Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Jangan Usik Gue


__ADS_3

Lelah karena menempuh perjalanan yang cukup lama membuat mood Kai semakin memburuk. Ditambah lagi melihat kondisi pertambangan yang acak Adul.


"What the f*ck??"seru Kai dengan wajah memerah.


"Sial*an ni orang, gue bantai juga ini!!!"kesal Kai sembari berjalan ke dalam pertambangan.


"Ada anggota yang terluka ga Kak Dom??"tanya Kai pada Pimpinan pertambangan.


"Ada beberapa orang Kai, tapi hanya luka ringan dan mereka juga sudah diobati"jawab Dominic.


"Jangan lupa kasih kompensasi, terus apa ada yang mereka ambil?"tanya Kai lagi


"Tidak ada, karena berhasil digagalkan oleh para Soldiers kita"jawab Dominic.


"Bagus, tingkatkan latihan para Soldiers, siapkan perlengkapan tempur kita, sebentar lagi kita akan berpesta!!!"perintah Kai pada Dominic.


"Baik Kai"ucap Dominic dan bergegas melaksanakan perintah dari Kai.


Kai sendiri masuk ke ruangan pribadinya, ia akan mengecek ulang lokasi markas utama musuhnya dan juga mencari titik kelemahannya.


Sementara itu di kediaman the Owen....


"Ternyata kalian sudah kembali, mana cucu nakalku itu"ujar Opa Lucifer


"Cucuku juga Lu!!"ketus Opa Matius.


"Ya ...ya...ya..terserah kau saja Kak"seru Opa Lucifer acuh.


"Maaf Dad , Pa Baby tidak pulang bersama kami"Mommy Fanny


"Kenapa, apa ia lebih senang di sana???"ucap Opa Lucifer sendu.


"Bukan Dad, sebelum kami kembali ke sini Baby terlebih dahulu sudah berangkat ke Brazil, katanya ia ada misi di sana"jelas Mommy Fanny.


"Misi???? Apa maksudnya ini??"tanya Opa Matius tidak paham.


"Baby memiliki tugas tertentu Pa, ia akan pergi melaksanakan misinya tanpa bisa kita ketahui di mana, kapan dan sampai bila. Karena selama ia melaksanakan Misi ia tidak akan bisa dilacak atau pun dihubungi"jelas Mama Silvia.


"Tapi Fanny bukankah kamu bisa bertanya pada **** ke mana mereka menempatkan Baby??"tanya Mama Silvia.


"Itulah masalahnya Kak, **** bilang tidak, itu bukan tugas dari the Brontes, kata mereka berkemungkinan Baby mengambil misi luar"terang Mommy Fanny.


"Akan semakin sulit bagi kita untuk melacaknya"ujar Papa Arthur.


"Boys kenapa kalian tidak ikut dengan Baby??"tanya Papi Dixon.


"Baby tidak mengizinkan kami untuk ikut Pi,"jawab Alan


"Tapi apa Dady tidak merasa aneh, ketika penyerangan di markas the BRONTES, Baby meminta bantuan pada GOLDEN GLADIOL??"tanya Papi Dixon pada Opa Lucifer.


"Ya kau benar Dixon, Baby kita memang penuh misteri. Tapi Dady yakin dia akan baik-baik saja"ucap Opa Lucifer menenangkan para Mommy dan Oma Emma walau pun dia sendiri dipenuhi kekhawatiran.


Lebih kurang satu Minggu Kai mempersiapkan penyerangan untuk markas BLACK EAGLE. Kepalanya benar-benar berasap memikirkan taktik untuk meratakan markas itu.


"Gimana persiapannya Kak Dom??"tanya Kai memeriksa perlengkapan untuk penyerangan nanti.


"Hampir 100% Kai"jawab Dominic.


"Kali ini buat penyerangan langsung 4 titik, dan bantu dengan Eagle eye DRONE!!"titah Kai.


"Jangan ada celah untuk kegagalan, ini akibatnya jika berani mengusik ketenangan gue!!!"seringai iblis Kai.


"Oh iya Kak Dom, tolong panggilkan Kak Juan!!!"pinta Kai pada Dominic.


"Baik"

__ADS_1


"Ngapain cil???"tanya Juan masuk ke ruangan Kai.


"Lo kagak ada sopan-sopannya ya Kak, permisi kek, ketok pintu kek main terobos aja Lo. Lama-lama gue ilangin Lo dari daftar Kakak gue"gerutu Kai


"Maap...dah. Lo ngapa manggil gue ke sini??"tanya Juan


"Tolong cek resto Ama resort dong Kak, ga sempat gue kayaknya."jawab Kai


"Giliran ada maunya aja ngomong Lo lembrut banget Ama gue bocah"oceh Juan mendelik kesal.


"Ayolah, ntar gue kasih apart gue satu ya!!"rayu Kai.


"Okay deh, Mayan kapan lagi coba punya apart mewah ye gak"ucapnya tersenyum melongos pergii.


"Dasar Kutil buaya"cemooh Kai.


Lebih kurang seminggu kediaman the Owen belum juga mendapatkan kabar dari Kai.


