
"Astaga, Alden ini sudah malam kita akan dimarahi nanti karena terlambat pulang!!"panik Melvin.
"Astaga, kau benar Vin. Ayo cepat kita pulang, para tetua pasti akan menyiapkan hukuman untuk kita!!"sahut Alden.
Mereka bersiap-siap untuk pulang ke Secret Palace. Jangan sampai para tetua memberi hukuman pada mereka. Bisa gaswat.
"Bang, gue balik dulu. Cek rekening Lo, have fun sama yang lain. And be carefull all of you!!"titah Kai.
"Terima kasih, Kai. Lo juga hati-hati!!"ujar mereka serempak. Kai sangat memperhatikan semua kebutuhan para anggota khusus yang ia tempatkan di pulau rahasia itu. Karena mereka adalah aset Kai dan juga sebagai garda terdepan. nanti jika keadaan tidak bisa dikendalikan lagi.
Kai dan kakak-kakaknya pun segera meniggalkan pulau itu. Setibanya di tempat parkiran motor, mereka pun ngebut agar bisa sampai di Secret Palace tidak terlalu malam.
Jam setengah sembilan malam mereka semua sampai di Secret Palace. Frank sudah menunggu mereka dengan wajah tidak bersahabat.
Mereka paham dengan ekspresi Frank berarti para tetua juga dalam posisi yang sama saat ini. Marah.........
"Kami pulang.......!!"teriak Kai tanpa rasa bersalah membuat kakak-kakaknya meringis menutup telinga.
"Masih ingat pulang??"terdengar suara Mama Silvia dengan nada yang tidak enak didengar.
"Masa nggak pulang, Ma. Lantas kami bobok di mana?? Masa iya numpang di tempat teman, apa kata dunia keturunan Owen numpang-numpang."ujar Kai lancar tanpa ada hambatan.
"Tuk...."
"Aaaaa sakit......!!"teriak Kai memegangi kepalanya yang terkena pukulan centong nasi.
Para bujang Owen sudah ketar ketir meratapi nasib mereka. Karena para tetua dan kakak tertua mereka menatap tajam ke arah mereka.
"Mama, apa an sih main ketuk aja, emang ini meja pengadilan? Nggak punya rasa kasihan sama anak!!"omel Kai.
"Kamu......!!"geram Mama Silvia.
"Jadi....!"ujar Opa Matius menuntut penjelasan para bungsu.
"Jadi.......tadi sebelum sampai di sekolah kami dihadang geng motor. Lalu terjadilah perkelahian. Terus karena penampilan kami sudah berantakan kami nggak masuk sekolah, kami pergi ke pulau pribadi milik Daddy Max. Lalu saat sedang barbeque an di sana misi Kai masuk dan kami mengerjakannya bersama kemudian cuannya mengalir dan untuk Uncle Frank ada salam dari jenderal Agatha."kata Kai bicara lancar tanpa titik koma dan membuat para tetua dan Kakak tertuanya memijit pelipis.
"Jenderal Agatha, kau kenal dengannya Baby??"tanya Papa Jacob tidak percaya. Sebab jenderal Agatha adalah jenderal dengan pangkat tertinggi di kemiliteran dan juga terkenal sangat ganas dalam menghabisi musuh.
"Tentu saja, Pa. Dia adalah salah satu sumber cuan Kai!!"jawab Kai sumringah.
"Lalu apa yang kalian lakukan tadi??"tanya Opa Matius.
__ADS_1
"Menghadang kapal yang berisi muatan nuklir pesanan........!!"Kai menggantung kata-katanya.
"Pesanan.......!!"beo semuanya.
"BLACK COBRA tentu saja!!"kata Kai.
"Berapa yang kalian dapat?"tanya Brandon penasaran.
"20 juta perkepala!!"heboh Jo dan Daichi.
"Jika begitu uang jajan kalian kami stop satu Minggu sebagai hukuman!!"ujar Uno.
"Hahhhh...nggak bisa gitu dong, Bang Uno!!"protes adik-adiknya. Gila aja uang jajan distop seminggu lagi.
"Tenang, Abang-abang kalau Bang Uno dan para tetua melakukan itu. Mulai malam ini kita pindah ke pulau tadi. Biar tau rasa mereka tidak bisa melacak kita!!"ancam Kai.
