
"Imouto-san, apakah kau mau balapan dengan Kakak??"tantang Hiroshi pada Kai.
"Sure, kapan??"tanya Kai balik pada Hiroshi.
"Sekarang saja kita sirkuit, karena sekarang ada uji coba pembalap kita di sana".ujar Hiroshi.
"Ok!!"jawab Kai bersemangat.
"Pa kami akan ke sirkuit apa Papa ingin ikut sekalian melihat pembalap kita melakukan uji coba.??"tawar Hiroshi pada Papa Harada.
"Hmmm boleh juga, Papa juga akan ikut balapan!!".tukas Papa Harada dan membuat cengo para Owen's muda.
"Papa juga ikut??"tanya Jo tidak yakin.
"Jangan meremehkan Papa Jo"delik Papa Harada yang dijawab dengan kekehan oleh anak-anaknya.
"Baiklah ayo kita berangkat!!"ucap Hiroshi menengahi perdebatan antara Papa dan adik-adiknya yang tentu saja tidak akan berakhir begitu saja. Hitoshi pun memandu mereka menuju garasi milik klan Yamaguchi. Terlihat jejeran mobil yang sepertinya memang khusus dipergunakan untuk drifting. Ada beberapa unit Nissan 2000SX, beberapa unit MAZDA RX7 dan beberapa unit Ford Mustang serta beberapa unit lagi yang masih tertutup.
"Pilihlah yang kalian suka, kita akan balapan hari ini!!!!"ajak Papa Harada menuju Nissan 2000SX kesayangannya.
"Wah, keren ayoklah kapan lagi kita bisa drifting kayak gini!!"ucap Alan yang sangat antusias.
Kai sendiri memilih MAZDA RX7, yang terparkir manis di sudut garasi. Mereka menghangatkan mesin sebelum berangkat ke arena drifting. Satu persatu mereka pun melesat meninggalkan markas Yamaguchi. Menempuh perjalanan yang cukup panjang serta belokan-belokan yang cukup tajam benar-benar memancing adrenalin mereka, akhirnya mereka pun sampai di arena drifting.
Para bawahan Yamaguchi yang sudah berada di arena drifting untuk melakukan test Drive menyambut kedatangan Tuan mereka. Namun mereka cukup heran melihat kedatangan Tuan mereka yang menggunakan mobil yang biasa digunakan oleh para drivers mereka.
"Selamat pagi, Bos"sapa salah satu crew yang ada di lapangan.
"Pagi, kosongkan arena saya akan pakai!!!"titah Papa Harada pada orang yang tadi menyapanya.
Seketika orang itu memerintahkan beberapa bawahannya untuk mengosongkan arena yang akan dipakai oleh Tuannya.
Mereka pun segera masuk ke lintasan dan mencari posisi masing-masing. Setelah mendengar aba-aba untuk memulai balapan itu, mereka pun segera menginjak pedal gasnya dan mulai memikirkan strategi masing-masing untuk mengalahkan lawan-lawannya.
Terlihat Papa Harada yang mulai memimpin di posisi pertama di susul Daichi dan Kai di posisi ke tiga. Mereka hanya akan saling beradu kecepatan untuk 20 lap saja. Semuanya saling menyusul, seolah ini tempat baru untuk melampiaskan hasrat yang terpendam. Tidak dapat dipungkiri para bawahan Papa Harada menatap kagum pada Tuannya serta pada anak-anaknya, mereka terlihat seperti driver profesional. Apalagi Papa Harada yang notebenenya setiap hari didefinisikan sebagai freezer berjalan yang nyaris tanpa ekspresi begitupun dengan kedua Tuan Muda mereka. Ya ini menjadi hiburan tersendiri bagi bawahan Papa Harada.
"Kau lihat itu, Tuan Harada seperti bukan dirinya yang biasa terlihat, aku tidak menyangka ia bisa selihai itu dalam mengendalikan mobil itu"ujar salah seorang bawahannya.
"Ya kau benar, kehadiran anak-anaknya seperti membawa suasana baru dalam hidupnya."jawab yang lainnya.
