
Para Owen dan Frank muda menjalankan tugas masing-masing untuk memberi tau pada para tetua.
"Dad, aku ingin bicara mengenai adikku!!"ujar Alden pada Daddy Aldric.
"Ada apa, son??"tanya Daddy Aldric mengerutkan dahinya.
"Tadi Kak Taro ke sekolah menjemput Benjiro, Kak Taro bilang Baby dalam keadaan sekarat sekarang!!"ujar Alden.
"Kau tidak sedang dalam keadaan mabuk kan, Alden?? Jika adikmu sedang sekarat lalu siapa yang tadi pagi sarapan bersama kita??"tanya Daddy Aldric bingung.
"Dia penyusup, adikku yang asli saat ini tengah sekarat. Bang Xander dan yang lainnya saat tengah menjemput Baby. Kak B juga sudah ada di markas Golden Gladiol untuk membantu penanganan Baby nanti."jelas Alden pada Daddy Aldric.
Daddy Aldric dibuat bingung dengan penjelasan dari Alden.
"Dari mana mereka tau kalau Baby dalam keadaan sekarat??"tanya Daddy Aldric lagi.
"Mereka semua didatangi oleh Anos semalam. Dan menyuruh mereka segera menjemput Baby agar bisa segera diselamatkan!!"kata Alden lagi.
Air mata Daddy Aldric meluncur begitu saja. Ia memang ragu dengan Kai yang ada di mansion tapi yang membuat hatinya hancur adalah mendengar keadaan putrinya yang tengah sekarat.
"Kami merasa ada pengkhianat di sekitar kita Dad, makanya Melvin menyarankan untuk memberi tau para tetua di kantor saja. Dan kami membagi tugas melakukannya."tambah Alden lagi.
"Lalu apa adikmu sudah ditemukan, Son??"tanya Daddy Aldric.
"Kami belum mendapatkan informasi lagi dari Kak Taro, Dad. Kita berharap saja mereka datang tepat waktu untuk menyelamatkan adikku."ujar Alden berusaha agar air matanya tidak keluar dengan membuang pandangan ke arah lain.
Para tetua lain juga memberikan reaksi yang tidak jauh berbeda dari Daddy Aldric. Kini mereka bingung apa yang harus mereka lakukan sekarang untuk bisa menemukan Kai dengan cepat.
Di sisi lain........
Xander dan Bryan mendaratkan helikopter di tempat yang tidak jauh dari aliran sungai. Setalah mencari keberadaan Kai lebih kurang selama setengah jam akhirnya mereka menemukan Kai karena mendengar suara minta tolong dari seseorang.
"Tolong..........to.....long saya...."terdengar suara itu sayup-sayup sampai di telinga para Kakak Kai.
"Kalian dengar itu??"ujar Sam yang memiliki pendengaran sangat tajam karena ia adalah mantan anggota tentara elit.
Mereka mengikuti arah suara yang tadi didengar oleh Sam itu. Dan benar itu adalah Kai. Keadaannya terlihat begitu lemah dengan tubuh dipenuhi luka.
"Bang........."ujar Kai lirih lalu perlahan menutup kedua matanya.
Xander dan yang lainnya berhamburan mengejar Kai dan segera membopong ke helikopter. Setiba di helikopter Vikram segera memberikan infus pada Kai untuk mengisi nutrisi tubuhnya terlebih dahulu lalu secara perlahan ia mulai membersihkan luka-luka di sekujur tubuh sang adik.
Setelah terbang lebih kurang satu jam, kedua helikopter itu sampai kembali di markas milik Golden Gladiol. Brandon, Benjiro dan Taro mengejar sang adik dan segera membantu Vikram untuk mengobati tubuh sang adik. Brandon dan Benjiro menahan air mata mereka sembari terus mengobati tubuh sang adik. Hancur.........satu hal yang saat ini Benjiro rasakan ketika melihat tubuh sang adik terbaring lemah untuk kedua kalinya begitu pun dengan Taro. Ia merasa sangat bersalah pada mendiang Daddy Ian karena telah dua kali kecolongan dalam menjaga Kai.
