Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Rencana .....


__ADS_3

Beberapa saat kemudian makanan yang di pesan Ace pada koki mansion pun sampai.


"Baby ayo makan dulu!!!"perintah Ace pada sang adik.


Ace mulai menyuapi sang adik.


"Bagaimana?? Apa Baby menyukainya??"tanya Ace pada sang adik.


"Ya kak. Ini enak dan gurih"jawab Kai sumringah.


Tak menunggu lama bubur itu pun tandas tak bersisa.


"Sekarang baby minum obatnya dan istirahat!!!"titah Brandon pada Kai.


"Iya, kak. Tapi Kak kapan Kai boleh pulang, Kai nggak suka di sini"ujar Kai meminum obatnya.


"Sampai luka di perutmu kering hingga 60%"jawab Brandon sambil menyelimuti sang adik di atas ranjang rawatnya.


"Lama ya Kak??"tanya Kai lagi.


"Tergantung seberapa cepat daya pemulihan tubuhmu, Baby"jawab Brandon lagi mencium kening sang adik.


"Tidurlah!!!"titah Brandon.


Kakak Kai yang lain pun mencoba untuk tidur. Mereka akan bergantian menjaga sang adik.


"Kak Edric...."panggil Kai pada Edric yang masih setia dengan laptopnya.


"Ada apa hmmmm??"tanya Edric sambil mengusap kepala sang adik.


"Siapa wanita dan anak perempuan tadi??"tanya Kai penasaran.


"Dia dulu tinggal dengan Mommy Fanny di panti asuhan. Hingga dewasa mereka masih berteman dan sampai sekarang pun mereka juga masih saling berkomunikasi."jawab Edric seadanya.


"Lalu kenapa Dady seolah terlihat segan pada wanita itu?? Bahkan ketika anaknya bicara seperti tadi Dady malah memarahi Bang Jo."tanya Kai lagi tapi saat ini Kai menunjukkan ketidak sukaannya pada kedua wanita itu.


"Wanita yang bernama Elizabeth itu dulu pernah menyelamatkan Dady dari penembakan, jadi Dady merasa berhutang nyawa padanya"tambah Edric sambil mengusap kepala sang adik.


Tiba-tiba saja ketika sedang sibuk berbicara dengan Edric sebuah pesan masuk ke handphone Kai.


"Ting...."


"Kak bisa tolong ambilkan handphone Kai???"pinta Kai pada Edric.


Edric pun segera mengambilkan apa yang diminta oleh adik kesayangannya.


Kai membaca pesan itu dan membelalakkan matanya.


"Astaga, kenapa harus besok??? Ga bakal bisa kabur gue. Mana kakak gue pada di sini semua lagi"bathin Kai.


"Ada apa Baby?? Sepertinya penting sekali???"tanya Edric yang melihat perubahan raut wajah Kai.


"Eeh tidak Kak, cuma Jordan teman sekolah Kai nanyain keadaan Kai, tadi kan dia lihat waktu Kai dibawa ke rumah sakit"elak Kai.

__ADS_1


"Ohh...ya sudah tidur gih. Biar cepat sembuh!!!"titah Edric pada Kai.


"Ay..ay Captain"jawab Kai yang disertai kekehan Edric.


"Ayo otak berpikir ....."bathin Kai yang mencoba tidur.


"Ahhhhh.....akhirnya...."ucap Kai sambil mengutak Atik handphonenya di dalam selimut.


Kai mengirim pesan pada teman-temannya di SMK KARTIKA dan juga ketiga temannya di OIHS untuk menjemputnya jam 5 subuh di Owen's Hospital dan disetujui oleh mereka.


"Sekarang tidur dulu, ngumpulin nyawa buat besok"monolog Kai.


Sedangkan para tetua yang saat ini berada di mansion the Owen sangat kesal melihat tingkah Ghina yang mencoba untuk mengakrabkan diri dengan para tetua itu.


"Opa apa Ghina boleh tinggal di sini??"tanya Ghina pada Opa Matius.


"Kau kan punya rumah, untuk apa kau tinggal di sini?"ketus Opa Matius.


"Tapi Opa Ghina juga ingin tinggal di sini seperti Kai"ujar Ghina manja.


"Kau tidak akan seperti cucuku, kau di sini hanya menumpang ingat itu!!"kesal Opa Matius meninggalkan ruang keluarga.


"Ck, beban!!"ketus Papa Jacob yang melangkah menuju kamarnya diiringi Papi Jason.


"Awas kalian"bathin Aunty Elizabeth mengepalkan tangannya.


"Aunty Silvia bolehkah Ghina menjadi putrimu??"tanya Ghina yang pantang menyerah mendekati the Owen.


"Hufffff .. "Mama Silvia menarik nafas panjang.


"Ayo Kak Silvia Kak Fanny istirahat!!"titah Mami Harlin pada kedua Kakak iparnya.


