Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Rindu Daddy


__ADS_3

Para tersangka bolos berjamaah itu saat ini malah sedang bersenang-senang. Apalagi Kai mengadakan acara bakar-bakaran yang sangat disukai oleh teman-temannya itu. Mereka melakukan beragam kegiatan yang sangat menyenangkan karena di pulau pribadi milik Kai itu juga tersedia jet ski dan juga beberapa kapal pesiar ukuran kecil untuk mereka agar bisa menjelajahi perairan sekitar pulau. Beberapa diantaranya memutuskan untuk melakukan snorkeling. Pulau itu adalah pulau pribadi milik Kai. Yang sengaja Kai beli untuk tempat menenangkan pikiran dan menghilangkan sejenak segala rasa penat yang melanda ketika Kai melakukan aktifitasnya di dunia bawah. Sebenarnya posisi yang dilacak oleh Carl tadi sudah benar, hanya saja sinyal itu akan hilang ketika memasuki perkebunan kelapa karena Kai memasang alat pengacak sinyal yang dapat memutus segala bentuk komunikasi elektronik yang akan masuk ke area pulau pribadi miliknya itu. Namun jika Alden dan yang lainnya tadi bersikeras menjelajahi perkebunan kelapa itu lebih dalam maka Alden akan menemukan pantai tempat Kai teman-temannya memarkirkan kendaraannya tadi.


Murid dua sekolah itu sangat menikmati bolos mereka saat ini. Menikmati pemandangan alam yang begitu indah juga aneka makanan lezat yang Kai sediakan. Bermain voli pantai dan berkeliling menggunakan kapal pesiar. Bolos yang mewah.


Di sisi lain.......


"Aghhhhhhhhh......"teriak Carl sangat kesal karena posisi sang adik saat ini hilang tanpa jejak. Ace sendiri juga sudah mulai emosi karena selain posisi sang adik yang tidak bisa ditemukan handphonenya pun tidak bisa di hubungi.


Waktu sekarang sudah menunjukkan pukul tiga sore. Geng BLACK HOLE dan juga geng ALISTER rasanya hampir menyerah mencari keberadaan adik-adik mereka. Emang ya kalau anak baik sekalinya bolos bikin puyeng satu kota.


Kai saat ini duduk termenung di salah satu bagian pulau usai berselancar. Melihat gulungan ombak yang saling mengejar satu sama lain. Seketika pandangan Kai berubah sendu. Gulungan ombak itu mengantarkannya pada kenangan dengan sang Daddy, Maximilian Lucius Adler. Sang Daddy yang memiliki hobi yang sama dengannya yaitu menaklukkan ombak melalui papan selancar. Tak terasa air matanya menetes begitu saja. Gatra dan Matthew yang sedari tadi tidak melihat keberadaan Kai menjadi khawatir.


"Mat, Lo liat Kai??"tanya Gatra pada Matthew.


"Nggak gue juga lagi nyari Kai, dia belum makan dari tadi!"kata Matthew pada Gatra.


"Kita cari dulu, mungkin dia ada di sisi lain pulau ini!!"kata Gatra.


Keduanya mencari Kai mengelilingi pulau itu. Akhirnya mereka berhasil menemukan Kai yang sedang bersandar di sebuah pohon kelapa, namun terlihat tidak sedang baik-baik saja. Karena terlihat dari bahu Kai yang bergetar hebat. Mereka pun bergegas menghampiri Kai.


"Adek kenapa??"tanya Gatra pada Kai merengkuh bahu Kai.


"Kai rindu Daddy, Bang!!"ujar Kai semakin kencang menangis.


"Hei...dengar Abang. Daddy dan Bubu sudah tenang di sana, mereka saling menjaga dan menyayangi di sana. Kai jangan bersedih karena itu akan membuat mereka ikut bersedih. Kai harus bersyukur sekarang memiliki banyak Daddy dan Bubu yang menyayangi Kai, juga teman-teman yang akan selalu ada buat Kai. Dan juga bonus Opa dan juga Oma bukan??!!"kata Gatra menasehati Kai.


"Gatra benar Kai, sedih boleh tapi jangan berlarut, sekarang waktunya Lo nikmatin dan jagain apa yang Lo punya. Karena nggak semua orang bisa beruntung kayak Lo. Memiliki anggota keluarga yang banyak."tambah Matthew mengacak puncak kepala Kai.


Kai mulai berhenti menangis, Matthew benar dia sangat beruntung bahkan tadi karena kepedulian teman-temannya lah mereka sampai kompak bolos begitu. Mereka pun ikut sedih ketika melihat keadaan Kai seperti tadi.


"Makasih Bang, Matthew. Ya gue beruntung milikin kalian semua."ujar Kai pada Gatra dan Matthew.


"Sekarang Lo makan, dari tadi gue belom liat Lo makan. Yang lain udah pada kekenyangan makan mulu dari tadi!!"kata Matthew.


