
Para bungsu lain pun memasuki ruangan meeting itu dengan senyum yang lepas.
"Kenapa mereka semua menjadi sosok yang mengerikan begini??"tanya Opa Lucifer heran.
"Ntahlah, tapi aku yakin mereka menyembunyikan sesuatu dari kita!!"sahut Opa Matius.
Di markas pusat Red Devils..........
"Tuan ada yang mengirimkan kepala tiga pengintai kita yang bertugas mengawasi mansion Owen dan juga kepala kurir yang mengantar paket tadi pagi!!"lapor tangan kanan ketua RED DEVILS.
Belum sempat laki-laki itu menjawab perkataan tangan kanannya tadi, sang asisten yang bertugas mengawasi semua pabrik, gudang dan club' miliknya pun datang memberikan laporan.
"Tuan, semua pabrik utama, gudang utama dan club' kita diledakkan secara bersamaan bahkan saham beberapa perusahaan induk banyak yang menurun dan data-data kita telah dibobol!!"lapor laki-laki itu pada sang Bos.
"Plaaaaak"
"Plaaaaak"
"Bughhhhh"
"Bodoh bagaimana semua itu bisa luput dari pengawasanmu, hah. Kau kubayar untuk mengawasi semua itu bukan untuk menjadi orang bodoh seperti ini, sialan!!"bentak laki-laki itu dengan nafas memburu.
Sang asisten hanya tertunduk , tidak ingin menjawab pertanyaan sang Bos karena itu akan membuat emosinya semakin memburuk.
"Apa kalian sudah menemukan siapa pelakunya??"tanya ketua klan Red Devils itu.
"Laki-laki yang menghabisi para pengintai kita mengirimkan foto dan video ketika ia tengah menghabisi para pengintai kita, Tuan. Namun wajahnya ditutupi masker dan kami tidak menemukan apapun darinya sebagai identitas karena semua tubuh dan wajahnya tertutup!!"ujar tangan kanan laki-laki itu.
"Lalu identitas orang yang menghancurkan semua pabrik ku??"tanya laki-laki itu.
"Maaf Tuan, kami sudah menyisir semua area dan tidak mendapatkan apa-apa, begitu pun dengan cctv satu pun tidak menunjukkan kejanggalan atau pun bekas retasan."ujar laki-laki itu tetap tertunduk.
"Braaaaaaaak"
"Braaaaaaaak"
Laki-laki yang menjabat sebagai ketua dari klan Red Devils itu marah bukan main, ia melemparkan apa saja barang yang ia dapat.
"Ku beri waktu satu kali dua puluh empat jam, jika hasil kerja kalian tidak ada maka siap-siap kepala kalian kulubangi dengan senjata ini!!"ujar laki-laki itu melemparkan revolver yang terselip di pinggangnya.
Sontak kedua bawahannya bergidik ngeri dan bergegas pergi meninggalkan ruang kerja ketua mereka.
"Bangs*t siapa yang berani main-main denganku??"geram laki-laki itu mengepalkan tangannya.
"Jika begini mau tidak mau aku harus meminta bantuan pada Alexander!!"gumam laki-laki itu kemudian melangkah meninggalkan ruang kerjanya.
Back to Secret Palace.............
"Duaaaaar"
"Duaaaaar"
__ADS_1
Terdengar bunyi ledakan di sekitar Secret Palace dan itu membuat semua yang ada di ruang meeting terkejut kecuali Kai.
Kai sudah menduga orang-orang itu akan mencari keberadaan keluarga Owen yang menghilang begitu saja setelah aksi penyerangan beberapa saat lalu.
"Bang Attarfa, aktifkan semua ranjau!!"titah Kai melalui interkom.
"Baik, Kai!!"
"Mari kita menonton pesta selanjutnya!!"ujar Kai mengejutkan orang-orang yang tengah fokus pada suara ledakan tadi.
Kai kembali menyalakan mini proyektor, lalu menyambungkannya pada EAGLE EYE dan beberapa pesawat penghancur yang telah ia stand by kan.
"Prince, your turn!!"ujar Kai memberikan alat pengendali pesawat penghancur pada anggota Hurricane Hunter.
Para Hurricane Hunter mulai memasang perlengkapan mereka, dan menyambungkannya dengan EAGLE EYE yang terpasang di telinga mereka.
Sekilas mereka merasakan sensasi terbang sendiri karena mata mereka langsung terkoneksi dengan kamera terdepan pesawat itu.
Terlihat beberapa mobil dan sepeda motor yang berkeliaran di sekitar mansion lama dan beberapa yang memasuki kawasan hutan Secret Palace.
"Jangan, yang di hutan itu jatah Bang Attarfa!!"kata Kai mencegah Alan meledakan kawanan yang memasuki kawasan hutan.
"Bang Alan jangan mengganggu milikku!!"ketus Jackson karena Alan menghancurkan targetnya.
"Salahmu Jack, harusnya kau lebih cepat!!"ejek Alan sambil terus mengendalikan pesawat miliknya.
"Awas kau Bang!!"geram Jackson.
Para tetua dan Kakak tertua mereka melongo dengan aksi si bungsu yang melakukan itu, sekarang ke sebelas bungsu mereka sungguh seperti manusia lain dalam wujud bungsu mereka.
"Ok/deal/copy that/Roger!!"sahut mereka bersemangat.
