
"DEGH"
Kai berlari kecil ke arah pintu, dan terlihat seseorang membungkuk hormat padanya.
"Kai"ucapnya hormat.
Semua yang ada di ruangan itu heran kenapa laki-laki itu membungkuk hormat pada Kai.
Tapi mereka lebih dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang amat sangat mereka kenali.
"Lo boleh pergi Bang, makasi bantuannya!"seru Kai.
"Baik Kai, saya permisi dulu"pamitnya sambil membungkuk.
"Hmmm"jawab Kai singkat.
Kai menarik tangan orang itu ke arah anggota keluarga Owen. Mereka tidak percaya dengan yang mereka lihat, terutama Papa Arthur dan anak-anaknya.
Chayden yang sudah tidak sabar menghambur ke pelukan orang itu dan dicegah oleh Kai.
"Stop"peringat Kai.
"Ini Mama Kai, bukan Mama Kakak. Mama Kakak yang itu"tunjuk Kai mempermainkan Chayden.
"Baby Kakak mohon biarkan Kakak memeluk Mama"ujar Chayden memelas dan membuat Kai memutar malas matanya.
"Big No Kak"ucap Kai menyilangkan tangan di dadanya.
"Kakak akan berikan apapun yang Baby mau, tapi izinkan Kakak memeluk Mama"tambahnya
"Kalau begitu ok"jawab Kai
"Ma...."Isak Chayden sambil memeluk sang Mama.
Mama Silvia yang asli segera memeluk sang putra dengan air mata yang tumpah ruah diantara mereka berdua. Papa Arthur dan anak-anaknya masih belum percaya dengan apa yang mereka lihat.
Namun walaupun ini hanya mimpi, tolong biarkan mereka memeluk orang yang selama ini telah dijauhkan dari mereka.
Mereka pun segera berhamburan ke pelukan Mama Silvia yang asli.
"Sayang, apakah ini betul-betul istriku Silvia Lucifer Owen?"tanya Papa Arthur tidak percaya.
"Iya ini aku Arthur, maaf aku telah meninggalkan kalian"ucap Mama Silvia dengan tangis semakin kencang.
"Mama aku sangat merindukan pelukanmu"ujar Chayton
Mereka memang tidak pernah berinteraksi dekat dengan Mama Silvia KW karena hal itu sangat dibenci olehnya.
"Arthur bawa Silvia duduk dulu!!"titah Oma Emma.
"Yes Mom"ucap Papa Arthur patuh.
Papa Arthur menggiring Mama Silvia untuk duduk.
Mama Silvia KW eh sekarang kita panggil tante Silva saja. Tante Silva yang melihat Mama Silvia masih hidup menggeram mengepalkan tangannya.
"Kau kenapa kau masih hidup"tanya Tante Silva tanpa ada rasa bersalah di wajahnya.
"Karena dia"tunjuk Mama Silvia pada Kai.
Semua mata tertuju pada Kai yang masih sibuk dengan laptopnya.
__ADS_1
"Baby bisa jelaskan!"kata Opa Lucifer.
"Kai menemukan Mama Silvia 3 tahun lalu di Jerman dalam keadaan sekarat. Kai membawanya ke sini dan mengobatinya di sini. Ketika Kai menanyakan alamatnya Mama Silvia terlihat sangat ketakutan. Dia bilang dia tidak bisa kembali ke Jerman karena dia diancam oleh wanita ular itu. Dia mengancam akan membunuh anak-anak Mama Silvia jika Mama berani kembali ke kediaman Papa Arthur. Akhirnya Mama Silvia memilih tinggal bersama Kai di sini. Hingga kemarin Kai melihat wanita itu, yang Kai kira adalah Mama Silvia. Tapi dengan sikapnya yang bertolak belakang dengan Mama Silvia Kai jadi curiga. Saat Kai beralasan mengambil motor kemarin Kai memastikan apakah Mama Silvia masih di rumah atau tidak. Namun saat Kai ingin masuk ke kamarnya Kai mendengar Mama Silvia menyebutkan nama Papa Arthur sambil menangis. Makanya Kai mulai menyelidiki wanita ini. Dan Kai sengaja menerornya dengan suara tangisan Mama, and see it succes, membuatnya depresi ya ngga Tante Silva??"ejek Kai
"Kau..."ucapnya menggeram ingin menampar Kai tapi kalah cepat dengan Kai yang lebih dulu mengeluarkan katananya dan meletakkan di leher Tante Silva.
"Kai jangan Baby"cegah Mama Silvia
"Kenapa Ma? Mama tau yang menyebabkan Mama dibuang ke panti asuhan juga dia"ujar Kai kesal sambil mengambil laptopnya dan memperlihatkan bagaimana Tante Silva memfitnah Mama Silvia. Papa Arthur dan anak-anaknya mengepalkan tangan melihat rekaman di laptop Kai.
"Dan sejak orang tua Mama bangkrut ia mencari tau tentang keberadaan Mama, melihat Mama hidup bahagia dengan Papa Arthur dia datang lagi untuk merusaknya. Dia menyewa orang untuk membunuh Mama"jelas Kai.
Carl yang telah hilang kendali ingin menampar wajah Tante Silva namun dicegah oleh Kai.
"Jangan Kak, laki-laki tidak baik mengasari wanita serahkan dia pada Kai"bujuk Kai pada Carl.
Carl hanya bisa menarik nafas panjang menuruti keinginan sang adik, ia juga sadar seorang Owen tidak boleh main tangan pada wanita.
