Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Owen's Big Family..


__ADS_3

Alden menaikan Kai dengan hati-hati ke atas motor. Takut punggung sang adik yang dipukul tadi terbentur. Sedangkan Alan membawa tas mereka.


Alden membawa motornya dengan kecepatan rendah. Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 15 menit mereka sampai di mansion. Alden kembali menggendong sang adik. Saat membuka pintu mereka dikejutkan dengan suara orang yang begitu ramai dari ruang keluarga.


Mommy Fanny yang melihat ketiga anaknya pulang sekolah lebih awal heran begitupun dengan Dady Aldric dan kedua kakak mereka.


"Ooo...shiiit. What happened to you guys??"seru Mommy Fanny melihat anak-anaknya yang pulang dalam keadaan kacau.


Namun tatapan Kai tertuju pada seorang wanita yang mirip dengan mama Silvia. Kai langsung turun dari gendongan Alden dan memeluk wanita itu.


"Mama..."panggil Kai namun wanita itu malah mendorong Kai dengan sangat keras hingga punggung Kai membentur meja.


"Auuu...sshhh"desis Kai


"Baby...."si kembar langsung berlari mengangkat sang adik.


"Kenapa Mama mendorongnya??"tanya Dallen yang bingung dengan sikap Mama Silvia. Tidak biasanya sang mama kasar begitu.


"Ohh... itu.."jawabnya gelagapan.


"Apa kau tidak terlalu kasar pada Baby dear??"tanya Papa Arthur


Mereka heran kenapa Kai langsung memeluk wanita itu. Wanita yang sangat mirip dengan mama Silvia.


"Kamu ga pa-pa baby??"tanya Abang kembarnya panik mengingat punggung sang adik yang terkena pukulan.


"Ngga pa-pa Bang, Kai baik-baik aja"jawabnya masih melihat ke arah Mama Silvia


"Kenapa Mama berubah jadi kasar begini ya??"bathin Kai


"Baby kenapa?"tanya Dady Aldric melihat kepanikan di wajah si kembar.


"Baby kena pukul di punggungnya Dad"sahut Alan menunduk


"Kenapa adik kalian bisa kena pukul, kenapa kalian tidak menjaganya dengan baik"hardik Dady Aldric


"Dad Abang ga salah, Abang mau bantuin tapi Kai larang. Ini cuma sakit sedikit Dad."ujar Kai


"Baby dipukul dengan apa??"tanya Papi Dixon adik Dady Aldric


"Dengan bangku Pi"jawab Alan


"What...oo shiit"


"Brandon cepat obati adikmu"perintah Dady Aldric


Brandon segera membopong tubuh sang adik menuju kamarnya.


Brandon membaringkan Kai dengan hati-hati. Dia membantu membuka seragam sang adik dan mengobati punggung sang adik yang lebam karena bekas pukulan tadi.


Brandon terpukau dengan tato yang terlukis dipunggung sang adik. Dan ini bukan sembarang tato. Ini milik suatu klan mafia.


"Kau menyimpan banyak misteri baby, tapi entah mengapa Kakak merasa memiliki ikatan darah denganmu"bathin Brandon.


"Ada bagian lain yang sakit baby??"tanya Brandon.

__ADS_1


"Ngga ada Kak"jawab Kai


"Apa kau merasa pusing??"tanya Brandon lagi


"Tidak Kak"jawab Kai singkat.


"Kalau begitu kamu istirahat dulu ya!!"perintah sang kakak yang diangguki Kai.


Brandon menyelimuti sang adik sampai ke dada,lalu mengecup kening sang adik dan membiarkannya untuk tidur.


Kai tertidur dengan keadaan tertelungkup. Rasa lelah dan rasa sakit sekarang menyatu di dalam tubuhnya.


"Bagaimana B, ada luka serius dengan adikmu??"tanya Dady Aldric


"Tidak Dad, Baby anak yang kuat bahkan saat diobati dia tidak meringis sama sekali"ujar Brandon.


"Menarik"ucap Papa Arthur


"Jadi bagaimana kalian bertiga bisa pulang sekolah dalam keadaan kacau begini??"tanya Mommy Fanny


"Ini ulah dari keluarga Alexander Mom. Karena sekarang putri Mommy memiliki fans di sekolah dan juga ketiga putri keluarga gila itu yang tak berhenti menempeli kami. Membuat perkelahian tadi tidak bisa kami elak kan."jelas Alan


"Kalian yakin hanya karena itu??"tanya Opa Lucifer


"Mereka mengatai Baby jal*Ng dan juga menampar Baby terlebih dahulu"sahut Alden.


