Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
OTW Rusia


__ADS_3

"Penyerangan dari klan BLACK COBRA untuk kali ini bisa kita patahkan. Sebaiknya kami segera kembali ke Rusia, untuk memeriksa keadaan markas the BRONTES sekarang"ucap Uncle Pablo pada seluruh keluarga the Owen.


"Aku akan ikut Uncle"ucap Kai.


"Tapi Baby kamu kan harus sekolah"julid Alan.


"Tapi Abang Kai harus memeriksa ulang keamanan di markas utama. Banyak orang yang hidupnya bergantungan pada kita, jika sekali lagi terjadi kebobolan mereka juga akan ikut menanggungnya Bang, lagian bolos seminggu ngga apa-apa kayaknya secara Kai kan pintar"ucap Kai menyombongkan diri.


"Ck, pintar membuat Mama naik darah itu benar"sanggah Mama Silvia.


"Bwahhhahhhhah Mama jangan marah, itu kan bagian dari skenario hidup kita berdua Mama"mendramatisir keadaan.


"Opa izinkan kami ikut dengan Baby!!"ujar Alden meminta izin pada Opa Matius dan Opa Lucifer.


"Apa kalian akan pergi semuanya???"tanya Opa Matius.


"Iya Opa"jawab semua bungsu the Owen.


"Kalau sudah begini Opa bisa apa"jawab Opa Matius dengan sedikit tidak rela jika harus berjauhan dengan cucunya yang nakal itu.


"Ya kalian boleh pergi, dan cepat kembali jaga anak nakal itu baik-baik jangan sampai terluka sedikitpun."titah Opa Lucifer.


"Baik Opa!"jawab bungsu the Owen kompak plus duo laki-laki Yamaguchi.


"Dad, Fanny juga ingin ikut ke sana, Fanny ingin melihat makam Kak Ian"ucap Mommy Fanny meminta izin pada mertuanya.


"Pergilah Fanny, lagi pula sudah lama kau tidak pulang ke rumahmu"jawab Opa Lucifer.


"Sayang......"rengek Dady Aldric.


"Hanya satu Minggu sayang, dan itu pun aku pergi dengan adikku serta anak-anak."bujuk Mommy Fanny pada Dady Aldric.


"Aku juga ikut"ucap Dady Aldric


"No, kau jangan lupa Aldric kita harus memeriksa markas ZEUS!!"ucap Papi Jason.


"Tapi Kak, kedua wanita kesayanganku akan pergi kak"sendu Dady Aldric.


"No debate Aldric!"tegas Papi Jason.


Mau bagaimana lagi, mau tidak mau Dady Aldric harus patuh dengan ucapan sang Kakak, Kai tersenyum melihat sang Dady dengan keadaan tertekan karena larangan dari Papi Jason.

__ADS_1


"Ayo kita bersiap!!!"ajak Uncle Pablo.


"Ya"jawab mereka serempak.


Semua yang akan pergi segera menyiapkan perlengkapan mereka untuk berangkat. Tak lama mereka selesai berkemas dan berkumpul di ruang keluarga.


"Kami berangkat dulu, semuanya terima kasih telah menyambut kami dalam keluarga ini dengan baik"ucap Uncle Pablo pamit pada keluarga the Owen.


"Kalian juga bagian dari The Owen sekarang. Kami akan selalu dengan senang hati menyambut kalian dalam keluarga ini"ucap Opa Lucifer pada Uncle Twins.


"Baiklah, kami berangkat dulu"ujar Uncle Pablo.


"**** jaga istri dan anakku disana!!!"titah Dady Aldric pada Uncle Twins.


"Pasti kami akan menjaga mereka dengan baik Kak"sahut Uncle Twins.


Mereka pun meninggalkan mansion the Owen dan bergegas menuju bandara pribadi milik keluarga the Owen. Mereka akan menggunakan jet pribadi menuju Rusia. Sesampainya di bandara mereka segera masuk ke pesawat.


"Akhirnya pulanggg"lirih Kai sambil mendudukkan diri di dekat kaca.


Namun tiba-tiba terjadi keributan diantara para remaja lelaki yang ingin duduk di samping si bungsu.


"Minggir"sarkas Alan pada Daichi.


"Awas kalian"seru Jo menarik lengan kedua lelaki itu dari samping tubuh sang adik.


"Maaf Tuan Muda sebaiknya Anda segera duduk dan memasang sabuk pengaman, sebentar lagi kita akan lepas landas"ujar seorang pramugari pada gerombolan remaja laki-laki itu. Dan perebutan tempat itu akhirnya dimenangkan oleh Benjiro.


