Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Kecurigaan the Owen


__ADS_3

Kini para Dady dan Opa Lucifer telah berkumpul di ruang kerja Opa Lucifer. Mereka telah mengambil posisi duduk masing-masing.


"Jadi Arthur ada apa sebenarnya ini?"tanya Opa Lucifer pada Papa Arthur.


"Aku tidak tau Dad, Silvia memang berubah sejak tiga tahun yang lalu. Saat ia pulang dari restorannya. Jika kini ia berubah berkemungkinan karena pengaruh hormon kehamilannya."jawab Papa Arthur


"Tapi Kak, aku sekarang merasa Kak Silvia bukan seperti dirinya. Sekarang ia begitu cuek dengan sekitar dan lagi kuperhatikan ia tidak begitu memperhatikanmu dan anak-anak lagi"tukas Dady Aldric


"Aku setuju dengan Kak Aldric Kak, sebaiknya kau menyelidiki penyebab perubahan Kak Silvia, aku yakin penyebabnya bukan hanya hormon kehamilannya Kak"tambah Papi Dixon.


"Yang paling membuatku penasaran sikap Baby pada Silvia"ucap Opa Lucifer menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.


"Baby seolah telah lama mengenal Silvia, namun seperti terkejut dengan Silvia yang ada sekarang"tambah Opa Lucifer


"Dan kenapa Baby tadi Kak Silvia dengan nama Silva?tanya Papi Dixon.


"Yeah kalian benar aku akan menyelidikinya, agar semuanya jelas"kata Papa Arthur memijit pangkal hidungnya.


Sementara itu para anak laki-laki the Owen juga sedang membicarakan hal yang sama. Perubahan pada Mama Silvia KW dan juga sikap Baby padanya.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Mama Silvia?"tanya Edward penasaran.


"Aku tidak tau apa yang membuat Mama berubah. Sekarang Mama menjadi dingin, cuek dan kasar. Aku sangat terkejut dengan sikap Mama sewaktu mendorong Baby dengan kasar. Padahal dari dulu Mama sangat menginginkan anak perempuan."sendu Carl.


"Jadi menurut kalian apa kita harus turun tangan menyelidiki semua ini??"tanya Ace.


"Sebaiknya jangan dulu Ace, kita biarkan saja dulu para Dady dan Opa yang menyelidiki terlebih dahulu. Kita cukup memantau saja dulu."ujar Edric.


"Baiklah"jawab Ace singkat.


"Ooooo jadi si ular rabies hamil, tapi apa benar secara dia kan udah mengangkat rahimnya. Ada yang ga beres ini, gue harus mencari tau tu ular rabies beneran hamil apa kagak"gumam Kai dari tempat ia mengintip.


Kai kemudian mencari keberadaan Mama Silvia KW. Beberapa saat kemudian Kai melihat Mama Silvia KW sedang santai di gazebo belakang mansion.


"Selamat sore Nyonya Silva Barnett Asher."sapa Kai pada Mama Silvia KW.


Mama Silvia KW terkejut dengan kedatangan Kai apalagi mendengar Kai dengan gamblang menyebutkan nama aslinya


"Apa maumu setan kecil?"tanyanya ketus.


"Ooooo selow Nyonya, jangan ngegas dong. Gimana rasanya gantiin posisi Mama Silvia asli, enak banget ya. Dari kecil Lo selalu jadi duri dalam kehidupan Mama Silvia yang asli."ucap Kai.


"Heiii jaga mulutmu atau..."Kai memotong ucapan Mama Silvia KW.

__ADS_1


"Atau apa?? Lo mau lenyapin gue kayak Lo udah lenyapin Mama Silvia yang asli hah??. Mimpi aja Lo, yang ada Lo yang gue habisin. Sampai sini paham Lo!"bentak Kai.


Tanpa mereka sadari dari tadi ada orang yang mendengarkan percakapan mereka dan mengepalkan tangan karena menahan amarah. Setelah merekam semua percakapan itu orang itu segera beranjak dari tempat agar tidak ketahuan oleh Kai atau Mama Silvia KW.


Kai memindai keadaan sekelilingnya, setelah merasa aman, Kai memukul tengkuk Mama Silvia KW.


