
"Aghhhhhhhh...."
"Baj*ng*n......."
"Prank...."
"Maximilian sial*n, sudah mati pun kau masih membuatku susah. Seharusnya the BRONTES sudah tunduk kepadaku. Aaaaaa kurang ajar...."maki seorang pria di sebuah ruangan yang minim cahaya.
Laki-laki itu mengumpat, memakai dan melempar apa pun barang yang ada di dalam ruangan itu. Ruangan itu sudah seperti kapal pecah.
"Tuan..."panggil seorang laki-laki pada lelaki yang mengamuk tadi.
"Bagaimana kau sudah mengetahui siapa yang tadi menolong the BRONTES??"tanya lelaki itu pada laki-laki yang baru datang.
"Sudah Tuan, mereka adalah GOLDEN GLADIOL, mafia no 1 di dunia bawah saat ini"ujar laki-laki itu seraya menunduk.
"Sial, bagaiman mungkin the BRONTES meminta bantuan pada GOLDEN GLADIOL, bagaimana mereka bisa bersatu. Ahhhhhh sial... sial..... Padahal aku sudah menyusun rapi semua rencana ini dengan sempurna. Kenapa satupun tidak ada yang berhasil, brengs*k"maki laki-laki itu.
Sementara itu........
Di kediaman Adler saat ini para maid sedang sibuk menyambut kedatangan Nona Muda dan Nona Kecil mereka. Setelah sekian lama mereka berpisah, akhirnya bisa dipertemukan kembali Dengan Nona Muda mereka.
"Yasa aku sangat merindukanmu...."ucap Mommy Fanny pada kepala pelayan kediaman Adler dan memeluknya.
"Benarkah ini Anda Nona Muda saya, Nona Velo kami??"tanya Yasa berkaca-kaca melihat kedatangan sang Nona Muda.
"Ya ini aku Yasa, aku sangat merindukan kalian"ujar Mommy Fanny.
"Hei nenek tua kau tidak merindukanku???"ketus Kai pada Yasa.
"Ha..... ternyata masih ingat pulang ya"emosi Yasa melihat gadis kecilnya yang sudah lama tidak pulang. Dengan cepat Yasa menyambar telinga Kai dan menjewernya.
"Anak nakal kau membuatku khawatir kau ingin aku mati karena terlalu mengkhawatirkanmu hah????"emosiYasa pada Kai
"Maafkan Kai Yasa...Kai masih banyak pekerjaan."elak Kai.
Yasa segera menarik Kai dalam pelukannya.
"Kau membuatku khawatir kau tau. Apa kau tidak kasihan pada wanita tua ini??? Apa kau ingin wanita tua ini mati terkena serangan jantung???"gerutu Yasa berlinang air mata.
"Hukum saja dia Yasa, dia memang sangat nakal"ujar Uncle Pedro.
__ADS_1
Kai hanya memeletkan lidahnya ke arah Uncle Pedro.
"Ohh iya Yasa kenalkan ini anak-anakku"ujar Mommy Fanny.
"Boys ke sini!!!"perintah Mommy Fanny pada gerombolan remaja laki-laki yang mematung melihat ulah adik mereka.
"Boys kenalkan ini Yasa, dia kepala pelayan di sini dan juga dulu ia adalah pengasuh Mommy"
"Pengasuh Kai juga"potong Kai.
"Yasa ini si kembar Alden dan Alan putra bungsuku, ini si kembar Chayden dan Chayton anak kakak iparku, yang ini Jo anak dari adik iparku dan yang berdua itu Benjiro dan Daichi cucu Tuan Yamaguchi."papar Mommy Fanny pada Yasa.
"Tuan mudaku semuanya sudah dewasa, terima kasih wanita tua ini masih bisa bertemu dengan kalian semua."seru Yasa senang dan memeluk para Tuan mudanya.
"Kami juga senang bisa bertemu dengan Anda"jawab Alden mewakili para boys.
"Mari saya akan mengantar kalian ke kamar masing-masing!!"ujar Yasa.
"Yasa suruh yang lain saja, kau jangan terlalu lelah!!!"peringat Uncle Pablo.
"Tidak apa-apa Tuan Muda, kapan lagi saya bisa melayani tuan muda ini"sahut Yasa tersenyum.