Kebiasaan Kai yang selalu akan tidur selama dalam perjalan tidak pernah berubah. Belum sampai satu jam pesawat mengudara ia sudah tertidur pulas. Melihat sang keponakan tertidur Uncle Pablo memberi isyarat pada Benjiro untuk memindahkannya ke kamar khusus milik Kai.


"Boy pindahkan adikmu ke ruangan di ujung kabin ini!"perintah Uncle Pablo pada Benjiro.


"Baik Uncle."jawab Benjiro membopong tubuh sang adik.


Melihat hal itu timbul ide di kepala masing-masing remaja laki-laki itu. Mereka pun menyusul Kai ke ruangannya. Ruangan itu cukup luas serta rapi, di sana juga terdapat ranjang king size yang sangat besar.


Benjiro segera membaringkan sang adik dengan pelan-pelan agar tidak terbangun.


Ia pun kemudian ikut membaringkan diri di samping sang adik. Tidak lama gerombolan remaja laki-laki tadi juga memasuki ruangan itu. Mereka juga ikut membaringkan diri di ranjang sang adik. Mereka saling berebut untuk bisa tidur di samping sang adik. Namun pada akhirnya posisi mereka sudah seperti ikan sarden. Mereka pun segera menyusul sang adik menuju alam mimpi.


Mommy Fanny bingung mencari keberadaan anak-anaknya.

__ADS_1


"Ke mana mereka??"gumam Mommy Fanny


"Lapochka, kau sedang apa?"tanya Uncle Pablo pada sang kakak.


"Pablo apa kau melihat anak-anak?"tanya Mommy Fanny pada Uncle Pablo.


"Oh.... tadi aku menyuruh Benjiro memindahkan Mi Amor ke kamarnya, ia sudah tertidur"jelas Uncle Pablo.


"Di mana kamarnya??"tanya Mommy Fanny.


"Ayo aku antar"ajak Uncle Pablo pada sang kakak.


Mommy Fanny pun mengikuti langkah Uncle Pablo menuju kamar Kai. Begitu sampai di kamar Kai kedua orang itu dibuat terkejut.


"Apa-apaan mereka, apa mereka ingin membunuh keponakanku "kesal Uncle Pablo melihat keponakannya diapit oleh para Kakak laki-lakinya.


"Sudah biarkan saja mereka Pablo, dari pada mereka merusuh. Lebih baik mereka tidur"ucap Mommy Fanny sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak laki-lakinya.


"Yeah, kau benar juga Lapochka, semua hal yang menyangkut anak nakal itu selalu jadi rusuh"ujar Uncle Pablo diangguki Mommy Fanny yang sedang tersenyum melihat pemandangan itu.


Para bungsu the Owen itu seperti telah terkena virus tidur sang adik. Selama perjalanan mereka tidak bangun sama sekali bahkan untuk waktu makan. RUARRRR BIASA.


Dua jam sebelum mendarat barulah diantara mereka ada yang terbangun dan membangunkan yang lainnya.


"Eunghhhhh"


Alden melenguh dan meregangkan otot-ototnya. Badannya terasa remuk karena Alan tidur mengapit tubuhnya dengan kuat, belum lagi Chayden dan Chayton yang menjadikan perut dan pahanya sebagai bantal. Hal yang tidak jauh berbeda juga dirasakan oleh Benjiro. Ia menjadi sasaran empuk Daichi dan Jo. Tapi si bayi tidur belum juga membuka matanya.


"Imouto-san bangun....heh ..bangun"ucap Benjiro menepuk pelan pipi sang adik.


"Baby ayo bangun...... baby...."Alden menjepit hidung Kai dan membuat Kai terlonjak kaget dan hampir menendang Daichi.


"Astaga kenapa kalian mengganggu tidurku???"omel Kai pada seluruh kakaknya


"Baby kita tidur sudah seperti simulasi mati"gerutu Jo pada sang adik.


"Ahhh iya kah, tapi rasanya Kai tidur sebentar"ucap Kai dengan watados.


"Ahhh aku lapar...."ujar Daichi.


"Aku juga, ayo kita makan"ajak Chayden pada Daichi.

__ADS_1


Mereka semua meninggalkan kabin itu menuju ruang makan. Cacing perut mereka telah melakukan huru hara karena belum juga diberi makan.


__ADS_2