
Malam telah datang menggantikan siang. Para bungsu itu segera bersiap untuk melaksanakan aksi mereka. Mereka memakai perlengkapan masing-masing dan memeriksa senjata yang akan mereka bawa. Jam sebelas malam mereka meninggalkan Secret Palace lalu segera berangkat ke tempat di mana mereka akan melakukan pencegatan pada konteiner-konteiner yang membawa barang-barang milik klan Watanabe itu.
"Siap?"tanya Kai.
"Ready!!"jawab mereka serentak.
"Go!!"titah Kai.
Para Hurricane Hunter itu segera melesat membelah jalanan ibu kota menuju tempat mereka akan melancarkan aksinya.
Setengah jam kemudian mereka sampai di tempat itu.
"IT team segera retas cctv di sekitaran area ini!!"kata Kai.
"Roger that!!"sahut ketiganya bersamaan.
"Back up team, pasang penghalangnya!!"titah Kai lagi.
"Carrion!!"jawab ketiganya.
"Scout team cari posisi!!"kata Kai sembari memasang Eagle Eye miliknya.
"Dimengerti!!"jawab Benjiro dan Jackson mulai mencari tempat untuk mengawasi mangsa mereka.
Tak lama iring-iringan tiga konteiner raksasa itu mulai nampak dari kejauhan, di depan dan belakangnya terlihat beberapa sepeda motor yang sepertinya bertugas untuk mengamankan ke tiga konteiner itu.
"The rabbit goes to the cage!!"kata Benjiro melalui earphonenya.
"Copy that!!"sahut Kai lalu memberi isyarat pada Alden dan Melvin untuk bersiap menjalan aksi mereka.
Back up team telah memasang penghalang untuk gerombolan kelinci itu. Dan sudah bersiap untuk mengawasi Execution team dari jauh.
Melihat ada penghalang yang menghadang jalan mereka tim bermotor berhenti untuk memeriksa dan memindahkan penghalang tersebut. Namun mereka tidak menduga kalau mereka semua telah diintai oleh Scout team dan Back up team dengan membidik mereka dengan
Sedangkan Execution team mendekat ke arah sopir masing-masing konteiner dan melumpuhkan mereka. Tidak menunggu lama ketiga konteiner itu telah mereka kuasai dan para pengawal bermotor mereka telah ditumbangkan oleh Scout team dan Back up team menggunakan McMillan TAC-50 - AS. Senjata para sniper yang sangat cocok untuk digunakan pada malam hari dengan teleskopik yang lebih baik.
Sedangkan IT team juga sudah mengamankan semua cctv sepanjang jalan yang akan mereka lalui menuju markas Scorpions tempat mereka akan melakukan transaksi malam ini.
Ke tiga konteiner itu pun telah ditutupi dengan kain hitam yang telah Kai siapkan sebelumnya agar tidak terlalu mengundang kecurigaan nantinya.
Sambil mengemudikan konteiner itu, Kai mendial no seseorang.
"Tuan Armand saya dalam perjalanan menuju markas Anda!!"
"............."
Kai mematikan sambungan teleponnya dan fokus mengemudikan konteiner itu.
Dua puluh menit kemudian the Hurricane Hunter sampai di markas Scorpions yang diketuai oleh Tuan Armand Sanjaya.
Kai turun dari konteiner diiringi oleh ke sepuluh Kakaknya.
"Tuan Armand!!"ujar Kai mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan tuan Armand.
__ADS_1
"Selamat datang....!"
"Saya Princess, dan mereka Prince!!"jawab Kai memperkenalkan siapa mereka.
"Selamat datang di markas kami, kita langsung saja melakukan transaksinya!!"kata ketua geng Scorpions itu.
"Tentu silahkan cek barangnya!!"ujar Kai sambil membuka pintu konteiner.
Tuan Armand menyuruh anak buahnya untuk mengecek setiap konteiner memeriksa apakah barang yang datang sesuai dengan yang dijanjikan atau tidak.
"Aman, Bos!!"sahut anak buah lelaki itu.
"Pindahkan ke gudang!!"titah laki-laki itu lantang.
Beberapa bawahannya bergegas melakukan titah sang ketua.
"Saya sudah transfer bayarannya!!"ujar laki-laki itu puas.
"Prince, check!!"titah Kai.
Chayden pun segera mencek rekening mereka dan yah bayarannya sudah masuk.
"Done!!"ujar Chayden.
"Senang berbisnis dengan Anda Tuan Armand!!"ujar Kai.
"Begitu pun saya, tapi bolehkah saya tau siapa kalian??"tanya laki-laki itu penasaran.
"Apa kalian bersaudara??"tanyanya lagi.
"Iya, kami semua saudara!!"sahut Kai.
"Hmmm baiklah, terima kasih!!"kata laki-laki itu.
Setelah menunggu selama dua jam akhirnya proses pemindahan barang itu pun selesai.
