Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Penghancuran Dimulai


__ADS_3

Setelah mengganti pakaian masing-masing mereka berkumpul di ruang keluarga milik keluarga Adler.


"Jadi hal apa yang membuatmu datang ke sini secara tiba-tiba, Mi Amore?"tanya Uncle Pedro.


"Uncle, perkenalkan dulu mereka bertiga Kakak Kai tiga anak Bubu yang lainnya."ujar Kai memperkenalkan ke tiga Kakaknya.


"Jadi kalian yang waktu itu ingin dijemput oleh mendiang Kakak ipar kami!"kata Uncle Pablo pada ke tiga remaja laki-laki itu.


"Kak, ini Uncle Pablo dan Uncle Pedro adik mendiang Daddy Max ayah kandung Kai!"kata Kai pada ke tiga Kakaknya.


"Uncle, maaf karena ayah kami telah banyak melakukan hal buruk pada kedua keluarga ini!"kata Jayden dengan kepala tertunduk dan air mata yang perlahan mengalir.


"Kalian tidak ada sangkut pautnya dengan semua itu, jika saja Kakak ipar sempat mengatakan di mana kalian saat itu tentu Kak Ian dan kami akan langsung mengambil kalian dari bajingan itu."kata Uncle Pablo geram mengingat bagaimana sang Kakak meninggal dengan keadaan tragis apalagi itu di depan putri satu-satunya keluarga itu.


"Jadi dari mana kalian tau jika imouto-san adalah adik kalian?"tanya salah satu Kakak sepupu mereka.


"Kami baru saja mengetahui jika kami bukanlah anak kandung Mama Sofia, lalu beliau menceritakan siapa ibu kandung kami dan juga mengatakan kalau kami memilki seorang adik perempuan dari ibu yang sama dan sedang diincar oleh Papa. Mama menyuruh kami untuk segera mencari tau keberadaannya dan membunyikannya dari Papa. Sore itu kami pergi ke sebuah restoran dan secara tidak sengaja kami menabrak Adek. Lalu foto ibu jatuh dari dompet kami dan Adek menanyakan dari mana kami mendapatkan foto yang merupakan foto ibunya itu. Dari sanalah kami tau kalau dia adalah adik yang sedang kami cari!"jelas Jayden.


"Untuk apa baj*ngan itu mengincar Mi Amore?"tanya Uncle Pedro.


"Dia akan menjadikan Adek sebagai alat untuk mewujudkan obsesi dan ambisinya untuk menaklukan setiap klan mafia yang ada."jawab Rian.


"Laki-laki baj*ngan itu harus cepat dibinasakan!"kata Papa Hideaki.


"Kau benar, jika berlama-lama maka keselamatan Musume dan ke tiga Kakaknya semakin terancam. Laki-laki itu benar-benar tidak waras!"tambah Papa Harada.


Tiba-tiba orang yang sedang mereka perbincangkan menghubungi Jayden via vc.


"Apa lagi?"


"Cepat pulang, persiapkan dirimu dan juga kedua adikmu. Kita akan menyerang Yamaguchi dan juga the Owen!"


Jayden mengepalkan tangannya.


"Kami tidak akan ikut!"


"Jika kalian menolak aku akan menghabisi wanita!"


Terlihat seorang wanita yang telah babak belur, dengan jambakan kuat pada rambutnya.


"Jangan nak, jangan menyerang keluargamu sendiri. Cukup keluarga Mama saja yang sudah dihancurkan laki-laki brengs*k ini!"


"Plaaaaak"


"Hentikan!"teriak Rion merampas handphone itu.


"Pulang sekarang juga dalam waktu 10 menit kalian harus sampai di sini!"


"Jangan Nak, bajingan ini telah membunuh ke tiga adik kalian. Sekarang lakukan perintah Mama jika kalian memang menyayangi Mama. Lakukan permintaan terakhir Mama kemarin, Nak!"


Terlihat wajah wanita itu sangat memohon pada laki-laki yang sedang melakukan panggilan video dengannya.

__ADS_1


"Iya, kami pasti melakukan perintah Mama!"


"Baik, jaga diri kalian baik-baik. Ingat jangan menyerang keluarga kalian sendiri. Jangan sia-siakan semua perjuangan ibu kalian dulu."


"Baik, Ma!"sahut ke tiganya mengangguk.


Tiba-tiba wanita itu merampas senjata yang sedang dipegang oleh laki-laki bertubuh tegap itu namun.....


"Dooooooor"


Terlihat sebuah tembakan tepat mengenai dada wanita itu hingga seketika ia tubuh ke lantai.


"Ma.........!"pekik ke tiga remaja laki-laki itu dan ambruk ke lantai.


Kai dan yang lainnya bergegas menopang tubuh ke tiga remaja laki-laki itu.


"Kau sama bodoh dan tidak bergunanya dengan ke tiga anak itu. Kenapa harus ke tiga anak tidak berguna itu yang menjadi putraku!"


Terdengar ocehan laki-laki itu dan masih terdengar oleh semua orang yang ada di ruangan itu.


