
Ogenki desuka, Bubu.....???"
"Hi, Dad how are to day???"
" Do you both miss me??"
"Bubu sekarang Bubu jangan khawatir lagi ya, Kai sudah memiliki 3 orang Mommy dan satu Oma, mereka menyayangi Kai Bubu. Kai juga memiliki banyak Dady sekarang Bubu, mereka juga sangat menyayangi Kai malah bisa dibilang lebih ke arah over protective. Dan juga dua Opa yang sangat keras kepala.
Dad tau ngga, dulu Kai suka iri melihat anak-anak yang bisa bersenda gurau dengan orang tuanya. Saat itu Kai merasa hidup ini tidak adil, karena membiarkan Kai seorang diri. Tapi Dady lihat sekarang, Kai malah kelebihan kuota ortu Dad mana pada over protective lagi.
Dad, Bubu bagi Kai kalian adalah rintik hujan pertama yang turun membasahi bumi, yang menjadi pengharapan semua makhluk hidup untuk memulai kehidupan baru.
Dad, Kai memang belajar berjalan sendiri walau sering tersandung bahkan terjatuh, But Dad kaulah orang yang mengajarkan Kai untuk bisa berlari dengan sangat kencang.
Dad, sesuai dengan janji Kai pada Dady, Kai sudah membawa Aunty Velo kembali ke kediaman Adler. Sekarang Dady dan Bubu berbahagialah di sana. Kai tidak tau kapan akan pulang lagi, masih banyak masalah yang harus Kai selesaikan kadang rasanya ingin berhenti. Kai lelah......."celoteh Kai di makam kedua orang tuanya.
"**** apa kalian melihat Baby??"tanya Mommy Fanny yang mencari bungsunya sedari tadi.
"Kami belum melihatnya, Lapochka"jawab Uncle Twins mendudukan diri di kursi meja makan.
"Bagaimana dengan kalian boys, apa kalian tidak melihat adik kalian??"tanya Mommy Fanny pada para remaja laki-laki yang telah berkumpul di meja makan.
"No, we haven't met her yet Mom"jawab Alden.
"Baby ke mana ya??"gumam Mommy Fanny cas.
"Lapochka, mari kita sarapan dulu, ku rasa aku tau di mana anak nakal itu"ujar Uncle Pedro.
"Hmmm, baiklah"sahut Mommy Fanny menghela nafas panjang.
Mereka sarapan dengan tenang. Beberapa saat setelah selesai sarapan, Uncle Twins mengajak Mommy Fanny dan para keponakannya menuju sebuah bukit kecil di belakang mansion. Tempat yang begitu indah dan menenangkan hati.
"**** kalian mau membawa kami ke mana??"tanya Mommy Fanny pada Uncle Twins.
"Ke tempat keluarga kita, agar kita bisa berkumpul sejenak"kata Uncle Pablo lirih.
Setibanya di atas bukit, terlihat empat makam yang terawat dengan sangat baik, dan dikelilingi bunga-bunga yang indah. Di antara makam itu terlihat seorang remaja putri yang tengah memeluk salah satu nisan yang ada di sana sambil terisak.
"Baby...."
"Imouto-san..."
panggil semua Kakak Kai berlari ke arah sang adik. Kai sama sekali bergeming dengan panggilan dari kakaknya. Ia terfokus dengan dunianya sendiri.
__ADS_1
Mommy Fanny tertegun melihat gundukan tanah di depannya.
#Lucius Adler
#Jean Lucius Adler
#Maximilian Lucius Adler
#Yamaguchi Himawari Aina
Mommy Fanny tidak menyangka kalau sekarang ia hanya bisa melihat nisan dari orang-orang yang ia sayang. Tidak akan ada lagi senyum hangat dari bibir mereka yang bisa ia lihat.
Begitu pun dengan Benjiro dan Daichi, ini adalah kali pertama mereka melihat makam Bibi mereka, Himawari Aina. Wanita yang mereka anggap sebagai ibu mereka. Hal yang sama juga dirasakan Owen bersaudara, ini adalah makan Uncle tertua mereka. Ya siapa yang menyangka mereka disatukan oleh takdir dalam satu ikatan keluarga.
Uncle Twins hanya bisa tersenyum masam melihat pemandangan di depan mereka, berharap jika suatu saat bisa berkumpul dan bersenda gurau namun takdir berkata lain. Takdir selalu bekerja dengan caranya sendiri.
