya, klan keluarga kalian merupakan klan Yakuza terkuat, tapi mereka tidak memiliki keturunan perempuan dan otomatis jika lahir seorang bayi perempuan dari ibu kalian maka bayi itu akan menjadi ratu di klan itu menggantikan ibu kalian, nak!!"jelas Nyonya Sofia.


"Lalu apa ibu kami masih hidup, Ma??"tanya Jayden.


"Itu yang Mama tidak tau, nak. Hanya satu pesan Mama. Cari adik perempuan kalian satu-satunya. Jika Papa kalian yang mendapatkannya lebih dahulu maka ia akan bernasib sama dengan Berta, Amber dan Alicia. Kalian tentu tidak mau bukan adik kandung kalian berakhir seperti mereka. Maka dari itu carilah dia nak. Dia satu-satunya saudari kalian. Jika sudah bertemu tolong sampaikan permintaan maaf Mama padanya karena terlambat menolong ibu kalian. Dan jagalah dia dengan baik, jangan sampai Papa kalian mendapatkannya!! Apa kalian paham??"kata Nyonya Sofia.


"Iya, Ma. Kami akan segera mencarinya. Tapi apa ada petunjuk mengenai adik kami, Ma??"tanya Jayden.


"Maaf, Ai tidak memberi tau Mama mengenai itu. Terakhir ia menghubungi Mama mengatakan kalau dia sudah menikah dengan pria yang berasal dari Rusia dan melahirkan adik kalian dan berniat segera menjemput kalian bertiga, tapi setelah itu komunikas kami putus, nak!!"kata Nyonya Sofia.


"Baiklah, Ma. Mama istirahat dulu ya!!"kata Jayden pada Nyonya Sofia.


"Dan terima kasih Ma, sudah merawat kami sejak kecil."ujar Jayden tulus lalu memeluk Nyonya Sofia dan diikuti oleh si kembar Rian dan Rion.


"Ingat pesan Mama jangan sampai Papa kalian tau akan hal ini!! Jaga adik kalian baik-baik cukup Amber dan dua adikmu lainnya yang menjadi boneka Papamu!!"peringat Nyonya Sofia.


"Baik, Ma!!"sahut ke tiganya bersamaan.


Ke tiganya melangkah keluar dari kamar Nyonya Sofia lalu masuk ke kamar si sulung.


"Bang, jadi kita ini adalah anak yang tidak diinginkan oleh baj*ngan itu!!"ujar si bungsu Rion.


"Lahir di luar pernikahan!!"kekeh Rian menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.


"Mau bagaimana lagi semua sudah terjadi, sekarang tugas kita menjaga adik terakhir kita sesuai pesan Mama pada kita!!"jawab si sulung.


"Tapi kita akan mulai mencari dari mana Bang??"tanya Rion.


"Hmmmmmm ntahlah."katanya dengan nada frustasi.


"Jika kita menggunakan orang-orang Papa, itu sama saja kita memasukkan adik kita ke lubang kematian."kata Rian.


"Benar, kita lakukan sendiri. Hanya kita lagian gue udah muak ama laki-laki baj*ngan itu!!"sahut Rion.

__ADS_1


Kemudian ke tiganya hanyut dengan pikiran masing-masing dan tak lama mereka pun tertidur.


__ADS_2