Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Tiga Kakak Lainnya


__ADS_3

"Dia ni adik mochi saya, Tuan Owen. Anak dari Abang Max."kata Zack menerangkan pada Opa Matius.


"Baby.......!!"panggil Opa Matius dengan tatapan tidak bersahabat.


"Ok.....ok.. Opa ini Abang Zack keluarganya sejak dulu telah menjalin kerjasama dengan the Brontes sejak dari era Opa Lucius di bidang otomotif bisa dikatakan mereka adalah rekanan the Brontes untuk kawasan Asia Tenggara dan mereka cukup banyak melahirkan pembalap-pembalap tangguh untuk the Brontes. Dan Bang Zack ini Opa Matius mertua Aunty Velo!!"kata Kai menjelaskan.


"Apa maksudnya?? Apakah Kak Velo sudah ditemukan??"tanya Zack pada Kai


"Sudah, kami menemukannya beberapa saat yang lalu. Dan Uncle Pablo pun sekarang sudah sadar Bang!!"ujar Kai mengambil handphonenya lalu menghubungi Uncle kembarnya.


"Ada apa, Mi Amore tumben sekali kamu mau menghubungi Uncle??"terlihat wajah Uncle Pablo di layar laptop Kai.


"Baiklah jika tidak ingin dihubungi!!"ujar Kai berpura-pura ingin memutuskan sambungan vc itu.


"Ck, kau ambekan sekarang ada apa hmmmm??"


"Uncle sedang berada di mana, tidak seperti di mansion atau markas??"


"Uncle berada di Thailand, Mi Amore!!"


"Uncle ingat dengan manusia menyebalkan satu ini?"kata Kai mengarahkan laptopnya ke Zack.


Uncle Pablo terlihat sedang mengingat sesuatu ketika melihat wajah Zack yang tersenyum padanya.


"Jangan katakan kalau itu adalah, bocah kecil kurang gizi yang selalu mengganggumu dulu!!"


"Yap, betul Abang ni Zack lama tak jumpa. Abang nampak tua sekarang!!"


"Sial*n, apa yang kau lakukan bersama keponakanku??"tanya Uncle Pablo.


" Weiii...sabar... Bang saya ada kerja sama bisnis dengan MO Corp!!"sahut Zack.


"Ada hal yang harus kita bicarakan, Zack. Berhubung kami sudah terkoneksi kembali dengan kalian!!"kata Uncle Pablo.


"Ada apa, Bang??"tanya Zack sedikit bingung.


"Kami juga ingin bicara dengan Syam, mengenai kontrak kerja sama kita yang kalian tolak dulu!!"kata Uncle Pablo.


"Kapan kami menolak kerja sama dengan kalian, bukannya kalian yang memutus kerja sama itu dengan mengirim perwakilan kalian yang bernama Alexander??"jawab Zack


"Kami tidak pernah mengirim perwakilan kami ke perusahaan kalian, mana Syam Abang ingin bicara dengannya!!"kata Uncle Pablo.


"Abang Syam lumpuhlah, Bang. Hidupnya macam tak ada warna lagi sejak accident tiga tahun lepas!!"jawab Zack.


"Hufff.....baik Abang dan Pedro akan ke mansion kalian. Kita berkumpul di sana kau juga Mi Amore ada sesuatu yang harus kau ketahui mengenai Daddy, Bubumu dan orang bernama Alexander ini!!"ujar Uncle Pablo.


"Deg"


Jantung Kai berdegub kencang mendengar perkataan Uncle Pablo.


"Baik, kami sekarang berangkat ke Malaysia, Uncle!!"sahut Kai.


"Berangkatlah, selesai meeting di sini kami akan segera menyusul ke sana!!"ujar Uncle Pablo.


"Opa, maaf Kai harus berangkat ke Malaysia. Seperti yang Uncle Pablo katakan tadi Opa!!"ujar Kai.


"Opa akan menemanimu, ayo!!"kata Opa Matius.

__ADS_1


"Baik, Opa!!"sahut Kai.