Alan mendekati sang adik dan membawanya ke dalam pelukan, walau pun ia tidak tau bagaimana suasana hati sang adik saat ini, tapi ia paham bahwa rasa kehilangan itu amatlah sangat menyakitkan. Kai masih terisak di pelukan Alan. Masih memegangi nisan sang Dady seolah enggan untuk berjauhan.
Saat semua masih dalam suasana sendu, handphone Kai berdering.
"Hallo Kak Dom...."ucap Kai menerima panggilan telepon.
"..............."
Lalu Kai melangkah ke arah Mommy Fanny.
"Mom, Kai harus ke Brazil, ada sedikit masalah. Nanti kita ketemu di mansion aja ya!!!"ucap Kai pada Mommy Fanny.
"Masalah apa Baby??"tanya Mommy Fanny.
"Ada sedikit masalah dengan teman Mom"jawab Kai.
"Baby apakah aman kamu pergi sejauh itu sendiri?"tanya Alden.
"It's okay Bang, yang penting Abang kawal aja Mommy pulang dengan selamat"jawab Kai.
"Imouto-san kami ikut!!!"pinta Daichi pada Kai.
"Nope, kalian pulang ke mansion. No debate!! Kai berangkat dulu"ucapnya tak mau dibantah.
"Hati-hati Baby, pulanglah dengan selamat"seru Mommy Fanny karena ia sudah diberi tahu oleh Mama Silvia bahwa sewaktu-waktu Kai akan melaksanakan suatu misi penting, ntah ke mana ntah kapan.
"I do Mom, semuanya Kai pergi dulu"ucap Kai pamit.
__ADS_1
Kai telah jauh meninggalkan area pemakaman keluarga Adler.
Tiba-tiba Mommy Fanny bertanya pada Uncle Twins.
"**** misi kali ini kalian menempatkan Baby di mana??"tanya Mommy Fanny.
"Itu bukan misi the BRONTES Lapochka. Aku rasa Ma Cherie menerima misi dari luar"jelas Uncle Pedro.
"Apa kalian bisa mengawasinya??"tanya Mommy Fanny lagi.
"Dia tidak bisa diawasi Lapochka, dia sekarang lebih licin dari belut, tapi aku yakin dia akan baik-baik saja."jawab Uncle Pedro.
"Sebaiknya kita segera kembali ke mansion!!!"ucap Uncle Pablo sembari melangkah keluar area pemakaman.
Mereka pun mengikuti langkah Uncle Pablo meninggalkan area pemakaman.
Kai sendiri saat ini, sudah menuju bandara pribadi milik Adler. Pesawat jemputannya sudah menunggu. Tanpa membuang waktu ia pun segera menaiki pesawat.
"Kalian sudah tau siapa yang mengacau di pertambangan kita??"tanya Kai mendudukan diri.
"Belum Kai, kami tidak menemukan jejak sedikit pun, semua rekaman cctv tidak bisa dipulihkan. Mereka merencanakan semuanya dengan teliti"jawab Juan.
"Tidak mungkin tidak terdeteksi, kecuali ada orang dalam."ujar Kai
"Alibi yang kau katakan masuk akal Kai, tapi bagaimana kita menemukan mereka??"tanya Juan lagi.
"Lo lupa Bang, setiap anggota kita pasangi alat pelacak. Cek aja dari sana!!"ujar Kai sambil mencari keberadaan pengkhianat itu dengan laptopnya.
"Abang lupa, Abang udah panik duluan dapat kabar dari Dom"cengir Juan.
"Kapan penyakit panikan Lo ilang Bang,heran gue!!!"omel Kai.
"Ya maap"balas Juan.
"Nah ini dia ada dua orang, yang melakukan kontak dengan orang BLACK EAGLE, Lo lacak deh Bang apa yang mereka rencanakan, gue mau tidur!!"kata Kai beranjak ke ruangannya.
"Tidur teroooossss, dasar kebo Lo"omel Juan.
"Gue denger ya"teriak Kai.
"Tu bocil, bikin gemes gue!!!"gerutu Juan.
Kai berusaha tidur untuk mengumpulkan energi, ia yakin akan ada pertempuran besar karena masalah tambang yang ia miliki itu.
__ADS_1