Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Pertempuran yang Sengit


__ADS_3

Xander dan para Prince sudah terlebih dahulu sampai di Jepang karena jarak tempuh yang lebih dekat. Mereka telah bersiaga di markas pusat Yamaguchi. Sedangkan para anak-anak Tuan Yamaguchi telah kembali ke wilayah kekuasaan masing-masing. Tiga jam kemudian pesawat yang membawa Kai, Tuan Yamaguchi, Twins Uncle dan ke tiga Kakaknya mendarat di landasan milik keluarga Yamaguchi.


Xander dan para bungsu the Owen bergegas menghampiri mereka. Namun tiba-tiba saja Alan, Benjiro, Daichi dan Jo menunjukan reaksi permusuhan pada ke tiga remaja laki-laki yang berjalan di belakang Kai.


"Bang, stop jangan ribut sekarang!"kata Kai mencoba menenangkan Kakaknya Alan.


"Princess, jelaskan!!"titah Xander.


"Merekalah ke tiga Kakak kandung Kai yang selama ini dicari Grandpa Bang, dan mereka juga lagi nyari keberadaan gue!"jelas Kai secara singkat.


Para Kakak Kai sangat terkejut mendengar fakta itu. Lawan mereka, musuh bebuyutan selama ini ternyata adalah bagian dari mereka juga. Terus terang itu sangat membuat shock mereka semua apalagi Benjiro dan Daichi.


"Nanti kita bahas, sekarang siapkan penyambutan pada ke tiga klan itu. Saat ini semua harus rata dengan tanah, tidak boleh ada satu pun yang selamat keluar dari sini!"kata Kai dengan nada tegas.


"Siapkan Hunter dan Shadow untuk mengawasi sekitar!"titah Kai.


"Baik, Kai!"


Mereka mulai mengatur strategi dan posisi untuk menyambut kedatangan ke tiga musuh bebuyutan dua klan itu.


"Kakak yakin akan ikut dalam pertempuran ini?"tanya Kai pada ke tiga kakaknya.


"Iya, tentu kami harus ikut, laki-laki baj*ngan itu harus mati di tanganku!"ujar Rion berapi-api.


Para bungsu the Owen merasa aneh dengan sikap tiga Alexander itu siapa yang ingin mereka habisi? Pikir mereka.


"Baiklah, kenakan ini!"kata Kai memberikan rompi anti peluru pada ke tiga Kakaknya itu.

__ADS_1


Strategi sudah diatur dan mereka sudah di posisi masing-masing untuk bersiap menyambut kedatangan ke tiga klan pengacau itu.


Tidak lama terdengar suara gerombolan mobil dan motor sampai di markas pusat Yamaguchi. Terlihat ke tiga pemimpin klan pengacau itu berjalan dengan angkuh di tengah halaman markas Yamaguchi. Siapa lagi kalau bukan Mc Cullen, Alexander dan Watanabe.


Grandpa Yamaguchi tentu saja berdiri paling depan karena ia adalah seorang pemimpin tertinggi klan itu dan diiringi ke tiga Kakak Kai.


"Wah, kalian sudah di sini rupanya bagus ternyata kalian tidak sebodoh yang Papa kira!"ujar Tuan Giorgino Frederick Alexander pada ke tiga anaknya.


Namun sayang ke tiga putranya hanya diam tidak menyahut perkataan sang ayah, mata ke tiganya hanya memancarkan aura permusuhan dan aura penuh kebencian.


"Mereka anak-anakmu, Gio?"tanya Tuan Watanabe pada Tuan Alexander.


"Ya, mereka juga adalah cucu kandung dari ketua Yamaguchi!"jawab Tuan Alexander dengan wajah angkuhnya menatap ke arah Grandpa Yamaguchi.


"Gue malu lahir sebagai keturunan Lo!"bentak Rion dengan nada tinggi.


"Jangan membuang waktu, Gio. Sebaiknya kita segera melakukan penyerangan ini!"ujar tuan Mc Cullen yang sudah tidak sabar ingin menghancurkan klan Yamaguchi dan juga the Owen.


"Serang.......!"teriak tuan Watanabe tidak ingin membuang waktu lagi.