"Tuan Armand, kami permisi!!"kata Alden.
"Tentu, jika ada barang bagus lainnya silakan hubungi saya!!"ujar ketua Scorpions itu.
"Tentu, Tuan Armand!!"sahut Alden lagi.
The Hurricane Hunter meninggalkan markas Scorpions dan kembali memacu konteiner itu menuju jalanan sepi dan meninggalkannya di sana tak lupa mereka menghapus jejak yang mungkin nanti bisa terendus oleh musuh.
Mereka baru sampai di Secret Palace saat jam sarapan. Wajah mereka terlihat cukup lelah karena sedikit kurang tidur karena aksi semalam.
"Kalian baru pulang??"tanya Opa Matius pada para bungsu yang langsung bergabung di meja makan untuk sarapan.
"Ya, Opa!!"sahut Jackson.
"Apa......!!"ucapan Opa Matius terpotong karena kedatangan Attarfa yang memanggil Kai karena kedatangan sebelas mobil Buggati Chiron pesanan Kai untuknya dan Kakak-kakaknya.
"Kai...!"panggil Attarfa.
__ADS_1
"Ada apa, Bang??"tanya Kai menoleh ke arah Attarfa.
"Di luar ada yang mengantarkan mobil pesananmu!!"ujar Attarfa.
"Pesanan mobil??"beo Edric sedikit ngelag.
"Iya, Tuan Muda!!"sahut Attarfa.
"Ayo Bang hadiah kita datang!!"ujar Kai mengajak Kakak-kakaknya melihat mobil pesanan masing-masing.
Mereka mengekori langkah kaki Kai menuju halaman Secret Palace.
Begitu sampai di halaman Secret Palace, semua kakak Kai dibuat kagum dengan kedatangan mobil sports mewah itu.
"Ini mobil siapa, Dek??"tanya Rey antara kagum dan heran.
"Ini mobil kita hadiah misi semalam!!"sahut Kai.
Seketika mereka bersorak dan berhigh five ria seolah baru saja memenangkan lotre dengan jumlah besar.
Mereka masuk ke dalam mobil masing-masing dan langsung melakukan test Drive pada mobil-mobil itu.
Ace dan Xander mendekat pada Kai.
"Memangnya berapa bayaran yang kalian dapat dari penjualan barang-barang itu, Princess??"tanya Xander.
"Hampir 500 miliar, Bang!!"sahut Kai dengan tangan terlipat di dada.
"Wah, imouto-san seleramu dalam memilih mobil sangat bagus. Kakak sangat suka sekali dengan mobil Kakak, arigatou gozaimasu imouto-san!!"seru Daichi bersemangat hingga kantuk yang ia rasakan tadi hilang seketika Kai hanya melayangkan senyumnya pada Daichi.
Mereka sangat senang dengan hadiah yang mereka terima pagi ini, apalagi untuk Melvin, Rey dan Jackson. Hidup mereka yang semula biasa saja sekarang berubah drastis semenjak bergabung ke dalam Owen apalagi ketika mulai mengikuti track record sang adik, Kai. Barang-barang mewah dengan mudah bisa mereka dapatkan sekarang walaupun dengan resiko yang sepadan tentunya.
Kai seolah seperti seorang malaikat bagi mereka, dengan bertemu Kai mereka bisa berkumpul kembali dengan ayah kandung mereka dan sekarang keberadaan mereka tidak lagi di pandang sebelah mata oleh yang lainnya. Apalagi Kai dan saudara mereka yang lain sangat welcome dengan kehadiran ke tiganya diantara mereka.
Sedangkan para tetua dan Kakak tertua mereka saat ini hanya melipat tangan ke dada melihat kesenangan para bungsu tersebut.
"Sekarang seolah keberadaan kita dalam klan ini tidak ada artinya lagi!!"keluh Papi Dixon.
"Iya kau benar Dixon, sistem kerja mereka lebih cepat dan lebih tepat. Padahal usia mereka masih belasan tahun. Aku tidak menyangka pengaruh seorang Kai Nararya Lucifer Owen Yamaguchi bisa sekuat ini."tutur Papa Jacob.
"Papa benar, sepertinya setelah ini kita hanya akan kebagian misi di belakang meja!!"sahut William.
"Tapi setidaknya itu bagus bukan kita bisa pensiun di usia muda, dan hanya harus mengawasi mereka semua!!"tambah Sam.
"Tapi aku malah ragu kita akan pensiun di usia muda!!"bantah Xander.
"Maksud Abang??"tanya Carl tidak paham.
"Abang yakin Princess tengah merencanakan sesuatu yang cukup besar saat ini, makanya dia lebih memilih bungsu dibandingkan kita!!"jawab Xander.
"Semakin muda generasi Owen semakin gila tindak tanduk mereka!!"kata Daddy Aldric geleng-geleng kepala.
Yang lain pun mengangguk menyetujui ucapan Daddy Aldric.
__ADS_1