
Pagi-pagi Mama Silvia sudah menyiapkan staminanya untuk memarahi ke semua bungsu itu karena tidur menggunakan seragam sekolah. Mama Silvia bergegas memasuki lift menuju kamar Kai.
Setibanya di kamar Kai Mama Silvia dibuat kesal karena para bungsu itu tidak ada di kamar Kai lagi. Begitu pun dengan Kai.
"Ke mana mereka??"gumam Mama Silvia menelusuri kamar Kai. Samar-samar Mama Silvia mendengar derap langkah kaki dari halaman samping Secret Palace. Terlihat para bungsu sedang lari pagi bersama.
"Ada apa dengan mereka. Tumben bangun pagi??"ujar Mama Silvia heran.
Sebenarnya..........
"Bang ayok bangun!!"kata Kai membangunkan seluruh Kakaknya untuk sedikit olah raga pagi itu. Rasanya sedikit work out tiap pagi akan menjaga stamina mereka. Karena Kai berencana membentuk organisasi pembunuh bayaran miliknya sendiri. Dengan beranggotakan para kakaknya. Serakah amat Kai semua pengen dibikin.......
"Ada apa Baby, ini masih jam ...... astaga baru jam 5 subuh Baby!!"gerutu Alden mengambil bantal unyuk melanjutkan tidur dan mimpi indahnya yang diganggu sang adik.
"Tidak mau bangun ya sudah, nggak usah ikut misi Kai lagi nanti!!"ketus Kai lalu keluar dari kamarnya.
"Wait, Baby tunggu........!!"teriak Alden hingga membangunkan saudaranya yang lain.
"Quite, please Bang Alden!!"seru Rey kesal mendengar teriakan Alden.
"Shut up Alden!!"teriak Chayton dan Chayden bersamaan.
"Damaru, Alden!!"kesal Daichi kembali masuk ke dalam selimut.
"Bangun kalian semua, Baby menyuruh kita bangun!!"ujar Alden.
Sontak semuanya bangun walau nyawa mereka masih setengah terkumpul.
"Ada apa dengan Baby??"tanya Jo panik.
"Baby menyuruh kita bangun kalau tidak kita tidak boleh ikut misi lagi!!'ujar Alden pada semua saudaranya.
"Baby mana, Den??"tanya Chayton celingak-celinguk mencari keberadaan si bungsu.
"Dia sudah keluar kamar memakai pakaian olah raga!!"sahut Alden.
"Ayo ganti pakaian cepat dan ikutin Baby!!"tukas Alan ngacir ke kamarnya dan diikui oleh yang lain.
Tak lama mereka pun bergabung dengan Kai lari pagi.
"Baby, kenapa kita olah raga pagi??"tanya Alan penasaran.
"Bagaimana jika kita membangun kelompok pencuri profesional, Kai ingin mencoba sesuatu yang baru, Bang??"ujar Kai pada Kakaknya.
"Hmmm boleh juga tapi Abang rasa para tetua tidak akan mengizinkan itu Baby!!"jawab Alden.
"Kita tidak akan memberi tau mereka, para tetua atau pun Kakak tertua. Lagian mereka juga sudah sibuk dengan perusahaan, Zeus, dan GOLDEN GLADIOL."ujar Kai meyakinkan para Kakaknya.
"Lalu bagaimana dengan GOLDEN GLADIOL, imouto-san??"tanya Benjiro.
"Semua tetap akan seperti itu, hanya saja organisasi bisa dibilang untuk bersenang-senang saja untuk melihat sampai di mana kemampuan kita di dunia bawah lagi pula kita punya banyak kakak yang akan mengurus semua itu. Kai hanya ingin punya organisasi sendiri untuk bersenang-senang!!"ujar Kai.
"Tidak ada salahnya juga sih, dari mana kamu mendapatkan ide ini Baby. Bukankah kita bisa membeli saja sesuatu yang kita inginkan??"tanya Alan dengan polosnya.
__ADS_1
"Bang, ini untuk bersenang-senang, dan juga lebih menantang bukan jika kita mendapatkan sesuatu dengan cara yang lebih ekstrim??"tanya Kai lagi.
"Ohhhh Abang paham, betul juga Abang juga bosan dengan aksi bunuh-bunuhan dan pukul-pukulan kita. Ini lebih menantang!!"ujar Alan yang baru paham dengan perkataan sang adik.
"Bagaimana dengan yang lain, Kai tidak memaksa ini sekedar untuk bersenang-senang. Dan hanya berisi kita saja!!"tanya Kai pada semua kakaknya.
"Abang pasti ikut!!"seru Jo bersemangat.
"Kami juga, imouto-san!!"ujar Daichi dan Benjiro bersamaan.
"Kami juga!!"ujar si kembar Chay.
Sekarang perhatian semuanya tertuju pada Melvin bersaudara.
Tinggal Melvin bersaudara yang belum berpendapat, mereka ingin sekali ikut tapi mereka tidak tau apa-apa soal dunia yang sedang diperbincangkan itu. Kalau sekedar dunia mafia itu tidaklah sulit. Tapi ini pencurian??
"Tapi kami tidak paham apa pun tentang semua itu!!"ujar Melvin membuka suara.
