
Kai membaca keadaan yang canggung antara Frank dan juga Melvin.
"Ada apa dengan mereka berdua??"bathin Kai.
Melvin kembali bergabung dengan the Owen untuk makan siang.
Usai makan siang Kai keluar dari ruang rawat inti BLACK HOLE.
"Baby, mau ke mana??"tanya Opa Matius yang melihat Kai hendak melangkah keluar ruang rawat itu.
"Mau minta tolong pada Uncle Frank untuk membelikan yoghurt stroberi Opa."kata Kai pada Opa Matius.
"Hati-hatilah, Baby!!"kata Opa Matius mengingatkan sang cucu.
"Carrion, Opa!!"sahut Kai lalu bergegas meninggalkan ruang rawat.
Kai celingukan mencari keberadaan Frank.
"Uncle Frank ke mana ya. Kok nggak kelihatan dari tadi??"omel Kai.
"Oh iya, bego banget kok nggak gue telepon aja ya??"monolog Kai pada diri sendiri.
Kai mencari handphonenya dan menghubungi Frank.
".........."
"Uncle di mana??"tanya Kai pada Frank.
"........."
"Temui Kai di kantin!!"
Kai mematikan telepon dan bergegas meluncur ke kantin.
Kai melihat Frank sudah duduk dengan anteng menunggu kedatangannya.
Frank pun berdiri menyambut kedatangan Nona Mudanya.
"Duduk saja Uncle, Kai mau bicara!!"kata Kai dengan nada yang tegas.
Frank panas dingin tidak biasanya Kai mengeluarkan aura mengintimidasi seperti ini padanya.
"Ada apa Nona Muda??"tanya Frank gugup.
"Ada apa antara Uncle dengan Bang Melvin?? Kai lihat tadi kalian saling menatap begitu lama??"tanya Kai pada Frank yang sudah mengeluarkan keringat dingin.
Frank terlihat sedikit takut menceritakan hal yang saat ini sangat membebani pikirannya.
Setelah menarik nafas panjang beberapa kali, akhirnya Frank menceritakan semuanya pada Kai.
"Begini Nona Muda, remaja laki-laki tadi mengingatkan saya pada putra saya yang hilang beberapa tahun lalu. Kalung yang ia pakai dan juga iris matanya sangat mirip dengan iris mata milik mendiang istri saya!!"jelas Frank pada Kai.
__ADS_1
Sekarang beban di dada Frank terasa ringan setelah ia menceritakan semuanya pada Nona Mudanya.
"Apa Uncle tidak berniat mencari tau kebenarannya??"tanya Kai lagi.
"Saya sangat ingin Nona Muda, namun bagaimana nanti jika benar ia putra saya apakah ia akan mau menerima saya dan bagaimana jika ia sudah memiliki keluarga baru.??"ujar Frank sendu.
"Kai nggak nyangka Uncle yang garang kayak maung gini takut ama masalah anak sendiri. Ck....ck...ck sepertinya uncle harus ikut pelatihan di hell room sama Kai"ledek Kai pada Frank.
"Tapi Nona Muda, saya takut jika mereka menyangka jika selama ini saya menyia-nyiakan keduanya, padahal saya tidak pernah berhenti mencari keberadaan mereka berdua."jujur Frank mengeluarkan semua isi hati nya.
"Uncle, setiap usaha yang kita lakukan secara tulus akan dirasakan oleh orang yang sayang walau itu tidak terlihat. Karena hati yang merasakannya. Uncle jangan menyerah yakinkan hati Uncle bahwa semua yang sepantasnya menjadi milik Uncle akan tetap berada di genggaman Uncle contohnya anak-anak Uncle. Eh berarti Bang Melvin ada adiknya dong??"tanya Kai.
"Iya Nona Muda, selisih mereka hanya satu tahun"jelasnya Frank pada Kai.
"Ok, semangat Uncle Kai akan selalu dukung Uncle!!"ucap Kai tersenyum.
"Terima kasih Nona Muda, tapi bolehkah saya memeluk Anda sekali saja??"ujar Frank dengan wajah yang sudah basah oleh air mata.
"Tentu Uncle dan jangan panggil Nona Muda lagi panggil saja Kai!!"kata Kai merentangkan tangannya.
Frank memeluk Kai begitu erat, Nona Mudanya yang random itu telah mengangkat beban berat di dadanya dan juga telah menyelamatkan nyawanya beberapa saat lalu.
Bagi Kai sendiri pelukan itu begitu hangat dan nyaman.
"Terima kasih Nona Muda!!"ujar Frank pada Kai.