__ADS_1
Xander menelpon Alan untuk mengabarkan keadaan Kai sekarang.
"Hallo Alan"
"................."
"Kami sudah menemukan Adek"
"................"
"Datanglah ke markas, berpencar!!"
"................"
"Ada apa, Lan??"tanya Ace.
"Baby sudah ditemukan Kak, Bang Xander menyuruh kita ke markas Golden Gladiol namun berpencar!!"kata Alan.
"Berangkat!!"kata Ace dan diangguki oleh Alan.
Tetua lain yang juga telah dikabari oleh Alan segera menuju markas Golden Gladiol. Mereka tidak sabar untuk melihat keadaan Kai. Suasana hati mereka saat ini jangan ditanya. Andai kata mereka bukan seorang lelaki yang telah ditempa keras secara mental dan fisik sudah dipastikan mereka sudah menangis sedari tadi saat mendengar keadaan Kai ketika ditemukan.
Ketika tiba di markas Golden Gladiol mereka segera diarahkan ke ruangan tempat Kai saat ini tengah ditangani oleh Brandon, Vikram dan Benjiro. Nampak ke tiganya tengah berjibaku mengobati Kai. Semua orang saat ini bisa melihat proses pengobatan itu dari balik dinding kaca ruangan itu. Marah, sedih dan kesal itulah yang hati mereka rasakan saat ini. Usai berjuang selama dua jam menangani Kai ke tiga orang itu akhirnya keluar dari ruangan itu.
"Keadaannya sungguh memprihatinkan, selain luka ada banyak retakan di tulang kaki, tangan dan kepalanya!!"ujar Brandon sambil menahan nafas dan menutup mata perlahan karena hancur melihat kondisi sang adik yang baru saja ia tangani. Sedangkan Vikram dan Benjiro tidak bisa menahan tangisnya lagi. Ini kali kedua bagi mereka melihat keadaan sang adik yang begitu menyakitkan.
Semua yang ada di dalam ruangan itu secara serentak menangis seperti diberi aba-aba. Apa yang harus dilakukan sekarang untuk memulihkan keadaan adik dan putri mereka. Dan bagaimana cara memberi tau para Mommy dan Oma Emma mengenai keadaan Kai sekarang.
Masing-masing bergelut dengan pemikiran masing-masing.
Ketika keheningan tengah melanda, terdengar suara erangan dari ruang rawat Kai. Sontak semua mata melihat ke ruangan itu dan segera mendekati bed hospital Kai.
"Kenapa kalian menangis??"terdengar sebuah suara keluar dari mulut Kai namun itu bukan suara milik Kai. Itu suara Deep Voice milik Anos.
Mereka terdiam mendengar suara itu.
"Apa yang harus kami lakukan untuk memulihkannya??"tanya Benjiro dengan air mata yang masih mengalir di pipinya.
"Bukankah kau bisa mengobatinya Anos??"tanya Daichi.
"Tentu bisa, namun darahnya belum siap menyatu denganku karena usianya yang masih muda!!"kata Anos.
"Lalu apa kau akan membiarkan adikku tetap seperti itu??"tanya Daichi lagi.
__ADS_1
"Aku tentu tidak akan membiarkan penerusku tiada. Aku akan menyatu dengannya, dengan syarat menggunakan darah kalian!!"kata Anos lagi.
Mereka bingung, bagaimana caranya menggunakan darah mereka untuk membantu Kai.
Tiba-tiba di telapak tangan Kai aka Anos muncul sebuah cawan yang terbuat dari tembaga. Mereka terkejut melihat itu apalagi Melvin dan adik-adiknya. Semua ini sangat baru bagi mereka. Mereka memang geng motor namun mereka tidak pernah berurusan dengan yang namanya mafia apalagi iblis seperti Anos.
