
Saat ini semua orang sedang berkumpul di ruang pertemuan markas Yamaguchi.
Setelah membersihkan diri mereka kembali berkumpul dan berbincang ringan.
"Kenapa baru pulang sekarang Musume???"tanya Tuan Harada pada Kai
"Maaf Pa, belakangan Banyan masalah yang menghampiri keluarga Owen, diantaranya juga disebabkan oleh dua klan yang tadi menyerang markas Yamaguchi"ujar Kai.
"Dari mana kalian tau akan ada penyerangan pada markas kita??"tanya Hiroshi pada sang adik.
"Semua berawal dari penembakan pada Kakak tertua kami, Ace Lucifer Owen. Kai mencari informasi mengenai tersangka yang melakukannya dan boom, ternyata pelakunya adalah pembunuh bayaran no. 7 dunia. Takeshi Yamada."ujar Kai.
"Maaf saya menyela, mata Anda mengingatkan saya pada seorang laki-laki yang dulu pernah menyelamatkan nyawa saya dan ibu saya, saya tidak tau siapa namanya tapi saya ingat betul dengan mata dan wajahnya."ujar Taro a.k.a Takeshi Yamada.
Kai mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan sebuah foto pada Taro.
"Ini maksudnya, ojisan??"tanya Kai.
"Benar, dia orangnya saya ingat betul dengan mata itu. Sayangnya hingga saat ini saya belum sempat bertemu dengannya dan mengucapkan terima kasih."ucap Taro lirih.
"Dia sudah meninggal, dan aku putrinya"sahut Kai dengan mata sendu.
Taro segera berdiri dan membungkuk pada Kai.
"Terima kasih Master, saya akan mengabdikan seluruh hidup saya untuk menjaga Anda!!"tutur Taro penuh hormat.
Kai mencium gelagat tidak mengenakan.
"Gawat, pasti ni orang bakal ngekorin gue Ampe ke mansion. Nyesel gue liatin foto Dady."bathin Kai.
"Tapi sebaiknya Paman, di sini saja dengan Papa Harada"tolak Kai mencoba membujuk Taro. Karena Kai tau keluarga Takeshi adalah keluarga yang sangat setia dengan Pimpinannya serta akan mengikuti kemana pun pimpinannya pergi dan juga sangat mengerti dengan balas Budi hingga nanti di setiap keturunannya.
"Maaf, saya menolak Master saya hanya akan mengabdi kepada Master atau Master boleh mengambil nyawa saya"imbuhnya lagi.
"Tu kan benar, suek Lo Takeshi"gumam Kai.
"Musume, biarkan saja Taro ikut denganmu lagipula jika mendengar ini Grandpamu bisa semakin tenang!!!"tambah Papa Harada.
"Papa ish...Kai bukan anak kecil lagi. Nggak perlu pengawal pribadi"bantah Kai.
"Imouto-san ikuti saja, kita memiliki musuh di mana-mana, kamu pun sekarang berada di lingkungan tiga klan mafia besar. Kamu pun satu-satunya perempuan di keluarga kita"tambah Hitoshi.
__ADS_1
"Baby tidak apa-apa, lagi pula di mansion kita memiliki banyak Mommy yang harus kita jaga bukan??? dan ini bisa membantu kita."bujuk Alden karena ia melihat skill bertarung Taro yang sangat baik menurutnya.
"Terserahlah ...."Kai menyerah tidak akan menang juga melawan mereka semua.
"Terima kasih Master"ucap Taro membungkuk.
"Jangan panggil Master, panggil Kai saja!!!"titah Kai pada Taro.
"Baik, Kai"ujar Taro senang. Akhirnya ia bisa membalas Budi pada keturunan orang yang telah sangat berjasa dalam keluarganya.
"Jadi lanjutkan penjelasanmu tadi ,Musume!!"titah Papa Harada.
"Setelah mengetahui siapa tersangka penembakan Kak Ace, Kai mendapat surel bahwa sasaran selanjutnya adalah Papa Harada, dan Papa bisa menebak siapa dalangnya bukan??"tanya Kai dengan seringai iblisnya.
"Watanabe lagi??"jawabnya geram.
"Tepat, jadi Kai menghubungi mata-mata Kai yang di klan Watanabe dan dari sana pulalah Kai tau kalau ada dua klan lagi yang ingin bergabung dengan mereka plus anggota klan Yamaguchi yang berkhianat."jelas Kai.
"Baby kamu bisa memasukkan mata-matamu ke klan itu??"tanya Jo.
"Iya dong Kak, Kai gituhhh. Jangankan di Watanabe, di Zeus saja ada makanya Kai ingatkan kemarin untuk sapu bersih pengkhianat di Zeus."jelas Kai pada young boy the Owen.
"Lalu bagaiman klan Psycopath, GOLDEN GLADIOL bisa datang dan membantu klan kita??"tanya Papa Harada lagi.