Jika Mami Harlin dalam mode senggol bacok, semua bakalan takut guys.


Terpaksa mereka menuruti kemauan Mami Harlin karena jika tidak bisa Red Kod.


"Oh iya maaf jika begitu kami juga istirahat dulu ya Elizabeth, Ghina kalian bisa memakai kamar yang biasa kalian gunakan"ucap Mommy Fanny mencoba untuk tetap ramah walaupun mendapat pelototan dari Mami Harlin.


Mereka semua meninggalkan Aunty Elizabeth dan Ghina berdua di ruang keluarga.


"Ayo Ghina"ajak Aunty Elizabeth pada putrinya.


Sesampainya di kamar mereka Ghina melepaskan amarah yang sedari tadi ia tahan.


"Mom, aku muak melihat anak itu. Aku akan menyingkirkannya apa pun caranya."ujar Ghina dengan mata dipenuhi kilat amarah.


"Kau benar putriku, tapi kita harus bermain cantik. Tapi jika tidak bisa maka cara kotor pun akan kita gunakan. Sasaran utama kita adalah Aldric dan karena Dewi Fortuna ada di pihak kita sepertinya tidak akan sulit untuk mendekatinya. Karena dia berhutang nyawa dengan Mommy."ujar Aunty Elizabeth penuh percaya diri.


"Iya Mom, aku juga sangat menginginkan Kak Ace, selain tampan dia juga seorang CEO muda yang kaya raya"kata Ghina dengan senyum iblis yang ada terlukis di bibirnya.


"Ayo kita istirahat, karena kita akan segera mengguncang mansion ini"seru Aunty Elizabeth.


Kai terbangun jam empat lewat sepuluh menit.

__ADS_1


"Syukurlah, saatnya siap-siap kabur"bathin Kai.


Kai melihat ke lorong rumah sakit, ternyata di sana dipenuhi oleh para pengawal keluarganya. Sedangkan di ruang rawatnya dipenuhi oleh para kakaknya.


"Hmmmmm kayaknya satu-satunya jalan cuma lewat jendela deh, mau gimana lagi coba."gumam Kai.


Kai segera mengganti baju pasiennya dengan Hoodie yang terlampir di belakang Alan.


Kai berjalan mengendap-endap menuju jendela.


"Jangan pada bangun ya Kakak, sebelum Kai berhasil kabur"gumam Kai sambil cengengesan.


Kai membuka jendela sepelan mungkin, dan segera keluar dari ruang rawatnya.


Kai memasang topi Hoodienya dan mencari celah untuk melompat ke lantai dua. Akhirnya dengan lancar dan sukses Kai berhasil menuju halaman belakang Owen's Hospital. Dengan santai dia pun melangkah menuju ke bagian depan Owen's Hospital menunggu kedatangan teman-temannya.


Benar saja tak lama kemudian teman-temannya pun datang untuk menjemput Kai dan membawanya pergi dari Owen's Hospital.


Jam 6 para Kakak Kai mulai terbangun. Daichi yang pertama terbangun tidak mendapati sang adik ada di ranjangnya dan membangunkan Ace.


"Kak Ace.... Kak Ace bangun mana imouto-san??"tanya Daichi pada Ace.


"Tentu di ranjangnya Daichi"jawab Ace yang masih setengah mengantuk.


"Dia tidak ada di sana Kak"kata Daichi lagi yang membuat Ace langsung terbangun dan membangunkan saudaranya yang lain.


"Heii kalian bangun.....bangun..."teriak Ace yang membuat semua saudaranya tersentak kaget karena mendengar teriakan Ace.


"Cepat cari Baby dia tidak ada di ranjangnya.!!!"perintah Ace hingga membuat mereka semua berhamburan mencari sang adik.


"Frank...."panggil Carl.


"Ya Tuan Muda"jawab Frank.


"Apa kau melihat adikku keluar dari ruang rawatnya??"tanya Carl tidak sabaran.


"Tidak Tuan Muda" jawab Frank.


"Cepat cari dia!!!"perintah Carl.


"Siapa yang terakhir bicara dengan Baby??"tanya Ace.


"Aku yang terakhir bicara dengannya semalam"jawab Edric.


"Apa Baby menunjukkan gelagat yang aneh padamu Edric??"tanya Ace pada Edric.


"Tidak, hanya saja setelah ada pesan masuk ke handphonenya Baby terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu"jelas Edric.


"Apa mungkin ia mendapatkan misi lagi??"tanya Alden.


"Tapi jika mendapatkan misi imouto-san tidak mungkin pergi diam-diam tanpa memberi tau kita"timpal Benjiro.


"Sebaiknya kita memberi tau orang rumah, sebelum kita mendapat amukan mereka.!!"ujar Brandon.

__ADS_1


"Kau benar B"jawab Dallen.


"Kau pergi ke mana Baby???"bathin seluruh Kakak Kai.


__ADS_2