
Morning...........
Pagi yang indah, cerah dan bersemangat.
Seluruh anggota keluarga telah berkumpul di meja makan untuk sarapan. Kai yang baru keluar dari lift melangkah menuju dapur untuk menyuruh maid menyiapkan makanan untuk Putri dan juga Bundanya.
"Bibi Marie, tolong buatkan makanan ya, dan masukkan ke dalam food box ini!!"kata Kai memberikan sebuah kotak makanan yang berdesain elegan pada kepala maid itu.
"Baik, Nona Muda tapi kenapa Nona Muda membawa bekal hari ini??"tanya kepala pelayan itu heran.
"Bukan buat Kai bibi tapi buat teman Kai yang lagi nungguin ayahnya di rumah sakit"jelas Kai.
"Seperti itu, baiklah Nona Muda segera saya siapkan!!"sahut Marie yang memandang kagum pada Nona Mudanya itu.
"Baby dari mana??"tanya Oma Emma yang tadi sekilas melihat Kai memasuki dapur.
"Minta tolong Bibi Marie Oma, untuk nyiapin makanan untuk Putri dan Bundanya di rumah sakit"jawab Kai mendudukkan dirinya di kursi.
Bangga, itu yang keluarga besar itu rasakan saat ini atas tindakan bungsu mereka.
"Baiklah, ayo sarapan nanti kalian terlambat.!!"kata Opa Matius kemudian memimpin doa sebelum sarapan.
Dua puluh menit kemudian mereka selesai. Dan masing-masing kembali menjalani aktifitas masing-masing.
"Nona Muda, ini makanan sudah siap"kata kepala pelayan Marie.
"Terima kasih Bibi Marie!!"kata Kai tersenyum pada Marie dan Marie menunduk mendapat ucapan terima kasih dari Nona Muda kesayangannya.
"Uncle Frank....!"teriak Kai mencari Frank ke tempat berkumpulnya para penjaga mansion. Frank tentu saja terkejut tidak biasanya Kai sampai mencarinya sampai ke mansion penjaga.
"Ada apa Nona Muda??"tanya Frank.
"Uncle, tolong antar makanan ini ke rumah sakit untuk teman Kai, boleh??"tanya Kai dengan menunjukkan senyum manisnya.
"Baik, Nona akan segera saya antar"jawab Frank.
"Ok, makasi Uncle Kai berangkat sekolah dulu!!"pamit Kai melangkah menuju garasi mengambil motor kesayangannya.
"Baik, Nona!!"jawab Frank yang melihat kepergian Nona Mudanya itu.
Kai memanaskan mesin motornya kemudian segera memasang helm full face miliknya lalu bergabung dengan kakaknya untuk berangkat sekolah.
"Kalian hati-hatilah jaga adik kalian!!"titah Daddy Aldric pada anak-anaknya yang sangat ntahlah......
Ke tujuh remaja muda itu hanya mengangkat jempol mengiyakan perkataan Daddy Aldric karena semuanya telah menggunakan helm full face. Para tetua hanya bisa menghela nafas panjang melihat kelakuan calon penerus mereka. Dan mutuskan untuk berangkat ke kantor dengan supir yang telah Kai sediakan.
Tujuh motor sport keluaran terbaru membelah jalan raya menuju OIHS, sampai di gerbang sekolah seperti biasa mereka akan menjadi pusat perhatian seluruh sekolah. Mereka segera memarkirkan motor mereka dan bergabung dengan inti BLACK HOLE yang telah menunggu mereka di parkiran.
"Morning sunshine!!"siapa lagi yang menyapa kalau bukan Arnav.
__ADS_1
"Morning, too Abang"jawab Kai ramah.
"Cabut!!"titah Alden dan diiringi oleh yang lainnya. Seperti biasa, ritual mengantar si bungsu ke kelasnya dan antrian sembako kalau Kai bilang.
"Baby, jangan nakal!!"
"Imouto-san belajar yang rajin"
Dan ya pesan-pesan sejenis itu yang akan Kai terima setiap pagi dari kakaknya dan jangan lupa ciuman di pipi atau di kepala atau di kening Kai.
"Shuh....shuh!!"usir Kai kesal pada semua kakaknya.
Membuat mereka semakin gemas pada si bungsu kemudian melangkah ke kelas masing-masing.
"Pagi bayi!!"sapa Jordan si biang rusuh.
"Lo......."kesal Kai.
"Benarkan Lo bayi tiap pagi dianterin dicium persis kayak bayi!!"ejek Jordan pada Kai.
Kai meradang dan menyumpal mulut Jordan dengan kertas agar Jordan segera diam.
"Sialan Lo, pagi-pagi gue dikasih makan kertas!"ketus Jordan.
"Makanya jangan bikin bocil bad mood Lo pagi-pagi"kata Yudha pada Jordan.
Kemudian bel masuk pun berbunyi, para murid mulai mengikuti pelajaran di kelas masing-masing.
"Kai, gimana masalah Lo ama Putri??"tanya Matthew.
"Udah kelar, Matt. Tinggal ama geng tu tante-tante yang belum kelar!!"gerutu Kai sambil main game.
"Eh, seminggu lagi acara ulang tahun sekolah, Lo mau tampil nggak Kai"kata Yudha menawari Kai.
