Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Kangen Kai....


__ADS_3

Kai sampai di markas dan segera mengambil peralatan untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di perutnya. Dengan perlahan Kai mencari posisi yang nyaman untuk melakukan operasi dadakan itu.


Juan yang baru saja sampai kaget melihat apa yang Kai lakukan.


"Astaga......"pekik Juan.


"Lo kalau gila kagak gini juga kali bocil, Lo kenapa ga masuk ke ruang medis aja, kan ada dokter di sana"omel Juan pada Kai.


"Dokter lagi ngobatin Soldiers yang terluka Bang!!"ucap Kai lemah.


"Bodo.."jawab Juan yang menggendong Kai ala bridal style menuju ruang medis.


Kai tidak bisa melakukan perlawanan karena mengingat ia cukup banyak kehilangan darah yang membuatnya merasa lemas.


"GUBRAAAAKKK"


Juan menendang pintu ruang medis, dan membuat semua yang ada di dalam ruangan itu terlonjak kaget.


"Vikram cepat tangani Kai!!"perintah Juan pada dokter di ruangan itu.


"Baik"jawab dokter yang bernama Vikram itu.


Dokter itu dengan cekatan berhasil mengeluarkan peluru dari perut Kai, dan lukanya pun juga sudah dijahit.


Beberapa saat kemudian Dominic pun kembali ke markas GG. Dom segera mencari keberadaan Kai, karena tadi melihat keadaannya yang tidak baik-baik saja.


"Gimana keadaannya Vik??"tanya Dominic pada Vikram.


"Pelurunya sudah dikeluarkan, sekarang kita menunggu dia sadar"jelas Vikram pada Dominic.


"Gimana ceritanya tu bocil bisa kena tembak, Dom??"tanya Juan.


"Kai menyerang Barga sendirian, gue lagi nyari para Pengkhianat, kayaknya dia tadi lagi lengah makanya bisa kena tembak"jelas Dominic.


"Untung tadi gue datang, kalau kagak ni bocah udah ngelakuin yang aneh-aneh."celoteh Juan.


"Maksud Lo?"tanya Vikram


"Dia mau ngeluarin peluru tu sendirian, nyari penyakit aja tu bocil"gerutu Juan.


"Kadang gue juga bingung Ama ni bocil"jawab Vikram.


"Terus gimana tadi penyerangan markas Barga, Dom??"tanya Juan.


"Sukses, semua udah jadi abu"jawab Dom datar.


"Tambah gede ni bocil tambah kejam, ngeri gue"ucap Juan bergidik ngeri.


"Gimana kagak, perpaduan Yakuza Ama mafia"jawab Vikram.


Di sisi lain.....


"Sayang kenapa perasaanku tidak enak begini ya??"tanya Mommy Fanny pada Dady Aldric.


"Maksudmu honey??"tanya Dady Aldric

__ADS_1


"Apa Baby baik-baik saja ya?? Kita tidak mendapat kabar apapun sama sekali dari nya honey"ucap Mommy Fanny gelisah.


"Aku yakin Baby akan baik-baik saja honey"ucap Dady Aldric menenangkan Mommy Fanny.


Di sebuah ruangan.....


"Lu, kenapa belum juga ada kabar dari cucuku??"tanya Opa Matius lemah.


"Aku pun bingung Kak, rasanya lebih baik aku menyerang markas musuh dari pada menunggu kabar seperti ini"sahut Opa Lucifer.


"Yah....kau benar"balas Opa Matius.


Sementara itu di OIHS...


"Bos, bocil mana kok ga masuk??"tanya Zarga .


Yang ditanya hanya menghembuskan nafas kasar, karena tidak bisa melacak keberadaan sang adik dan juga tidak mendapatkan kabar sama sekali.


Saat mood ketujuh remaja laki-laki itu sedang tidak baik, trio Tante plus duo Watanabe malah membuat suasana semakin tidak baik.


"Hai Kak Alden...."sapa Berta dengan nada manjanya bergelayut di tangan alden. Seketika Alden menatap nyalang pada Berta, dan menyentak tangan Berta dengan kuat.


"Kakak ko gitu, kasar..."ucap Berta dengan nada menghiba.


"Udah cabut Lo sono, bikin riweh aja"usir Zarga pada trio tante-tante.


"Benji kenapa kamu diam saja??"tanya Aiko mendekati Benji.


"Ikimasu....."bentak Benji dengan kasar.