"Itu karena Kai meminta bantuan pada teman Kai yang ada di dalam GOLDEN GLADIOL Pa. Dan mereka menyanggupinya dengan syarat musuh yang hidup jadi milik mereka untuk dijadikan objek eksperimen. Dan yang mati untuk makanan peliharaan mereka."jawab Kai sekenanya.
"Benar-benar klan Psycopath"ujar Daichi geleng-geleng kepala.
"Pa ada yang ingin Kai tanyakan kepada Papa!!"ucap Kai pada Papa Harada.
"Ada apa Musume??"tanya Papa Harada balik.
"Gelang giok hijau milik Bubu, apakah ada kembarannya??"tanya Kai.
"Maksudmu??"tanya Papa Harada tidak paham.
Kai lalu mencari sebuah file di handphonenya dan memperlihatkan sebuah video pada Papa Harada.
"Laki-laki ini adalah orang yang membunuh Dady Ian, ia memakai gelang yang mirip dengan Bubu, lalu di video penyerangan klan the BRONTES terlihat juga pria ini berada di ruang para Pilar the BRONTES, setelah Kai cocokkan ini orang yang sama, apa Papa mengetahui sesuatu tentang semua ini???"tanya Kai pada Papa Harada.
"Hufffff"Papa Harada menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Papa tidak bisa menjelaskannya, nak. Grandpa yang akan menjelaskannya padamu saat ulang tahunmu nanti"ujar Papa Harada.
"Ok, Kai akan tunggu"ujar Kai.
Kakak Kai melihat gurat kekecewaan di wajah adik mereka. But how ever tiap keluarga memiliki aturan masing-masing yang tidak dicampuri oleh pihak luar.
"Hmmm Pa, untuk anggota klan rekrut saja yang baru. Kai akan memberi chip pada tiap anggota agar mempermudah kita untuk mengawasi mereka. Dan hal ini sudah Kai berlakukan pada the BRONTES karena kemarin kami kecolongan ada Pilar yang berkhianat"kata Kai pada Papa Harada.
"Baik, kamu lakukan yang menurutmu harus dilakukan untuk kebaikan klan Yamaguchi, karena memang seharusnya kamulah yang memegang jabatan Ketua, kami sudah mulai tua nak!!"ujar Papa Harada.
"Papa tidak usah banyak drama, ok Papa dan ketiga Papa lainnya sudah tua, tapi kan masih ada para onii-san yang mulai dewasa untuk memimpin di klan ini. Dan Kai yang bertugas untuk mengawasi mereka."kata Kai pada Papa Harada.
"Tidak bisa, Kakak hanya membantu imouto-san, Kakak harus kuliah"elah Hiroshi karena ia tau itu bukan haknya.
"Ya sudah jika tidak mau, bubarkan saja"ucap Kai singkat.
"Ehhh jangan kamu ingin mengundang murka Grandpa??"tanya Hitoshi.
"Makanya ikuti kata Kai, Kai akan bantu menjalankan klan ini. Kai nggak bisa stay di sini Kai harus mengurus perusahaan, Kai harus sekolah, harus mengawasi the BRONTES belum lagi nanti kalau ada misi dadakan dari the Brontes!!"jelas Kai.
"Baiklah Papa dan Kakak-kakakmu akan tetap memegang daerah ini. Tapi ingat kamu pun harus ikut mengurusnya!!"titah Papa Harada mutlak.
"Itu lebih baik!!"ujar Kai cengengesan.
"Enak aja gue ngurusin klan ini, lebih baik GOLDEN GLADIOL. Ntar ga bisa nyari easy money lagi bisa kurang dong dana pensiun untuk masa tua gue."bathin Kai. Haelah Kai duit Mulu......
"Nanti Kai akan minta bantuan teman Kai untuk memasang alat itu pada tubuh anggota baru. Dan untuk Papa dan Kakak yang lain Kai akan memberikan anti racun dan anti afrodisiak. Dan ini untuk Papa dan juga Kakak!!"ujar Kai memberikan kotak beludru berisi cincin dan kalung pada Papa Harada dan kedua kakaknya.
"Ini apa Musume??"tanya Papa Harada pada Kai.
"Buka saja Pa!!"kata Kai.
"Wah indah sekali, ini Cullinan bukan??"tanya Hiroshi mengangkat kalung miliknya.
"Benar onii-san, itu Cullinan serta sudah dibuat sedemikian rupa agar terhubung langsung ke data base milik Kai. Semacam GPS dan cctv pribadi"ujar Kai.
"Kamu benar-benar hebat Musume, terima kasih"tutur Papa Harada tulus.
"Iya, untuk jaga-jaga Pa dan jangan pernah dilepas!!"titah Kai dan diangguki ke-tiga orang itu.
Mereka pun kembali melanjutkan perbincangan ringan sambil menikmati teh khas Jepang yang disajikan oleh para pelayan.
__ADS_1