
Usai makan siang semua keluarga berkumpul di ruang keluarga. Untuk melakukan interogasi pada ke enam bungsu.
"Sebelum membahas masalah utamanya, Baby ke sini dulu"ujar Opa Lucifer pada Kai.
"Perkenalkan ini Kakak Opa namanya Opa Matius Owen. Dan tiga wanita yang duduk di sana itu adalah istri, menantu dan cucunya. Oma Rose, Mama Rosalind dan yang terakhir itu Giselle Matius Owen. Dia lebih tua darimu jadi kau bisa memanggilnya Kak Giselle."jelas Opa Lucifer pada cucu kesayangannya.
"Sekarang kita kembali ke masalah utama!"tegas Opa Lucifer.
"Tunggu Opa!"tahan Edric ingin mengatakan sesuatu.
"Baby tadi ngapain di sekolah??"tanya Edric mengangkat alisnya.
"Tadi.... bersenang-senang sama teman-teman Kak"cicit Kai menyembunyikan wajahnya diceruk leher Opa Lucifer.
"Memangnya ada apa Edric?"tanya Opa Matius penasaran.
"Silahkan buka handphone kalian dan lihat kehebohan yang dibuat bungsu Owen ini!!"ucap Edric pada semua anggota keluarga the Owen sedang ke lima bungsu hanya tersenyum sambil melihat ke arah wajah sang adik yang sudah merona karena malu.
"Astaga Baby......"histeris Mami Harlin senang.
"Ada apa, apa anak pungut itu membuat malu keluarga ini. Sudah kubilang jangan dimanjakan dia jadi ngelunjak. Lebih baik jika dia diusir saja dari kediaman ini. Dia tidak pantas menjadi bagian dari keluarga ini apalagi dengan asal usul yang tidak jelas."ujar Oma Rose menghina Kai.
Kai yang mendengar itu pura-pura sedih dan mengeratkan cengkraman tangannya pada jas Opa Lucifer. Opa Lucifer yang menyadari itu mengerti dengan apa yang Kai pikirkan. Jangan sampai cucu bungsunya kembali melarikan diri karena hal ini.
"Kak Mat...."panggil Opa Lucifer.
"Rose jika tidak penting sebaiknya tutup mulutmu!!"bentak Opa Matius pada Oma Rose.
"Tapi kan...."belum selesai ucapannya sudah disanggah oleh Jo.
"Adikku pantas menjadi bagian dari the Owen Oma Rose, dia tidak seperti gadis pada umumnya yang hanya menggunakan nama keluarga besar untuk terkenal. Tanpa ada di keluarga ini dia bisa berdiri sendiri. Sebelum kau berkomentar baiknya kau lakukan apa yang Kak Edric katakan tadi."sarkas Jo pada Oma Rose.
"Aaaaaa anak Mami Harlin famous!!"teriak Mami Harlin senang.
Video Kai yang ngedance dengan teman sekelasnya kembali menjadi trending topik, dan bagusnya ada beberapa video yang membuat hastag#degemnyaOIHS. Keluarga yang menonton video itu selalu terkejut dengan hal-hal random yang bungsu mereka buat.
"Aaaaa kau benar-benar berbeda Baby"ucap Opa Matius kagum.
"Coba Opa lihat video viral adikku yang pertama"saran Ace pada Opa Matius dengan senyuman bangga.
"Wahhh suaramu juga bagus Baby, benar kata Jo tanpa kami pun kau bisa berdiri sendiri."puji Opa Matius bangga.
"He....he...he.."Kai hanya terkekeh kecil mendengar pujian Opa Matius tapi berbanding terbalik dengan Giselle yang sudah tidak sanggup menahan gejolak amarahnya.
"Sekarang inti masalahnya kenapa kalian pulang dalam keadaan berantakan tadi???"tanya Papa Arthur penuh selidik.
__ADS_1
"Kami diikuti sejak keluar dari gerbang sekolah tadi Pa, dan kami mengarahkannya ke tempat sepi untuk menghindari jatuhnya korban warga sekitar. Dan begitulah Pa kami berenam bersenang-senang."jawab Alden sambil mengedikkan bahunya.
"Berenam???"tanya Opa Matius heran.
"Iya Opa Matius kami lima laki-laki dan satu putri kecil itu,"tunjuk Chayden pada adik bungsunya yang masih mendusel pada Opa Lucifer .
"Kau menikmatinya Baby???"tanya Papi Dixon.
"Banget Pi, sudah lama Kai tidak bersenang-senang seperti tadi."jawab Kai yang membuat semua laki-laki the Owen merasa kagum dan bangga.
"Kau memang pantas menjadi bagian dari keluarga Owen's Baby!"kagum Opa Matius mengambil Kai dari pangkuan Opa Lucifer.
"Ck, Kak kau bisa tidak jangan mengganggu kesenanganku"gerutu opa Lucifer pada sang Kakak.
"Dan satu lagi Dad, Alexander tadi mencari masalah lagi dengan Baby"adu Alan pada sang Dady.