"Pasti dihasut sama si j*l*ng kecil itu"ketus Alicia.


"Yah kau benar, pasti dia lagi"sahut Berta.


Jengah dengan tingkah kelima gadis dihadapan mereka, geng BLACK HOLE plus duo Yamaguchi meninggalkan kantin dan memutuskan untuk pergi ke ruangan khusus Duo AL.


"Bos, sebenarnya bocil kemana?? Udah lebih seminggu ga masuk sekolah??"tanya Zarga pada Alden.


"Baby sedang melakukan misi ke Brazil, tapi belum ada kabar sama sekali dari dia"sahut Alan datar.


"What....,kan kalian bisa melacak keberadaannya"kata Zarga.


"Keberadaan Baby tidak bisa dilacak, bahkan Kak Ace dan Kak Carl tidak bisa menemukannya"sahut Alan lagi.


"Wah....baru kali ini the Owen kehilangan jejak seseorang, amazing"sorak Zarga.


Yang lain menatap Zarga dengan mata malas.


"Eunghhhh"


Kai mengerjapkan matanya perlahan-lahan.


Vikram yang kebetulan memasuki ruang rawat Kai segera memeriksa keadaan Kai.


"Udah sadar Lo??"tanya dokter Vikram pada Kai.

__ADS_1


"Emang mata Lo ga bisa liat"ketus Kai.


"Dasar bocah gila"omel dokter Vikram memeriksa keadaan Kai.


"Gue udah ok kan Bang??"tanya Kai pada dokter Vikram.


"Iya, cuma jangan aktifitas berat aja dulu, ntar luka Lo kebuka lagi"jelas dokter Vikram.


"Ok deh, gue mau balik Bang, kasian keluarga gue pasti lagi mewek ga dapat kabar dari gue"cengir Kai.


"PD banget Lo, ngapain juga mereka mewek, orang punya anak kelakuan gini"sahut Dokter Vikram.


"Alah bilang aja Lo iri kan?"ejek Kai.


"Ngapain gue ngiri Ama bocil kek Lo"balas dokter Vikram.


"Bang bantuin gue ke kamar ya, gue mau siap-siap"pinta Kai pada dokter Vikram.


Dokter Vikram membantu Kai menuju kamarnya.


"Kak Dom, Bang Juan gue mau balik ya tolong jaga markas dan tambang kita. Kalau ada apa-apa cepat kabarin gue"kata Kai yang bersiap untuk kembali ke kediaman the Owen.


"Lo yakin udah baik-baik aja Kai?"tanya Dom yang melihat Kai dari kepala hingga kaki.


"Udah Kak, ntar kalau kelamaan orang rumah malah cemas Ama gue"ujar Kai.


"Gue mau bawa Chima ama Chimee Bang!!"kata Kai.


"Satu lagi para Pengkhianat itu, boleh Lo jadiin mainan"ucap Kai pada Dom dan Juan.


"Azeeeek, mainan baru"riang Juan.


"Ok, Lo hati-hati ya!!"kata Dom pada Kai.


"O iya cil laporan resto Ama resort udah gue kirim ke email Lo"tambah Juan.


"Ok makasi Bang, Lo emang selalu bisa diandelin"puji Kai.


"Gue cabut dulu Bang"pamit Kai melangkah menuju kandang binatang kesayangannya diletakkan.


"Nah, kangen kan Lo berdua Ama gue, yok kita ke rumah baru"ujar Kai mengeluarkan sepasang binturong albino kesayangannya.


Seolah mengerti dengan perkataan Kai, kedua binturong itu pun melompat ke pundak Kai.


"Gila, Lo pada berat banget sekarang. Turun!!!"perintah Kai.


Kedua binturong itu tidak mengindahkan perkataan Kai sama sekali, mereka malah melilitkan ekornya ke leher Kai.


"Dasar piaraan lucknut Lo"gerutu Kai.


Kai pun melangkah menuju garasi mobil, pandangannya tertuju pada kesayangannya. Rubicon Black Matte.


"Ayo pulang my honey!!"ucap Kai pada mobil kesayangannya sambil memasukkan Chima dan Chimee ke dalam mobil.


Dengan kecepatan tinggi Kai melajukan mobilnya menuju bandara. Tiba di bandara Kai pun masuk ke pesawat dengan mobilnya.

__ADS_1


"Ahhh save flight for me"ucap Kai melangkah ke kamarnya diiringi kedua binturong kesayangannya.


__ADS_2