
Melihat Kai yang tertidur semua orang keluar dari ruang rawatnya. Mereka juga ingin mengistirahatkan tubuh dan pikiran secara bergantian. Tanpa mereka sadari Kai sebenarnya tidak tidur. Dia hanya ingin merilekskan pikirannya. Pertemuannya dengan Daddy dan Bubu Aina di alam mimpi memenuhi pikirannya.
"Dad, sebenarnya kenapa Kai harus ditinggalkan sendiri, kebahagiaan seperti apa yang akan Kai tuju Dad?? Sedangkan kedua kebahagiaan Kai kini telah pergi jauh. Apa sebenarnya yang saat ini sedang Kai perjuangkan Dad?? Rasanya lelah Dad namun malaikat maut kayaknya juga enggan menjemput Kai."lirih Kai dengan air mata yang mulai mengalir dan menghembuskan nafas kasar.
"Dek!!"panggil Prince.
"Ehhh Abang"ujar Kai mencoba tersenyum.
"Adek kenapa?? Mau cerita dengan Abang??"kata Prince mengusap lembut kepala sang adik.
"Hmmmm, Kai bertemu Bubu dan Daddy Bang, tapi Daddy dan Bubu melarang Kai ikut dengan mereka. Mereka bilang di sinilah kebahagiaan Kai sekarang. Tapi kebahagiaan seperti apa Bang??"tanya Kai.
"Bagi Abang Kai adalah sumber kebahagiaan Abang. Segala perhatian dan kasih sayang Kai berikan membuat Abang bahagia. Betul kata Daddy kebahagiaan Kai ada di sini, lihat betapa beruntungnya Kai dikelilingi orang tua yang menyayangi Kai, Kakak yang selalu melindungi. Cobalah Kai buka hati Kai untuk menerima perhatian mereka, seperti mereka yang menjadikan Kai sebagai sumber kebahagiaan mereka. Jangan menanggung semuanya sendiri. Kai punya kami. Orang tua dan Kakak yang sangat menyayangi Kai. Jangan hanya memberikan kebahagiaan untuk orang lain Kai, bahagiankan juga dirimu sendiri!!"kata Prince mengelus Surai sang adik.
"Abang sayang sama Kai??"tanya Kai.
"Iya Abang amat sangat sayang dengan adek Abang satu-satunya ini. Mendengar Kai koma kemarin, dada Abang sesak. Abang takut kehilangan adek. Satu-satunya orang yang bisa menerima Abang apa adanya, satu-satunya orang yang bisa menaklukkan Prince sang Monster dan merubahnya menjadi orang yang berguna."kata Prince mengeluarkan unek-uneknya.
Kai merentangkan tangannya minta dipeluk oleh sang Kakak.
"Makasi ya Bang, Kai juga sayang Abang. Terima kasih udah mau jadi Kakak Kai."ujar Kai.
"Jadi, jangan seperti ini lagi Abang nggak suka Dek. Apa Adek nggak kasihan lihat Bang Vikram yang tidak mengurus dirinya sendiri karena takut meninggalkan adek??"tanya Prince.
"Iya kah Bang??"tanya Kai tidak percaya.
"Semuanya seperti itu kemarin Kai, kalau saja Sam tidak mengeluarkan ketegasannya mungkin sekarang mereka yang akan sakit. Apalagi Alan, dia merasa amat sangat bersalah kepadamu!!"ujar Prince pada Kai.
Kai pun mengangguk paham arti dari semua kata-kata Prince. Mungkin inilah kebahagian yang Daddynya maksud dikelilingi orang-orang yang menyayangi dan memberikan perhatian yang tulus padanya.
"Adek makan ya, habis tu minum obatnya biar cepat sembuh!!!"kata Prince pada Kai.
"Ya Bang."jawab Kai.
__ADS_1
Sedangkan di ruang pertemuan saat ini......
"Yang menghadang imouto-san dan Alan kemarin adalah suruhan Watanabe Makoto, jadi bagaimana apa kita menggempur mereka???"tanya Hitoshi pada para Kakak Kai yang lain.
"Pasti kita akan menggempur mereka tapi kita perlu membuat rencana yang sempurna, kita akan membuat ketiga klan itu saling serang nanti!!!"ucap Joon Wu dengan senyum iblis miliknya.
"Maksudmu Hyung??"tanya Jo tidak paham.
"Kita akan membuat seolah-olah dua klan itu yang menyerang Watanabe, sebagian dari kita gunakan atribut RED DEVILS dan sebagian lagi gunakan atribut BLACK EAGLE!!"ujar Joon Wu dan diangguki oleh yang lainnya.
