
Saat ini para Owen sudah duduk di meja makan untuk menikmati sarapan mereka, tapi tanpa beberapa orang yang mereka sayangi yaitu Dady Aldric, Mommy Fanny, Ace dan Kai. Usai sarapan mereka berkumpul di ruang keluarga karena hari ini mereka meliburkan segala aktivitas.
"Rasanya seperti mimpi saja semua masalah menghantam keluarga kita bertubi-tubi."ujar Papa Arthur.
"Kau benar Kak, dan untung disaat yang bersamaan ada Baby bersama kita. Kadang aku merasa iba dengan Baby nakal itu, karena dia harus ikut-ikutan menyelesaikan masalah keluarga kita."tambah Papi Dixon.
"Lalu bagaimana dengan para tikus yang sudah mengusik kita, Pa??"tanya Alden.
"Kita akan menghancurkan reputasi keluarga mereka melalui publik!!"ucap Edric yang sudah dipenuhi amarah.
"Maksudmu bagaimana boy??"tanya Papi Jason.
"Wanita yang sudah memfitnahku, akan kubuat dia merasakan apa yang kurasakan. Video yang kemarin ada pada Abang angkat Baby akan ku post ke publik. Dan kalian bungsu bantu aku untuk menggiring publik agar menyudutkan wanita itu dan juga keluarganya. Dan kalian harus menarik simpati publik kembali padaku. Gunakan akun lain untuk melakukan itu."jelas Edric.
"Nah gini dong Kak Edric!!"semangat Daichi.
Edric hanya memberikan senyuman tipis ke arah Daichi.
"Dan untuk orang-orang yang menjebak Carl dan Dallen, kita akan jadikan mereka sasaran buruan kita, permainan akan segera dikembalikan pada tuan rumah!!"seringai Edward.
"Sekarang tinggal mencari pelaku penembakan Ace dan juga orang yang menyerang Baby dan Jo kemarin"ujar Opa Lucifer diangguki Opa Matius.
"Ngomong-ngomong Baby apa belum pulang??"tanya Papi Dixon.
"Belum Pi, mungkin urusannya belum selesai. Kasian Baby nakal itu"ujar Brandon menghela nafas panjang.
Sementara itu......
"Kau mencari masalah di daerah terlarang, Bro"ujar Juan pada orang yang membakar pelabuhan milik Kai.
"Cuih, kalian memang lemah ayo kita bertarung dengan tangan kosong"tantang orang itu pada Juan.
"Wah berani juga Lo ya, tapi bolehlah gue udah lama ga menggunakan otot-otot gue"ujar Juan memberi isyarat pada bawahannya untuk melepas ikatan orang itu.
__ADS_1
Orang yang tidak waras, malah menantang Juan untuk duel. Juan memang terlihat petakilan namun dibalik itu percayalah jiwa Psykop*tnya sama dengan Kai. Semua inti GOLDEN GLADIOL adalah Psykop*t yang gila darah, dan menyukai teriakan dan jeritan dari mangsanya.
Juan pun memberi kesempatan pada orang tersebut untuk menyerangnya terlebih dahulu.
Tapi orang itu malah menyia-nyiakan kesempatan yang Juan berikan. Jadi jangan salahkan jika setelah ini Juan akan menghajarnya hingga orang tersebut akan memilih mati sebagai jalan terbaik.
Suara tendangan, patahan tangan, patahan kaki terdengar bersahutan dengan jeritan orang itu. Sangat merdu bagi para inti GOLDEN GLADIOL yang menyaksikan pertarungan itu. Sedangkan Kai sibuk memakan cemilan di kursi kebesarannya.
Setalah bosan bermain dengan mangsanya akhirnya Juan mematahkan kepala orang itu sambil memberikan senyum manisnya. The real psyko.
"Udah kelar Lo Bang??"tanya Kai melangkah mendekati Juan.
"Ck, lemah ga asyik"jawab Juan.
"Kai duduk!!"perintah William.
"Hmmmm"jawab Kai.
"Jadi masalah keluarga Lo gimana dek??"tanya William.
"Lo harus ngelatih lagi emosi Lo untuk masalah keluarga Kai. Kalau sulit cobalah untuk terbuka setidaknya berbagilah dengan Anos jadi Lo ga ngeblank kayak kemaren"ujar Ernest.