"Ayo kita bermain Tante"ucap Kai memegang kuat leher Tante Silva.
"Baby jangan dia sedang hamil"cegah Papi Dixon.
"Dia tidak hamil Pi, dia tidak bisa hamil"ucap Kai.
Tante Silva terkejut karena Kai mengetahui kebenaran tentang dirinya.
"Aku memang sedang hamil anakmu Arthur"teriak Tante Silva.
"Apa itu benar Arthur"tanya Mama Silvia.
Papa Arthur hanya bisa mengangguk dan terlihat raut kekecewaan di wajah Mama Silvia.
Mama Silvia berniat meninggalkan kediaman Owen namun dicegah oleh Kai.
"Kembali ke rumah Baby"jawabnya lirih.
"Mama duduk dulu, Kai di sini ga akan ada yang menyakiti Mama, termasuk ular itu."ucap Kai tegas.
Kai mengeluarkan dua buah kertas yang berisi keterangan bahwa Tante Silva tidak hamil.
"Tante Silva tidak hamil Pa"ujar Kai.
"Tapi bagaimana memastikannya Baby??"tanya Dady Aldric.
"Kak Brandon sudah memastikannya, ya kan Kak?"tanya Kai.
"Kapan Baby?"tanya Brandon bingung.
"Sampel darah yang Kakak bawa kemarin itu milik wanita ini"ujar Kai.
Seketika keringat dingin membanjiri punggung Tante Silva.
"Lagi pula mana ada wanita yang bisa hamil setelah melakukan pengangkatan rahim "jelas Kai.
"Dari mana kamu mengetahuinya baby?"tanya Ace
"Dia melakukannya di AIMAX HOSPITAL dan ini laporannya."jawab Kai menunjukkan laptopnya pada Papi Dixon.
"Kau benar-benar wanita ular"seru Opa Lucifer.
"Ha..ha..ha..kalian yang sangat bodoh, dengan mudahnya aku bisa masuk ke keluarga kalian. Tapi sayangnya permainanku terhenti karena iblis kecil ini"tunjuknya pada Kai.
__ADS_1
"Dan kau Silvia masih seperti dulu lemah dasar tidak berguna"ejek Tante Silva pada Mama Silvia.
Kai meradang dan mencekik Tante Silva hingga wajahnya hampir membiru karena kekurangan oksigen.
Mama Silvia berlari mendekati Kai dan berusaha melepaskan cekikan Kai pada Silva.
"Baby lepas"teriak Mama Silvia.
"Tidak Ma, wanita ini hampir membunuh Mama, hampir menghancurkan keluarga Mama maka yang pantas untuknya adalah mati"ucap Kai tegas.
"Jangan Baby Mama mohon jangan"mohon Mama Silvia.
"Sudah Silvia biarkan Baby melakukan apa yang ia anggap benar, lagi pula tidak ada tempat di keluarga ini untuk orang seperti kembaranmu itu"ucap Opa Lucifer garang.
Kai yang mendapat dukungan mengeluarkan katana yang ia selipkan di punggungnya.
Mama Silva tau Kai sudah dikuasi sisi gelapnya dan berusaha untuk menghentikannya.
"Baby jangan"peringat Mama Silvia lagi namun tetap tidak digubris oleh Kai yang seperti orang kesetanan, sedangkan Tante Silva hampir tidak bernafas.
Mama Silvia tidak tega melihat kembarannya itu, karena peringatannya tidak diacuhkan oleh Kai, Mama Silvia membentak Kai.
"Kai lepas"bentak Mama Silvia.
Kai tetap tidak mendengarkan akhirnya dengan terpaksa Mama Silvia menampar Kai.
"Baby" teriak Mommy Fanny dan anggota keluarga lainnya.
Kai menoleh ke arah Mama Silvia dengan netra matanya yang telah menghitam sempurna. Hal itu membuat seluruh keluarga terkejut.
"Mama menamparku karena ular ini?"
Kai melepas cekikannya.
"Baby maafkan Mama, bagaimanapun ia saudari Mama."jelas Mama Silvia.
"Mama menamparku karena membelanya wah kau hebat ular, bahkan sampai saat ini pun Mamaku masih membelamu, kau beruntung karena Mamaku yang jadi saudarimu, jika tidak aku akan menguliti dan mencincangmu hidup-hidup"ucap Kai.
Mama Silvia berusaha untuk meminta maaf karena tadi telah menamparnya, tapi tidak diacuhkan Kai lagi.
"Baby Mama mohon maafkan Mama"kata Mama Silvia mengikuti langkah kaki Kai.
Kai menelpon seseorang.
"Bang gue butuh pelampiasan sekarang, pakai api"kata Kai mengakhiri panggilan itu.
Mama Silvia bergetar hebat mencoba menahan agar Kai tidak pergi saat itu.
"Arthur tolong tahan jangan biarkan dia pergi"teriak Mama Silvia.
Mereka berusaha menahan Kai namun sepertinya mereka kalah kuat dengan Kai, Kai pun segera mengambil motornya dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
"Tidak Baby jangan ke sana, Baby kembali"teriak Mama Silvia luruh di lantai.
Mereka semua masih bingung dengan apa yang terjadi. Papa Arthur mendekati Mama Silvia dan berusaha menenangkannya.
"Frank...."panggil Dady Aldric.
"Ya Tuan"jawab Frank menunduk.
"Suruh anggotamu menahan wanita ini, dan sebar Zeus untuk mencari keberadaan putriku"titah Dady Aldric.
__ADS_1
Frank pun melaksanakan perintah dari Tuannya.