"Yoona kamu bisa meracik racun bukan??"tanya Sam pada Yoona.
"Iya, ada apa Sam??"tanya Yoona.
"Bisakah kau meracik racun untuk diletakkan di saluran pendingin udara mereka, sepertinya pemanasan terlebih dahulu cukup menyenangkan!!"kata Sam dan mengundang seringai iblis yang lainnya.
Ternyata seperti ini situasinya jika para monster berada dalam satu ruangan.
"Dia juga memiliki putra seusia imouto-san bukan Kak Hitoshi??"tanya Alan.
"Noona, buatkan racun yang lebih mematikan dari pada yang Baby dapatkan kemarin kalau perlu buat yang tidak memiliki penawar, perlahan tapi mematikan, kita akan buat dia merasakan apa yang Baby rasakan!!"ujar Alan dengan tatapan penuh kebencian.
Semuanya saling melihat, merasakan kengerian dari rencana seorang Alan Lucifer Owen.
"Saya yang akan memberikan racun itu pada putra Makoto nanti!!"ujar Taro dengan mata berkilat menahan amarah karena Tuannya terluka.
Tapi tiba-tiba Chayden melemparkan gelas yang ada dihadapannya ke arah pintu masuk dan membuat yang lainnya terkejut.
"Ssshh"
Terdengar suara ringisan dari balik pintu. Taro pun dengan sigap mengejar dan menangkap orang itu.
"Sepertinya Yamaguchi benar-benar kecolongan saat ini, masih ada sisa kotoran di sini!!!"ujar Jo menatap sinis orang yang ditangkap oleh Taro.
__ADS_1
"Bawa ke ruang penyiksaa!!"titah Hiroshi pada Taro.
"Baik!"jawab Taro dan ia segera menggiring orang tersebut menuju ruang penyiksaan.
"Vikram, aku serahkan padamu!!"ujar Hiroshi pada Vikram. Vikram paham dengan maksud Hiroshi dan segera beranjak dari tempat duduknya menuju ruang penyiksaan.
"Aku ikut Bang!!"kata Chayden dan diangguki oleh Vikram.
"Me too!!"pekik Jo.
"Hiroshi sebaiknya kau segera membersihkan tikus-tikus yang ada di markas Yamaguchi dan secepatnya pasang chip fiber itu pada setiap anggota."ujar Sam.
"Kau benar Sam, aku benar-benar dibuat pusing oleh semua ini, apalagi keadaan kasino saat ini sangat kacau. Produksi obat-obatan pun menemui banyak kendala!!"ujar Hiroshi duduk menghempaskan diri di samping Alden.
"Untuk mengurus kasino orang-orangnya sudah aku temukan, jika kau ingin mereka bisa memulainya hari ini, dan mengenai produksi obat-obatan kau bisa bekerja sama dengan si Monster!!"ujar Sam.
"Monster!!"beo Yoona.
"Bang Prince, Noona!!ujar Chayton.
"Dan pembersihan markas sebaiknya kita langsung yang menangani jangan libatkan anggota, karena kita tidak tau mana lawan atau pun kawan. Lagi pula mumpung ketiga orang tua itu sedang berkumpul jadi sepertinya itu akan lebih mudah!!"saran Alden.
"Baiklah, sebaiknya kita cepat bergerak!!!. Aku, Alden dan Chayden akan mengumpulkan anggota untuk menggempur markas Watanabe!!"ujar Sam diangguki oleh Alden dan chayden.
"Aku, Noona dan Taro akan mengurus racun yang akan kita gunakan nanti.!!"jawab Joon Wu diiyakan oleh Yoona dan Taro.
"Aku, Chayton dan Benjiro akan mengurus masalah kasino!!"ujar Hitoshi dan diangguki oleh Benjiro.
"Prince, Alan dan Daichi kita standby kan di sini menjaga Kai dan markas. Biarkan para orang tua itu yang akan membersihkan markas!!"ujar Sam dan disetujui oleh semua.
"Dan untuk obat-obatan nanti biarkan Prince, Vikram dan Jo yang mengurus!!"tambah Sam.
"Baiklah, kita bergerak!!"kata Hiroshi dan diangguki oleh semuanya.
__ADS_1
Mereka mulai melakukan tugas masing-masing. Rasanya mereka tidak sabar untuk mencabik-cabik tubuh musuh saat ini.
It' really like league of mafia clan. Tanpa mereka sadari mereka telah melakukan kerja sama antara beberapa klan besar.