Ke sepuluh Prince itu saling berlomba untuk menghancurkan satu-satunya mobil yang tersisa yang terlihat seperti mobil pimpinan mereka.
Dan benar saja tak lama mobil dan motor-motor itu hancur berkeping-keping terkena ranjau yang telah Kai persiapkan. Sementara itu para Hurricane Hunter membabi buta menghajar kawanan mobil dan motor yang berseliweran di sekitar mansion lama the Owen. Satu pun tidak ada yang selamat dari ledakan itu.
Dan Melvin adalah orang yang berhasil menghancurkan mobil dari pimpinan komplotan, tentu saja ia bersorak senang.
"Yoooooo sorry guys, it's my time!!"ujarnya meraih kunci mobil itu dan menatap mengejek pada saudaranya yang lain.
"Kau hanya beruntung kali ini, Dude!!"seru Jo dan Daichi kesal.
"Lain kali aku akan menghajarmu, Bang!!"ujar Rey terlihat kesal.
"Easy, Big Bro selesai party nanti malam kalian akan dapat hadiah pribadi dari Kai!!"sahut Kai dengan senyum iblisnya sambil terus menatap layar laptopnya.
"Party??"ujar semua orang dalam ruangan itu.
"Ya party, tapi hanya untuk kami para bungsu!!"ujar Kai mengangkat sebelas alisnya.
Para tetua dan Kakak tertua mereka merasa kagum dengan kelihaian ke sebelas bungsu itu dalam mengendalikan pesawat tak berawak itu.
__ADS_1
Sekitar satu jam permainan pun berakhir dengan kemenangan berada di pihak Kai.
"Hore......menang lagi!!"sorak Rey penuh semangat.
"Kau benar Rey kita menang banyak hari ini!!"tukas Chayden melepas peralatan tempurnya.
"Tunggu, apa kau sudah mempersiapkan semuanya, Baby?"tanya Ace pada Kai.
"Iya Kak, Kai yakin orang-orang ini sekarang sedang memburu kita, karena tak satu pun mayat kita yang ditemukan di kediaman lama!!"jawab Kai.
"Kita lihat sekarang siapa dalang dibalik semua keributan ini!!"kata Kai bermain dengan laptopnya.
"Dia lagi dia lagi, tidak kapok kehilangan anak dan Kakak tercinta rupanya. Baiklah!!.IT team temukan apa kegiatan Watanabe sekarang!!"titah Kai pada team IT.
Sekitar sepuluh menit mereka menemukan data akurat mengenai segala kegiatan klan Watanabe di Indonesia.
"Princess, sudah kami kirim ke emailmu!!"ujar Jo.
Kai membaca secara teliti semua informasi yang didapat oleh team IT. Sudut bibirnya terangkat menampilkan senyum iblis yang begitu khas.
"Prince, malam ini kita berpesta!!"ujar Kai pada Kakak-kakaknya.
Mereka menanggapinya dengan seringai iblis masing-masing.
"Jo sejak kapan kau lihai meretas??"tanya Brandon penasaran.
"Hmmm sejak kami menerima misi-misi gila bersama Baby!!"sahut Jo.
"Jadi kalian terbagi dalam kelompok yang berbeda??"tanya Papi Dixon yang sedari tadi gatal ingin bertanya pada anak-anaknya itu.
"Benar Pi, Baby membagi kami berdasarkan hobi dan keahlian masing-masing. So tidak terlalu sulit untuk menyesuaikan!!"jawab Chayton.
"Apa yang akan kalian lakukan nanti malam??"tanya Opa Lucifer penasaran.
"Merampok truk yang berisi senjata dan obat-obatan yang akan dikirim oleh klan Watanabe!!"sahut Kai.
"Untuk apa kalian melakukan itu, bukankah itu sama saja dengan mengganngu mereka??"tanya William yang merasa adik-adiknya mulai melewati batas.
"Tentu tidak, siapa suruh mereka mengusik kita terlebih dahulu dan lagi apa Abang lupa kalau Anos ingin membangun kerajaannya sendiri. Watanabe sudah beberapa kali mengusik kita dan yang terfatal adalah ketika mereka mengusik Yamaguchi sewaktu di Meksiko menimbulkan banyak kerugian baik jiwa mau pun materi bahkan imouto-san pun hampir menjadi korban di sana!!"sanggah Daichi.
"Itu benar, ini hanya sebagian kecil!!"seringai Alan membenarkan perkataan Daichi.
Para Kakak tertua mereka hanya terdiam itu memang benar, hanya saja mereka mengkhawatirkan keselamatan kesebelas bungsu itu.
"Apa yang akan kau lakukan dengan semua barang-barang itu, Princess??"tanya Evan.
"Akan Kai jual pada gengster-gengster kecil yang tidak paham kualitas produk!!"jawab Kai.
"Baiklah, Opa minta kalian berhati-hatilah dalam melakukan setiap misi kalian. Jangan ada yang pulang dalam keadaan terluka!!"titah Opa Lucifer tegas.
"Itu kami tidak bisa berjanji Opa, namun kami berjanji untuk saling melindungi!!"jawab Melvin.
__ADS_1
Para tetua dan Kakak tertua merasa kalau bungsu mereka bermain sudah terlalu dalam, namun tidak akan bisa dipatahkan karena pemimpin mereka adalah Kai, si iblis gemoy pecinta kegilaan dan darah.