Ke tiga orang itu melangkah menuju roof top MO Corp, karena di sana ada helikopter milik Opa Matius yang selalu standby. Setibanya di roof top ke tiganya langsung masuk ke helikopter.


Sang pilot langsung berangkat begitu mendapat perintah dari Opa Matius. Di sepanjang perjalanan sangat terlihat jika Kai dan Zack sangat tegang. Sedangkan saat ini di posisi Uncle Twins juga langsung berangkat menuju Malaysia dari Thailand tempat mereka baru saja melakukan meeting dengan beberapa klien.


Kai terus melihat ke luar agar pikiran bisa ia kuasai. Ia tidak lepas kontrol nanti jika mendapat berita yang tidak ia inginkan.


Setelah terbang selama lebih kurang dua jam, mereka sampai di kediaman Syam. Dari gerbang sudah terlihat seorang laki-laki sedang duduk di kursi roda dengan tatapan kosong dan tampang tak terurus. Kai sangat sedih melihat teman sang Daddy yang sudah ia anggap seperti Daddy sendiri terlihat memprihatinkan seperti itu.


Kai berlari menghampiri Syam yang tengah terduduk di kursi roda itu.


"Pa......!!"panggil Kai pada Syam.


Syam menoleh ke arah Kai lalu menatap Kai sangat lama.


"Mochi.......!!"panggil Syam dengan suara parau.


"Pa.......!!"Kai langsung memeluk Syam dengan tangis tumpah ruah, Zack sendiri memalingkan wajahnya menahan tangis karena sudah lama ia tidak melihat sang Kakak memperlihatkan ekspresi apapun sejak kematian anak dan istrinya.


"Ini benarkan, Mochinya Papa??"tanya Syam mengelus pipi Kai dengan jempolnya.


"Iya, ini Mochi Papa anak si Monster musuh Papa!!"ujar Kai.


Syam kembali memeluk Kai, tubuhnya berguncang hebat karena menangis. Ini seperti mimpi baginya bisa bertemu dengan Kai setelah penyerangan besar-besaran yang terjadi di kediaman Adler beberapa tahun yang lalu.


"Bang, ayo kita masuk dulu!!"ajak Zack pada sang Kakak.


Kai dan Opa Matius mengikuti kedua Kakak beradik itu masuk ke dalam mansion itu.


"Silakan duduk, Tuan Owen!!"kata Zack pada Opa Matius.


"Sebenarnya iya, Baby. Tapi ya nanti Opa akan menunggu penjelasan darimu, Baby!!"kata Opa Matius merangkul sang cucu ke dalam pelukannya.


Zack duduk di samping sang kakak. Syam hanya memperhatikan interaksi antara Kai dan Opa Matius.


"Pa, kenalkan ini Opa Matius Owen. Opa Kai."kata Kai memperkenalkan Opa Matius pada Syam.


"Senang berkenalan dengan Anda Tuan Owen!!"ujar Syam pada Opa Matius.


"Saya juga demikian Tuan Syam!!"sahut Opa Matius.


"Saya adalah teman lama Maximilian, keluarga kami telah menjalin kerja sama sejak dari generasi orang tua kami, namun sayangnya harus kandas di masa kami!!"ujar Syam tersenyum miris.


"Kesalahpahaman itu yang akan kita luruskan hari ini, Pa. Uncle Twins dalam perjalanan menuju ke mari!!"kata Kai pada Syam.


"Papa, kenapa bisa jadi seperti ini??"tanya Kai penasaran.


"Waktu itu kami mendengar tentang penyerangan di mansion Daddymu, Papa dan Mamamu bermaksud ingin ke sana untuk memastikan keadaanmu. Tapi dalam perjalanan menuju bandara kami mengalami kecelakaan karena rem mobil Papa ada yang merusaknya. Di sanalah Mama dan adikmu Fasya tewas sedangkan Papa selamat dan mengalami kelumpuhan!!"jelas Syam.


Kai tertegun mendengar penjelasan Syam. Secara tidak langsung dirinyalah penyebab kecelakaan yang dialami oleh Syam.