"Terserah padamu saja, yang penting jangan sampai kelelahan."ucap Uncle Pablo mengingatkan Yasa.
"Silahkan ikut saya Tuan Muda!!!"ajak Yasa pada para remaja laki-laki itu
"Yasa tolong buatkan Kai puding ya, Kai mau tidur dulu!!"rengek Kai pada Yasa
"Tentu Princess"jawab Yasa.
Setelah mengantar tamunya ke kamar masing-masing, Yasa segera ke dapur untuk menugaskan para koki untuk memasak makan siang yang spesial untuk tamu mereka.
Sedangkan Kai saat ini masih sibuk memeriksa rekaman video penyerangan kemarin dan berharap bisa mendapatkan petunjuk lain. Karena bosan karena belum juga mendapatkan petunjuk, Kai memutuskan untuk pergi ke markas utama the BRONTES yang berada di bagian belakang mansion Adler.
Sebelum ke markas Kai menyempatkan untuk mampir ke ruang kerja Uncle Twins. Dan ternyata mereka sedang sibuk berkutat dengan laptop mereka.
"Uncle"panggil Kai.
"Masuklah Ma Cherie, ada apa??"tanya Uncle Pedro pada Kai.
"Kai ingin ke markas, untuk mengecek keadaan markas."jelas Kai pada Uncle Twins.
__ADS_1
"Kami juga akan ke sana, kita bisa berangkat bersama."sahut Uncle Pablo.
"Uncle menurut Kai sebaiknya kita mengganti akses masuk markas pada setiap anggota."usul Kai pada Uncle Twins.
"Maksudmu Mi Amor???"tanya Uncle Pablo tidak paham.
"Kita akan membuat semacam biometrik scan pada tiap anggota kita dan juga Kai akan menyuntikkan microchip di bawah jaringan kulit mereka. Dengan microchip ini data mereka langsung terhubung pada komputer utama dan untungnya lagi microchip ini dikembangkan untuk mengetahui adanya pengkhianat atau tidak. Jika seseorang berniat akan melakukan pengkhianatan, maka microchip ini akan mengambil alih fungsi otak mereka bahkan kita bisa membuat mereka meninggal di tempat Uncle."papar Kai pada Uncle Twins.
"Itu bagus, tapi apa tidak terlalu sadis???"tanya Uncle Pedro.
"Uncle ingin hal seperti kemarin terjadi lagi, jika kemarin kita terlambat bertindak maka BRONTES akan tumbang dan anggota kita akan banyak yang tewas sia-sia Uncle."jelas Kai.
"Sepertinya itu juga efektif Pedro, karena kita tidak bisa mengawasi anggota kita selama 24 jam dan ke mana saja mereka pergi"ucap Uncle Pablo mendukung pendapat Kai.
"Benar juga, lalu bagaimana kita akan melakukannya dan siapa yang akan membantu kita???"tanya Uncle Pedro beruntun.
"Uncle tenang saja, aku akan menelpon temanku untuk meminta bantuannya."jelas
Kai.
"Hallo .....Ivanov tolong datang ke markas utama the BRONTES dan bawa dokter Issac dan microchip itu"perintah Kai pada orang yang ditelponnya.
"..........."
Kai mematikan sambungan telponnya.
"Uncle sekarang ayo kita kumpulkan semua anggota di ruang sidang"usul Kai untuk menghemat waktu.
Pablo menghubungi bawahannya dan memerintahkan untuk mengumpulkan semua anggota the BRONTES di ruang sidang.
Ketika mereka keluar dari ruang kerja Uncle Twins, mereka dikagetkan dengan ulah para kakak Kai yang kebingungan mencari keberadaan sang adik.
"Kakak kalian sedang apa??"tanya Kai kesal.
"Kami mencarimu Baby!"jawab Alan
"Oh ...Kai Alan ke markas utama, apa kalian mau ikut atau menunggu saja di sini??"tanya Kai pada semua Kakaknya.
"Kami ikut!"jawab mereka serempak.
"Dasar bocah"ledek Uncle Pedro.
__ADS_1
Mereka pun pergi ke markas utama yang terletak tidak begitu jauh dari mansion Adler.