
Ke empat mobil sports yang dikendarai Kai bersaudara baru saja memasuki gerbang markas Golden Gladiol. Semua pengawal menunduk hormat pada sang ketua. Ke enam remaja Owen itu pun melangkah menuju ruang medis tempat Erlang sedang dirawat saat ini. Namun baru saja sampai di pintu masuk Alan dan trio Frank sudah menyambut kedatangan enam saudaranya itu.
"Bagaimana dengan tugas kalian??"tanya Kai pada tim Alan cs.
"Clear!!"jawab Alan.
Kai pun mengangguk-angguk paham.
"Lalu Bang Erlang??"tanya Kai lagi.
"Dia sedang istirahat, Benjiro juga memberi obat tidur padanya. Sepertinya ia sangat kehilangan tenaga!!"ujar Melvin.
"Saat keadaanya membaik kita akan memindahkannya ke markas Zeus. Tuan Dellano Roosevelt akan menjemputnya di sana!!"ujar Kai dan diangguki oleh semua kakaknya.
Mereka melangkah ke ruang medis untuk menjumpai Benjiro yang masih mengamati perkembangan Erlang.
Di markas BLACK EAGLE...........
Tim yang dipimpin oleh Papa Jacob saat ini juga sedang berpesta dengan anggota klan BLACK EAGLE. Prince, Dallen, William, Dom, Steven, David dan Edward menghajar musuh tanpa belas kasihan. Katana dan belati mereka diayunkan dengan begitu lincah hingga gerakan mereka kadang tidak terlihat sama sekali.
"Jleeeeb"
"Crassshhhhhhh"
"Buuugghhhh"
"Aghhhhhhhhh"
Hanya itu suara yang terdengar di ruangan markas itu. Namun pada pertempuran pertama mereka sebagai anggota utama Anos, mereka merasakan kekuatan yang begitu besar pada tubuh mereka, juga kepekaan yang semakin tinggi serta kelincahan dalam setiap gerakan mereka. Ketajaman mata, penciuman serta pendengaran mereka juga semakin jauh meningkat. Hingga tak satu gerak gerik musuh yang lepas dari pengamatan mereka.
Walaupun jumlah kedua sangat imbang, ditambah lagi senjata yang dipakai pihak lawan lengkap tidak membuat para Soldiers Golden Gladiol gentar karena mereka juga dilatih untuk bertempur dan bertahan di saat kondisi terburuk. Justru hal itu membuat insting liar mereka semakin meningkat untuk menghancurkan musuh hingga ke akar-akarnya. Dan lagi ada empat anggota yang mengawasi mereka dari blind spot.
"Gubraaaaaaaak"
Terdengar bunyi sebuah pintu ditendang dengan begitu kuat hingga pintu itu terlepas dari engselnya.
"Siapa kau??"tanya Michael Al Barca ketua BLACK EAGLE.
"Aku, siapa aku?? Aku adalah Jacob Matius Owen dan aku mungkin akan menjadi malaikat mautmu!!"jawab Papa Jacob acuh kemudian membakar rokoknya.
"Kami tidak memiliki urusan dengan Golden Gladiol kenapa kalian menyerang kami??"tanya Michael panik.
__ADS_1
"Kau bekerja sama dengan Ronney Abraham untuk melenyapkan putriku, Kai Nararya Lucifer Owen Yamaguchi!!"kata Papa Jacob menekan setiap kata yang menyebutkan nama Kai.
"Lucifer Owen???? Aku rasa itu pantas karena kalian telah membunuh calon istri sepupuku, Ghina Allarick."tukas Michael Al Barca mencoba menghalau rasa takutnya.
"Kami tidak pernah membunuhnya, tapi memang kami menyerahkannya pada orang yang telah mereka hancurkan. Wajar bukan mata dibalas mata, nyawa dibalas nyawa??"kata Papa Jacob mematikan rokoknya lalu menembakkan senjata berisi obat bius pada Michael Al Barca.
Michael Al Barca terlambat membaca gerakan Papa Jacob hingga akhirnya jatuh tak sadarkan diri. Tak lama Prince dan Edward muncul di pintu usai menghabisi semua musuhnya.
"Bagaimana Pa??"tanya Prince.
"Done!! Bawa dia ke markas Zeus!!"ujar Papa Jacob lalu meninggalkan ruangan itu.
Usai pertempuran sengit itu, para Soldiers meledakkan markas itu beserta anggotanya baik yang sudah tewas atau pun sekarat. Sadis memang namun tidak ada tempat bagi musuh dan pengkhianat bagi Golden Gladiol.
Di Meksiko dan Brazil..........
Setelah menempuh perjalanan hampir dua puluh satu jam akhirnya dua jet pribadi yang membawa dua tim itu pun sampai di negara tujuan masing-masing.
Tanpa membuang banyak waktu Papa Arthur dan Ace segera melakukan penghancuran markas cabang milik BLACK EAGLE dan BLACK WOLF. Perlawanan di kedua markas itu tidak kalah sengit dengan kedua markas utama mereka. Hanya saja mereka mendapat sedikit keuntungan karena kedua markas itu ternyata adalah gudang penyimpanan senjata dan obat-obatan mereka. Billy dan Ernest mengintruksikan pada para Soldiers untuk memindahkan barang-barang itu ke markas cabang Golden Gladiol lalu mereka pun meledakkan kedua markas itu dan segera kembali ke markas utama Golden Gladiol di Indonesia.