"Ini yang ga gue suka kalau punya keluarga"ketus Kai menutup matanya.
"Kai lambat laun Lo bakal punya keluarga. Sekarang aja Lo punya keluarga Kai, kami Abang-abang Lo. Owen, Adler dan Yamaguchi jadi sebaiknya Lo belajar mengelola emosi Lo biar ga kecolongan kayak kemarin Kai."kata Hiro.
"Lo semua ga akan ninggalin gue kayak Bang Evan kan Bang??"tanya Kai sendu.
"Kita ga bisa janji soal itu Kai, selama masih bernyawa kita akan selalu sama elo. Makanya Lo harus belajar lagi. Kalau Lo lemah kita juga pasti ikutan lemah. Jangan sia-siain pengorbanan Evan. Kita dibentuk untuk saling melindungi, kalau Lo sebagai pemimpin lemah bagaimana dengan kita?"ujar Aslan menahan air matanya agar tidak turun.
Evan adalah sosok kakak tertua bagi mereka. Bisa dibilang Kai dan Evan adalah pendiri dari GOLDEN GLADIOL. Evan mampu menyatukan seluruh perbedaan mereka dalam satu wadah yaitu GOLDEN GLADIOL. Evan pula yang mengorbankan nyawanya untuk keselamatan semua adiknya dari ledakan bom. Kepergian Evan menjadi pukulan terburuk bagi kehidupan mereka. Cukup lama mereka terpuruk dan terjebak di titik terlemah kehidupan mereka. Kai jangan ditanya lagi, ia sampai harus ditangani oleh Vikram, Jerry dan Vanes. Sakit itulah yang mereka rasakan setiap mengingat tragedi itu. Dan karena hal itu pulalah inti GOLDEN GLADIOL menjadi mesin pembunuh yang sempurna, melepas hasrat membunuh mereka.
"Kita tau dek kata-kata kita bakal ngebuka luka lama Lo, tapi ingat satu hal Lo yang memilih jalan ini. So, Lo harus berjalan hingga ujung. Saat Lo lelah istirahatlah, but jangan nyerah. Kita bakalan dampingi Lo semampu kita, Lo ga sendiri menjalani jalan itu.!!"ujar Bryan menghapus air mata sang adik.
__ADS_1
"Iya Bang, maafin gue dan makasih udah ngingetin tujuan gue"ujar Kai.
"Hmmmm/iya"jawab semua Anang Kai.
"So, masalah pelabuhan udah kelar, sekarang masalah tambang minyak kita yang di Venezuela. Tambang itu sudah 80% berada di tangan kita. Dan Kai Lo harus datang ke perusahaan minimal 2kali seminggu. No debate dek"ujar William.
"Tapi gue sekolah Bang"elak Kai.
"Ok, berkasnya bakal kami kirim ke mansion Lo dek"imbuh Bryan yang tau akal bulus Kai.
"Tapi kan..."
Belum selesai Kai bicara ucapannya dipotong oleh Juan.
"Udah jangan ngeles Lo, mau kita tinggal liburan Lo, sendiri ngurusin perusahaan??"ujar Juan.
"Yak, ancamannya itu Mulu"kesal Kai.
"Udah, final dicecion dek. Mau tidak mau, setuju tidak setuju Lo harus mulai ikut mengelola perusahaan."perintah William.
Dan jika seorang William sudah memberi titah pada Kai, maka tidak ada jalan tikus untuk melarikan diri lagi. Walaupun seorang pemimpin mafia Kai tetap akan patuh kepada Abang-abangnya jika itu demi kebaikan Kai.
"Yeee, lah tak kuase nak melawan"ucap Kai mencebikkan bibir.
Membuat senyum mengembang pada semua Abang Kai.
"Mau istirahat di sini atau pulang ke mansion??"tanya Kim.
"Pulang ajalah Bang, di mansion ntah gimana sikonnya sekarang."jawab Kai.
"Ayok gue antar!!"ajak Kim pada Kai.
"Ga ah, pulang sendiri aja, Lo semua pada istirahat dah Bang, makasih udah bantuin keluarga gue."ucap Kai tulus.
__ADS_1
"No problemo"jawab mereka.
Kai bersiap untuk pulang ke mansion. Tubuhnya sudah terasa lelah, matanya amat sangat mengantuk. Lelah Nurdin......