"Terpaksa pakai kekerasan deh, gue butuh darahnya"ucap Kai mengambil sampel darah Mama Silvia KW.


"Ok selesai, yang satu gue minta tolong sama Kak Brandon aja buat lakuin tesnya. Satu lagi sama bang William."gumam Kai


Kai kembali ke dalam mansion dan berlari menuju kamar Brandon.


"Kak B, Kak.......B"teriak Kai di depan pintu kamar Brandon.


Pintu kamar Brandon pun terbuka, Brandon keluar dengan wajah bantalnya karena ia sedang tidur karena nanti malam ia akan jaga malam.


"Baby ada apa?"tanya Brandon penasaran


"Kita ngomong di dalam aja Kak"kata Kai mendorong tubuh kekar sang Kakak kembali masuk ke kamarnya dan menutup kembali pintu kamar.


"Kak Kai boleh minta tolong??"tanya Kai


"Minta tolong apa Baby?. Kalau bisa pasti Kakak akan tolong"jawab Brandon yang merebahkan kepala di paha sang adik.


"Iya Kakak bakal bantu"jawab Brandon


"Makasi Kak B, sayang Kakak banyak-banyak"seru Kai memeluk sang Kakak. Dan dibalas kecupan di kening Kai oleh Brandon.


"Apapun untuk adiknya Kakak"jawab Brandon.


"Kakak mau siap-siap dulu, kakak mau berangkat ke rumah sakit. Kakak hari ini jaga malam."kata Brandon mengacak rambut sang adik.


"Ok, Kakak semangat ya kerjanya. Cari cuan yang banyak untuk Kai"seloroh Kai pada Brandon.


"As you wish, my princess"jawab Brandon sambil membungkuk.


"Kakak bisa aja, Kai jadi terhura"ucap Kai


"Terharu Baby"sahut Brandon membetulkan ucapan sang adik.


"Nah itu betul"cengir Kai kabur dari kamar Brandon.


Brandon sendiri geleng-geleng kepala dengan aksi adiknya itu.

__ADS_1


"Ini sampel darah siapa sebenarnya?"monolog Brandon penasaran.


Sementara itu, Papa Arthur dipusingkan dengan hilangnya Mama Silvia KW.


"Ada apa Pa"tanya Alan yang melihat Papa Arthur kebingungan


"Apa kamu melihat Mamamu Alan?"tanya Papa Arthur.


"Dari tadi aku tidak melihatnya, tapi aku akan bantu mencarinya Pa"ujar Alan.


"Baiklah, terima kasih"


Seisi mansion dibuat kelabakan karena hilangnya Mama Silvia KW.


Tiba-tiba datang seorang maid yang mengatakan melihat Mama Silvia KW pingsan di gazebo belakang mansion.


Papa Arthur bergegas ke sana dan membawa Mama Silvia KW kembali ke kamar.


Papa Arthur memanggil Brandon untuk memeriksa keadaan Mama Silvia KW.


"B tolong periksa Mamamu, apakah ia dan kandungannya baik-baik saja"perintah Papa Arthur pada Brandon.


"Baik Pa."jawab Brandon.


Brandon pun memeriksa dengan seksama, tapi anehnya ia tak menemukan tanda-tanda Mama Silvia KW hamil.


Tapi ia ragu mengatakannya pada Papa Arthur.


"Bagaimana B?"tanya Papa Arthur yang membaca ada sesuatu yang tidak beres pada wajah Brandon.


"Maafkan aku Pa, tapi aku tidak menemukan tanda-tanda Mama sedang hamil, tapi sebaiknya kita bawa ke Owen's Hospital"ucap Brandon yang membuat Papa Arthur semakin bingung. Lagi pula tidak mungkin Brandon akan berbohong padanya.


"Baiklah B, terima kasih"ucap Papa Arthur.


Tak lama kemudian Mama Silvia KW pun sadar.


"Kau baik-baik saja sayang?"tanya Papa Arthur


"Ya" jawabnya singkat.


"Besok kita ke Owen's Hospital ya, memeriksakan kehamilanmu!"ucap Papa Arthur.


Hal itu langsung membuat Mama Silvia KW menegang dan memucat, papa Arthur melihat hal itu dan membuatnya membenarkan kata-kata Brandon tadi di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2