"Kalian yang mengaku sebagai kakaknya, sayat tangan kalian dan masukkan darahnya ke dalam wadah ini!!"perintah Anos.
Mereka semua melakukannya secara bergantian, yang tersisa sekarang hanya Taro, Melvin, Jackson dan Rey.
"Apa kalian berempat bukan kakaknya??"terdengar suara Anos menggema di ruangan itu bertanya pada ke empat laki-laki itu.
Ke empat mengangguk.
"Lalu kenapa kalian tidak melakukan hal yang sama dengan mereka??"tanya Anos lagi.
Tanpa banyak ba bi bu ba, Taro dan yang lainnya melakukan apa yang telah dilakukan oleh ke 32 Kakak Kai sebelumnya.
"Sekarang semuanya telah cukup 36 orang dan kalian akan terikat satu sama lain dengan ikatan yang disebut saudara. Dan jangan coba-coba untuk mengkhianati ku. Karena jika kalian melakukannya saat itu juga jiwa kalian akan menjadi budakku untuk selamanya."kata Anos dan diangguki ke 36 orang itu.
"Aku ingin kalian membantunya membangun kerajaanku, GOLDEN GLADIOL. Dan kalian sekarang adalah bagian dari GOLDEN GLADIOL. Kalian tidak akan mati tanpa izinku. Tunjukkan kesetiaan kalian pada penerusku!!"tambah Anos kemudian meminum cawan berisi darah para Kakak Kai tadi.
Seketika tubuh Kai terguncang hebat. Begitu pun dengan tubuh ke 36 kakaknya yang mengalami rasa sakit yang amat sangat. Keringat bercucuran di tubuh mereka. Rasa sakit dan panas masih terus menjalari tubuh mereka selama proses penyatuan antara Kai dan anos. Tubuh Kai mengeluarkan cahaya yang begitu terang. Tidak satu pun diantara para tetua mendekat ke arah Kai atau pun kakak-kakaknya. Karena mereka yakin itu adalah proses penyatuan antara Anos dan juga Kai serta kakak-kakaknya. Proses itu berlangsung hampir setengah jam. Setelahnya Kai kembali terbaring di bed hospital yang ia tempati.
Nafas ke 36 pemuda itu tidak karuan, mereka ngos-ngosan seperti habis lari 10 kali keliling lapangan bola. Namun tersisa sedikit rasa nyeri di pelipis kiri mereka. Alan yang yang tidak sengaja melihat ke arah Ace melihat sebuah tato burung Phoenix di pelipisnya.
"Kak Ace, sejak kapan kau menato pelipismu??"tanya Alan.
"Kakak tidak pernah melakukan itu!!"bantah Ace.
"Tapi itu di pelipismu ada tato burung Phoenix!!"ujar Alan lagi.
Mereka saling melihat ternyata bukan hanya Ace yang memiliki tato Phoenix, namun mereka semua juga sama memiliki tato burung Phoenix di pelipis kiri mereka. Tato yang sangat indah.
"Tato itu menandakan kalian telah dilahirkan kembali, jiwa dan tubuh kalian yang lama telah digantikan dengan menyatunya darah kalian!!"ujar Kai yang telah bangun.
"Baby/ Adek/ Kai"
Mereka berhamburan memeluk sang adik.
"Boys, hati-hati dengan luka adik kalian!!"tegur Opa Matius.
Seketika mereka sadar jika sang adik dalam keadaan terluka parah. Tapi setelah melihat wajah dan tubuh sang adik mereka tidak menemukan sedikit pun luka di wajah dan tubuh Kai. Brandon dan Vikram yang penasaran pun segera melakukan MRI pada sang adik dan walah retakan di tengkorak sang adik pun hilang. Mereka lega melihat semua itu. Luka pada kesayangan mereka telah sembuh dengan baik.
__ADS_1
Usai memeriksa lebih detail keadaan Kai, Brandon dan Vikram merasa lega. Sang adik sudah betul-betul pulih.