Ketiganya berjalan dengan Kai berada diantara keduanya.


Saat tiba di cottage Kai melihat teman-temannya begitu senang menikmati suasana di pulau itu. Hatinya terasa hangat melihat tawa lepas teman-temannya menikmati bolos mereka di pulau itu.

__ADS_1


"Cil, ni pulau punya siapa sih.?? Bagus banget!!"celetuk Jordan.


"Milik gue."sahut Kai.


"Bisa dong kapan-kapan kita ke sini lagi??"tanya Jordan lagi.


"Boleh, kapan-kapan kita ke sini lagi."sahut Kai mendudukkan diri di samping Ririn yang sedang sibuk mengambil beberapa sosis untuk ia makan.


Usai Kai memakan sosis yang tadi diambilkan Cecyl, Gatra pun mengajak teman-teman nya untuk segera pulang karena matahari sudah terlihat mulai berwarna jingga.


"Guys, udah sore nih kita balik yuk!!"ajak Gatra pada mereka.


"Benar juga udah hampir jam enam."seru Tobias.


"Ya udah siap-siap, kita balik!!"titah Kai pada teman-temannya.


Mereka pun bersiap untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Mereka mulai menaiki boat untuk menyebrang karena pasang naik jadi mereka tidak bisa berjalan kaki menuju pantai.


Lalu mereka menaiki motor masing-masing dan mulai meninggalkan pantai itu.


"Bang, gue cabut dulu. Jagain yang benar!!"kata Kai pada para Soldier.


"Ok Bang!!"kata Kai lalu memimpin teman-temannya untuk meninggalkan pantai.


Setelah berkendara sekitar setengah jam mereka pun berpisah untuk menuju rumah masing-masing.


"Kai thanks banget ya buat hari ini kita senang banget!!"ujar Cecyl dan diangguki oleh yang lainnya.


"Sama-sama, Lo pada hati-hati di jalan ya!!"kata Kai pada teman-temannya.


"Sipp/Ok"jawab mereka lalu mengambil jalan masing-masing untuk segera pulang ke rumah.


Inti BLACK HOLE dan ALISTER masih menelusuri jalan mencari keberadaan adik-adik mereka. Saat akan memasuki jalur satu arah, Galaksi melihat gerombolan anak sekolah yang masih memakai seragam dan berjalan beriringan dan terlihat beberapa diantaranya adalah murid SMK KARTIKA.


"Eh itu murid sekolahan gue!!"kata Galaksi segera memutar arah motornya dan menyusul gerombolan itu.


Galaksi mencegat gerombolan itu dan menanyai beberapa siswa yang satu sekolah dengannya.

__ADS_1


"Stop, kalian murid TKR 1??"tanya Galaksi.


"Iya Bang, ada apa??"tanya mereka melihat senior mereka yang mendadak mencegat mereka di jalan.


"Kalian lihat Gatra??"tanyanya lagi.


"Gatra udah balik Bang ini kita baru misah di perempatan sana!!"tunjuk juniornya itu pada perempatan yang tidak jauh dari inti BLACK HOLE menunggu galaksi.


"Ok, makasi!!"ujar Galaksi meninggalkan gerombolan itu.


Galaksi segera kembali pada Alden cs.


"Adek gue udah pulang, kalau gitu gue ama teman-teman gue juga balik. Thanks!!"ujar Galaksi pada inti BLACK HOLE.


"Ok, kalau gitu kita juga balik kayaknya adek gue juga udah balik!!"ujar Alden.


Mereka pun berpisah di jalan itu dan segera kembali ke rumah masing-masing.


Kai sendiri melajukan motornya dengan kecepatan sedang menikmati angin sore yang begitu menyegarkan. Tak lama Kai pun di mansion dan segera memarkirkan motornya di garasi.


Baru saja ia berniat meninggalkan garasi, Kai dikejutkan dengan kedatangan kakak-kakaknya dengan wajah tidak bersahabat.


"Oh, Kai Lo bakalan habis sekarang!!"bathin Kai melihat wajah kakak-kakaknya yang tidak bersahabat itu.


"Abang....."kata Kai memberikan senyum manisnya.


Jo yang sudah gemas segera memanggul sang adik seperti karung beras.


"Abang........turunin kepala Kai pusing. Mommy......."teriak Kai yang membuat terkejut seisi mansion karena teriakannya.


"Akhirnya putri nakalku pulang juga!!"kata Papi Jason mengambil alih sang putri dari panggulan Jo.


"Eh Papi nungguin Kai??"tanya Kai dengan watadosnya.


"Astaga anak ini membuatku senam jantung!!"kesal Mama Silvia menjewer telinga Kai.


"Mama kenapa sih, Kai kan nggak ngapa-ngapain Ma!!"kata Kai memegangi telinganya yang terasa panas.

__ADS_1


"Sudah, kalian bersih-bersih dulu!!"titah Opa Matius mengelus dada pelan karena tingkah sang cucu.


__ADS_2