
Sudah hampir tiga belas hari Frank belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar. Kai selalu menyempatkan diri untuk menjenguknya. Ketiga remaja yang kemarin ia tolong pun selalu menjaga Frank di rumah sakit.
"Bang Melvin kok hati gue sakit ya liat Uncle Frank terbaring gini??"tanya Rey pada sang kakak.
Ingin rasanya Melvin menjawab jika Frank adalah ayah mereka melihat dari kalung yang Frank kenakan. Namun jika nanti salah orang Melvin tidak ingin adik-adiknya kecewa. Melvin merasa jika Frank adalah ayah yang selama ini mereka cari ketika Melvin melihat kalung yang terpasang di leher Frank. Kalung itu persis sama dengan kalung yang Melvin pakai. Kalung itu diberikan oleh mendiang ibunya sebagai bukti jika ia adalah anak dari pemilik kalung itu. Tapi yang Melvin takutkan saat ini jika Frank bukan ayah yang mereka cari atau Frank tidak mengakui mereka bertiga sebagai anaknya. Atau bisa jadi kalung itu hanya kebetulan mirip dengan kalung miliknya. Semua pikiran itu berkecamuk di kepala Melvin.
"Kok gue ngerasa terikat sama Uncle Frank ini ya Bang??"tanya Jackson.
Lagi Melvin bingung harus menjawab apa. Bagaimana cara membuktikan jika Frank adalah benar ayah mereka, pikir Melvin melamun.
Ketika Melvin tengah melamun Kai masuk ke ruang rawat Frank. Kai memegang tangan Frank erat.
"Uncle bangun, jangan kayak gini!! Apa Uncle nggak ingin kita nyari anak-anak Uncle lagi. Uncle jangan jadi paman yang jahat baru aja bikin Kai senang sekarang malah bikin Kai sedih lagi!!"kata Kai menangis di pinggir bed hospital.
Melvin yang melihat itu pun sangat terenyuh, Kai yang notabene nya anak dari majikan Frank terlihat begitu sangat menyayangi Frank. Melvin melangkah ke arah Kai dan mengelus pelan kepala Kai.
"Uncle Frans pasti sembuh, Adek jangan nangis lagi ya!!"bujuk Melvin menghapus air mata Kai.
Kai mengangguk dan terus menatap ke arah Frank yang masih terlelap di bed hospital.
"Abang udah makan??"tanya Kai pada Melvin dan yang lain.
"Belum, ini mau ke kantin!!"kata Melvin.
"Ayok Kai juga mau makan!!"ajak Kai pada Melvin.
"Kalian mau makan apa??"tanya Melvin pada adik-adiknya.
"Apa aja Bang!!"sahut keduanya kompak.
Keduanya melangkah menuju kantin, tiba-tiba di jalan Kai dihadang oleh Brandon.
"Baby, mau ke mana??"tanya Brandon jeolus melihat sang adik berjalan bersama Melvin.
"Mau ke kantin Kak, Kak B udah makan siang??"tanya Kai pada sang kakak.
"Belum, Baby sekalian pesanin makanan buat kakak ya!!"kata Brandon.
"Ok, siap!!'kata Kai kemudian melanjutkan langkahnya menuju kantin bersama Melvin.
__ADS_1
Ketika tiba di kantin Kai memesan salad buah dan nasi goreng udang untuk mereka. Usai membayar pesanannya Kai dan Melvin kembali menuju ruang rawat Frank.
"Hmmmm, Bang Melvin Kai ke ruangan Kak B dulu ya, Abang lanjut aja dulu ke ruangan Uncle Frank!!"kata Kai menyerahkan kantong berisi makanan pada Melvin.
"Hmmm, ok!!"kata Melvin lemah.
Ntah kenapa Melvin sedikit kecewa dengan Kai yang meninggalkan nya menuju ruangan kerja Brandon. Ia ingin makan bersama adik-adiknya dan juga Kai. Melvin merasa ingin memiliki Kai sebagai adiknya karena kedua adiknya laki-laki.
Kai masuk ke ruang kerja milik Brandon.
"Kak B........."teriak Kai.
"Astaga Baby, kamu ingin kakak mati berdiri??"kesal Brandon karena mendengar teriakan sang adik untuk sayang.
"He....he....he. maap Kak B, sengaja eh nggak sengaja."cengir Kai meletakkan kantong berisi makanan di meja sang kakak.
"Kak ayo makan dulu!!"ajak Kai menyiapkan makanan untuk sang kakak.
"Sini......"kata Brandon menepuk pahanya agar sang adik duduk di pangkuan nya.