"Aldric apa Baby sudah mengabarimu???"tanya Opa Matius tidak sabar.


"Belum Pa, aku pun mulai cemas sekarang Pa"sahut Dady Aldric lirih.


"Silvia apa memang selama ini Baby pergi jika ada misi yang sedang ia jalankan??"tanya Oma Emma.


"Tidak pernah selama ini, Mom"jawab Mama Silvia.


"Tapi ia pulang selalu baik-baik saja kan Kak???"tanya Mami Harlin.


"Biasanya selalu begitu Harlin"balas Mama Silvia.


Para tetua sibuk dengan pemikiran masing-masing.


"Kami pulang"ucap para bungsu the Owen (-kai).


"Kalian kenapa??"tanya Papa Arthur melihat semua anak laki-lakinya lesu dan suram.


"Kamu di mana Baby???" bathin para tetua the Owen.


Sementara itu.....


"Siap semua......!!!!"teriak Kai.


"Siap Kai"jawab para Soldiers.


"GOLDEN GLADIOL!!!!"


"WE ARE THE STRONGER"


" WE ARE THE WINNER"


"Berangkat!!!!"titah Kai.


Kai mengendarai kuda besinya dengan kecepatan tinggi. Sudah lama ia tidak berpesta seperti ini.


Dua jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di area pinggir kota. Tempat berdirinya markas utama BLACK EAGLE.


Setelah semua Soldiers dan petinggi berkumpul, mereka pen memulai aksi penyerangan markas musuh.


"GG!!"


"ATTACK......!"perintah Kai.


Kai dan Dominic menyelinap masuk dari belakang markas musuh.


"Kak Dom temukan kedua pengkhianat itu, jangan dibunuh bawa ke markas!!!"perintah Kai.

__ADS_1


"Baik"ucap Dominic dan meninggalkan Kai.


Kai mencari pimpinan dari BLACK EAGLE. Bagi Kai jika bisa menghancurkan kepala kenapa harus bersusah payah memulai dari kaki atau tangan.


"Dimana si br*ngs*k ini bersembunyi???"bathin Kai.


"Akhirnya pucuk dicinta ulam pun tiba"gumam Kai.


"Hei B*St*rd,"sapa Kai pada Barga ketua BLACK EAGLE.


"Siapa Lo"??tanya Barga yang kaget dengan kedatangan Kai.


"Gue orang yang tambangnya udah Lo bikin kacau"sahut Kai.


"Oooo senang akhirnya bisa bertemu denganmu LADY CHUCKY"sapa Barga pada Kai.


"Ga usah banyak bacot, ngapain Lo bikin kacau di daerah gue"ketus Kai.


"Gue pengen tambang berlian milik elo"sahut Barga.


"In your dream j*rk*ucap Kai mulai menyerang Barga.


Pertarungan pun tidak dapat dielakkan. Di seluruh bagian markas BLACK EAGLE yang terdengar hanya suara pukulan, patahan tulang dan juga suara pedang atau katana yang beradu.


Sedangkan pertarungan antara Kai dan Barga saat ini berlangsung dengan sengit.


Kai menebas tangan kiri Barga dalam sekejap mata. Gerakannya cepat tidak terbaca.


"Br*ngs*k Lo"teriak Barga.


Tiba-tiba saja Barga mengeluarkan senjata dan menembak Kai, Kai yang lengah pun tertembak di perut. Hal ini membuat Kai sangat marah dan menyerang Barga membabi buta.


"Lanjut atau nyerah???"ujar Kai melihat Barga yang sudah tersudut.


"Gue ga bakal tunduk Ama Lo"sahut Barga emosi.


"Ok"jawab Kai dalam sekejap mata Kai sudah menusuk perut Barga.


"Lo bukan lawan gue, dan ini akibatnya kalau Lo mengusik ketenangan gue"ucap Kai.


Kai menyeret tubuh Barga yang telah lemah keluar markas BLACK EAGLE.


"Woi elang.....ketua Lo udah koid, mau nyusul atau tunduk sama gue!!"teriak Kai.


"Kami tidak akan tunduk padamu"ucap salah satu anggota BLACK EAGLE.


"Ok"


"Ratakan!!!"perintah Kai.


Para Soldiers GOLDEN GLADIOL mendesak para anggota BLACK EAGLE agar kembali masuk ke markas mereka. Para Soldiers mengurung, kemudian meledakan mereka semua di dalam markas itu.


"Periksa sekeliling jangan ada yang lolos!!"perintah Kai.


Mereka pun memeriksa sekeliling untuk memastikan semua telah dibabat habis.


"Ssshh...."desis Kai.


"Kai Lo kenapa??"tanya Dominic panik melihat wajah Kai yang memucat.


"It's okay"jawab Kai.


"Ya udah Lo balik ke markas, biar gue yang jagain dulu di sini"saran Dominic.


"Ok makasi Kak"jawab Kai menaiki motornya.

__ADS_1


Kai memacu motornya sekencang mungkin karena mulai merasa lemas. Ia tidak ingin tumbang si jalanan.


__ADS_2