"Benar juga, kita tidak perlu sekolah lagi kita terima misi saja. Di sana juga bisa jadi tempat tinggal yang nyaman!!"sahut Alan dan diangguki Chayton dan Benjiro.
"Kenapa malah jadi seperti ini???"bathin para tetua dan kakak mereka frustasi.
"Yok Bang, kita siap-siap balik ke pulau tadi!!"ajak Kai pada kakak-kakaknya.
Para Mommy hanya bisa menahan gemas mereka pada para bungsu itu. Bagaimana bisa marah jika Kai ada di posisi itu. Nanti dia beneran kabur lagi, berabe urusannya....
"Stop!! Masuk!!"titah Xander.
"Nggak!!"bantah Kai melotot.
"Hufffff ok, Prince, Princess masuk nggak ada hukuman!!"ujar Xander menahan amarahnya.
"Ok, good choice!!"sahut Kai.
"Abang, ayo masuk!!"teriak Kai.
Para kakak langsung mengikuti Kai, takut terkena amukan para tetua dan kakak tertua mereka.
Mereka tertawa cekikikan sambil melangkah menuju ke kamar mereka.
"Aku bisa kena serangan jantung jika begini!!"keluh Xander.
"Biarkan adik-adikmu berkembang Xander, sekarang saja mereka telah melibatkan diri dalam hal yang berbahaya. Jadi ini juga berlaku untuk kalian boys biarkan para bungsu mendapat hiburan. Apa gunanya kalian sebagai Kakak dan Daddy sebanyak ini jika tidak bisa menjaga adik dan anak-anak kalian. Semua yang kalian kerjakan untuk mereka bukan?? Jadi biarkan saja."kata Opa Lucifer menenangkan Xander.
__ADS_1
"Baik, Opa/Dad!!"sahut mereka.
"Baby, benar-benar menguasai para bungsu. Setidaknya dengan begini kekhawatiran kita bisa sedikit berkurang jika Baby mendapatkan misi!!"tambah Opa Matius.
"Dari dulu inilah yang tidak bisa dilawan dari seorang Kai Nararya!!"tutur Evan.
"Maksudmu, Van??"tanya Papi Dixon.
"Kepiawaiannya dalam menghadapi kita. Aku yakin Pi di jalan para Prince sudah ketar ketir memikirkan hukuman yang menanti mereka. Tapi dengan adanya Princess ketakutan mereka dihilangkan begitu saja."ujar Evan.
"Kau benar, Van. Tapi yang mengganggu pikiranku sekarang, untuk apa nuklir dipesan oleh klan BLACK COBRA??"ujar Edric.
"Aku tidak tau pasti, tapi yang jelas kerugian yang diderita klan itu sangat banyak sekarang. Gudang yang sudah dihancurkan Princess ditambah lagi nuklir mereka yang telah disita. Aku rasa BLACK COBRA akan kewalahan mencari bantuan ke sana ke sini sekarang!!"sahut Evan.
"Itu benar dan kita harus lebih waspada lagi, terutama keselamatan para bungsu. Kalau untuk para Mommy sebaiknya sekarang kalian bekerja dari Secret Palace saja dulu, demi keselamatan kalian. Karena tempat ini aman dan juga memiliki akses menuju markas utama Golden Gladiol."papar Ace.
"Kenapa anak-anak itu belum turun juga, apa mereka tidak makan malam??"tanya Opa Matius.
"Aku akan mengecek mereka Opa!!"sahut Edward.
"Aku ikut!!"kata Brandon.
Keduanya memasuki lift menuju lantai tiga kamar para bungsu. Namun mereka mendapati kamar para Prince kosong.
"Ke mana mereka??"dumel Edward.
"Satu-satunya yang belum kita lihat kamar bintang utama!!"ujar Brandon.
Lalu mereka melangkah ke kamar Kai, dan benar saja mereka semua tertidur seperti tumpukan sarden di samping Kai.
Edward iseng mengambil foto mereka dan membagikan di grup keluarga. Mereka tertidur tanpa melepas seragam sekolah mereka.
"Ting"
"Ting"
Para tetua dan kakak tertua memeriksa pesan yang masuk secara bersamaan ke handphone mereka.
"Astaga anak-anak ini benar membuatku marah!!"geram Mama Silvia.
"Sabar Kak, salah-salah kau masuk lubang jebakan Baby lagi nanti!!"ujar Mami Harlin cengengesan.
__ADS_1