Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Hard Day


__ADS_3

"Sial......sial"umpat seorang laki-laki menghancurkan semua barang yang ada dihadapannya.


"Ada apa Albert??"tanya seorang wanita pada laki-laki yang baru saja meluluhlantakkan ruang kerjanya.


"Shut up!!!"bentak laki-laki itu pada sang wanita.


"Dengan melakukan hal seperti ini tidak akan membawa perubahan apapun, Albert. Kau harus mencari sekutu yang lebih kuat. Karena kudengar the Owen saat ini dekat dengan mafia the BRONTES, maka kau pun sebaiknya mencari sekutu yang kuat untuk menghancurkan mereka dan mengambil alih kekuasaan mereka."saran wanita itu.


"Do you have idea, Ela???"tanya laki-laki bernama Albert ketua klan BLACK WOLF.


" Saat ini ada beberapa klan yang begitu bernafsu untuk menghancurkan the Owen, terlebih setelah the Owen membunuh orang-orang terdekat mereka. Sebaiknya kau membentuk kerja sama dengan mereka. Tapi yang terpenting dari semua hal itu, adalah klan GOLDEN GLADIOL mafia no 1saat ini. Apabila kau bisa membina kerja sama dengan klan itu kau bisa membinasakan semua lawanmu dengan mudah."jelas wanita itu.


"Tapi masalahnya hingga saat ini belum satu pun klan mafia yang bisa menembus GOLDEN GLADIOL, bahkan untuk mendapatkan identitas pemimpinnya saja adalah hal yang mustahil."ujar Albert pada wanita itu.


"Yeah, that's true. Empat tahun sudah mereka berdiri dan selama itu mereka menguasai dunia bawah dan juga memiliki markas cabang di mana-mana. Satu-satunya solusi saat ini bekerjasamalah dengan mafia yang memiliki rasa benci yang sama pada the Owen. Karena kita tidak mungkin begitu saja bisa mengalahkan mereka seperti masa lalu, mengingat saat ini ada kedekatan antara the Owen dan the BRONTES."sahut Ela membenarkan perkataan Albert.


Sementara itu......


"Bagaimana Arthur, kau sudah mendapatkan dalang dari penyerangan mansion kemarin??"tanya Opa Matius.


"Sudah Pa, musuh lama yang datang kembali Pa."jawab Papa Arthur.


"Ohh sepertinya ini kesempatan untuk membasmi mereka hingga ke akarnya"jawab Opa Lucifer yang dibalas anggukan oleh Opa Matius.


The Owen dan BLACK WOLF adalah musuh bebuyutan sejak dulu. Pertarungan terakhir mereka dimenangkan oleh BLACK WOLF dengan melakukan kecurangan meracuni semua anak buah dan beberapa inti the Owen. Dan diantara yang menjadi korban keracunan itu dua orang diantaranya adalah Opa Matius dan Opa Lucifer.


"Kita harus lebih meningkatkan keamanan untuk para bungsu!"ucap Papa Jacob.


"Aku setuju dengan Kak Jacob, karena para bungsu kita anak-anak yang sangat hiperaktif apalagi Baby!"sahut Dady Aldric. Para tetua masih sibuk membahas masalah penyerangan mansion the Owen hingga sebuah deringan telpon menghentikan percakapan mereka.


"Hallo...."jawab Papi Dixon.


"..............."


"Apa, bagaimana bisa????"bentak Papi Dixon.


".............."


"Baik aku akan segera ke sana!!"ujar Papi Dixon mengakhiri panggilan telepon itu.


"Ada apa Dixon???"tanya Opa Matius.


"Edric Pa, sekarang dia di kantor polisi. Dia ditangkap dengan tuduhan pelecehan pada salah satu artis di bawah naungan agensinya. "jelas Papi Dixon panik.


"Bagaimana mungkin, ayo kita ke kantor polisi!!"ucap Papi Jason.


Saat mereka akan pergi meninggalkan mansion para Mommy baru pulang ke mansion. Mereka terkejut melihat para lelaki Owen's yang memperlihatkan wajah tegang.


"Ada apa Lu??"tanya Oma Emma penasaran.


"Edric sekarang di kantor polisi, dia dituduh melecehkan artisnya"jelas Opa Lucifer singkat.


"Apa Dad??"ujar Mami Harlin tidak percaya.

__ADS_1


"Nggak....itu nggak mungkin, Edric tidak mungkin melakukan itu Dad"histeris Mami Harlin.


"Tenang...tenang...Harlin, kita akan menemui Edric dulu sekarang meminta penjelasannya!!"ucap Papa Arthur berusaha menenangkan adik iparnya.


"Ayo kita harus bergegas, sebelum Baby melihat kita!!"ajak Opa Matius.


"Ayo"ucap yang lainnya.


Kai dan Jo sendiri saat ini tertidur di ruang keluarga. Tak lama berselang para bungsu the Owen yang lain telah kembali dari markas.