"Kita semua tidak paham Bang, ini dunia baru bagi kita. Dan lagi Kai tidak memaksa. Siapa yang ingin ikut saja!!"ujar Kai terus berlari menuju ruang gym.
"Bang gue ikut Adek, gue bosan dengar para tetua dan kakak tertua ngomongin perusahaan terus. Pengeng kuping gue, kalau ini kita bisa beraksi dan bersenang-senang Bang!!"kata Rey.
"Gue juga Bang!!"kata Jackson.
"Ok, kita ikut!!"kata Melvin dan benar juga lebih seru berada di sekitar adiknya dari pada di sekitar para tetua dan kakak tertua mereka.
Sesampai di ruangan gym.......
Kai mengotak atik handphonenya, menghack kamera ruangan gym agar pembicaraan mereka tidak di dengar oleh para pengawal.
"Ikut!!"seru ke tiganya.
"Ok, good. Well come new world!!"seru Kai.
"Baby, kau sudah menemukan nama untuk kelompok kita??"tanya Jo penasaran.
"Belum Bang masih Kai pikirin!!"ujar Kai memulai work outnya.
"Gimana kalau Hurricane Hunter??"saran Jackson.
"Itu bagus!!"sahut Alan.
"Deal!!"tutur Kai.
"So, kita akan bertugas sesuai keahlian masing-masing. Kai dengar ada sebuah pedang dengan nilai tembus satu milyar Bang!!"ujar Kai pada Kakaknya.
"Gila, itu pedang apa??"tanya Jo histeris.
"Milik salah satu kerajaan India kuno, Bang. Dan akan dipamerkan satu Minggu lagi di Kalkota!!"ujar Kai.
"Wah, nilai yang fantastis!!"sahut Daichi.
"Jadi bagaimana??"tanya Kai.
__ADS_1
"Kita akan atur rencana, tapi jangan di sini. Para tetua dan Kakak akan menangkap basah kita!!"kata Alden.
"Ok, di mansion lama Kai saja. Kita akan jadikan itu markas."sahut Kai.
"Ok!!"sahut semuanya lalu melanjutkan work out mereka.
Sebenarnya bukan tanpa tujuan Kai mendirikan kelompok ini. Kai penasaran dengan laki-laki yang memiliki gelang menyerupai gelang milik Bubu nya itu. Jika Kai melakukan sendiri akan terasa sulit karena para tetua akan bertanya ini itu. Dan yang terpenting dari semua itu mencari potongan formula ciptaan Daddy Ian/Max. Formula itu telah dicuri dari markas the Brontes, ketika pembunuhan Daddy Max waktu itu. Formula itu akan jadi senjata pembunuh masal jika berada di tangan orang yang salah. Memang setengah formulanya Kai yang pegang, namun jika orang yang memegang formula itu adalah seseorang yang jenius maka ini akan jadi malapetaka.
Sementara itu.......
Usai melakukan olah raga semua bungsu Owen kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap ke sekolah.
"Tumben Kak pagi ini wajahmu tidak ditekuk??"tanya Mami Harlin pada Mama Silvia.
"Entahlah, para bungsu itu bangun pagi dan berolah raga bersama!!"jawab Mama Silvia.
"Benarkah??"sorak Mommy Fanny tidak percaya.
"Aku sendiri tidak percaya Fanny namun itulah kenyataannya!!"sahut Mama Silvia.
Sekarang semuanya telah berkumpul di meja makan. Juga para biang onar aka para bungsu.
"Apa ini mimpi??"tanya Papi Dixon kaget.
Semua menatap bingung ke arah Papi Dixon.
"Maksudnya, Pi??"tanya Ace tidak paham.
Papi Dixon menunjuk ke bangku Kai.
Semuanya paham maksud Papi Dixon, si bontot yang hobi tidur tumben bangun pagi.
"Iya benar, Baby apa terjadi sesuatu??"tanya Papa Jacob.
"Nope!!"jawab Kai santai.
"Lalu??"tanya Papa Jacob lagi.
"Cuma mempersiapkan tubuh saja, kami akan menerima lebih banyak misi. Jadi harus mempersiapkan fisik dan mental kami itu saja."jawab Kai.
"Maksudmu menerima lebih banyak misi??"tanya Brandon.
"Sekarang anggota Kai sudah ramai jadi Kai akan menerima lebih banyak misi karena sekarang kita bisa bagi tugas!!"jelas Kai.
"Kamu serius Baby, membawa kakak-kakak mu dalam setiap misimu??"tanya Steven tidak percaya karena ia merasa ada rencana terselubung sang adik begitu pun dengan para Kakak yang lain, mereka yakin mereka merencanakan sesuatu.
"Nggak usah membathin, Kai cuma ingin punya lebih banyak cuan saja, jadi terima misinya harus lebih banyak!!"sahut kai.
"Apa yang sedang kamu rencanakan, Princess??"tanya Xander.
"Sueerrrr, nggak ada Bang. Curigaan mulu!!"ketus Kai.
"Gimana nggak curiga karena kamu biang onar Princess!!"sahut Evan.
__ADS_1
"Terserah saja!!"jawab Kai malas.
"Cukup!! Ayo sarapan!!"titah Opa Lucifer.