Pada akhirnya balapan itu dimenangkan oleh Papa Harada disusul Kai ditempat kedua dan Chayton di tempat ketiga.
"Astaga aku tidak menyangka Papa bisa mengalahkan kami, amazing"pekik Jo.
"Sudah Papa bilang jangan meremehkan Papamu ini Jo"jawab Papa Harada angkuh.
"Udah ingat usia, kami cuma mengalah"timpal Daichi yang kesal karena kalah.
"Ck, tidak sportif"ejek Papa Harada.
"Benarkah itu??"ledek Kai pada sang Kakak yang sudah menekuk wajah karena kesal.
Saat sedang asyik meledek dan memojokkan Daichi, Taro mendekat pada Kai.
"Kai ada seseorang sedari tadi mengambil foto kalian. Dia berada di arah jam duamu. Lihat saja melalui spionmu!!"ujar Taro pada Kai.
Kai pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Taro, ternyata benar ada seseorang yang sedang sibuk merekam aktivitas mereka.
__ADS_1
"Pa, ada tikus di arena mu. Jangan lihat ke sana dia ada di arah jam dua Kai."ujar Kai berbicara seolah-olah ia tidak tau jika sedang diawasi.
"Ayo berburu!!!"ajak Hiroshi pada mereka.
Perlahan mereka seolah berjalan menuju ruang ganti. Dengan cekatan Hiroshi melayangkan shurikennya ke arah laki-laki itu dan membuatnya terkejut. Saat akan melarikan diri ternyata Alden dan Jo sudah siap memberikan pukulan di wajah orang tersebut.
"Bawa ke markas!!"titah Papa Harada pada bawahannya.
"Kita kembali!!"tambahnya.
Kemudian mereka memasuki mobil masing-masing dan segera memacunya kembali ke markas Yamaguchi.
Baru saja mereka menginjakkan kakinya di markas Yamaguchi, phonsel Kai berdering.
"Hallo......"
"............."
"Ok, tunggu Kai jemput Abang!!!"ucapnya mematikan sambungan telepon.
"Ada apa Musume??"tanya Papa Harada pada Kai.
"Ada teman di gerbang markas. Kai harus menjemputnya"jawab Kai yang sudah berlari menuju gerbang markas Yamaguchi.
Yang lainnya mengiringi langkah Papa Harada menuju ruang penyiksaan. Untuk menginterogasi orang yang mereka tangkap tadi.
Tak lama Kai pun dan kedua temannya bergabung dengan Papa Harada di ruang penyiksaan.
"Pa, kenalkan ini Bang Vikram dan ini Bang Lucky, Bang Vikram yang akan menanamkan chip ke dalam tubuh anggota Yamaguchi nanti dan ini Bang Lucky nanti yang akan mengupdate dan memperbaiki cctv dan database Yamaguchi."ujar Kai memperkenalkan kedua orang itu.
Hiroshi dan Hitoshi memandang sang adik dengan penuh tanda tanya, bukannya tidak percaya hanya saja mereka takut akan kecolongan lagi seperti semalam.
"Penyusup Kai??"tanya Vikram.
"Iya, Bang sepertinya akan ada melodi yang terdengar"ujar Kai.
"Tunggu dulu, Abang ingin mencoba formula baru pada orang ini!!"ujar Vikram mengeluarkan jarum suntik dan botol kecil dari tas yang ia bawa.
"Go a head!!"ucap Kai.
Orang yang akan diinterogasi menatap nanar pada jarum suntik itu. Semua pikiran negatif saat ini bersarang di otaknya.
Kemudian Vikram pun menyuntikkan cairan itu pada laki-laki tersebut.
"Tunggu satu menit setelah itu interogasilah dia!!"titah Vikram pada Kai.
Sedangkan yang lain menatap bingung dengan apa yang baru saja mereka saksikan.
"Ok, let's start the game!!"ujar Kai.
"Siapa namamu??"tanya Kai.
"Dorry"jawabnya sambil menatap mata Kai.
"Yang menyuruhmu??"
