Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Amarah Kai I


__ADS_3

"Lepaskan aku!!!"ronta Tante Silva mencoba melepaskan diri. Namun tidak digubris sama sekali oleh para Zeus yang kini sedang membawa paksanya.


Saat ini Papa Arthur mencoba menenangkan Mama Silvia yang masih menangis setelah tadi menampar Kai.


"Kak kenapa tadi kau harus menampar Baby Kai???"tanya Mommy Fanny sendu.


"Maafkan aku, aku kelepasan. Aku sendiri sekarang sangat menyesalinya Fanny."lirih Mama Silvia sesenggukan.


"Aku mohon Arthur temukan Kai sebelum ia sampai ke markasnya!!"pinta Mama Silvia sungguh-sungguh.


"Markas???. Apa maksudmu sayang??"tanya papa Arthur bingung.


"Ya Arthur markas tempat Kai berlatih dan tempat Kai melampiaskan emosinya bila terjadi situasi seperti tadi. Akan tetapi itu akan menyakiti dirinya. Aku mohon temukan. dia sebelum dia mencapai markasnya itu."ucap Mama Silvia memohon.


"Apa kamu mengetahui dimana letak markasnya Kak??tanya Papi Dixon.


"Kakak tidak tau pasti Dixon, cuma Kai pernah bercerita kalau lokasi markasnya berada di pinggiran kota"jelas Mama Silvia.


"Frank...."terdengar Dady Aldric memanggil Frank.


"Ya Tuan"jawab Frank menunduk.


"Bagaimana pun kalian harus menemukan putriku. Buat parimeter hingga pinggiran kota"perintah Dady Aldric tegas.


"Baik Tuan"Frank segera menjalankan perintah sang Tuan.


Kai sendiri saat ini sedang membelah jalanan kota dengan kecepatan tinggi. Tamparan dari Mama Silvia tadi begitu membekas diingatan nya.


Tak lama kemudian Kai pun sampai di markas GOLDEN GLADIOL.


"BRAAAK"


Kai menendang pintu masuk ke tempat pelatihan para inti GOLDEN GLADIOL dan Soldiers.


"Dimana ???"tanya Kai pada William.


"Di ruang latihan"jawab William singkat.


Kai.


Beberapa saat kemudian Kai sampai di ruang latihan. Kai melihat sekeliling dan tampak 20 orang Soldiers yang telah mengelilinginya.

__ADS_1


"Serang gue"ucap Kai memberi aba-aba.


"BUGH"


"BUGHH"


"BUGH"


Kai memberikan pukulan yang membabi buta pada para Soldiers.


"Lemah, berdiri Serang gue secara bersamaan"titah Kai dengan suara yang menyeramkan.


Lagi, Kai memberikan pukulan membabi buta pada mereka. Terlihat para Soldiers yang sudah lelah dan babak belur karena pukulan dari Kai yang membabi buta.


"Apa kalian tidak berlatih selama ini, kenapa kalian begitu lemah"bentak Kai.


"Ayo lawan gue lagi"titah Kai.


Kembali para Soldiers menyerang Kai, kali ini Kai betul-betul seperti orang yang kesetanan dalam memberikan pukulan pada para Soldiers. Melihat kondisi yang sudah tidak kondusif Hiro dan Aslan segera berlari ke ruang latihan untuk menghentikan Kai.


"Kai udah, Lo bisa membunuh mereka!!!"ucap Kai menahan tangan Kai agar tidak memberikan serangan lagi pada para Soldiers.


"Kai Lo kenapa kayak gini???"tanya Aslan.


Kai tidak menjawab, ia melangkah menuju ke ruang latihan pribadinya. Ruang pribadi yang dibuat khusus oleh Grandpa Yamaguchi sebagai tempat latihan Kai. Tempat pelatihan yang mirip dengan neraka. Kai melihat semua yang ia minta sudah ada di ruangan itu.


Aslan dan Hiro terdiam ketika Kai meninggalkan mereka menuju ruangan pribadinya itu.


"Sepertinya dia tersinggung dan sakit hati sekali sekarang"ujar Aslan pada Hiro


"Lo benar sebaiknya kita menghindar dulu hingga emosinya stabil, gue gak mau mati muda"ujar Hiro bergidik ngeri jika Kai dalam mode senggol bacok seperti itu.