"Tuh kan...."Kai melepas pelukannya dan berjalan menghentak-hentakkan kaki meninggalkan Frank yang bingung kenapa Nona Mudanya itu tiba-tiba marah.
Frank segera mengejar Kai untuk meminta maaf.
"Maafkan Uncle!!"katanya.
"Coba panggil Kai!!"titah Kai pada Frank.
"Kai....keponakan kesayangan Uncle!!"ujar Frank.
Kai berhamburan ke pelukan Frank dan memeluknya.
"Ayo, traktir Kai yoghurt stroberi sekarang!!"ujar Kai pada Frank.
"Baik, ayo!!"ujar Frank sedangkan Kai masih ningkring di punggung Frank. Frank pun tidak keberatan dengan Kai yang masih ningkring di punggungnya.
Keduanya melangkah ke minimarket di samping Owen's Hospital, Kai turun dan mengambil beberapa kotak yoghurt stroberi kesukaannya.
"Ini saja Uncle!!"kata Kai pada Frank.
"Uncle bayar dulu!!"ujar Frank pada Kai.
"Ok," Kai mengambil satu kotak yoghurt itu dan mulai meminumnya.
"Sudah ayo!!"ajak Frank pada Kai.
__ADS_1
Kai kembali nyingkirin di punggung Frank dan keduanya kini menuju ruang rawat inti BLACK HOLE.
"Uncle senang sekali hari ini, semua berkat kamu Kai!!"ucap Frank yang masih setia menggendong ex nona mudanya itu.
"Kai juga senang duit jajan Kai utuh karena Uncle traktir!!"ujar Kai terus meminum yoghurt di tangannya.
Sesampai di ruang rawat semua heran melihat Kai yang berada di gendongan Frank.
"Baby kenapa Frank??"tanya Opa Matius khawatir.
"Tidak apa-apa Opa, Kai sedang malas berjalan jadi digendong sama Uncle Frank"jelas Kai pada Opa Matius.
"Syukurlah,"kata Opa Matius.
"Saya permisi dulu, Tuan Besar!!"kata Frank namun matanya kembali mencari keberadaan Melvin.
Lantas ia pun meninggalkan ruang rawat itu dengan perasaan tidak menentu.
Kai sangat memahami keadaan yang tengah dihadapi oleh Frank.
"Kenapa Baby tadi digendong oleh Frank hmmmm??"tanya Papa Arthur cemburu.
"Oooo kata Uncle Frank dia rindu anak-anaknya. Walau pun dia udah nyari ke sana kemari tapi nggak juga mendapatkan hasil."kata Kai melirik ke arah Melvin.
Melvin, Mahen dan Jackson yang mendengar itu pun menjadi salah tingkah.
"Kasihan tau Pa, tadi dia sampai menangis karena tidak tahan dengan kerinduan terhadap anak-anaknya??"tambah Kai memanaskan suasana.
"Anak-anak??"beo Alden and the geng.
"Pantas saja selama ini Uncle Frank terlihat begitu tertutup dan sering keluar dari mansion di saat jam istirahatnya!!"tambah Jo yang sering memperhatikan Frank semenjak insiden penembakkan di mansion Owen.
"Berarti dia pergi mencari informasi mengenai anak-anaknya!!"tambah Daichi.
"Nih coba dengar curhatan Uncle Frank tadi!!"ujar Kai memutar percakapannya sewaktu di kantin rumah sakit tadi bersama Frank.
"Apa Uncle tidak berniat mencari tau kebenarannya??"
"Saya sangat ingin Nona Muda, namun bagaimana nanti jika benar ia putra saya apakah ia akan mau menerima saya dan bagaimana jika ia sudah memiliki keluarga baru.??"
"Kai nggak nyangka Uncle yang garang kayak maung gini takut ama masalah anak sendiri. Ck....ck...ck sepertinya uncle harus ikut pelatihan di hell room sama Kai"
"Tapi Nona Muda, saya takut jika mereka menyangka jika selama ini saya menyia-nyiakan keduanya, padahal saya tidak pernah berhenti mencari keberadaan mereka berdua."
"Tu kasihan kan Pa??"tanya Kai pada Papa Arthur.
"Iya, nanti kita akan membantu Frank mencari keberadaan anak-anaknya."ujar Papa Arthur menggendong Kai.
Melvin, Mahen dan Jackson ingin sekali menangis mendengar rekaman suara Frank itu. Ternyata sang ayah sama dengan mereka tetap mencari keberadaan masing-masing.
Kai dapat melihat jika ketiga orang yang berada di dekat Alden saat ini tengah bimbang memikirkan perasaan mereka masing-masing.
__ADS_1