Dua hari pasca penyerangan ke markas musuh tim Opa Matius dan tim Papa Jacob telah kembali ke markas Zeus, karena Kai mengintruksikan pada mereka untuk berkumpul di sana. Para tetua itu pun langsung dihadapkan dengan urusan perusahaan mereka yang telah ditinggalkan beberapa saat.
Dan hari ini pun adalah hari kepulangan dua tim lainnya ke markas Zeus.
"Clear, Papa sendiri??"tanya Papa Jacob singkat.
"Papa has never been this satisfied, Son!!"sahut Opa Matius.
"Lalu apa ada kabar dari para bungsu??"timpal Opa Lucifer bergabung dengan Kakak dan keponakannya.
"Not yet, Dad!!"jawab Papa Jacob mengutak atik handphone miliknya.
"Aku yakin mereka akan berhasil, Lu!!"ujar Opa Matius.
"Aku pun yakin begitu Kak, hanya aku kangen dengan cucu nakalku!!"ujar Opa Lucifer menyenderkan tubuhnya.
"Kau benar, Dad. Belakangan waktu kita bersama Baby semakin berkurang apalagi semenjak Baby mengurus perusahaannya."ujar Papa Jacob.
Saat para tetua sedang sibuk menggosipkan Kai, yang digosipkan saat ini sudah berada di depan gerbang markas Zeus. Para pengawal membukakan pintu gerbang saat mengetahui anak dan para cucu dari Tuan mereka datang.
Para Soldiers Golden Gladiol membawa Erlang ke markas Zeus karena saat ini keadaanya telah mulai membaik.
__ADS_1
Dan hari ini pun Tuan Dellano Roosevelt akan menjemput cucu satu-satunya itu di markas Zeus, sebagaimana kesepakatannya dengan Kai aka Lady Chucky.
Saat memasuki area markas Zeus, Kai mengacungkan jari tengahnya ke arah cctv lalu menembaknya hingga hancur.
Para tetua dan anggota inti Anos terkejut mendengar suara tembakan dari dalam markas itu.
"Opa, ada apa??"tanya Edward.
"Opa belum tau, ayo kita cek!!"kata para tetua itu dan berlari ke luar markas.
"Baby, apa yang kau lakukan??"tanya Alan pada sang adik.
"Itu cctv milik BLACK COBRA."ujar Kai sambil terus memindai sekeliling.
"Ada apa ini??"tanya Opa Lucifer yang melihat para cucu bungsunya berada di halaman markas Zeus.
"Di mana ruang cctv Opa??"tanya Kai pada Opa Lucifer.
"Ed, tunjukkan tempatnya!!"titah Opa Lucifer pada Edward.
Kedua kakak beradik itu menuju ruang cctv milik markas Zeus. Sedangkan yang lainnya berada pergi ke ruang pertemuan.
"Kenapa kalian membawa Marie ke sini??"tanya Papa Jacob pada anak-anaknya.
"Kita tunggu Baby menjelaskan semuanya, Pa!!"sahut Alden mendudukkan diri di samping Opa Matius.
Sedangkan Kai dan Edward saat ini tengah memeriksa keamanan cctv milik markas Zeus. Kai memasukkan sebuah flashdisk ke CPU komputer kamera pengawas. Lalu di layar monitor terlihat deretan angka seperti matrix dan Kai mengotak-atik keyboard komputer kamera itu.
Lalu Kai memasukkan perintah penghancuran pada tiap kamera pengawas yang bukan milik Zeus terakhir Kai menuliskan sebuah kata dengan ukuran yang cukup besar "F*CK" lalu menekan tombol enter dan mengirimnya pada seseorang.
Tak lama beberapa kamera pengawas itu mengeluarkan percikan api seperti sedang mengalami korsleting. Para tetua dan anggota Zeus terkejut melihat beberapa titik yang mengeluarkan bunga api.
"Seingatku, aku tidak pernah memasang cctv di sana!!"ujar Carl.
"Memang bukan Kakak yang memasang tapi mata-mata BLACK COBRA yang memasangnya!!"kata Kai melangkah ke ruang pertemuan bersama Edward.
"Maksudmu Baby?? Bukankah kita telah membersihkan Zeus dari segala mata-mata dan pengkhianat??"tanya Carl penasaran.
"Itu benar kita telah memusnahkan mereka, tapi sebelum dimusnahkan mereka telah memasang beberapa kamera pengawas dan alat penyadap di markas ini, dan semua itu terhubung langsung dengan markas BLACK COBRA!!"jelas Kai.
"Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan?? Apa kita harus mencek satu persatu tempat ini??"tanya Dallen bingung.
__ADS_1
"Kai telah menghancurkan semuanya. Nanti kita akan minta tolong Bang Eros dan Bang Lucky untuk memasang cctv baru dan memasang anti hack."ujar Kai duduk di samping Erlang.
Mereka cukup lega dengan pergerakan yang cepat dari si bungsu.