Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Kai Diracuni???


__ADS_3

Pagi ini Kai duduk meja makan dengan wajah ditekuk. Kenapa???? Ya karena belum diizinkan oleh kedua Opanya untuk berangkat sekolah. Syukuri aja kai dari pada harus menginap di penjara putih alias Owen's Hospital ya kan???? Dan Kai juga masih ngambek dengan Dady Aldric dan Mommy Fanny perkara membela Ghina.


"Baby mau makan dengan apa??"tanya Mommy Fanny.


"Apa aja Mom"jawab Kai lesu.


"Baby kenapa ??"tanya Brandon.


"Malas di mansion pengen sekolah"jawab Kai.


"Tunggu beberapa hari lagi ya Baby"jawab Brandon mencoba menenangkan sang adik.


Tiba-tiba.......


"Maaf, Nona Muda ada yang mencari Anda"ujar Frank.


"Siapa Frank??"tanya Opa Lucifer.


"Katanya mereka ingin mengantarkan mobil dan motor milik Nona Muda, Tuan"jawab Frank.


Kai segera berlari keluar mansion diikuti Brandon dan Opa Lucifer.


"Baby jangan berlari"ucap Opa Lucifer.


Kai menatap dengan mata berbinar ke arah mobil dan motor hadiah kompetisinya.


"Gilaaa... keren ini mah"sorak Kai melompat-lompat kegirangan.


Petugas pengantaran pun segera menurunkan mobil dan motor milik Kai, serta menyerahkan kunci dan surat-suratnya. Anggota keluarga yang lain heran melihat meja makan yang kosong. Kemudian terdengar suara hiruk pikuk di halaman mansion.


"Wow mobil dan motormu keren sekali Baby"ujar Alan.


"Iya Bang keren banget."sahut Kai.


"Halah mobil dan motor hadiah aja bangga"ejek Ghina pada Kai.


"Ya banggalah hasil keringat sendiri ini Kong"ujar Kai balik meledek Ghina.


"Kong"beo Jo.

__ADS_1


"King kong Kakak"jelas Kai dan membuat tawa Jo meledak seketika.


"Keren juga hadiahnya Baby,"puji Papa Arthur.


"Iyes dong Pa, kompetisi internasional gitu loh"ujar Kai bangga.


"Iyain deh"jawab Papa Arthur.


"Ahhhh Papa ga asyik"kesal Kai.


"Udah sekarang masuk dan segera sarapan nanti Kakak-kakakmu telat ke sekolah Baby"kata Oma mengingatkan.


"Iya Oma"jawab Kai sambil menggandeng tangan Oma Emma memasuki mansion.


"Arthur pimpin doa"titah Opa Matius.


Mereka memulai sarapan dengan tenang. Namun Kai mendadak terdiam setelah memakan suapan pertama.


"Sialan ada yang coba-coba Ama gue, ok gue layanin Lo pada"bathin Kai.


Kai kembali menyuap makanan yang ada di hadapannya, perut dan dada Kai mulai terasa sesak. Kemudian Kai mencengkram tangan Dady Aldric yang duduk disampingnya dengan sangat kencang. Dady Aldric kaget dan menoleh ke arah sang putri.


Semua yang ada di meja makan panik melihat apa yang terjadi pada Kai.


"Baby......."teriak semua yang ada di ruang makan.


"Bawa segera ke Owen's Hospital"titah Opa Matius.


"Tunggu Opa, imouto-san di mana penawar racunmu??"tanya Benjiro panik.


"Dddi mme..ja beee.lajar Kak"jawab Kai tersengal-sengal.


"Daichi cepat cari penawar berwarna ungu di sana"perintah Benjiro.


Daichi berusaha secepat mungkin untuk mengambil penawar itu. Tak lama Daichi pun kembali dengan penawar yang dibutuhkan Benjiro. Benjiro segera menancapkan jarum suntik itu pada leher Kai.


"Da.....Dy...sssa.....kit"ucap Kai terbata-bata.


"Iya tahan sebentar Baby"ujar Dady Aldric yang sudah panik melihat Kai yang terus memuntahkan darah di pangkuannya.

__ADS_1


Setelah Benjiro menyuntikan penawar itu pada Kai, Kai perlahan mulai bisa bernafas.


"Dad bawa imouto-san ke kamarnya saja, Kak B tolong beri dia infus Ringer laktat. Sekarang imouto-san hanya dehidrasi."ujar Benjiro pada Brandon.


Brandon kagum dengan kecepatan dan kelihaian Benjiro dalam menangani Kai. Seandainya saja nanti Benjiro mau bergabung dengannya di Owen's Hospital itu akan menjadi gebrakan yang hebat.


Dady Aldric segera membawa Kai ke kamarnya dan menurunkannya dengan hati-hati. Kemudian Brandon pun segera memasangkan infus Ringer laktat dan juga nasal cannula agar Kai bisa bernafas dengan baik. Saat ini para Mommy dan Oma Emma berkumpul di kamar Kai, untuk menjaga Kai. Sedangkan para lelaki Jordan berkumpul di ruang keluarga untuk membahas keracunan yang menimpa bungsu mereka.


"Boys berangkatlah sekolah. Kai akan dijaga oleh Brandon dan para Mommy kalian"titah Opa Lucifer pada para bungsu lelaki the Owen.


"Tapi Opa!!!"sanggah Daichi.


"No debate Daichi, berangkat sekarang yang lain juga!!"kata Opa Lucifer tidak ingin dibantah.


"Baik Opa"jawab mereka lesu.


"Brandon cek makanan Baby tadi, selidiki apa yang membuatnya seperti tadi!!!"perintah Opa Matius.


"Ace, Carl cek cctv!!"titah Opa Matius lagi.


"Aku mencurigai seseorang Pa"kata Papa Arthur pada Opa Matius.


"Papa pun begitu Ar, tapi kita harus mempunyai bukti dulu."ujar Opa Matius pada Papa Arthur.


"Kalau dibiarkan terlalu lama aku merasa akan terjadi hal yang lebih buruk Pa"ujar Papa Jacob.


"Hufffff kalian ada benarnya, tapi Kak Mat juga benar. Kita tingkatkan kewaspadaan dan untuk sementara perketat penjagaan Baby hingga lukanya sembuh dengan baik. Dan ada baiknya kita bicarakan ini dengan Aldric dan Fanny."ujar Opa Lucifer pada mereka semua.


"Aku setuju Dad, aku tidak ingin hal buruk menimpa Baby lagi"kata Papi Jason.


Sementara itu Aunty Elizabeth dan Ghina tersenyum puas, satu masalah telah mereka singkirkan. Hingga jalan mereka akan semakin mudah.


Di kamar Kai keadaannya sangat tidak baik. Hingga sekarang Kai belum sadarkan diri. Wajahnya memucat, dan dia terlihat begitu lemah.


"Baby bangun sayang, jangan begini Mommy akan turutin apa pun yang Baby mau"ujar Mommy Fanny sendu.


"Kak Ian, maafkan Velo"gumamnya lagi yang terdengar oleh Dady Aldric.


Dady Aldric sendiri juga merasa sangat bersalah pada sang putri, dia sadar kehadiran Aunty Elizabeth dan Ghina sangat membuat Kai dan anggota keluarga lainnya tidak nyaman. Ditambah lagi dengan Ghina yang tidak pernah bicara dengan baik kepada Kai. Dady Aldric bingung dia harus bagaimana.......

__ADS_1


__ADS_2