Kai segera mendekat pada sang kakak. Mereka menikmati makan siang berdua dengan Brandon yang bersikeras menyuapi sang adik.
"Kita do'akan yang terbaik, Baby!!"kata Brandon mengelus punggung sang adik.
"Kak, kakak mau nggak bantu Kai melakukan tes DNA untuk Uncle Frank dan Bang Melvin??"tanya Kai.
"Apa mereka ada hubungan??"tanya Brandon dengan alis menukik ke bawah.
"Uncle Frank merasa Bang Melvin adalah anak yang ia cari selama ini Kak, karena melihat kalung yang dipakai oleh Bang Melvin. Tapi Uncle Frank ragu untuk bertanya karena takut nanti kalau Bang Melvin dan adik-adiknya menolak kehadiran Uncle Frank"jelas Kai.
"Kakak tentu bisa melakukan itu tapi dengan syarat......"kata Brandon.
Kai mencium gelagat tidak mengenakan dari perkataan sang kakak.
"Syarat??"tanya Kai dengan tatapan penuh curiga.
"Hemmmm syaratnya Baby nemenin kakak seharian di hari Minggu depan!!"kata Brandon tidak mau dibantah.
"Tuh kan benar dugaan gue, dasar Abang lucknut emang."bathin Kai tapi dia sendiri juga senang karena bisa menghabiskan waktu dengan kakak super sibuknya itu.
__ADS_1
"Ok, deal!!"kata Kai menuruti kehendak sang kakak.
Brandon pun menggendong Kai menuju ruang rawat Frank. Para dokter dan suster yang melihat interaksi keduanya tersenyum senang karena setiap harinya setiap jamnya seorang Dokter Brandon hanya akan menampilkan wajah datar bin dinginnya pada semua orang. Untung saja tampan maksimal jika tidak orang bahkan tidak akan melihat sama sekali ke arah Dokter dingin itu. Apalagi jika aura mafianya sudah ikut serta bueh suram dunia. Tapi jika berhadapan dengan makhluk gembul di gendongannya Dokter Brandon berubah 360 derajat. Pemandangan langka menurut mereka.
Sesampai di ruangan Frank ketiga remaja laki-laki itu menatap Kai yang berada di gendongan Dokter Brandon.
Lagi Melvin merasa cemburu melihat Kai di gendongan Brandon. Dia juga ingin menggendong buntalan chubby itu. Sedangkan Jackson dan Rey menatap gemas pada Kai. Pengen nguyel-nguyel pipi chubby Kai.
Brandon menurunkan sang adik dari gendongannya dan memeriksa keadaan Frank. Saat akan memeriksa Frank Brandon melihat pergerakan di tangan Frank yang tertancap infus.
"Frank......."panggil Brandon.
Frank membuka mata perlahan, ia perlahan menatap sekelilingnya dan melihat Kai dan tiga remaja laki-laki ada di ruang rawatnya.
"Uncle Frank........."panggil Kai dan menghambur memeluk Frank.
Brandon dengan sigap menangkap sang adik.
"No, Baby nanti luka di dada Frank bisa kembali menganga terkena pelukanmu!!"kata Brandon mencegah sang adik agar tidak mengenai luka bekas tembak di dada Frank.
Frank tersenyum melihat tingkah ajaib Kai. Lalu mata Frank bertemu dengan mata Melvin. Mereka saling menatap dalam waktu cukup lama. Hingga deheman Brandon memutus kontak mata mereka berdua.
"Bagaimana keadaan Uncle Frank, Kak B??"tanya Kai penasaran.
"Frank sudah stabil, dia hanya perlu istirahat untuk memulihkan tubuhnya.!"kata Brandon kembali merangkul bahu sang adik posesif memberi sinyal pada Melvin bahwa Kai hanya adiknya.
"Uncle Frank cepat sembuh!!! Ingat jadwal kita banyak mencari anak-anak Uncle dan mengerjakan hukuman dari Opa Lu!!"kata Kai pada Frank.
"Hukuman??"beo Brandon.
"Iya Kak B, di hari Uncle Frank tertembak itu kami kalah bermain voli dengan Opa, dan hasilnya kami harus mendapatkan hukuman dari Opa."kata Kai kesal mengingat peristiwa itu.
Frank terkekeh mendengar gerutuan Kai.
"Memang apa hukumannya, Baby??"tanya Brandon penasaran.
"Membantu Opa di perusahaannya selama seminggu!!"ujar Kai.
"Awas saja nanti Opa, kau memonopoli adikku!!"bathin Brandon kesal.
__ADS_1
Frank dapat menebak isi kepala Brandon saat ini karena terlihat dari raut wajahnya yang kesal setelah mendengar perkataan Kai tadi. Posesif family.