"Maafkan Kai, Pa. Gara-gara ingin memeriksa keadaan Kai Papa jadi seperti ini!!"ujar Kai.


"Ini takdir nak, kita tidak akan bisa menghindarinya!!"sahut Syam agar Kai tidak menyalahkan dirinya sendiri.


"Selepas dari kematian Daddymu datanglah seseorang yang bernama Alexander ke perusahaan dan mengatakan kalau the Brontes membatalkan semua bentuk kerja sama kami. Itu yang membuat Papa sedikit kecewa namun setelah Papa mendengar Pablo koma Papa merasa ada yang aneh dengan pemutusan sepihak kerja sama itu. Karena setau Papa Pedro tidak mengurus masalah perusahaan dia hanya mengurus masalah markas the Brontes!!"lanjut Syam.

__ADS_1


Ketika mereka sedang berbincang-bincang, Twins Uncle tiba di kediaman Syam.


Keduanya masuk diantar oleh salah seorang bodyguard mansion itu.


"Bang Syam!!"panggil keduanya serentak.


Syam menoleh ke arah sumber suara dan tersenyum. Hati Uncle Twins begitu miris melihat keadaan seseorang yang sudah mereka anggap Kakak sangat memprihatikan saat ini.


"Masuklah!!"kata Syam pada paman kembar Kai itu.


Keduanya segera melangkah menuju Syam dan saling berpelukan melepas rindu. Setelah sekian lama tidak bertemu dan saling menyimpan kesalahpahaman masing-masing akhirnya mereka bisa bertemu.


"Kalian baik??"tanya Syam pada keduanya.


"Aku baik Bang, Bang Pablo baru saja sadar dari komanya!!"kata Uncle Pedro.


"Kenapa bisa seperti ini Bang??"tanya Uncle Pablo menatap miris keadaan Syam.


"Duduklah dulu, kau belum berjumpa dengan rival abadimu!!"ujar Syam menunjuk Zack.


"Kau bisa tumbuh juga, liliput!!"ejek Uncle Pedro pada Zack.


"Lihat saja akan kulumat tubuhmu itu. Sekarang kita tidak jauh berbeda, jadi kau jangan sombong dulu, Titan!!"balas Zack.


Namun setelah adegan ejek mengejek itu ke tiganya saling berpelukan melepas rindu masing-masing.


"Apa kabar, Pa!!"sapa Uncle Pablo pada Opa Matius.


"Papa baik, kalian??"tanya Opa Matius.


"Kami juga baik!!"sahut Uncle Pablo.


"Hmmmmm"


Dengus Kai kesal.


"Oooo Mi Amoreku sayang apa kabarmu??"kata Uncle Pablo mencubit gemas kedua pipi Kai.


"Hmm tidak baik!!"sahut Kai ketus.


"Bagaimana jika sebuah S&W 500 dengan desain khusus??"tanya Uncle Pedro pada Kai.


"Hmmm boleh!!"ujar Kai.


"Kau tidak pernah berubah, Mochi!!"ujar Syam geleng-geleng kepala melihat tingkah Kai.


Si tukang koleksi senjata.


"Jadi apa yang akan Uncle bicarakan pada Kai, mengenai Daddy, Bubu dan laki-laki bernama Alexander itu??"tanya Kai.


"Kita tunggu Grandpamu dulu, Uncle sudah menghubunginya tadi."sahut Uncle Pablo.


"Tapi bukannya Grandpa hanya akan menjawab segala pertanyaan Kai saat ulang tahun Kai saja??tanya Kai heran.


"Kali ini kau harus mengetahuinya lebih cepat, Mi Amore. Ini juga mengenai saudaramu yang lain."ujar Uncle Pablo.


"Apa maksud Uncle dengan Kakakku yang di keluarga Owen??"tanya Kai.

__ADS_1


"Bukan, ini tentang tiga Kakak yang satu ibu denganmu, Mi Amore!!"ujar Uncle Pablo.


Kai terkejut bukan main, dia memiliki tiga Kakak yang satu ibu dengannya?? Begitu pun dengan Opa Matius yang terkejut bukan main.


__ADS_2