Karena emosinya tidak terbendung lagi, Jayden melempar handphonenya hingga hancur tidak berbentuk.


"Aghhhhhhhhh.....aku akan membunuhmu, baj*ngan."teriak Jayden histeris.


"Mama......!"lirih si kembar yang terisak dipelukan Grandpa Yamaguchi dan Uncle Pedro.


Sedangkan Jayden dipeluk oleh sang adik, Kai.


Suasana saat ini benar-benar kacau, ke tiga laki-laki itu ingin segera terbang ke Indonesia namun dicegah oleh Kai.


"Kakak akan melenyapkan laki-laki itu, dia sudah terlalu banyak membuat luka dalam hidup kita, Dek!"ujar Jayden.


"Kak, laki-laki itu bukan lawan Kakak saat ini dia bekerja sama dengan beberapa klan. Kakak hanya akan mengantarkan nyawa jika datang menemuinya saat ini. Dan lagi lakukanlah permintaan terakhir mendiang Mama Kakak. Dia sudah berkorban sejauh ini!"kata Kai dengan nada lembut.


Jayden menatap netra sang adik. Begitu menangkan serta hidung dan dagu yang sangat mirip dengan mendiang sang ibu, Himawari Aina.


"Lalu kita harus apa, mereka akan menyerang Yamaguchi dan the Owen sekarang. Kakak tidak ingin laki-laki itu mati di tangan yang lain dia harus mati di tangan Kakak."ujar Jayden.


"Kita akan melakukan itu bersama, Jayden!"kata Hitoshi dengan dengan mata dipenuhi kilat amarah.


"Ya, kita akan lakukan bersama, laki-laki itu akan mati di tangan keturunan Yamaguchi tidak di tangan yang lain."kata Kai dengan netra mata yang berubah warna menjadi semerah darah.


Kai menelpon semua ketua di masing-masing markas cabang untuk bersiaga di marga cabang milik Yamaguchi dan the Owen. Lalu menelpon Xander dan Ace.


"Hallo, Bang Xander!"


".............."


"Nanti aja kalau Lo mau marah, ON FIRE. Now!!"


"............."

__ADS_1


"Yamaguchi dan the Owen!"


"................"


"BLACK COBRA, RED DEVILS dan Watanabe!"


"..............."


"Jadikan abu!"


".............."


Lalu kami memutuskan sambungan telepon itu.


"Kau menghubungi siapa, Ma Cherie??"tanya Uncle Pablo.


"Petinggi GOLDEN GLADIOL, kita akan pesta besar-besaran kali ini. Kita akan menyapu rata klan-klan perusak itu!"kata Kai.


"Pa, hubungi tiap markas Yamaguchi siapkan mereka sekarang dan bersiap dengan kedatangan GOLDEN GLADIOL sebagai back up team."kata Kai.


Ke empat pemimpin cabang klan Yamaguchi itu menghubungi markas masing-masing dan menginteruksikan apa yang Kai katakan tadi.


"Kami juga akan ikut, saatnya membalas kematian Maximilian Lucius Adler!"kata Twins Uncle.


"Tentu saja kalian harus ikut!"kata Kai.


Sedangkan Jayden dan Twins R hanya mendengar dan menyimak apa yang sedang adik mereka rundingkan. Satu hal yang pasti mereka sangat terkejut saat tau jika sang adik adalah ketua dari klan Psycopat itu.


"Kak, kita akan menunggu mereka di markas pusat Yamaguchi, pasti laki-laki brengs*k akan ke sana mencari Grandpa!"kata Kai pada ke tiga Kakaknya.


"Baik, kami akan ikut!"sahut ke tiganya.


Di mansion the Owen........


"Bang ada apa?"tanya William yang sangat hafal dengan perubahan mimik wajah Xander itu.


"On fire!"ujar Xander.


"Apa? Siapa ? Kapan?"tanya Bryan kaget.


"Yamaguchi dan the Owen, sekarang!"kata Xander.


"Tunggu, apa maksudnya ini?"tanya Daddy Aldric tidak paham.


"Princess menyuruh semua anggota GOLDEN GLADIOL bersiaga dan berangkat ke tiap markas cabang Yamaguchi dan the Owen. Ke tiga klan itu sudah mulai bergerak. Sedangkan bungsu kalian berangkat ke Jepang dengan Abang. Sisanya di sini membantu para Daddy. Attarfa dan Uncle Frank utamakan keselamatan Mommy, bawa mereka ke ruangan yang telah disediakan Princess!"titah Xander.


"Baik."keduanya pun langsung bergerak.


"Semuanya kami berangkat dulu, Princess sudah dalam perjalanan ke Jepang!"kata Xander.


"Ingat jaga adik kalian, bawa dia pulang dalam keadaan selamat!"titah Opa Matius.

__ADS_1


"Baik Opa!"sahut mereka serentak lalu bergegas berangkat menuju bandara.


"BLACK COBRA, saatnya kalian menyusul keluargaku!!"bathin Xander dengan mata menatap tajam ke depan.


__ADS_2