Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Donor Ginjal untuk Ayah Putri


__ADS_3

Kai mengikuti langkah Putri memasuki rumah sederhana yang begitu nyaman dan hangat.


"Kamu sudah pulang Put??"tanya seorang perempuan yang keluar dari sebuah kamar.


"Putri baru saja pulang, Bunda!!"sahut Putri.


"Loh, ini teman sekolahnya kok nggak disuruh duduk, nak??"tanya wanita itu tersenyum ke arah Kai.


"Iya, Bunda ini juga mau disuruh duduk. Kai duduk dulu"kata Putri.


"Hmmmmm"


"Kamu teman satu kelas Putri, Nak?"tanya Bunda putri lembut.


"Nggak, Tante kita beda kelas"sahut Kai.


"Nama kamu siapa???"tanyanya.


"Saya Kai!!"jawab Kai singkat.


"Bunda tinggal dulu ya!!"ujar Bunda Putri beranjak meninggalkan Kai.


"Silahkan Tante"kata Kai.


"Putri kamu nggak usah masuk kerja ya hari ini, jagain adik-adik kamu. Bunda akan mengantar ayahmu kontrol hari ini!!"ujar Bunda Putri.


"Iya, Bun"jawabnya.


"Bunda siap-siap dulu, temannya dibikinin minum dulu, nak!!"perintah Bunda.


"Iya"jawab Putri singkat.


Kai memperhatikan interaksi ibu dan anak itu. Kai pun jadi merindukan sosok sang Mommy yang sudah satu bulan lebih berada jauh dari dirinya. Tapi seketika lamunan Kai buyar karena suara teriakan dari dalam kamar.


"Putri,......Put....cepat ke sini nak, bantuin Bunda!!"teriak Bunda Putri.


Putri dan Kai segera berlari menuju arah sumber teriakan Bunda Putri. Tampak seorang laki-laki seumuran dengan Papa Arthur terkapar tidak berdaya di lantai. Dengan sigap Kai membantu mengangkat tubuh laki-laki itu ke tempat tidurnya.


"Cepat telepon ambulance!!"perintah Kai.


Putri panik dan bingung harus melakukan apa begitu pun dengan Bundanya.


"Ahhh lama lo!!!"bentak Kai.


Kai segera menghubungi Owen's Hospital untuk segera mengirimkan ambulance ke rumah Putri. Putri dan Bundanya menangis karena takut dan panik melihat keadaan sang ayah yang tidak sadarkan diri.


Tidak lama ambulance pun tiba, dengan sigap para medis menaikan ayah putri ke ambulance dan segera membawanya ke rumah sakit.


"Tante, Kai dan Putri akan menyusul ke rumah sakit, Tante di rumah aja dulu nungguin adek-adeknya Putri. Nanti Kai kabari!!"ujar Kai dan diangguki lemah oleh Bundanya Putri.


Kai segera menarik tangan Putri ke arah motornya.


Dengan kecepatan tinggi Kai mengendarai motornya menuju Owen's Hospital.

__ADS_1


Kehadiran Kai di Owen's Hospital mengejutkan Brandon yang kebetulan baru saja datang.


"Baby, kamu ngapain di sini??"tanya Brandon pada si bungsu.


"Ayah teman Kai dibawa ke sini Kak B, tadi dia pingsan."sahut Kai.


"Ayo!!"ujar Brandon menarik tangan sang adik.


Putri hanya mengekori kedua kakak beradik itu dengan pikiran takut dan bingung.


"Kak, tolong bantu ayah teman Kai ya!!"pinta Kai pada Brandon.


"Akan Kakak bantu sebisa Kakak!!"jawab Brandon masuk ke ruang pemeriksaan ayah Putri.


Sementara itu........


"Kami pulang ....."teriak Jo dan Daichi bersamaan.


"Apa kalian tidak bosan berteriak boys???"tanya Oma Emma yang heran dengan kelakuan cucu-cucunya itu.


"Loh, Baby mana??"tanya Mami Harlin mencari-cari keberadaan si bontot.


"Tadi Baby mengantar temannya pulang dulu, Mi."jawab Chayton pada sang Mami.


"Kenapa kalian biarkan adik kalian pergi sendiri??"omel Opa Matius.


"Nah, benarkan!!"dumel Jo.


"Kita akan terkena lahar panas dari Opa."jawab Jo manyun.


"Dia tidak mau diantar, Opa. Kalau dipaksa nanti Baby akan ngambek lagi Opa!!"jelas Alden.