"Kayaknya nggak bisa deh, karena gue ada kerjaan!"jawab Kai.
"Pekerjaan??"beo semua teman Kai.
"Iya, gue harus bantu Daddy di perusahaannya!!"bohong Kai nggak mungkin kan bilang kalau ngurusin perusahaan sendiri.
"Tapi kan ada Abang-abang Lo??"tanya Ririn.
"Mereka nggak mau dan jadiin gue sebagai tumbal"kata Kai lagi.
Seketika kantin hening karena kedatangan Alexander famili dan duo gadis Watanabe.
"Masih berani nampakin muka di kantin"oceh salah seorang siswi.
"Ya, kan Lo tau mereka tu muka badak jadi urat malunya nggak keliatan lagi!!"timpal yang lain.
__ADS_1
"Nggak tau malu!!"
Begitulah hinaan yang didapat dua gadis Watanabe itu.
"Eh satunya mana yang ngaku korban bullyan degem??"tanya salah seorang siswa mencari keberadaan Putri.
"Udah di DO kali, ngefitnah anak yang punya sekolah sih!!"celetuk yang lain.
"Diam kalian, atau mau gue kasih pelajaran mulut nggak berguna kalian itu.!!"kata Rion yang jengah mendengar hinaan untuk Akira dan Aiko. Sedangkan Akira dan Aiko menunduk terus terang mereka malu karena kejadian kemarin.
"Dih, belain j*l*ng dia guys!!"hasut Jordan.
"Bangs*t yang j*l*ng itu dia!!"tunjuk Rion pada Kai.
Kai hanya cuek seakan tidak mendengar perkataan Rion. Amarah Rion memuncak karena Kai sama sekali tidak memberikan reaksi atas ucapannya. Ada ya manusia modelan Rion???
"Heh, j*l*ng kenapa diem Lo, nggak punya muka hah??"bentak Amber tidak sabar ingin memukul Kai.
"Ops, stop don't touch her!!"kata Jo menghentikan Amber.
"Apa Kakak tidak lihat foto kemarin, itu menjijikkan Kak. Dan Kakak masih membela dia??"manja Alicia bergelayut di lengan Jo namun dalam satu kali sentakan pegangan Alicia terlepas dan ia pun terjerembab ke lantai.
"Daichi, foto itu bohong!!"kata Aiko meminta pembelaan Daichi.
"Kalian semua dengar!!!"titah Daichi.
"Dia, Kai Nararya Lucifer Owen Yamaguchi, satu-satunya cucu perempuan di keluarga kami. Kesayangan kami berlian kami. Dan......."Daichi memutus perkataannya kemudian menarik sang adik ke pelukannya.
"Dan dia tau posisinya sebagai berlian, harus berada di tempat yang baik di sekitar orang baik dan yang pasti bersih!!"kata Daichi meneruskan perkataannya.
"Tidak seperti kerikil yang ditendang ke sana kemari dan berada di tempat yang kotor"tambah Jo pasangan julid Daichi.
"Tapi kemarin kalian lihat sendiri bukan j*l*ng itu memiliki tato di punggungnya walau pun lebih banyak dari yang di foto"kata Berta mencoba mengompori warga kantin.
"Woi, mata Lo picek. Mata Lo rabun hah. Nggak liat Lo tatonya jauh beda. Wah parah Lo dari gue yang pakai kaca mata."ejek seorang siswa pada Berta.
"Tetap saja dia memiliki tato berarti dia memang salah satu j*l*ng juga bukan??"kekeh Berta dengan pendapatnya.
"Berarti secara tidak langsung Lo juga bilang kalau Kak Benjiro dan Kak Daichi adalah j*l*ng secara tatonya sama persis dengan tato punya si bocil."celetuk Tobias dan berhasil memukul telak Berta.
Seluruh Owen dan duo Yamaguchi memandang rendah pada kelima gadis yang sedari tadi menatap tajam pada Kai.
"Satu lagi guys, kalian tidak boleh mengganggu Putri saat jika ia masuk sekolah nanti, ia melakukan itu karena berada di bawah tekanan. Kalian paham kan rasanya ditekan orang yang berkuasa tetapi kalian tidak memiliki kuasa membalasnya. Jangan untuk membalas untuk lari saja kalian tidak sanggup. Nah itu yang Putri rasakan kemarin. Jadi kalau ada yang cari masalah sama dia berarti cari masalah sama gue. Tapi........"kata Kai.
"Tapi......"beo isi kantin.
"Kalau dengan lima ekor ular itu ter.....se......rah. Mau kalian apain gue nggak perduli, mau kalian lempar mau kalian masukkin septic tank sekalipun gue nggak peduli"kata Kai dan disambut tawa keras penghuni kantin.
"Nggak deh Kai, udah nggak ori. Ogah gue mah dekat-dekat."teriak salah seorang murid dan membuat tawa siswa lain semakin keras.
__ADS_1
Karena tidak tahan dengan ejekan dari setiap siswa duo Watanabe itu meninggalkan kantin. Sedangkan Alexander family hanya duduk terdiam karena tidak ingin terseret lebih dalam dengan masalah kedua Watanabe itu. Nggak setia kawin kalian...eh setia kawan.