"Tumben sepi, para tetua ke mana ya??"tanya Daichi yang merasa aneh dengan keheningan di mansion.


"Ya, kau benar Daichi ke mana semuanya??"heran Alan.


"Lihat Baby dan Jo ketiduran, tapi itu tangan Baby kenapa??"tanya Chayton penasaran dan mendekati sang adik.


"Jo ...Jo bangun"kata Chayton membangunkan Jo.


"Baby.... Baby.....bangun"kata Alan membangunkan sang adik.


"Hoaaaam....apa Bang"jawab Kai mengucek matanya karena masih mengantuk.


"Jangan digosok Baby nanti merah"cegah Alan.


"Baby tanganmu kenapa??"tanya Alan.


Jo yang baru terbangun heran karena para saudaranya sudah mengelilinginya.


"Jo tangan Baby kenapa??"tanya Alden.


"Oooo shiiit siapa yang sudah berani mengganggu kita"bentak Alden mengepalkan tangannya.


"Kau tidak apa-apa Baby??"tanya Alan.


"Tidak Bang, Kai ok."jawab Kai santai.


"Lalu mana para tetua??"tanya Alden.


"Tadi mereka ada di ruang kerjanya. Sekarang aku tidak tau"sahut Jo.


"Kalau para Mommy sama Oma??"tanya Alan.


"Tadi mereka belum kembali. Mungkin sebentar lagi"jawab Jo.


"Baiklah aku ingin istirahat dulu"kata Alden.


Para bungsu pun kembali ke kamar masing-masing. Begitu pun Kai.


Sedangkan para tetua saat ini sudah sampai di kantor polisi untuk melihat keadaan Edric.


Kondisinya sungguh sangat memprihatinkan. Mami Harlin sangat shock melihat keadaan sang putra, ia segera berlari dan memeluk Edric.


"Kenapa bisa begini Ed??"tanya Mami Harlin diiringi air matanya yang menganak sungai.

__ADS_1


"Aku nggak tau Mi, bangun-bangun aku sudah di kamar hotel berdua dengan perempuan itu. Tapi seingatku terakhir aku sedang meeting bersama klienku di hotel itu, setelah itu aku nggak ingat apa-apa lagi Mi!!"jelas Edric pada Mami Harlin.


Opa Matius dan Opa Lucifer menemui kepala kepolisian untuk menanyakan detail kejadiannya.


"Bagaimana kejadiannya Kapten??"tanya Opa Lucifer pada kepala polisi.


"Tadi kami mendapat laporan dari seorang wanita bernama Regina, ia mengatakan bahwa Tuan Edric telah melakukan pelecehan terhadapnya. Dan sayangnya lagi semua bukti-bukti memang mengarah pada Tuan Edric, Tuan Owen."jelas kepala polisi itu pada Opa Lucifer.


"Apakah cucu saya harus ditahan Kapten??"tanya Opa Lucifer.


"Iya Tuan Owen dia harus ditahan dikarenakan semua bukti sudah kongkrit"jawab kepala polisi itu.


"Baiklah Kapten"sahut opa Lucifer lemah.


" Bagaimana Dad??"tanya Papa Arthur.


"Edric akan ditahan Ar"jawab Opa Lucifer diiringi tarikan nafas panjang.


"Dad apa tidak ada yang bisa kita lakukan??"ujar Mama Silvia.


"Untuk sekarang belum ada Silvia, nanti kita akan mencari bukti-bukti yang bisa meringankan Edric."ucap Opa Lucifer.


Edric hanya duduk terdiam, hal yang paling tidak dia suka malah dituduhkan pada dirinya.


Semua keluarga menatap sendu pada Edric, kenapa semuanya terjadi bersamaan. Putri satu-satunya terluka sekarang putra mereka juga terlibat masalah yang berat.


Belum usai keterkejutan mereka dengan masalah yang menimpa Edric, tiba-tiba handphone Dady Aldric berbunyi.


"Hallo......"


".........."


"Apa katamu B???"panik Dady Aldric.


"........."


"Baik Dady segera ke sana"ucapnya langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Ada apa Al??"tanya Opa Matius melihat kepanikan di wajah Dady Aldric.


"Ace tertembak Pa, sekarang dia di Owen's Hospital"jawab Dady Aldric.


"Ayo cepat kita ke sana Al,"ajak Mommy Fanny yang hampir menangis.


"Ayo aku ikut dengan kalian"ucap Opa Matius.


"Lu kau di sini dulu, aku akan melihat keadaan Ace"titah Opa Matius pada sang adik.


"Baik Kak"balas Opa Lucifer.


"Aku ikut Pa"kata Papa Jacob dan Papi Jason.


"Aku akan di sini menemani Dixon di sini Pa"jawab Papa Arthur.

__ADS_1


"Baiklah kami pergi dulu"ucap Opa Matius.


Mereka segera meluncur ke Owen's Hospital untuk melihat keadaan Ace.


__ADS_2