
Kai sudah selesai mandi dan berniat turun untuk makan siang. Akan tetapi sebuah notifikasi masuk ke handphonenya.
"Dari Uncle Pedro ada apa ya"gumam Kai cemas.
"Ma Cherie, ada kabar baik untukmu. Uncle Pablomu sudah sadar sayang"
Begitu bunyi pesan yang diterima oleh Kai.
Air matanya mengalir begitu saja, setelah mendapat kabar yang telah ia nanti selama beberapa tahun itu. Kai melompat-lompat diatas ranjangnya karena terlalu bahagia. Hingga ia lupa untuk turun ke bawah untuk makan siang. Mommy Fanny yang menyadari kalau si bungsu belum juga turun segera menyusul ke kamarnya.
"Ceklek"
Mommy Fanny membuka pintu kamar Kai. Mommy Fanny heran melihat putrinya yang begitu bahagia sambil melompat-lompat diatas ranjang.
"Baby kenapa??"tanya Mommy Fanny penasaran.
"Mom Kai bahagia, Kai senang Mom Uncle Pablo sudah sadar Kai akan segera bertemu dia Mom"ucap Kai girang.
"Degh"
"Pablo??? Apa yang Baby maksud Pablo yang sama denganku. Tapi tidak mungkin Kai kan keturunan Jepang."bathin Mommy Fanny.
"Siapa Uncle Pablo itu Baby?"tanya Mommy Fanny menyelidiki.
"Dia adik Dady Mom, dan dia kembar Uncle Pablo dan Uncle Pedro"jelas Kai.
"Apa mereka masih hidup ya?? Tapi orang itu bilang semua keluargaku sudah tewas saat penyerangan itu."bathin Mommy Fanny sendu.
"Oh selamat jika begitu, kapan-kapan Baby bisa mengundang mereka untuk datang ke mansion kita"ujar Mommy Fanny merapikan rambut sang putri.
"Ay..ay Captain"ucap Kai yang membuat Mommy Fanny mencubit gemas hidung Kai.
"Ayo sayang kita turun untuk makan siang. Jangan sampai yang lain menunggu terlalu lama."ajak Mommy Fanny sambil menarik tangan si bungsu.
"Ting"
Pintu besi pun terbuka, kedua ibu dan anak itu keluar dari lift dan berjalan menuju ruang makan. Tampak di sana semua anggota keluarga telah lengkap plus tiga wanita beda usia tadi.
"Baby duduk di sini!!"ucap Papi Dixon menepuk bangku di sampingnya tepat di sebelah gadis yang menurut Kai berisi lebih besar darinya.
"Baby mau makan dengan apa?"tanya Mami Harlin
"Apa aja Mi"jawab Kai.
"Kamu ga bisa mengambil makanan sendiri, kamu kan sudah besar"bentak Giselle gadis yang duduk di samping Kai.
"Giselle"bentak Ace tidak terima sang adik dibentak oleh gadis itu.
"Ohhh mau main-main sama gue Lo ya, gue jabanin Lo"bathin Kai menyeringai.
"Bi..bisa Kak, Mi biar Kai ambil sendiri!"ujar Kai berusaha mengambil makanan untuknya sendiri.
"No Baby, just sit. Mami yang ambilkan"tegas Mami Harlin yang menatap tajam pada Giselle.
Giselle begitu kesal melihat semua itu, sebelum ada Kai dia yang selalu dimanja oleh para orang tua jika datang ke mansion the Owen ini.
Kai sengaja mempermainkan emosi keluarganya dengan hanya menunduk seperti orang ketakutan.
"Baby kenapa???"tanya Opa Lucifer yang menangkap keanehan pada sikap sang cucu.
"Ngga apa-apa Opa"jawabnya masih menunduk.
__ADS_1
Giselle yang masih kesal itu berencana membuat Kai agar dibenci oleh keluarga the Owen itu.
Saat akan mengambil sayur sop dengan sengaja ia menyenggol gelas yang ada di dekat Kai agar ia terluka dan Kai disalahkan. Namun gerak geriknya telah dilihat sedari tadi oleh Kai.
"Oooooo tidak semudah itu merusak reputasi ku Ferguso"bathin Kai.
Secepat kilat Kai mendekat ke gelas itu sehingga kakinya lah yang berdarah terkena pecahan gelas itu.
"PRAAAANG"
"ASHHHH"
Desis Kai terkena pecahan gelas itu.
",Baby....."teriak semua keluarga itu karena kaki Kai terluka dan sepertinya mengeluarkan banyak darah.
"Apa yang kau lakukan pada adikku"bentak Edward dengan geraham yang mengeras.
"Mmaaaf aku tidak sengaja "ujar Giselle.
"Sudahlah Edward, kenapa mengkhawatirkan anak pungut itu"ucap Oma Rose, Omanya Giselle.