Mereka hanya mengawasi Kai dari cctv. Takut jika Kai melampui batas dan menyiksa dirinya sendiri.


Kai sudah menghidupkan api di dalam ruangan itu. Beberapa samsak yang akan ia pakai pun telah ia nyalakan apinya. Pukulan dan tendangan mulai ia layangkan pada sasaran. Perih karena terbakar dan panas dikelilingi api tidak ia rasakan sama sekali. Kekesalan dalam hatinya belum lepas sama sekali. Bayang-bayang tamparan dari Mama Silvia masih berputar di otaknya.


Beberapa bagian tubuh Kai sudah mulai ada yang melepuh karena terkena percikan api dari samsak yang pukul. Namun Kai tetap tidak merasakan sakit sama sekali.


Sekarang sudah memasuki jam 4 subuh namun tanda-tanda Kai pulang belum juga terlihat. Seluruh anggota keluarga the Owen Betul-betul frustasi karena kesayangan mereka belum juga dapat ditemukan. Bahkan para Kakak-kakak Kai pun tidak bisa melacak keberadaan adik bungsu mereka.


Para Mommy dan Oma pun tidak bisa tidur karena memikirkan dimana keberadaan putri mereka.

__ADS_1


"Frank..."Dady Aldric menghubungi Frank yang saat ini sedang memimpin pencarian Kai.


"Ya Tuan"


"Bagaimana apa kau sudah menemukan putriku"tanya Dady Aldric tidak sabar.


"Belum Tuan, kami sudah menyisir seluruh kota namun belum terlihat tanda-tanda keberadaan Nona Muda Tuan"jawab Frank


"Aghhh Shiiiiit" kesal Dady Aldric


"Kau dimana Baby"gumam Brandon yang terus menatap ke arah pintu menunggu kepulangan sang adik.


"Sudah sayang, berhentilah menangis kita akan mencari Baby hingga ketemu."bujuk Papa Arthur menenangkan Mama Silvia.


"Kau tidak paham Arthur, Baby akan melakukan hal yang bisa membahayakan dirinya. Tempat pelatihannya dirancang khusus oleh Klan Yakuza. Tempat itu mengerikan Arthur sama seperti neraka. Baby pernah pulang dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah dari sana Arthur."ucap Mama Silvia sesenggukan.


"Klan Yakuza???"tanya Opa Lucifer pada Mama Silvia.


"Ya Dad Baby masih keturunan dari salah satu klan Yakuza terkuat di Jepang. Tempat itu dibangun sebagai tempat perlindungan terakhir bagi Baby jika ia sudah tidak bisa menghadapi musuhnya di sini."jelas Mama Silvia.


"Klan apa Ma?"tanya Brandon.


"Yamaguchi"jawab Mama Silvia.


"Pantas saja di punggung terdapat tato lambang klan itu"jawab Brandon.


"Apa maksudmu B?"tanya Papi Dixon.


"Waktu mengobatinya saat pulang sekolah kemarin, aku melihat ada tato naga yang dibuat dengan tinta khusus di punggungnya dan juga tato bunga gladiol di tengkuknya"jawab Brandon.


"Degh"


"Bunga gladiol???Tapi tato itu hanya khusus untuk keturunan Adler. Apa mungkin Baby???? Ah tidak mungkin apalagi ia keturunan klan yakuza"bathin seseorang yang mendengar keterangan Brandon.


Saat ini di sebuah ruangan seorang remaja putri masih setia menghajar samsak yang telah terbakar dengan hebat itu. Tenaganya seperti tidak pernah habis-habisnya.


"Ernest ini sudah hampir pagi, Kai belum juga keluar dari neraka itu" ujar Jo khawatir.


"Kita tidak bisa apa-apa Jo, Lo kan tau apa akibatnya jika kita menyuruhnya berhenti ketika sedang diselimuti emosi begini."jawab Ernest yang tidak kalah khawatir dengan Jo.


Semua inti GOLDEN GLADIOL telah berkumpul di ruang pertemuan. Mereka khawatir dengan adik yang merangkap ketua mereka itu. Melalui cctv mereka menyaksikan keganasan dan kebringasan dari perpaduan darah antara klan Yakuza dan klan mafia Brontes dari Rusia. Benar-benar mesin pembunuh yang menakutkan. Terlihat kekaguman dan ketakutan di wajah para inti GOLDEN GLADIOL itu.

__ADS_1


__ADS_2