Kai dan para bungsu the Owen serta para Soldiers Golden Gladiol saat ini memantau dari jauh pertempuran sengit itu. Hampir di seluruh bagian markas Yamaguchi terdengar suara tembakan, pukulan, tebasan pedang dan katana juga suara rintihan akibat patahan tulang dari masing-masing pihak.


Saat keadaan semakin memanas Kai memberi interupsi pada semua anggota Golden Gladiol untuk bersiap.


Terlihat netra matanya telah berubah menjadi hitam sempurna begitu lun dengan para Kakaknya.


Anos telah menguasai mereka sepenuhnya.

__ADS_1


"GG....... Attack!"teriak Kai hingga memberi aba-aba pada GOLDEN GLADIOL untuk segera berbaur dalam pertempuran itu.


Melihat kedatangan klan Psycopat itu seketika nyali ke tiga klan perusuh tadi menjadi ciut, siapa yang tidak tau dengan sepak terjang klan itu. Dan tidak pernah sekalipun mereka membawa pulang kekalahan dalam setiap kegiatan adu jotos mereka.


Pertarungan semakin sengit begitu dengan para anggota ke tiga klan itu dibabat habis oleh para anggota Golden Gladiol terutama karena kebrutalan kaki tangan Anos. Terlihat sekali jika mereka sangat haus darah.


Kai berusaha dengan cepat menembus pertahanan Watanabe Makoto. Ia ingin melakukannya dengan cepat. Tanpa belas kasihan kedua katana Kai dengan lincah menebas, dan memenggal leher para musuhnya. Tidak ada celah untuk melawan tidak ada ampun untuk para musuh dan tidak ada jalan untuk melarikan diri dari tebasan katana milik Kai. Hingga akhirnya Kai berhasil face to face dengan Watanabe Makoto.


"Siapa kau? Kenapa ikut campur dalam pertarungan ini?"bentak Watanabe Makoto pada Kai.


"Gue? Lo nanya gue siapa? Gue cucu Yamaguchi Haruto ketua Golden Gladiol dan maut Kakak tertua Lo!"ujar Kai dengan tatapan remeh ke arah Watanabe Makoto.


"Apa....? Kau yang telah membunuh Kakakku?"geram Watanabe Makoto dan langsung membabi buta menyerang Kai.


Kai dengan senang hati tentu akan menerima serangan itu dan membalasnya dengan "indah".


Saat melihat netra mata Kai, aura ketakutan seketika menguasai Watanabe Makoto. Mata itu adalah mata iblis milik Anos. Iblis legenda dalam dunia Yakuza Jepang. Raja dari segala iblis yang kejam, brutal dan bengis. Jangan menatap matanya ketika sedang berinteraksi dengannya, karena mata Anos adalah mata yang dapat memanipulasi dan juga membaca isi pikiran lawannya.


Konsentrasi Watanabe Makoto seketika hilang, dengan mudah Kai menebas tubuh Watanabe Makoto hingga menjadi tiga bagian. Dan itu disaksikan oleh para anggota klan Watanabe.


Kai meneruskan aksi tebas menebasnya begitu pun dengan para Kakaknya yang lain.


Di sisi lain Xander berusaha agar bisa menembus pertahanan Tuan Alexander. Laki-laki yang telah membantai keluarganya dengan kejam. Kilatan dendam dan amarah terlihat jelas di mata laki-laki beriris amber itu.


Sedangkan di belahan dunia lain pertempuran yang tak kalah sengit sedang berlangsung. Namun karena semua markas milik Yamaguchi dan the Owen di back up oleh Golden Gladiol tentu saja dengan mudah penyerangan itu dapat mereka patahkan bahkan para Hunter telah meledakkan markas para perusuh itu ketika mereka larut dalam penyerangan itu.


Di markas utama the Owen sendiri saat ini keadaannya sungguh sangat mengerikan, darah dan potongan tubuh berceceran di mana-mana. Sedangkan anggota the Owen dan Golden Gladiol hanya mengalami beberapa luka. Mereka melakukan kesalahan besar karena berani menyerang klan yang berada di bawah perlindungan Golden Gladiol dan juga the Brontes.

__ADS_1


__ADS_2