Opa Matius hanya bisa menghela nafas panjang, yang dikatakan Alden benar adanya tapi Opa Matius sangat mengkhawatirkan cucunya jika sendirian di luar sana.


"Ya sudah, ganti baju kalian dan segera makan siang!!"titah Opa Matius.


"Baik, Opa!!"jawab mereka kompak.


Brandon baru saja keluar dari ruang pemeriksaan ayah Putri.


"Gimana Kak keadaan ayahnya Putri!!"tanya Kai.


"Ginjalnya sudah komplikasi Baby, jadi dia butuh donor ginjal dan juga pankreas secara bersamaan."jawab Brandon.


Putri merosot ke lantai dan menatap nanar ke arah ruang pemeriksaan sang ayah.


"Heh, Lo bangun Put jangan cengeng gini!!"bentak Kai.


Kai membantu Putri untuk duduk di kursi lalu melanjutkan obrolannya dengan Brandon yang tadi tertunda.


"Jadi kita harus mencari donor segera ya Kak??"tanya Kai pada Brandon.


"Iya Baby dan membutuhkan waktu mencari orang yang mau mendonorkan kedua ginjal dan pankreasnya secara bersamaan."sahut Brandon.

__ADS_1


"Ambil ginjal saya saja Dok!!"ujar Putri pada Brandon.


"Heh Lo dengar nggak yang dibilang Kakak gue tadi, yang akan diambil tu dua ginjal sama pankreas. Percuma kalau punya Lo yang diambil ayah Lo sehat lo nya sekarat bego!!!"marah Kai pada Putri dan membuat Putri semakin frustasi dengan yang menimpa ayahnya.


"Adek saya benar, itu bukan perkara sembarangan!!"ujar Brandon.


"Lo tenang aja gue bakalan dapetin pendonor buat ayah Lo, dah diem dah Lo!!"bentak Kai kemudian mengeluarkan handphonenya dan menelpon seseorang.


"Hallo Bang Bryan, tolong carikan pendonor ginjal sekarang juga!!!"titah Kai pada orang yang ia telpon.


"..........."


"Iya, gue tunggu di Owen's Hospital!!"ujarnya kemudian menutup telepon.


"Kak, Bang Bryan sedang mencari pendonornya apa persiapan operasinya bisa dilakukan sekarang??"tanya Kai.


"Tentu Kakak akan persiapkan!!"jawab Brandon.


Brandon memanggil Dokter yang menangani ayah Putri menyuruhnya untuk segera mempersiapkan operasi pencangkokan ginjal untuk ayah Putri.


"Kalian sudah makan siang??"tanya Brandon.


"Belum Kak"jawab Kai nyengir.


"Ikut Kakak!!!"perintahnya pada kedua remaja putri itu.


Tanpa membantah keduanya mengikuti langkah kaki Brandon menuju ruangannya.


Brandon menyuruh seorang perawat untuk membawakan makanan ke ruangannya.


"Udah stop nangisnya pengeng gue, kasih tau Bunda kalau ayah Lo akan dioperasi sekarang!!"titah Kai sedangkan Brandon geleng-geleng kepala melihat sikap sang adik yang kelewat bar-bar pada temannya.


Putri pun menelpon sang bunda untuk memberitahukan kalau ayahnya akan segera dioperasi.


Setelah itu makanan yang Brandon pesan pun datang, Kai mulai menyantap makanannya sedangkan Putri masih belum menyentuh makanan miliknya sama sekali.


"Lo nggak makan Put??"tanya Kai.


"Aku nggak lapar Kai"jawab Putri yang terlihat masih memikirkan sesuatu.


"Udah makan dulu nangis tadi juga butuh tenaga apalagi ntar buat jagain ayah Lo. Ya kali gue yang jagain ayah Lo bisa diamuk gue ama Mommy gue di rumah!"oceh kai.


"Tapi Kai ..."


"Udah makan aja dulu gue tau yang Lo pikirin, soal biaya ntar gue yang bayarin, dah makan sekarang jangan Ampe kesabaran gue habis buat nyuruh lo makan"omel Kai.


Brandon hanya memijit pelipisnya mendengar ocehan sang adik.


"Baby, makan dulu Kakak mau memeriksa pasien yang lain!!"titah Brandon.


"Ok, Kak"


Kai dan Putri memakan makanan yang ada di hadapan mereka hingga tandas. Usai makan keduanya memainkan handphone sambil menunggu kabar dari Bryan soal pendonor ginjal untuk ayah Putri.

__ADS_1


__ADS_2