"Jaga ucapanmu Rose!"bentak Oma Emma
"Kai ke kamar dulu Opa"pamit Kai namun dengan sigap Brandon menggendong sang adik ala bridal style menuju kamarnya untuk mengobati kaki sang adik.
"Giselle kau jangan keterlaluan dengan Baby dia adikmu"tegur Papa Arthur tegas.
"Dia bukan adikku Pa, dia cuma anak pungut di sini" ucap Giselle membantah Papa Arthur.
"Giselle benar Arthur, dia cuma anak pungut apa istimewanya"ujar Mommy Rosalind membela Giselle.
"Kami juga Opa"jawab bungsu lainnya.
"Kalian...."cegah Dady Aldric
"Biarkan Al"ucap Opa Lucifer yang paham dengan ketidak sukaan seluruh cucunya pada keluarga kakaknya itu.
"Kau apa-apaan Lucifer, jangan terlalu memanjakan anak pungut itu"bentak Oma Rose.
"Rose kau ada di sini karena kau istri kakakku, jika tidak kau tidak akan diterima di sini"sarkas Opa Lucifer menahan emosi.
Ketika suasanan semakin tidak baik, seorang laki-laki yang kira berumur lebih tua dari Opa Lucifer datang.
"Mana cucu perempuan kecilku"teriak laki-laki itu di ruang keluarga.
"Kau sudah datang Kak"ucap Opa Lucifer berjalan menuju ruang tamu dan memeluk sang kakak Matius Owen.
"Heh kau bilang kita punya cucu perempuan mana dia"tanya Opa Matius tidak sabar melihat kiri kanan keberadaan orang yang ia cari.
"Dia sedang di kamar Kak" jawab Opa Lucifer
"Kenapa? Bukannya ini jam makan siang, seharusnya ia di meja makan"sanggah Opa Matius.
"Itu..."ucapan Opa Lucifer terpotong oleh Opa Matius
"Jangan bilang anak itu membuat ulah lagi!"ucapnya.
"Maksud Kakak?"tanya Opa Lucifer bingung.
"Giselle"jawabnya singkat.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Kak, Fanny bisa kau memanggil Baby"pinta Opa Lucifer pada Mommy Fanny.
"Baik Dad"jawab Mommy Fanny segera menuju kamar Baby Kai.
"Bagaimana kabarmu Lu?"tanya Opa Matius pada sang adik.
"Seperti yang kau lihat Kak, tapi sekarang semakin baik dengan kehadiran cucu nakalku itu."ucap Opa Lucifer tersenyum.
"Arthur, Aldric, Dixon bagaimana kabar kalian?"tanya Opa Matius pada ketiga keponakannya.
"Kami baik Pa"jawab ketiganya.
"Dan para menantuku?? Apa betul ada masalah dengan Silvia??"tanya Opa Matius
"Iya Pa tapi berkat Baby semuanya sudah clear"jawab Papa Arthur.
"Ahhh aku semakin penasaran dengan cucuku itu"jawab Opa Matius penasaran.
Tak lama Mommy Fanny datang dengan semua bungsu dan juga Kai yang digendong ole Brandon.
"Itu dia Lu?"tanya Opa Matius
"Iya Kak, namanya Kai Nararya Lucifer Owen"jawab Opa Lucifer.
Opa Matius yang gemas melihat Kai segera mengambil Kai dari gendongan Brandon yang membuat Brandon berdecak kesal.
"Ck, Opa jangan menganggu adikku"kesal Brandon.
"Diam kau"jawab Opa Matius
"Wah dia menggemaskan sekali"ucap Opa Matius yang mendudukkan Kai dipangkuan ya.
"Baby berapa umurmu sekarang?"tanya Opa Matius pada Kai.
"13 tahun Opa"jawab Kai.
"Berarti kau masih SMP ya?"tanya Opa Matius
"Tidak Opa, adikku sudah di kelas X"jawab Alan bangga.
"Benarkah Baby"tanya Opa Matius tidak percaya.
"Iya Opa"jawab Kai.
"Baiklah kita makan dulu, nanti kita lanjutkan berbincangnya"sela Oma Emma
"OOO baiklah, Baby makan di sini ya Opa suapin"tawar Opa Matius
"Tapi Opa...."Kai sengaja melihat ke arah Giselle dan Oma Rose seolah takut dengan mereka.
Opa Matius seakan paham dengan apa yang dimaksud Kai segera menenangkan Kai.
"Jangan takut, makan di sini Opa suapin"kata Opa Matius tidak mau dibantah.
"Baik Opa"jawab Kai tersenyum membuat Opa Matius dan yang lainnya semakin gemas ingin menggigit pipi mochi milik Kai.
Giselle menatap marah ke arah Kai. Opa Matius tidak pernah bersikap ramah dan manis seperti itu padanya.
"Akan kubalas Kau jal*ng kecil"bathin Giselle.
Keluarga Owen's yang lain senang karena Opa Matius bisa menerima kehadiran Kai.
__ADS_1