"Tidak kapok rupanya"seringai Papa Arthur.
"Apa kami harus turun tangan???"tanya Dallen bersemangat.
"Tidak perlu Kak, adik bungsumu saja sudah membuat mereka babak belur dan mematahkan lagi tangan anak mereka"jawab Chayton tersenyum bangga.
"Apa yang kalian banggakan dengan kelakuan bar bar anak ini. Tidak sepantasnya anak perempuan bersikap seperti itu. Anak perempuan itu harusnya seperti Giselle anggun dan beretika"sekarang Mama Rosalind yang menghina Kai.
"Kau jangan sembarangan menghina putriku Rosalind"kali ini Mommy Fanny yang bicara. "Wajar saja baby berani dan kuat karena dalam darahnya mengalir darah seorang Yamaguchi Haruto"puji Opa Lucifer dengan senyum mengejek ke arah Oma Rose dan Mama Rosalind.
"Ya Kak dia cucu perempuan satu-satunya klan Yakuza yang terkuat itu"sahut opa Lucifer.
"Kau sangat mengejutkan Baby, jadi apa hadiah yang kau inginkan dari Opamu ini sebagai tanda perkenalan dari keluarga besar the Owen?"tanya Opa Matius mencium pipi Kai gemas.
Kai yang ditanya menoleh ke arah Dady Aldric dan Mommy Fanny seolah meminta persetujuan dari mereka. Kedua orang tuanya membalas dengan anggukan, karena bukan hal yang mudah untuk meluluhkan hati seorang Matius Owen. Dan lagi karena ia lah pemimpin tertua di keluarga ini sekarang.
"Benarkah Opa??"tanya Kai penuh binar.
"Apapun untuk cucu kesayanganku"jawab Opa Matius yang tanpa disadari oleh mereka semua telah menyulut api amarah dan dendam pada ketiga wanita yang baru datang di keluarga the Owen.
Giselle yang sudah gelap mata segera menarik tangan Kai dan membuat Kai terjatuh dari pangkuan Opa Matius.
"Baby......"teriak keluarga itu kaget melihat Kai jatuh.
"Awww"ringis kai
"Kau sungguh menjijikkan, ingat statusmu anak pungut. Itu Opaku jadi jaga batasanmu!!"bentak Giselle pada Kai.
"Plaaaaaak"
__ADS_1
"Tadi kau menyakiti adikku, tapi masih bisa kutahan dan sekarang kau lakukan lagi jangan harap aku akan mengampunimu"hardik Brandon dengan aura yang sudah menggelap.
"Time to play" sorak hati Kai.
Kai berlari mendekap Brandon untuk menenangkannya.
"Kak jangan begitu, Kak Giselle adik kakak juga"ucap Kai.
"Tidak"jawab Brandon singkat dan kembali ke tempat duduknya sambil memangku sang adik.
"Giselle jaga sikapmu!!"hardik Opa Matius
"Tapi Opa dia hanya orang luar, akulah cucumu Opa"bantah Giselle tidak mau kalah.
"Aku belum pernah mengakui kalau kau adalah cucuku, ingat itu"ucap Opa Matius dengan wajah memerah.
"Matius...."panggil Oma Rose
"Dan kau pun sama Rosalind, sampai Jacob anakku kembali padaku, aku belum mengakuimu sebagai menantuku, paham"tambah Opa Matius
Kai turun dari pangkuan Brandon dan kembali ke pangkuan Opa Matius.
"Opa jangan marah-marah, nanti tertular virus Mama Silvia, Opa mau???"ucap Kai pada Opa Matius
" Maksudmu Baby??tanya Opa Matius bingung.
Kai berbisik ke telinga Opa Matius yang membuat Opa Matius tertawa terkekeh-kekeh.
Mama Silvia yang merasakan putrinya akan mengatakan hal-hal aneh memasang wajah marahnya pada sang putri. Yang hanya ditanggapi dengan senyuman oleh si tersangka.
Hal yang baru bagi keluarga the Owen melihat Opa Matius bisa tertawa lepas seperti itu, apalagi sejak kehilangan Jacob anak satu-satunya Opa Matius. Bertemu baby Kai menjadi mood booster yang baik untuk Opa Matius.
"Jadi apa Kai boleh meminta hadiah opa??"tanya Kai dengan puppy eyesnya.
"Astaga cucuku ini, gemas sekali" bathin Opa Matius.
Sedangkan yang lain menggigit pipi bagian dalamnya menahan gemas pada Baby Kai.
Kai mengotak Atik handphonenya dan menunjukkan gambar sebuah pistol pada Opa Matius.
"Kai ingin ini Opa"jawab Kai tersenyum.
"Kenapa minta ini? Kenapa tidak minta mobil atau mansion atau pulau pribadi?"tanya Opa Matius.
"Semua itu ga menarik Opa"sahut Kai singkat
__ADS_1
"Cucuku memang unik"ucap Opa Matius berbinar dan diangguki oleh keluarga lainnya.