"Beraninya mereka mengatai adikku seperti itu"geram Chayden


"Adikmu?? Sejak kapan??"ketus Alan


"Jadi apa yang akan kalian lakukan pada mereka??"tanya Papi Dixon


"Baby sudah melakukannya Pi, semoga mereka saja mereka mengingatnya dengan baik untuk ke depannya."ucap Alden dengan seringai iblisnya.


"Maksudmu??"tanya Papa Arthur bingung


"Baby mematahkan tangan salah satu dari mereka."ucap Alan santai.


"What..are you kidding dude?"tanya Chayton tidak percaya.


"Unfortunately not"jawab Alan


"Sebenarnya aku sudah lama ingin menghajar keturunan Alexander itu, selain suka menempel padaku, mereka juga sering membully di sekolah, namun sayang orang yang ingin mereka bully hari ini adalah malaikat maut mereka. Aku kagum saat Baby menghajar Kakak tertua mereka tadi. Benar-benar tanpa ampun"kagum Alan pada sang adik.


"Apa kau bilang???"tanya Jonathan tidak percaya.


"Ya adikku memang unik jago berkelahi, jago mesin, dan memiliki suara yang indah"ucap Ace memuji sang adik.


"Jago mesin??"tanya Papi Dixon tidak percaya.


"Iya dia memperbaiki mobil kami yang mogok ketika perjalanan pulang dari bandara."ucap Ace


"Ahh jangan lupa dia juga ahli meracik kopi"ucap Alden


"Benarkah?"tanya Mami Harlin tidak percaya

__ADS_1


"Iya Mi, karena dulu dia salah seorang barista terbaik di cafe kita"sahut Alan


"Sepertinya kita benar-benar mendapatkan paket lengkap"ujar Papa Arthur


"Ya karena dia putriku"ucap Dady Aldric.


"Juga cucuku"seru Opa Lucifer tidak mau kalah


"Tapi kenapa kalian semua ada di sini??"tanya Alan curiga


"Kita akan tinggal bersama sepupu"ucap Jonathan


"Ohhhh tidak, aku tidak menyukai ini. Kenapa kalian harus pindah ke sini? Sebaiknya kalian menetap saja di Jerman."ketus Alan


"Kami juga ingin bersama adik kecil kami Alan"imbuh Chayton


"Dad...."keluh Alan.


"Yes boy"ucap Dady Aldric pasrah


Alan dan Alden misuh-misuh sendiri mereka tidak menyukai kehadiran keluarga besarnya. Mereka pasti akan memonopoli sang adik.


"Silvia apa kau mengenal Baby??"tanya Opa Lucifer


"Tidak Dad aku tidak pernah bertemu dengan dia sebelumnya"jawab mama Silvia


"Tapi dia terlihat begitu sudah dekat denganmu??"ujar Oma Emma


"Tapi aku benar-benar tidak mengenalnya"jawabnya lagi.


"Jadi bagaimana keadaan adikmu B?"tanya Opa Lucifer


"Dia tidur Opa, biar dia istirahat dulu. Dia pasti lelah setelah kejadian tadi."sahut Brandon.


"Ya sebaiknya kita juga beristirahat dulu, perjalanan kemarin cukup melelahkan"ajak Oma.


"Yes Mom"jawab anak dan menantu Oma Emma bersamaan.


Sementara itu di mansion Alexander, keadaannya sungguh sangat kacau.


"Bagaimana bisa kalian biarkan adik kalian mengalami cedera separah ini?"bentak tuan Giorgino Frederic Alexander kepala keluarga Alexander.


"Ini semua karena anak bungsu keluarga Owen Pa"jawab Jayden


"Si kembar?"tanya tuan Giorgino


"Bukan Pa, tapi anak bungsu perempuan mereka Pa. Namanya Kai. Dia yang mematahkan tangan Berta Pa"jawab Jayden


"Dan kau sebagai laki-laki gagal menghadapinya?"hardik tuan Giorgino


"Maaf Pa"sahut Jayden


"Apa yang kalian bisa hah? Adik perempuan kalian mendekati si kembar saja tidak bisa. Dan kau anak laki-laki tertua kalah dengan gadis bau kencur?"bentak tuan Giorgino


"Kenapa aku diberi anak-anak yang bodoh seperti kalian"umpat tuan Giorgino yang membuat ketiga anak laki-lakinya mengepalkan tangan menahan amarah. Marah dengan segala ke egoisan dan ambisi sang papa yang tak pernah usai.

__ADS_1


__ADS_2