"Watanabe Makoto"
__ADS_1
Mendengar jawaban itu, membuat Benjiro emosi dan bersiap memukul laki-laki itu namun berhasil ditahan oleh Chayden.
"Jangan dulu!!"cegahnya.
"Apa yang ingin ia tau??"tanya Kai lagi.
"Siapa yang menolong klan Yamaguchi memenangkan pertempuran tadi malam. Dan ingin mengetahui bagaimana keadaan pemimpin Yamaguchi."paparnya.
"Apa ada lagi suruhan Watanabe di klan Yamaguchi saat ini??"tanya Kai pada orang itu.
"Ada, juru masak, bagian persenjataan, bagian produksi narkoba, juga semua yang mengurus kasino milik Yamaguchi serta semua tangan kanan milik kedua Tuan Muda Yamaguchi"terangnya tanpa ragu.
" Berarti sudah lama ia memasuki klan Yamaguchi??"tanya Kai lagi.
"Sudah hampir satu tahun"jawab orang itu.
"Ok, thanks"jawab Kai dan diangguki oleh laki-laki
"Berapa lama efek obat itu Bang??"tanya Kai.
"Hanya satu jam!!"jawab Vikram.
"Bagaimana Pa??"tanya Kai.
"Bahkan anggota yang tersisa pun hampir semuanya menjadi pengkhianat, kali ini kita sangat kebobolan Pa"ujar Kai.
"Kau benar Musume, Papa akan segera bertindak, namun untuk penangan kasino kita cukup sulit mencari orang yang berkompeten nak"jawab Papa Harada bingung.
"Kai akan bantu mencari pengganti mereka, Papa tenang saja jika ada diantara mereka yang Papa ragukan kesetiaannya pada Yamaguchi berikan saja pada Bang Vikram dia butuh banyak orang untuk jadi kelinci percobaan."ujar Kai dengan seringai iblis menatap Vikram.
"Benar, jangan bunuh mereka Tuan biar saya yang mengatasinya"tawar Vikram pada Papa Harada.
"Jangan panggil Tuan panggil saja Papa seperti yang lainnya karena kalian berdua juga Kakak dari putriku"ujar Papa Harada.
Jawaban itu cukup menghangatkan hati Vikram dan juga Lucky yang notabene seorang anak yang kelahirannya tidak diharapkan orang tuanya dan menjadi anak jalanan. Kai lah yang menjadikan mereka berada di posisi ini.
"Terima kasih Pa"jawab mereka serempak tulus dan diangguki Papa Harada.
"Ok, sebaiknya kita bergerak jangan biarkan mereka terlalu lama mengacau di daerah kita"sanggah Daichi yang sudah gatal ingin menghajar para penyusup itu.
"Bang Lucky silakan ikut Kak Hiroshi dan Kak Hitoshi ke ruangan database serta seperti biasa jadikan kedua Kakakku kunci dari database itu!!"titah Kai.
"Baik Kai"sahutnya dan mengekori langkah kedua Yamaguchi itu.
"Papa dan Kakak yang lainnya silahkan bermain dengan para penyusup bersama Bang Vikram aku akan meminta Bang Dom mengirimkan container kemari untuk membawa para penyusup itu nanti."titah Kai pada yang lainnya.
"Baby mau ke mana??"tanya Alan yang penasaran dengan sang adik.
"Kai akan ke mansion dulu menemui bang Eros, untuk mencari orang yang akan mengurus kasino"jawab Kai.
"Abang ikut"rengek Alan.
Membuat yang lain mendengus kesal dan suasana itu dapat ditangkap oleh Papa Harada dan membuatnya menggelengkan kepalanya.
"Di arena tempur saja kalian seperti jelmaan iblis, berhadapan dengan adik kalian cosplay jadi jelly"ledek Papa Harada dan dijawab dengan kekehan oleh Vikram.
"Hufffff baiklah ,ayo Bang nanti keburu gelap"ajak Kai pada Alan. Yang diajak bersorak kegirangan membuat saudaranya yang lain ingin menampol wajah tampannya itu.
__ADS_1
"Dasar........"ejek Papa Harada.